Showing posts with label Perubahan. Show all posts

Semakin Lama Semakin Kuat Didalam Tuhan

Pembacaan Firman: Mazmur 84:8
Mereka berjalan makin lama makin kuat, hendak menghadap Allah di Sion.

Biasanya jika kita semakin lama bekerja, beraktifitas, pasti tubuh kita menjadi lemah. Bangsa Israel berjalan makin lama makin kuat. Mengapa dan apa rahasia Bangsa Israel berjalan makin lama makin kuat? Ada 5 bagian rahasia Bangsa Israel yang berjalan makin lama makin kuat yaitu:


1. Mereka memiliki jiwa yang rindu memuliakan nama Tuhan, ayat 2. Bangsa Israel atau bani Korah memuliakan nama Tuhan dengan sunguh-sunguh. Kita dapat merubah gaya hidup kita yang harus memuliakan Tuhan dengan sunguh-sunguh. Muliakan Tuhan sampai hati kita hancur dan hadirat Tuhan turun. Persekutuan dengan Tuhan sangatlah penting bagi kita, inilah yang menjadi kekuatan bagi kita.
2. Melakukan kebenaran Firman Tuhan.
3. Mengandalkan Tuhan. Jangan kita melupakan mengandalkan Tuhan disetiap langkah awal disetiap apapun yang akan kita keriakan. Bangsa Israel selalu mengandalkan Tuhan disetiap apa yang akan mereka kerjakan. Dalam segala sesuatu Tuhan yang menentukan, andalkan Tuhan dalam segala sesuatu karena Tuhan itu baik. Iika kita mengandalkan Tuhan maka Tuhan tidak akan meninggalkan kita.
4. Mereka memiliki cara berpikir secara Rohani. Galatia 6:1, menjadi tugas kita karena kita menjadi contoh, Kisah 1:8.
5. Mereka hidup dalam kesucian dan kekudusan. lnilah kepercayaan Tuhan yang sangat luar biasa. Anak Tuhan dapat dikenal dimanapun ia pergi ialah karena perbuatannya. Tuhan mengangkat kita jika kita berkenan kepada Tuhan. Monyet mau‘ meninggalkan lucunya, gajah mati meninggalkan gadingnya, manusia mati meninggalkan namanya. Iaga kekudusan yang Tuhan berikan kepada kita.

Menjadi contoh bagi kita adalah bani Korah, Bangsa Israel.

Menjadi Sahabat Tuhan

Pembacaan Firman: Yakobus 2:21-23

Banyak hal yang dapat kita nikmati jika kita menjadi sahabat dari orang yang berpengaruh. Jika kita ingin menjadi sahabat Tuhan maka kita harus belajar dari seorang tokoh yaitu Abraham yang fokus hidupnya hanya kepada Tuhan (ayat 21). Apa yang dipikirkan, dilakukan dan dilihat oleh Abraham tertuju kepada Tuhan. Tidak mudah menjadi sahabat Tuhan dan tidak semua orang dapat menjadi sahabat Tuhan. Hanya orang yang melakukan kehendak Tuhan yang dapat menjadi sahabat Tuhan. Abraham adalah orang yang beriman dan Abraham melakukan perbuatan-perbuatan yang sesuai dengan kehendak Tuhan. Abraham dengan rela melakukan firman yaitu menyerahkan anaknya, sebuah perbuatan harus dibarengi dengan ketaatan. Tidak Kebetulan Abraham menjadi sahabat Tuhan. Mengapa Abraham dipilih menjadi sahabat Tuhan, Roma 4:17-21 merupakan konsep hidup Abraham yaitu percaya dari yang tidak ada menjadi ada. Tuhan telah memilih kita untuk menyatakan rahasia kebenaranNya.



