Persekutuan (Koinonia)

3:30 AM Khotbah Kristen 0 Comments

Pembacaan Firman ( 1 korintus : 14-17 )

Rasul Paulus bemberitahukan kepada jemaat di korintus untuk menjauhi penyembahan berhala dan mengikatkan diri kepada penyembahan yang benar yaitu menyembah Tuhan. Karena siapa yang mengikatkan dirinya kepada Tuhan menjadi satu Roh dengan Dia dan menyatu dengan Dia.

Ketika kita mengikuti perjamuan tidak ada pengaruhnya dengan tubuh jasmani kita, karena itu roti dan anggur biasa. Tetapi ketika kita menerima tubuh dan darah Kristus kita berada dalam persekutuan ( Yunani = Koinonia ) dengan Dia, yang akan membuat kita menyatu dengan Dia. Seperti halnya Daud dan Yonatan yang berpadu jiwa mereka karena, Yonatan mengasihi Daud seperti jiwanya sendiri (1 samuel 18: 1-3 ).

Perpaduan jiwa mereka merupakan suatu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Hal ini dipraktekan oleh gereja mula-mula ( Kisah Para Rasul 2:41-47 ). Mereka tidak bisa dipisahkan, tak ada yang kaya dan taka ada yang miskin. Semua yang ada pada mereka merupakan milik bersama, dan kalau dijual maka akan dibagi menurut keperluan mereka. Ini hanya dapat terjadi ketika kita menerima tubuh dan darah Kristus, membuat kita melekat dan menyatu dengan Dia sehingga mengalir aliran-aliran sorgawi.
persekutuan
sumber gambar pixabay.com
Kita tidak bisa memberi apa-apa kepada Tuhan, Dialah yang memberi aliran sorgawi bagi kita. Yesus Kristus adalah pokok anggur yang benar dan kita adalah ranting-ranting-Nya ( Yohanes 10:1-8 ). Ini merupakan inti dari persekutuan ( Koinonia ). Dimana Firman Allah memberikan perbedaan yaitu : “Setiap orang mengikatkan diri kepada Yesus akan diproses, dibentuk, dibersihkan, oleh Allah dan berbuah-buah bagi kemuliaan-Nya. Sedangkan orang yang tidak melekat dan tidak dan tidak tinggal di dalam Yesus akan dibuang, dicampakkan, dan dibakar di dalam api.”

Ketika kita makan dan minum dari tubuh dan darah Yesus, kita adalah satu tubuh didalam Dia. Sehingga hidup kita bukan diri kita lagi, melainkan Kristus yang tinggal didalam kita. Jangan sampai kita berpikir bahwa kita berbeda dengan orang lain dan membandingkan diri dengan orang lain. Walaupun berbeda tetapi kita satu tubuh didalam Yesus yang membuat kita terikat satu sama lain.
Sebagai satu tubuh kita harus saling mengasihi, saling menolong satu sama lain. Belajarlah kepada Yesus yang akan membuat kita menjadi satu ikatan yang tidak bisa dipisahkan. Tidak ada yang bisa memisahkan kita dari kasih Kristus ( Roma 8:35 ). Didalam kita ada tanda metrai dari Yesus. Ketika kita kecewa, sakit , Yesuspun ikut merasakannya.

Saat kita menghadapi pergumulan hidup, tetaplah berbuah dalam Tuhan. Karena bersama-sama dengan Tuhan kita akan melakukan perbuatan-perbuatan yang gagah perkasa. Mungkin kita sedang menghadapi angin badai, tetaplah bersama Dia. Bertahanlah karena Yesus beserta kita.

Yesus tidak berjanji hidup kita tidak akan senang-senang terus. Ketika kita dipercayakan sesuatu hal, tidak semua orang senang dengan kita. Tetapi satu hal yang harus kita lakukan, berterima kasih buat apa yang Tuhan beri pada dalam hidup kita dan berdoa supaya Ia memampukan kita untuk mengasihi orang-orang yang ada di sekitar kita. Kita akan memetik kebahagiaan ketika kita belajar untuk mengasihi orang-orang yang ada di sekitar kita. Jangan pernah menaruh di pikiran kita, untuk disukai oleh semua orang karena, kita akan kecewa. Ingatlah, bahwa Yesuspun mempunyai 12 orang murid, tetapi ada 1 orang yang tidak suka dengan Dia, bahkan menghianati-Nya.

Sekalipun kita banyak, kita adalah satu tubuh di dalam Yesus. Karena itu, sebagai satu tubuh kita harus saling membantu, dan saling mendoakan dalam rangka pendewasaan iman. Jangan saling membenci satu sama lain, harus ada kepedulian satu sama lain. Kita merupakan satu ikatan yang tidak terpisahkan dan yang membuat kita kuat didalam mengiring dan melayani Tuhan.
TUHAN MEMBERKATI.

0 comments: