Hati-Hati Dengan Perkataan

8:49 PM Khotbah Kristen 0 Comments

Pembacaan Firman ( Penghotbah 5:1-6)

Manusia kalau berjanji bisa lupa, tetapi tidak demikian dengan Allah. Karena kalau Ia sudah berjanji pasti Ia akan menepatinya. Sebab itu, janganlah terburu-buru dengan mulut kita dan janganlah hati kita lekas-lekas mengeluarkan perkataan dihadapan Allah, karena Allah ada di sorga dan kita dibumi; oleh sebab itu, biarlah perkataan kita sedikit.

Setiap kata-kata kita diperhatikan oleh Allah, apalagi untuk maksud yang baik. Kita mungkin berpikir sudah cukup kita menjadi anak Tuhan. Tetapi kita harus ingat bahwa setiap gerak–gerik kita diperhatikan oleh Allah, apalagi hati kita. Oleh sebab itu, perhatikanlah kata-kata kita. Lebih baik sedikit berkata-kata dari pada banyak berkata-kata yang akan membawa kita kepada dosa. Setiap perkataan bodoh disebabkan  oleh banyak perkataan.
 
perkataan
sumber gambar pixabay.com
Ada banyak janji-janji yang kita ucapkan kepada Tuhan. Tetapi seringkali kita tidak menempatinya. Ketika kita dipercayakan suatu hal, maka kita harus melaksanakannya karena Allah menuntutnya kepada kita. Jangan seperti Ananias dan Safira yang mendustai Roh Kudus (Kisah para Rasul 5:1-11).
Kalau kita sudah bernazar, meskipun itu merupakan hal yang kecil,kita harus meneptinya apalagi untuk pembangunan rumah Tuhan. Karena kita akan diberkati Tuhan kalau kita melakukan hal yang terbaik bagi Tuhan. Meskipun pelayanan kecil yang kita lakukan, nilainya besar di mata Tuhan. Apa yang kita beri bagi Tuhan Ia akan memberkati lebih dari yang kita berikan.

Misi kita adalah untuk menenangkan jiwa-jiwa bagi Tuhan. Karena itu, jagalah bicara kita terhadap orang lain. Bicaralah hal-hal yang positif. Maka itulah yang akan datang dalam hidup kita. Kita adalah tubuh Kristus yang satu waktu kelak akan kita pertanggung jawabkan setiap perkataan kita dihadapan Allah entah itu baik atau jahat.

Banyak kali perkataan, usaha, karir, kita rusak mungkin karena kita melupakan apa yang sudah kita janjikan kepada Tuhan. Banyak kali kita sudah punya keinginan tetapi tidak segerah melakukannya. Kalau kita bernazar kepada Allah, janganlah menunda-nunda menepati-Nya, karena Ia tidak senang kepada orang-orang bodoh. Tepatilah nazarmu, sebelum Allah menjadi murka atas ucapan-ucapanmu dan merusakkan pekerjaaan tanganmu. Lebih baik engakau tidak bernazar dari pada bernazar tetapi tidak menepatinya. Takutlah akan Allah dan apa yang kita sudah nazarkan harus kita tepati.
TUHAN MEMBERKATI.   

0 comments: