Showing posts with label Dipanggil. Show all posts

Pandang Kepada Yesus

Pembacaan Firman: Mazmur 34:6 & Yoh 1:29-34

Pada saat Yohanes melihat Tuhan Yesus maka Yohanes mengatakan “Lihatlah Anak Domba Allah Yang Menghapus Dosa Manusia” Yoh 1:29. Yohanes memiliki mata seperti Sorga melihat Tuhan Yesus (ay 29,33-34). Jika kita sungguh-sungguh taat kepada Firman maka kita akan melihat Yesus sebagai Penebus Dosa. Yohanes 17:24 “Agar mereka memandang kemuliaan-Ku”. 3 (tiga) Hal
Pandangan Yohanes tentang Tuhan Yesus adalah :
1. Yesus sebagai “domba” yang menghapus Dosa (Yoh. 1:29) Kata menghapus dalam bahasa Yunani berarti “airo (ah’ee-ro)”, dalam bahasa Inggris “Remove, take away” dan dalam bahasa Indonesia berarti “Menghilangkan”. Tuhan Yesus menghilangkan dosa kita seperti sampah yang dicuci bersih yang bertujuan untuk diangkat sebagai anak, Yohanes 1:12 “menerima Yesus maka disebut anak’. Yes 53:7 “seperti domba yang dibawah ke pembantaian”. Hanya orang-orang yang tinggal bersama Tuhan Yesus dan Tuhan Yesus tinggal didalam dia dan memiliki mata seperti sorga melihat Tuhan Yesus.
2. Keselamatan tersedia bagi mereka yang memiliki mata seperti Sorga melihat. Yes 35:3-5 “mata orang buta dicelikan”, 2 Kor 4:3-4”dibutakan oleh ilah zaman ini”.
3. Yesus mati sekali untuk selama-lamanya (Ibrani 9:7, 24-28, Lukas 17:1)


Pandang kepada Yesus sebagaimana Sorga memandang Yesus, Amin.


Carilah Tuhan

Pembacaan Firman: Amos 5:4 

Tuhan memakai Amos untuk menyampaikan pesan Tuhan kepada Bangsa Israel agar mereka dapat hidup. Oleh karena kebejatan moral Bangsa Israel maka Tuhan menyatakan kuasanya untuk menghukum mereka. Akan tetapi walaupun demikian Tuhan begitu mengasihi mereka sehingga Tuhan mengirim Amos untuk menyampaikan pesan Tuhan agar supaya bangsa Israel dapat tetap hidup jika mereka tetap taat kepada Tuhan. begitu juga dengan kita jika kita taat kepada Tuhan maka kita akan hidup dan menyatakan kasih-Nya kepada kita. Marilah kita mencari Tuhan agar kita tetap hidup dan tidak terpengaruh dengan situasi disekitar kita. jika kita hidup dalam Tuhan maka Tuhan juga akan hidup di dalam kita (Amsal 8:35, Yoh 1:4.


2 (dua) kunci untuk mencari Tuhan :
1. Mencari Tuhan dengan segenap hati (Mazmur 119:10)
Mencari Tuhan berarti kita harus berusaha untuk mendapatkan-Nya. Carilah Tuhan dengan hati yang tulus dan sungguh-sungguh, Yeremia 29:13, Matius 15:8-9, 2 Timotius 3:5, Ratapan 3:14. Hampirilah hadirat Tuhan gara kita menerima dan merasakan jamahan Tuhan. carilah Tuhan dengan eribadah dan membangun rumah doa agar Tuhan tidak meninggalkan kita.

2. Selalu ada dalam jalan Tuhan (Ulangan 5:32, Yosua 1:7-9)
Jika kita dalam jalan Tuhan maka Tuhan akan membimbing kita dan menyertai, Mazmur 9:11, lbrani 11:6, Mazmur 34:4-5. Selagi Tuhan memberikan kesempatan maka pergunakanlah waktu itu. Pakailah hidup kita untuk kemuliaan nama Tuhan.

Talenta

Pembacaan Firman: Matius 25:14-30


Tuhan menginginkan kita untuk bertumbuh dan berbuah dengan berlipat ganda. Jika kita melayani Tuhan maka kita dituntut untuk dapat berbuah mau tidak mau atau suka tidak suka. Didalam mengiring Tuhan tentunya kita seringkali berada dalam situasi yang tidak menyenangkan ataupun dalam posisi terendah sekalipun dalam hidup kita. jika kita berada dalam situasi demikian dan kita mundur dari Tuhan maka hal ini disebabkan kita tidak berbuah. Keselamatan kita merupakan tanggung jawab kita sendiri sehingga kita harus memperbaiki diri kita sehingga tetap kuat dalam Tuhan.

Berkaitan dengan talenta yang Tuhan telah berikan kepada masing-masing kita maka sudah menjadi kewajiban kita untuk mengembangkannya. Tuhan memberikan talenta kepada kita dengan satu tujuan yaitu agar kita dapat berbuah didalam Tuhan. jika kita mengembangkan talenta kita maka kita telah menabur hal yang baik dalam Tuhan. Tuhan menginginkan kita untuk menabur dengah hati yang penuh sukacita sehingga Tuhan memberkati kita. Menabur dengan hati sebagai hamba berarti kita memiliki hati yang mau merendahkan diri dihadapan Tuhan sehingga kita dapat ditinggikan oleh Tuhan.



Jika kita berada dalam situasi yang terendah sekalipun tetap kita perlu menyadari bahwa Tuhan tidak akan pernah meninggalkan kita sekalipun. Seperti Ayub, disaat dia menghadapi situasi yang sulit ia tetap percaya kepada Tuhan dan ia tidak menjadi lemah sehingga Tuhan memulihkan keadaannya dan memberkatinya. Ayub menyadari bahwa ia percaya kepada Tuhan. Jika kita menghadapi masalah yang sangat sulit sekalipun maka belajarlah seperti burung rajawali yang mampu terbang tinggi dengan mengikuti angin yang membawanya terbang tinggi dengan tidak membutuhkan banyak tenaga karena ia memanfaatkan kuatnya angin untuk terbang tinggi. Kita harus menyadari bahwa kasih Tuhan tidak pernah berkesudahan dan Tuhan tidak pernah meninggalkan kita. Tuhan sangat baik bagi kita sehingga Tuhan akan selalu menolong kita. Jangan mundur dalam melayani Tuhan tetapi tetaplah maju mengiring Tuhan dan berkarya untuk nama Tuhan sehingga kita dapat masuk dalam kategori hamba yang baik yang dapat mengembangkan talenta yang Tuhan percayakan kepada kita. Amin.

Menjadi Dewasa Rohani

Pembacaan Firman: Roma 8:29

Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.


Status kita adalah anak Tuhan Yesus Kristus sehingga kita bisa berada di Gereja untuk beribadah memuji dan menyembah Tuhan Yesus Kristus. panggilan tertinggi kita sebagai anak Tuhan adalah dalam Roma 8:29 "Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan Kristus yaitu karakter Kristus harus ada dalam kehidupan kita. Kita harus serupa dengan Kristus jika ingin bertumbuh dan berbuah. Kedewasaan rohani merupakan satu dasar untuk menjadi serupa dengan Kristus. Kita dituntut untuk dapat menentukan pilihan untuk menjadi serupa dengan Kristus maka kita harus bisa mengambil suatu keputusan untuk menjadi serupa dengan Kristus maka kita harus bisa mengambil suatu keputusan untuk menjadi serupa dengan Kristus sehingga kita dapat bertumbuh dan berbuah.




1 Korintus 3:1-2 "Dan aku, saudara-saudara, pada waktu itu tidak dapat berbicara dengan kamu seperti dengan manusia rohani, tetapi hanya dengan manusia duniawi, yang belum dewasa dalam Kristus. Susulah yang kuberikan kepadamu, bukanlah makanan keras, sebab kamu belum dapat menerimanya. Dan sekarang pun kamu belum dapat menerimanya". Ini adalah masalah di Korintus yaitu adanya ketidak dewasaan di jemaat tersebut. Diperlukan kedewasaan rohani, karakter kita harus dibentuk dengan Firman sehingga kita bisa dewasa. Dengan Firman kita dapat berubah menjadi dewasa rohani karena dalam Firman ada perintah dan janji. Ciri-ciri dewasa rohani:

  1. Emosi harus diatur/stabil
  2. Merubah cara berpikir kita (Roma 12:2)
  3. Haus dan lapar akan kebenaran Firman Tuhan
  4. Mempraktekan Firman Tuhan

Orang Percaya yang Mengalahkan Dunia

Orang Percaya yang Mengalahkan Dunia


Pembacaan Firman 1 Yohanes 5:4

"sebab semua orang yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita."

Ada banyak orang Kristen yang terheran-heran dan kasak-kusuk ketika melihat rekan sesama orang Kristen melakukan pekerjaan dengan sangat baik, rajin, jujur, disiplin, tekun sehingga menjadi orang yang berhasil bukan hanya dalam bidang konvensional saka, namun dalam hal pelayanan pun dipakan Tuhan secara luar biasa. Aneh bukan ?!! Sesungguhnya itu adalah hal yang wajar sebagai orang Kristen. Sebaliknya jika ada orang Kristen yang malas, yang melakukan pekerjaan dengan sangat buruk, pelayanan amburadul dan tidak bisa menjadi kesaksian yang baik, kita menganggapnya sebagai hal yang luymrah dan biasa. Inilah yang seharusnya membuat kita terkejut dah terheran-heran, bukan malah sebaliknya.

Sejak semula Tuhan memiliki rancangan luar biasa bagi setiap orang percaya. "Sebab Aku ini mengatahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan." (Yeremia 29:11). Kita dirancang Tuhan memang untuk menjadi luar biasa dan berbeda dari orang-orang diluar Tuhan. Bukan menjadi loser, tapi winner. Perlu kita sadari bahwa didalam diri setiap orang percaya terdapat potensi ilahi, suatu benih luar biasa yang merupakan modal bagi kita untuk menjadi pribadi luar biasa dan memiliki kehidupan yang luar biasa pula. Benih itu adalah iman kita. Iman inilah yang memampukan kita untuk'mengalahkan' dunia. Tapi ingat, benih tidak akan tumbuh dan menghasilkan buah yang lebat jika ia dibiarkan begitu saja. Jadi benih itu harus ditumbuhkan terlebih dahulu: dirawat, diberi pupuk, diairi, dibersihkan ranting-rantingnya. Karena itulah keberadaan kita di tengah dunia ini harus berdampak positif. Dengan kata lain kita harus menjadi berkat dan kesaksian bagi orang-orang di luar Tuhan, bukan batu sandungan.

Bila sampai saat ini kita belum bisa mengalahkan dunia, melainkan hanya menjadi pribadi yang biasa-biasa saja, bukan menjadi pribadi yang luar biasa, pasti ada yang salah dalam diri kita, artinya masalahnya ada pada diri kita sendiri. Seringkali kita menyalahkan orang lain, menyalahkan keadaan yang ada, bahkan kita complain, dan berani menyalahkan Tuhan.



Ada tertulis: '...iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna." (Yakobus 2:22). Jadi "Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati." (Yakobus 2:17). Ini menunjukan ada harga yang harus kita bayar untuk mengalahkan dunia dan menjadi orang-orang yang berdampak. Pertanyaannya: "Siapakah kita menjadi perhatian dunia?" Kita bisa engalahkan bahkan mengubah dunia dimana pun kita berada, tempat di mana kita berinteraksi langsung. Inilah yang dimaksud "...kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi." (Kisah 1:8). Jadi jika kita tidak harus menjangkau tempat yang jauh-jauh, namum di lingkungan terdekat sudahkan kita menjadi berkat?

Siap atau tidak siap, mau tidak mau, Tuhan ingin kita menjadi berkat supaya melalui perbuatan kita namaNya dipermuliakan. "Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang,supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga." (Matius 5:16). Kalau yang kita lakukan itu tidak baik, lebih jelek atau 'setali tiga uang' dengan orang-orang yang tidak mengenal Tuhan, apakah istimewanya kita ? Pasti orang dunia tidak akan mau melihat kita. Satu-satunya jalan adalah memiliki kehidupan dan kerya yang lebih baik dari orang dunia, barulah mereka akan tertarik membicarakan kita, melihat kita dan akhirnya datang kepada kita.

Akhirnya, bagaimana kita bersikap dan bertindak akan menentukan 'kualitas dan posisi' kita di mata dunia. Karena itu kita harus mengarahkan iman kita kepada Tuhan, mengisi pikiran dan hal-hal yang positif. "...semua yang benar, semua yang mulia, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu." (Filipi 4:8), dan praktekan iman itu dalam perbuatan nyata.

Orang Kristen yang benar mampu mengalahkan dunia dengan iman dan perbuatannya!

Giat Melakukan Pekerjaan Tuhan

Pembacaan Firman: Mazmur 66:5

“Pergilah dan lihatlah pekerjaan-pekerjaan Allah; Ia dahsyat dalam perbuatanNya terhadap manusia”

Ayat ini merupakan suatu anjuran kepada kita agar supaya kita memperhatikan perbuatan tangan Tuhan kepada kita sebagai ciptaan Tuhan. Pekerjaan-pekerjaan Tuhan merupakan perbuatan Tuhan yang ajaib. Ada orang yang menghormati pekerjaan Tuhan dan ada orang yang tidak menghormati pekerjaan Tuhan. Orang yang menghormati pekerjaan Tuhan yaitu:

1.    Mengakui Perbuatan Tuhan (Mazmur 34:10)

Raja Daud sebagai raja selalu mengandalkan Tuhan bukan mengandalkan kekuatannya sebagar manusia sehingga raja Daud dapat melihat pekerjaan-pekerjaan Tuhan yang ajaib yang dilakukan Tuhan kepadanya. Kita mengakui perbuatan Tuhan yang dahsyat dalam kehidupan kita dan jangan melupakannya.

giat bekerja
sumber gambar pixabay.com

2.    Menceritakan Perbuatan Tuhan (Mazmur 73:28)

Pemazmur mau menceritakan perbuatan Tuhan. Jika kita selalu dekat dengan Tuhan, maka kita senantiasa merasakan pertolongan Tuhan yang tidak pernah terlambat dan selalu tepat pada waktunya. Menjadi tugas kitalah untuk menjadi saksi bagi banyak orang.

3.    Mempersembahkan Korban Kepada Tuhan (Mazmur 107:22)

Tuhan menginginkan kuta mempersembahkan Tubuh kita sebagai persembahan syukur kepada Tuhan. Melalui kehidupan kita yang memuliakan Tuhan.

4.    Melihat, memperhatikan dan melakukan pekerjaan Tuhan

Peka melihat dan memperhatikan pekerjaan Tuhan serta mengerjakan pekerjaan Tuhan dengan giat, pergunakan segala talenta yang Tuhan berika dan pergunakan dengan sebaik-baiknya kesempatan yang Tuhan berikan kepada kita.

Tuhan Memberkati

Rebutlah Hidup yang Kekal (Bagian 2)

Pembacaan Firman: I Timotius 6:12
“Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar dan rebutlah hidup yang kekal. Untuk itulah engkau telah dipanggil dan telah engkau ikrarkan ikrar yang benar didepan banyak saksi”

Yohanes 10:28-30 menjelaskan bahwa adanya hubungan antara Yesus dengan domba-dombaNya. Tuhan merupakan gembala dan kita sebagai orang-orang percaya merupakan domba-dombaNya. Dalam Firman Tuhan diatas  Yaitu Yohanes 10:28-30 dapat kita perhatikan bahwa ciri-ciri domba adalah suka mendengar dan dikenal oleh Gembalanya serta domba merupakan pengikut yang baik.
hidup
sumber gambar pixabay.com
Erat hubungannya dengan hidup yang kekal. Kita tidak dapat mengerti kebenaran Firman Tuhan tanpa adanya urapan Roh Kudus, urapan Roh Kudus merupakan syarat mutlak bagi kita untuk dapat menyelami maksud dan kehendak Tuhan atas kehidupan kita sebagai domba-dombaNya. Sesuai dengan ciri-ciri dombaNya Tuhan maka kita harus mengikuti Gembala dengan mengikuti atau taat kepada Gembala, diikuti dengan suka mendengar sehingga kita dapat dikenal oleh Tuhan sebagai Gembala kita.

Orang yang mendengar suara Tuhan maka ia akan mengikuti dan taat kepada FirmanNya sehingga ia akan dikenal oleh Bapa. Dengan demikian maka janji Tuhan yang akan memberikan hidup yang kekal, tidak binasa akan kita alami dan rasakan dan seorangpun tidak dapat merebut kita dari tangan Tuhan yang merupakan Gembala kita. Yohanes 10:14 Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-dombaKu dan domba-dombaKu mengenal Aku.

Untuk itu Firman Tuhan mengingatkan kepada kita untuk menjadi jemaat Tuhan yang dikenal oleh Bapa dan yang melakukan segala perintahNya sehingga hidup yang kekan dapat kita raih.

Tuhan Memberkati

Bangkit dan Menjadi Terang

Pembacaan Firman: Yesaya 60:1

“Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan Tuhan terbit atasmu”

Selama kita berada didalam gereja terang itu jumlahnya banyak akan tetapi kegelapan hari demi hari ternyata semakin nyata. Firman Tuhan kali ini merupakan seruan kepada kita untuk bangkit dan menjadi terang, karena orang percaya harus ada keberanian untuk menyatakan terang tersebut. Di dunia ini banyak visi dan misi yang dirancangkan oleh manusia dan bisa saja hal itu tidak dilaksanakan akan tetapi visi dan misi yang diungkapkan oleh Tuhan pasti akan terjadi. Orang Kristen harus berani menyatakan bahwa kita adalah terang yang bercahaya menutupi bumi. 
cahaya, terang
sumber gambar pixabay.com
Kemuliaan Allah terbit bagi setiap orang percaya (Markus 16:17). Orang percaya harus kelihatan terangnya melalui cara hidup sehari-hari yang mencerminkan kebenaran berdasarkan kasih Tuhan Yesus Kristus. Terang itu harus bercahaya di luar gereja dalam arti kita dapat menjadi saksi dimana kita berada sehari-hari sehingga melalui cara hidup kita maka orang lain dapat kita menangkan untuk kemuliaan Tuhan. Matius 16:18 Tuhan Yesus menyatakan bahwa diatas batu karang ini aku akan mendirikan jemaatKu dan alam maut tidak dapat mengganggunya. Ini dasar dari orang percaya yang berdiri diatas batu karang dan jangan kita hanya terfokus pada kehidupan jasmani.

Pandangan yang keliru dari kekristenan membawa kita jauh dari memancarkan terang yang dari Allah. Tuhan menginginkan kita untuk membawa damai sehingga banyak orang yang boleh diselamatkan dan kita akan disebut anak-anak Allah. Damainya orang Kristen harus dapat dirasakan atau dipancarkan dimanapun kita berada dan apapun yang Tuhan percayakan bagi kita.

Bangkit dan menjadi terang jangan hanya di bibir saja melainkan harus dapat dilihat. Yang menjadi pokok bagi kita adalah meraih kunci kerajaan sorga karena dengan kita memiliki kunci kerajaan sorga Firman Tuhan mengatakan bahwa kita mendapatkan janji-janji yang Tuhan janjikan yaitu kita dapat berkata-kata dengan bahasa Roh dan mendapat kuasa mengusir setan. Cara hidup kita harus nampak karena dengan itu maka buah-buah Roh didapati dalam kehidupan kita. (Galatia 5:22) Ketika kita mendapatkan buah-buah Roh maka kita dapat melakukan perbuatan yang besar untuk kemuliaan Tuhan. Markus 16:17-18 menjelaskan bahwa kita sebagai orang-orang yang percaya harus memiliki tanda-tanda sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan.