Kita harus mencontohi Abraham bagaimana ketaatannya. Abraham tidak bimbang, karena bimbang merupakan cara iblis untuk menjatuhkan hidup kita. Kita harus mengimani bahwa segala sesuatu dapat terjadi dalam hidup kita walaupun kelihatannya tidak mungkin. Banyaklah memperkatakan bahasa iman dan diberengi dengan kesetiaan dan ketaatan sehingga semua yang kita kerjakan selaras dengan kemauan Firman Tuhan. Abraham tidak bimbang dengan janji Allah. Belajarlah mulai dari hal-hal yang kecil dengan bermodalkan jangan bimbang. Tetaplah percaya bahwa Yesus adalah Tuhan yang selalu sanggup menolong kita. Contoh orang yang bersahabat dengan Tuhan adalah dalam Daniel 1:1-9, bagaimana 4 orang muda yang dibawa ke istana raja untuk memperoleh fasilitas dari kerajaan. Tetapi Daniel menolak untuk makan dan minum yang sama seperti raja dan ia tidak mau menajiskan diri karena makanan dan minuman raja sudah dipersembahkan kepada berhala. Daniel memilih takut kepada Tuhandari pada memilih kompromi dengan perintah raja. Hasilnya dari komitmen Daniel itu:

1. Setelah 10 hari perawakan mereka lebih baik (ayat 15)
2. Kecakapan mereka lebih dari yang lain (ayat 18-19)
3. 10x lipat menjadi pintar (ayat 20)

Maka bersahabatlah dengan Tuhan sehingga kita bisa menerima perjanjian Allah berlaku dalam kehidupan kita.

Talenta

Pembacaan Firman: Matius 25:14-30


Tuhan menginginkan kita untuk bertumbuh dan berbuah dengan berlipat ganda. Jika kita melayani Tuhan maka kita dituntut untuk dapat berbuah mau tidak mau atau suka tidak suka. Didalam mengiring Tuhan tentunya kita seringkali berada dalam situasi yang tidak menyenangkan ataupun dalam posisi terendah sekalipun dalam hidup kita. jika kita berada dalam situasi demikian dan kita mundur dari Tuhan maka hal ini disebabkan kita tidak berbuah. Keselamatan kita merupakan tanggung jawab kita sendiri sehingga kita harus memperbaiki diri kita sehingga tetap kuat dalam Tuhan.

Berkaitan dengan talenta yang Tuhan telah berikan kepada masing-masing kita maka sudah menjadi kewajiban kita untuk mengembangkannya. Tuhan memberikan talenta kepada kita dengan satu tujuan yaitu agar kita dapat berbuah didalam Tuhan. jika kita mengembangkan talenta kita maka kita telah menabur hal yang baik dalam Tuhan. Tuhan menginginkan kita untuk menabur dengah hati yang penuh sukacita sehingga Tuhan memberkati kita. Menabur dengan hati sebagai hamba berarti kita memiliki hati yang mau merendahkan diri dihadapan Tuhan sehingga kita dapat ditinggikan oleh Tuhan.



Jika kita berada dalam situasi yang terendah sekalipun tetap kita perlu menyadari bahwa Tuhan tidak akan pernah meninggalkan kita sekalipun. Seperti Ayub, disaat dia menghadapi situasi yang sulit ia tetap percaya kepada Tuhan dan ia tidak menjadi lemah sehingga Tuhan memulihkan keadaannya dan memberkatinya. Ayub menyadari bahwa ia percaya kepada Tuhan. Jika kita menghadapi masalah yang sangat sulit sekalipun maka belajarlah seperti burung rajawali yang mampu terbang tinggi dengan mengikuti angin yang membawanya terbang tinggi dengan tidak membutuhkan banyak tenaga karena ia memanfaatkan kuatnya angin untuk terbang tinggi. Kita harus menyadari bahwa kasih Tuhan tidak pernah berkesudahan dan Tuhan tidak pernah meninggalkan kita. Tuhan sangat baik bagi kita sehingga Tuhan akan selalu menolong kita. Jangan mundur dalam melayani Tuhan tetapi tetaplah maju mengiring Tuhan dan berkarya untuk nama Tuhan sehingga kita dapat masuk dalam kategori hamba yang baik yang dapat mengembangkan talenta yang Tuhan percayakan kepada kita. Amin.

Kunci Mengalami Pemulihan

Pembacaan Firman: Yoel 2:25

"Aku akan memulihkan kepadamu Tahun-tahun yang hasilnya dimakan habis oleh belalang pindahan, belalang pelompat, belalang pelahap dan belalang pengerip, tentara-Ku yang besar yang Kukirim ke antara kamu."


Kita harus percaya bahwa didalam Tuhan ada berkat, pertolongan, kesembuhan dan juga pemulihan disegala aspek kehidupan kita. Tuhan Yesus sendiri berkata, "Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan." (Yohanes 10:10b).  Namun untuk mengalami berkat dan pemulihan Tuhan ada syaratnya, sebagaimana disampaikan Tuhan kepada bangsa Israel, "dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka." (2 Tawarikh 7:14).

