Berserah Kepada Yesus

8:46 AM Khotbah Kristen 0 Comments

Pembacaan Firman: Matius 26:39, Lukas 23:46-47

Menjelang kedatangan Yesus ke-2 kali akan terjadi peristiwa-peristiwa yang menggemparkan. Menyadari hal ini maka kita sebagai orang percaya harus lebih mendekatkan diri kepada Yesus, berserah sungguh kepadaNya karena hanya Dia yang sanggup memberikan kedamaian dan ketenangan. Seperti halnya yang dilakukan oleh Yesus menjelang minggu sengsaraNya. Dimana Ia pergi ke taman Getsemani dan berdoa kepada Bapa; “Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin biarlah cawan ini lalu dari padaKu, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.” Hal ini merupakan penyerahan total yang dilakukan Yesus.

Kitapun seringkali mengalami pengalaman yang tidak menyenangkan dalam hidup ini. Tetapi kalau hal ini merupakan proses Allah untuk menyatakan kemuliaanNya, jangan pernah menolaknya karena ada rencana Allah yang besar untuk kita. Banyak kali kita merasa kecewa karena tidak mengerti kehendak Allah. Mungkin kita sudah lama bergumul tetapi belum ada jawaban. Kita harus berdoa seperti Yesus yang berserah sungguh kepada Bapa. Dimana Yesus memasrahkan dirinya kepada kehendak Bapa.
berserah
sumber gambar pixabay.com

Berserah sungguh kepada Tuhan menuntut:

1.    Ketaatan (Yohanes 14:15,21)
Ketaatan adalah ketika kita hanya berkata ‘ya’ untuk Tuhan. Kalau kita mengasihi Allah, kita memegang perintahNya dan melakukannya. Kita tidak dapat menyebut Yesus sebagai Tuhan jika kita tidak taat kepada FirmanNya. Jangan abaikan yang namanya kebenaran, syukurilah berkat Tuhan dalam hidup kita.

Petrus merupakan contoh orang yang taat kepada perintah Allah. Dimana sudah semalaman dia tidak berhasil menangkap ikan, tetapi pada saat Yesus menyuruhnya untuk menebarkan jala, Petrus taat melakukannya (Lukas 5:4-5). Karena ketaatan Petrus, Ia berhasil menangkap ikan yang banyak. Jangan pernah melakukan sesuatu kalau Tuhan tidak menyuruhnya. Jangan pernah berusaha meraih sesuatu atau meraih keberhasilan tanpa mengikutsertakan Yesus. Keberhasilan yang kita capai akan lebih dari rata-rata kalau kita melakukan bersama Yesus. Demikian halnya Nuh taat kepada Tuhan saat dia disuruh untuk membuat bahtera (Kejadian 7:1-24). Nuh melakukan semuanya itu; tepat seperti yang diperintahkan Allah kepadanya, demikianlah dilakukannya (Kejadian 6:22). Nuh waktu melakukan Firman Allah tudak asal-asalan tetapi tepat. Demikian kalau kita berdoa, beribadah, dll lakukanlah dengan tepat. Kalau kita melakukannya dengan tepat, hasilnya tidak akan mengecewakan.
2.    Percaya (Kejadian 12:1)
Ketika Abraham disuruh Tuhan untuk meninggalkan negeri dan keluarganya untuk pergi ke tempat yang ia tidak ketahui, ia tidak complain kepada Tuhan. Ia mengikuti perintah Allah dan Allah memberkati Abraham dengan berkat yang melimpah, Demikian halnya dengan Hana yang mandul, tetapi ia percaya kepada Tuhan sehingga Tuhan membuka kandungannya kemudia ia mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki yaitu Samuel (I Samuel 1:9-11). Mariapun menantikan mujizat tanpa tahu bagaimana itu terjadi yaitu saat ia mengandung dari Roh Kudus (Lukas 1:34). Segala yang tidak masuk akal itulah yang dilakukan Tuhan kepada orang yang percaya kepadaNya. Petrus, Abraham, Hana dan Maria berserah kepada kehendak Allah dan percaya kepada janjiNya. Jadikan pengalaman mereka menjadi pengalaman hidup kita. Kalau mereka ditolong oleh Tuhan, maka kitapun akan ditolong oleh Tuhan.

0 comments: