Kunci Mengalami Pemulihan

5:13 PM Khotbah Kristen 0 Comments

Pembacaan Firman: Yoel 2:25

"Aku akan memulihkan kepadamu Tahun-tahun yang hasilnya dimakan habis oleh belalang pindahan, belalang pelompat, belalang pelahap dan belalang pengerip, tentara-Ku yang besar yang Kukirim ke antara kamu."


Kita harus percaya bahwa didalam Tuhan ada berkat, pertolongan, kesembuhan dan juga pemulihan disegala aspek kehidupan kita. Tuhan Yesus sendiri berkata, "Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan." (Yohanes 10:10b).  Namun untuk mengalami berkat dan pemulihan Tuhan ada syaratnya, sebagaimana disampaikan Tuhan kepada bangsa Israel, "dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka." (2 Tawarikh 7:14).

Inilah yang Tuhan kehendaku untuk kita perbuat supaya beroleh pemulihan: pertama, kita harus merendahkan diri dihadapan Tuhan dan mengakui dosa-dosa kita. Alkitab menyatakan dengan jelas bahwa "...barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan." (Matius 23:12). Merendahkan diri memiliki arti yang berbeda dari rendah diri atau minder. Merendahkan diri merupakan lawan kata dari meninggikan diri; merendahkan diri berarti membiarkan diri kita berada di tempat yang lebih rendah dari orang lain, dimana kita bersikap apa adanya, terbuka dengan kelemahan kita. Merendahkan diri dihadapan Tuhan berarti menyadari akan kekurangan, keterbatasan dan ketergantungan kita sepenuhnya kepada Tuhan; kita sadar bahwa diluar Tuhan kita tidak dapar berbuat apa-apa (baca Yohanes 15:5). Juga berarti menyadari akan keberadaan kita sebagai orang berdosa dan memohon pengampunanNya. Dan "Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan." (1 Yohanes 1:9). Merendahkan diri dihadapan Tuhan disebut pula sebagai orang yang rendah hati dan "...orang yang rendah hati dikasihanNya." (Amsal 3:34). Oleh karena itu marilah kita berkata jujur kepada Tuhan, mengakui segala dosa dan pelanggaran yang telah kita perbuat, maka Dia akan mengampuni dan memulihkan kita. Merendahkan diri dihadapan Tuhan dan mengakui dosa adalah awal menuju kepada pemulihan!

Alkitab menyatakan bahwa jiwa yang hancur, hati yang patah dan remuk tidak pernah dipandang hina oleh Tuhan (baca Mazmur 51:19). Sebaliknya Tuhan sangat membenci orang yang suka meninggikan diri, angkuh dan sombong seperti yang diperbuat oleh seorang Farisi saat berdoa (baca Lukas 18:9-14). Kesombongan adalah salah satu penyebab Tuhan memalingkan mukaNya terhadap seseorang, padahal disegala aspek kehidupan ini kita sangat membutuhkan Tuhan. Seseorang yang meninggikan diri juga sulit mengakui segala kelemahan dan dosa-dosanya. Jika demikian, sampai kapanpun kita tidak akan pernah menemukan pemulihan. "Manusia yang sombong akan direndahkan, dan orang yang angkuh akan ditundukan;" (Yesaya 2:11). Jadi "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati." (Yakobus 4:6).


Yang kedua, kita harus memiliki hubunganyang karib dengan Tuhan. Banyak orang Kristen yang tekun berdoa ketika dalam masalah saja, namun saat segala sesuatunya berjalan baik dan lancar mereka tidak lagi sungguh-sungguh mencari Tuhan. Tuhan mau kita berdoa dengan tiada putus dan tidak jemu-jemu disegala keadaan. Itulah jawaban mengapa kita jarang beroleh jawaban atas doa-doa kita, yaitu karena kita tidak tekun berdoa. Mencari Tuhan harus menjadi fokus utama dalam kehidupan kita, "...sebab tidak Kau tinggalkan orang yang mencari Engkau, ya Tuhan." (Mazmur 9:11), oleh karena itu "Carilah Tuhan dan kekuatan-Nya, carilah wajah-Nya selalu!" Mazmur 105:4). Jangan hanya menginginkan berkatNya saja, sementara kita tidak mau mencari wajah-Nya. "Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka?" (Lukas 18:7).

Selanjutnya, kita harus bertobat dengan sungguh: meninggalkan kehidupan lama dan hidup sebagai manusia baru (baca 2 Korintus 5:17), artinya tidak lagi hidup menurut keinginan daging, tetapi menurut pimpinan Roh Kudus. Tuhan pasti pulihkan hidup kita asal kita melakukan apa yang Tuhan kehendaki!

0 comments: