Allah Tinggal Diluar Manusia

4:47 AM Khotbah Kristen 0 Comments

Pembacaan Firman: Wahyu 3:20

Lihat, Aku berdiri dimuka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suaraKu dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan aku akan makan bersama-sama dengan dia, dan dia bersama-sama dengan Aku.

Laodekia adalah kota bisnis yang memiliki perekonomian yang cukup besar dan merupakan kota pariwisata. Disebelah barat kota Laodekia terdapat sumber air panas. Rasul Yohanes saat berada di pulau Patmos menulis surat ke jemaat Laodekia yaitu: “Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau tidak dingin dan tidak panas. Alangkah baiknya jika engkau dingin atau panas. Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas Aku memuntahkan engkau dari mulutKu.”

Yohanes memberitahukan kepada jemaat Laodekia bahwa Allah akan tinggal diluar mereka jika hidup mereka tidak lagi berkenan kepadaNya. Ia mengetahui jemaat Laodekia yang tidak lagi mengejar kebenaran, nilai-nilai spiritual, tetapi mereka hanya sibuk mengejar hal-hal yang materi.
sedih
sumber gambar pixabay.com
Beberapa hal membuat Allah tidak tinggal di dalam manusia yaitu:

1.    Melanggar perintah Allah (Kejadian 3:23-24)

Ketika Allah menempatkan manusia pertama yaitu Adam dan Hawa di Taman Eden, Allah mempunyai komunikasi yang indah dengan manusia dan bisa bersekutu dengan manusia. Tetapi ketika manusia melanggar perintah Allah kemudia Ia mengusir mereka dari taman Eden tempat dimana mereka dapat meresakan kesenangan. Pelanggaran terhadap Firman Allah akan membuat Allah tidak segan-segan keluar dari manusia.

2.    Tidak taat (I Samuel 16:14)

Saul adalah raja yang diangkat oleh bangsa Israel kemudia Tuhan mengutus Samuel untuk mengurapi dia menjadi Raja. Tetapi ketika saul tidak taat dimana ia berinisyatif melakukan tugas dari imam yaitu membakar korban, mengakibatkan Roh Tuhan mundur dari Saul dan sekarang dia diganggu oleh roh jahat yang dari pada Tuhan. Sesuatu yang merupakan tugas imam, jangan diambil oleh jemaat. Ada hal-hal yang kelihatan rohani, tetapi tidak berkenan kepada Tuhan. Kita tidak boleh bermain-main dengan Tuhan. Pangkal Roh Tuhan mundur dari saul ketika ia tidak taat. Ketika manusia tidak taat, maka Ia kemudian tinggal di luar manusia.

3.    Tidak peduli dengan kehadiran Allah (I Samuel 4:21-22)

Tabut Allah dirampas oleh bangsa Filistin, dimana seharusnya tabut itu berada dalam kemah suci. Akibat tabut Allah dirampas Hofni dan Pinehas (anak Eli) tewas, orang Israel menjadi tidak berdaya, kehilangan tenaga, menderita kekalahan yang besar dan korban menjadi banyak.  Tabut Allah berada di rumah Abinadab di Kiryat Yearim selama 20 tahun. Tuhan dikecewakan dengan cara-cara seperti ini, dimana mereka tidak peduli dengan kehadiranNya. Ketika kita tidak peduli dengan kehadiranNya, maka Ia tidak segan-segan meninggalkan kita. Seperti halnya Allah meninggalkan bait suci Salomo dan akibatnya Salomo wafat, kerajaan Israel terpecah 2 menjadi:
-    Kerajaan Israel ibukota samari 721 SM, ditaklukan oleh Salmanezar Raja Asyur
-    Kerajaan Yehuda ibukota Yerusalem, 606 SM, ditaklukan oleh Nebukatnezar Raja Babel
Mereka merata tanahkan bait suci pada tahun 586 SM, serta perabotnya dibawa ke Babel. (Daniel 1:1-2)

4.    Kehilangan semangat melayani (Wahyu 3:15)

Allah akan tinggal di luar kita, jika semangat kita menjadi kendor didalam melayani Tuhan, tidak panas atau tidak dingin tetapi suam-suam. Tuhan mau kita bersemangat dalam melayani Tuhan. (Roma 12:11)

5.    Kehilangan nilai spiritual (Wahyu 3:18)

Jemaat Laodekia kehilangan nilai spiritual dan beralih ke materialistik. Mereka tidak peduli dengan ibadah tetapi mereka hanya sibuk mencari uang. Mereka lupa bahwa di dalam mereka ada kebutuhan rohani dan itu hanya dapat dipuaskan dengan hal-hal yang rohani.

6.    Kehilangan visi (Wahyu 3:18)

Tuhan tidak segan-segan meninggalkan kita jika kita telah kehilangan visi. Harus ada pengorbanan dar kita, bayar harga, beli kebenaran, setia beribadah, lakukan Firman Allah dan Tuhan akan terus tinggal di dalam kita.

Tuhan Memberkati.

0 comments: