Menembus Batas Kemustahilan Untuk Meraih Pengalaman Dengan Tuhan

Pembacaan Firman Filipi 4:13

"Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku"

Surap Paulus kepada jemaat di Filipi mengajarkan bahwa segala sesuatu dapat ditanggung didalam Dia yang memberi kekuatan. Artinya tanpa Tuhan Yesus kita tidak ada apa-apa/tidak berdaya.




Untuk menembus batas kemustahilan yang harus kita lakukan adalah:

1. Hidup dalam doa
Doa adalah pengakuan dalam hati kita bahwa kitaadalah manusia yang lemah dan kekuatan Tuhan adalah yang terbesar. Doa memberikan jaminan atas masa depan kita. Filipi 4:6 "Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur". Doa harus disertai dengan ucapan syukur karena Tuhan menolong kita dengan sungguh-sungguh".

2. Selalu berpikiran positif
Apapun yang kita hadapi maka kita harus senantiasa berpikiran positif karena kita memiliki Tuhan yang dahsyat.

3. Menjaga hati kita
Amsal 4:23 "Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan". Menjaga hati kita agar kita berkenan dihadapan Tuhan, Filipi 4:5 Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan sudah dekat!" Mazmur 91:14-16 "Sungguh, hatinya melekat kepadaKu, maka Aku akan meluputkannya, Aku akan membentenginya, sebab ia mengenal namaKu. Bila ia berseru kepadaKu, Aku akan menjawab, Aku menyertai dia dalam kesesakan, aku akan meluputkannya dan memuliakannya. Dengan panjang umur akan Kukenyangkan dia, dan akan Kuperlihatkan kepadanya keselamatan dari padaKu". 

Amanat Agung

Pembacaan Firman Matius 28:18-20


"Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."

Ayat-ayat diatas merupakan amanat agung dan perintah langsung dari Tuhan Yesus Kristus sebelum Ia naik ke sorga. Kita mengenal kata "Amanat Agung" merupakan penginjilan. Dalam ayat-ayat tersebut diatas Tuhan Yesus meyakinkan kepada murid-muridNya bahwa Ia memiliki kuasa di bumi dan di sorga. Dengan demikian kita telah dilengkapi dengan kuasa atau otoritas dari Tuhan untuk memberitakan Firman Tuhan pada saat kita menginjil.

Saat ini gerakan penginjilan sementara bergerak. Banyak gerakan penginjilan yang sudah masuk ke daerah-daerah yang pada awalnya merupakan tempat yang sulit untuk diinjili sehingga masyarakat di tempat itu banyak yang mengenal Tuhan Yesus. Melalui gerakan penginjilan inilah saat ini sudah banyak orang di berbagai daerah mengenal Sang Juruselamat yaitu Tuhan Yesus Kristus.

Dari ayat Firman Tuhan yang kita baca saat ini timbul satu pertanyaan yaitu siapakan yang memberi mandat agung ini ? yang memberi amanat agung ini adalah Tuhan Yesus Kristus, amanat ini disampaikan kepada setiap murid-murid sebagai pesan terakhir sebelum naik ke sorga. Dengan kata lain kita harus berusaha untuk dapat memberitakan Injil dimanapun kita berada. Pemahaman memberitakan Injil jangan terikat berdiri di belakang mimbar dan berkhotbah akan tetapi dimanapun kita berada termasuk dengan cara hidup kita yang berkenan kepada Tuhan dapat menjadi suatu teladan bagi orang lain dapat dikategorikan memberitakan Injil. Kisah raja Hizkia pada saat ia sakit ada seorang yang memberitakan Injil dengan iman mengatakan kepada Hizkia "seandainya Tuhan dari nabi datang pasti raja Hizkia sembuh", ini merupakan kalimat perkataan pemberitaan injil.

alkitab
Sumber gambar pixabay.com

Tuhan Yesus adalah pemberi mandat dan yang menerima mandat adalah murid-muridNya. Selanjutnya siapakah murid-murid itu ? Lukas 14:27 "Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku". Kita tidak bisa dikatakan murid-muridNya jika kita tidak memikul salib. Jika kita tidak berani memberi diri dan melayani Tuhan maka kita tidak dapat dikatakan sebagai murid-murid Tuhan Yesus. Beberapa kriteria untuk menjadi murid Tuhan Yesus adalah:

  1. 1 Petrus 2:9 "Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-peruatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib". Murid adalah apa yang telah dipisahkan oleh Tuhan dari kegelapan menjadi Terang.
  1. Lukas 3:8 "Jadi hasilkanlah buah-buah yang sesuai dengan pertobatan. Dan janganlah berpikir dalam hatimu: Abraham adalah bapa kami! karena aku berkata kepadamu: Allah dapat menjadikan anak-anak bagi Abraham dari batu-batu ini!". Buah-buah pertobatan dari seseorang yang telah bertobat adalah ia haus akan Firman Tuhan dan merasa rugi kalau tidak memuliakan Tuhan serta suka berkorban untuk pekerjaan Tuhan.
  1. Galatia 5:22-23 "Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemah lembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu". Seorang yang disebut murid adalah seorang yang memiliki buah-buah Roh.
  1. 2 Korintus 3:3 "Karena telah nyata, bahwa kamu adalah surat Kristus, yang ditulis oleh pelayanan kami, ditulis bukan dengan tinta, tetapi dengan Roh dari Allah yang hidup, bukan ada loh-loh batu, melainkan pada loh-loh daging, yaitu didalam hati manusia"/ Seseorang yang disebut murid adalah seorang yang memiliki buah-buah pelayanan.


Hendaklah kita sebagai murid-murid Tuhan Yesus memiliki kriteria-kriteria tersebuat diatas sehingga kita dapat menghasilkan buah-buah yaitu memenangkan jiwa bagi Tuhan Tesus Kristus, Lukas 3:9 "Kapak sudah tersedia pada akar pohon dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik akan ditebang dan dibuang ke dalam api". Hendaklah kita mempunyai kerinduan untuk membawa jiwa baru untuk Tuhan. Amin

Mengutamakan Tuhan Diatas Kepentingan Kita

Pembacaan Firman Bilangan 6:22-23


Banyak dijumpai seseorang sebelum diberkati oleh Tuhan begitu dekat dengan Tuhan akan tetapi setelah dia diberkati oleh Tuhan dalam hal pekerjaan, keluarga, pendidikan dan lain-lain maka dia melupakan Tuhan. Tuhan sudah memberkati kita maka Tuhan juga menuntut agar kita juga tetap setia kepadaNya. Kita seringkali lupa bahwa setiap hari, setiap saat kita sebenarnya sementara berperang melawan kuasa iblis. Jikalau kita mengandalkan kekuatan kita sebagai manusia tentunya kita tidak akan mampu maka disinilah kita membutuhkan pertolongan dari Tuhan agar tetap mampu bertahan. Untuk tetap bertahan maka kita jangan sekali-kali melupakan Tuhan. Hal ini merupakan salah satu alasan mengapa kita jangan sampai melupakan Tuhan jika kita sudah diberkati atau ditolong Tuhan. Jika kita mau di tolong oleh Tuhan maka kita harus mengutamakan Tuhan diatas kepentingan kita secara pribadi.
Dalam bilangan 6:27 dikatakan "Demikianlah harus mereka meletakan nama-Ku atas orang Israel, maka Aku akan memberkati mereka". Kata "meletakan" dalam ayat ini berarti "Mengutamakan Tuhan". Jika kita ingin berhasil atau diberkati maka sesuai dengan Firman Tuhan kita harus mengutamakan Tuhan. Banyak ditemui sebelum berhasil kita sangat dekat dengan Tuhan tetapi setelah diberkati dan berhasil seringkali kita melupakan Tuhan. Jika kita mau diberkati dan berhasil maka kita harus mengutamakan Tuhan diatas kepentingan kita, dan jika kita telah melakukan hal itu maka Tuhan akan mengutamakan kita.


lilin menerangi kegelapan
sumber gambar pixabay.com

2 Timotius 3:16 "Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran". Segala tulisan Allah adalah bermanfaat bagi kita. Firman Tuhan akan menjadi pedoman dan penuntun dalam hidup kita.
Ada 4 hal yang Tuhan akan berikan kepada kita seperti yang Tuhan telah perintahkan kepada Musa untuk disampaikan kepada Harun, Yaitu:

1. Menempatkan nama Tuhan diatas segala-galanya. Kalau kita menempatkan Tuhan diatas segala-galanya maka kita akan melihat dan merasakan mujizat-mujizat yang nyata dalam kehidupkan kita.
Kejadian 22:3-4 dikatakan "Keesokan harinya pagi-pagi bangunlah Abraham, ia memasang pelana keledainya dan memanggil dua orang bujangnya beserta Ishak, anaknya; ia membelah juga kayu untuk korban bakaran itu, lalu berangkatlah ia dan pergi ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya. Ketika pada hari ketiga Abraham melayangkan pandangnya, kelihatanlah kepadanya tempat itu dari jauh".

2. Perlindungan Tuhan (Bilangan 6:24 Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau)
Tuhan akan memberkati dan melindungi kita sehingga kita akan memiliki damai sejahtera. Kejadian 28:15 dikatakan "Sesungguhnya Aku menyertai engkau dan Aku akan melindungi engkau kembali ke negeri ini, sebab Aku tidak akan meninggalkan engkau, melainkan tetap melakukan apa yang Kujanjikan kepadaMu". Apa yang dijanjikan Tuhan dalam ayat ini masih berlaku bagi kita.

3. Kasih Karunia (Bilangan 6:25 Tuhan menyinari engkau dengan wajahNya dan memberi engkau kasih karunia)
Tuhan akan menyinari kita dengan kasih karunia sehingga kita akan berkenan dihadapanNya. Efesus 2:1-5 dikatakan bahwa hanya karena kasih karuna kita bisa diselamatkan.

4. Damai Sejahtera
Damai sejahtera tidak bisa kita beli dimanapun akan tetapi damai sejahtera hanya dapat kita peroleh karena pemberian dan anugerah dari Tuhan sesuai dengan kehendakNya. Hanya didalam Tuhan Yesus ada damai sejahtera. Dalam Lukas 24:26 Dan sementara mereka bercakap-cakap tentang hal-hal itu, Yesus tiba-tiba berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata kepada mereka: "Damai sejahtera bagi kamu". Disaat ada ketakutan maka Tuhan Yesus datang dan memberikan damai sejahtera bagi kita.

Jangan Bimbang

Pembacaan Firman Yakobus 1:1


Dalam pembacaan pembahasan seri khotbah saat ini Tuhan mengingatkan kepada kita bahwa Tuhan tidak menginginkan kita hidup dalam keragu-raguan. Dalam kita merencanakan sesuatu hal yang akan kita kerjakan maka kita diingatkan untuk tidak bimbang dalam arti kita jangan ragu-ragu apakah sesuatu hal tersebut akan berhasil atau tidak. Tuntuk itu kita harus melibatkan Tuhan dalam merencanakan sesuatu hal dalam kehidupan kita sehingga keberhasilan dan kesuksesan menjadi bagian dalam kehidupan kita.

jangan bimbang
sumber gambar pixabay.com

Alkitab mencatat mengenai arti kebimbangan yaitu:

  1. 1. Terombang-ambing (Efesus 4:14)
    Tuhan tidak menginginkan kita diombangambingkan dengan suatu hal yang tidak pasti karena hal itu merupakan kebimbangan
  2. 2. Tidak ada kepastian hidup (Matius 14:24).
    Kita tidak akan terbebas dari suatu angin sakal atau permasalahan hidup selama kita masih berada di dunia ini. Angin sakal berbicara mengenai berbagai-bagai persoalan hidup kita dan Tuhan tidak mau kita tidak ada pengharapan disaat kita dalam permasalahan hidup.
  3. 3. Tidak ada tujuan (Yehezkiel 34:5-6)
  4. 4. Tidak akan mendapatkan sesuatu (Yakobus 1:7)
  5. 5. Kurang percaya (Matius 14:31)
Mujizat akan kita dapatkan pada saat kita dekat dengan Tuhan sehingga tidak ada alasan untuk kita bimbang (Matius 14:31) dan Alkitab mencatat bahwa Tuhan membenci orang yang bimbang (Mazmur 119:113).
Kebimbangan merupakan tembok pemisah untuk kita mendapatkan berkat-berkat yang berasal dari Tuhan (Yakobus 1:7). "Keputusan hati" merupakan keputusan untuk hidup setia kepada Tuhan walaupun disaat kita menghadapi masalah kita tidak tahu apakah Tuhan menolong kita atau tidak.