Inilah yang Tuhan kehendaku untuk kita perbuat supaya beroleh pemulihan: pertama, kita harus merendahkan diri dihadapan Tuhan dan mengakui dosa-dosa kita. Alkitab menyatakan dengan jelas bahwa "...barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan." (Matius 23:12). Merendahkan diri memiliki arti yang berbeda dari rendah diri atau minder. Merendahkan diri merupakan lawan kata dari meninggikan diri; merendahkan diri berarti membiarkan diri kita berada di tempat yang lebih rendah dari orang lain, dimana kita bersikap apa adanya, terbuka dengan kelemahan kita. Merendahkan diri dihadapan Tuhan berarti menyadari akan kekurangan, keterbatasan dan ketergantungan kita sepenuhnya kepada Tuhan; kita sadar bahwa diluar Tuhan kita tidak dapar berbuat apa-apa (baca Yohanes 15:5). Juga berarti menyadari akan keberadaan kita sebagai orang berdosa dan memohon pengampunanNya. Dan "Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan." (1 Yohanes 1:9). Merendahkan diri dihadapan Tuhan disebut pula sebagai orang yang rendah hati dan "...orang yang rendah hati dikasihanNya." (Amsal 3:34). Oleh karena itu marilah kita berkata jujur kepada Tuhan, mengakui segala dosa dan pelanggaran yang telah kita perbuat, maka Dia akan mengampuni dan memulihkan kita. Merendahkan diri dihadapan Tuhan dan mengakui dosa adalah awal menuju kepada pemulihan!

Alkitab menyatakan bahwa jiwa yang hancur, hati yang patah dan remuk tidak pernah dipandang hina oleh Tuhan (baca Mazmur 51:19). Sebaliknya Tuhan sangat membenci orang yang suka meninggikan diri, angkuh dan sombong seperti yang diperbuat oleh seorang Farisi saat berdoa (baca Lukas 18:9-14). Kesombongan adalah salah satu penyebab Tuhan memalingkan mukaNya terhadap seseorang, padahal disegala aspek kehidupan ini kita sangat membutuhkan Tuhan. Seseorang yang meninggikan diri juga sulit mengakui segala kelemahan dan dosa-dosanya. Jika demikian, sampai kapanpun kita tidak akan pernah menemukan pemulihan. "Manusia yang sombong akan direndahkan, dan orang yang angkuh akan ditundukan;" (Yesaya 2:11). Jadi "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati." (Yakobus 4:6).


Yang kedua, kita harus memiliki hubunganyang karib dengan Tuhan. Banyak orang Kristen yang tekun berdoa ketika dalam masalah saja, namun saat segala sesuatunya berjalan baik dan lancar mereka tidak lagi sungguh-sungguh mencari Tuhan. Tuhan mau kita berdoa dengan tiada putus dan tidak jemu-jemu disegala keadaan. Itulah jawaban mengapa kita jarang beroleh jawaban atas doa-doa kita, yaitu karena kita tidak tekun berdoa. Mencari Tuhan harus menjadi fokus utama dalam kehidupan kita, "...sebab tidak Kau tinggalkan orang yang mencari Engkau, ya Tuhan." (Mazmur 9:11), oleh karena itu "Carilah Tuhan dan kekuatan-Nya, carilah wajah-Nya selalu!" Mazmur 105:4). Jangan hanya menginginkan berkatNya saja, sementara kita tidak mau mencari wajah-Nya. "Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka?" (Lukas 18:7).

Selanjutnya, kita harus bertobat dengan sungguh: meninggalkan kehidupan lama dan hidup sebagai manusia baru (baca 2 Korintus 5:17), artinya tidak lagi hidup menurut keinginan daging, tetapi menurut pimpinan Roh Kudus. Tuhan pasti pulihkan hidup kita asal kita melakukan apa yang Tuhan kehendaki!

Janganlah Hendaknya Kerajinanmu Kendor, Jagalah Perbuatanmu

Pembacaan Firman Amsal 4:27

"Janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, jauhkanlah kakimu dari kejahatan."