Jika kita tidak bimbang berarti:
  1. 1. Kita mempunyai iman (Yakobus 1:6)
  2. 2. Kita dibenarkan karena iman (Roma 3:28)
Jaminan Tuhan jika kita tidak bimbang adalah:
  1. 1. Tuhan akan membawa kita pada kemenangan (Yesaya 41:10)
  2. 2. Kemenangan oleh karena Yesus Kristus (1 Korintus 15:57)
Kesimpulan
  1. 1. Kuasa Firman melepaskan kita dari kebimbangan
  2. 2. Iman adalah kunci kita menerima berkat Tuhan



Motivasi Yang Benar

Pembacaan Firman : Daniel 3:16-18

Setiap orang pasti setidaknya pernah berbuat baik, senang jika mendapat perlakuan baik, dan menginginkan diperlakukan dengan baik. Setiap orang pasti senang dengan perbuatan baik terlebih Tuhan juga demikian, dalam alkitab pula dituliskan agar kita jangan jemu-jemu berbuat baik (Galatia 6:9). Namun perbuatan baik kita tidaklah sempurna jika dibarengi dengan motivasi yang salah.

Sebelum melanjutkan, terlebih dahulu kita pahami apa itu motivasi. Singkatnya motivasi adalah dorongan (alasan) seseorang untuk melakukan sesuatu. Ketika melakukan segala sesuatu setidaknya disertai alasan mengapa kita berbuat demikian. Berbuat baik memang bagus, namun terkadang perbuatan baik seseorang dilandasi dengan motivasi yang salah. Ketika membantu seseorang yang sedang kesusahan, tidak sedikit yang mengharapkan imbalan atas perbuatannya di kemudian hari, bermaksud untuk pamer, ataupun ingin menunjukan kepada orang banyak agar dipuji. Perbuatan baik hendaknya dilandasi dengan motivasi yang benar, baik kepada manusia terlebih bagi Tuhan yang mengetahui segala sesuatu.

berpikir
sumber gambar pixabay.com

Ketika Sadrakh, Mesakh, Abetego diperhadapkan dengan situasi yang sulit, dipaksa untuk menyangkal imannya, mereka mengambil sikap yang tegas. “Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja; tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu”.

Perlu ditekankan bahwa Sadrakh, Mesakh dan Abetnego membangun motivasi yang benar dalam Tuhan. Mereka mengikut Tuhan bukan atas dasar imbalan, bukan agar suatu saat Tuhan dapat menolong mereka, membalas ibadah mereka, namun sekalipun dalam situasi yang mengancam nyawa, mereka mempertahankan motivasi yang benar dalam mengikut Tuhan dan Tuhan nyatanya meluputkan mereka.

Mengapa kita perlu membangun motivasi yang benar ? 

1. Supaya Tuhan tidak serba salah terhadap kita

Dalam Lukas 17:11-19 diceritakan mengenai 10 orang kusta, datang kepada Yesus meminta agar disembuhkan, setelah Yesus menyembuhkan mereka, hanya 1 orang yang kembali dan memuliakan Dia, 9 lainnya pergi entah kemana.
Ada bermacam-macam motivasi orang mencari Tuhan, dan tidak sedikit yang punya motivasi yang keliru. Mencari Tuhan agar disembuhkan, agar kaya, agar diberkati, dan sebagainya namun tidak sedikit yang ketika memperolehnya mulai meninggalkan Tuhan.

2. Agar kita jangan kecewa

Ketika seseorang mengikut Tuhan dengan motivasi yang salah dia akan kecewa ketika apa yang diharapkannya tidak kunjung datang, ketika apa yang selalu didoakannya belum juga dijawab. Ketika doa tak kunjung mendapat jawaban terkadang ada yang merasa kecewa, dan mulai mengungkit kesetiaannya dalam ibadah. Sadrakh, Mesakh, Abednego beribadah bukan agar ditolong Tuhan, bahkan ketika nyawa mereka terancam, mereka tidak menuntut pertolongan dari Tuhan.


Sesungguhnya mudah bagi Tuhan untuk memberkati kita, menyembuhkan, menolong kita. Dia teramat mengerti yang terbaik bagi kita, dan selalu punya rancangan terbaik. Namun sebelumnya, jangan sampai motivasi yang salah menghalangi berkat Tuhan di hidup kita, periksa kembali motivasi kita masing-masing, bagi Tuhan dan bagi sesama apakah tulus dan berkenan bagi Tuhan ?

Tuhan Memberkati