Saat dilanda persoalan atau pergumulan yang hebat banyak dari kita yang cenderung mengalami kemerosotan rohani. Kita tidak mampu lagi menjaga kualitas hidup rohani kita. Semakin besar masalah menerpa bukannya makin mendekat kepada Tuhan, tapi kita semakin menjauh. Bahkan kita menunjukkan sikap yang memberontak kepada Tuhan dengan mengomel, mengumpat, kecewa, jengkel, marah dan menyalahkan Tuhan. Hal ini pun berimbas pada keseharian kita: malas berdoa, malas baca Alkitab, malas beribadah. Kemudian kita mencoba menyelesaikan permasalahan dengan kekuatan sendiri, mencari pertolongan kepada manusia, dan akhirnya kembali kepada kehidupan lama. Kita tidak lagi hidup menurut pimpinan Roh Kudus, melainkan menuruti keinginan daging. Alkitab menegaskan, "barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya." (Galatia 5:24).



Kalau kita kembali kepada kehidupan lama, siapa diuntungkan ? iblis! Ia (iblis) akan lebih mudah menyerang kehidupan kita sehingga kita makin terpuruk dan jatuh. Karena itu dalam menantikan janji Tuhan kerohanian kita jangan sampai loyo dan semangat melayani Tuhan jangan mengendor. Dalam Roma 12:11 dikatakan, "Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan." Sesulit apapun situasinya mari tetap mengutamakan Tuhan dan melayani Dia dengan sepenuh hati. Janganlah seperti Esau yang rela menjual hak kesulungannya demi sepiring makanan (baca Ibrani 12:16-17). Akhirnya penyesalan pun tiada guna. Jangan pula seperti para pengikut Daud saat Ziklag terbakar, yang hendak melempari Daud dengan batu. Namun Daud dalam keadaan terjepit dan pergumulan yang berat dapat menjaga sikap dan perilakunya dengan menguatkan kepercayaannya kepada Tuhan (baca 1 Samuel 30:6).

Daud melakukan tindakan yang benar: datang kepada Tuhan dan menyerahkan segala permasalahannya kepadaNya. Ia tidak bertindak mengandalkan kekuatannya sendiri.
Masa-masa penantian adalah masa yang sangat menentukan karena itu jagalah perilaku dan tetap hidup bedar di hadapan Tuhan supaya janjiNya dinyatakan bagi kita tepat pada waktunya.

Sebuah Perubahan Untuk Mencapai Tujuan Iman

Pembacaan Firman: Roma 12:1-2

Setiap manusa butuh perubahan dalam hidup; baik dalam keluarga, pekerjaan maupun dalam pelayanan. Tetapi yang terutama adalah perubahan oleh pemaruan budimu sehingga kita dapat membedakan manakah kehendak Allah; apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna. Pertanyaan sekarang sudah berapa lama kita menjadi Anak Tuhan ? Sudahkah kita menyenangkan hatiNya ? Sudahkan kita mempersembahkan tubuh kita sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah ?
jalan
sumber gambar pixabay.com
Harus ada perubahan dalam hidup kita. Hawa nafsu kita harus disalibkan, kita harus mengejar kekudusan. Sebab tanpa kekudusan kita tidak akan memandang wajah Tuhan (Ibrani 12:14). Tidak gampang untuk masuk sorga (I Korintus 6:8-10). Karena itu Tuhan ingin kita hidup dalam kekudusan dan kebenaran Firman Allah. Hiduplah benar, lakukanlah Firman Allah dengan sungguh-sungguh sehingga kita dapat menikmati berkat-berkat Tuhan. Hal-hal yang merintangi kita untuk masuk sorga harus ditanggalkan. Kita harus berubah dan mematikan segala keinginan daging, keinginan mata dan keangkuhan hidup (I Yohanes 2:16). Jangan sampai sia-sia pengiringan kita kepada Tuhan. Kita rindu untuk berjumpa dengan Tuhan, karena itu jangan rusakan Bait Allah yakni tubuh kita. Persembahkanlah tubuh kita sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.

Saat ini kita masih diberikan kesempatan untuk berubah. Karena itu gunakanlah kesempatan dari Allah untuk memperbaiki hidup kita. Jangan permalukan nama Tuhan lewat hidup kita. Sebaliknya kita harus mempermuliakan namaNya lewat hidup kita, sehingga janji dan berkat Tuhan menjadi milik kita.

Tuhan Yesus Memberkati.