Tuhan Memberkati

Perintah Tuhan Bagi Kita

Pembacaan Firman: I Yohanes 3:23

“Dan inilah perintahNya itu: supaya kita percaya akan nama Yesus Kristus, AnakNya, dan supaya kita saling mengasihi sesuai dengan perintah yang diberikan Kristus kepada kita.”

Setiap perintah yang diperintahkan Tuhan kepada kita hendaknya kita lakukan dengan sesungguhan dan sukacita, apabila ternyata kita tidak melakukan perintahNya, kita hanya akan mengecewakan Tuhan. Ada 2 perintah Tuhan Yesus bagi kita yang merupakan perintah yang utama, yaitu:

sumber gambar pixabay.com

1.    Tugas Internal Gereja

I Yohanes 4:11 “Saudara-saudaraku kang kekasih, jikalau Allah sedemikian mengasihi kita, maka haruslah kita juga saling mengasihi”. Begitu jelas rasul Yohanes menulis betapa pentingnya kita saling mengasihi. Ini merupakan tugas kita dalam lingkup sesama jemaat. Pada saat kita saling mengasihi, maka kita telah melakukan perintah Tuhan. Ini merupakan pondasi awal bagaimana kita akan membangun rohani kita yang mengikuti perintah Tuhan. Yohanes 13:34 “Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi”. Yohanes menulis hal ini sebagai perintah baru karena Yohanes menyadari hal saling mengasihi merupakan pondasi awal bagaimana kita dapat membangun hubungan yang baik dengan Tuhan karena kita sebagai anak-anak Tuhan. Yohanes adalah seorang rasul yang sangat dekat dengan Tuhan dibuktikan dengan banyaknya tulisan yang rasul Yohanes tulis mengenai hubungan kasih antara kita dengan Tuhan dan antara sesama jemaat. Roma 14:19 “Sebab itu marilah kita mengejar apa yang mendatangkan damai sejahtera dan yang berguna untuk saling membangun”. Ada upaya kita untuk mengerjakan sesuatu yang bukan hanya kepentingan diri sendiri melainkan untuk kepentingan kita semua. Kalau ini telah dilakukan oleh gereja maka kita akan semakin dekat dengan Tuhan. Kejarlah damai sejahtera dan sukacita yang dari Tuhan. Kalau kita telah dekat dengan Tuhan maka apa saja yang kita minta kepadaNya maka Tuhan akan memberikannya.

2.    Tugas Eksternal Gereja

Kita tidak bisa mengerjakan tugas eksternal jika kita belum melakukan tugas internal gereja. Markus 16:15,20 “Lalu Ia berkata kepada mereka:”Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan Firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya”. Pada murid pada saat menerima perintah maka mereka langsung bergerak dan pergi memberitakan injil karena mereka tahu bahwa Tuhan akan menyertai mereka. Goal setting Allah (Tujuan Allah) dalam I Petris 3:9 “Tuhan tidak lalai menepati janjiNya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat”.
Maukah kita melakukan perintah ini ? Yesaya 6:8: “Lalu aku mendengan suara Tuhan berkata: “Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku ?” Maka sahutku: “ini aku, utuslah aku!”. Jangan kita hitung-hitungan dengan Tuhan, dalam Wahyu 22:12 Sesungguhnya Aku datang segera dan aku membawa upahKu untuk membalaskan kepada setiap orang menurut perbuatannya. Tuhan telah menyiapkan upah kita masing-masih, layanilah Tuhan dan kerjakanlah semuanya itu. Jangan lalaikan Tugas dan Panggilan Allah sebab upah telah tersedia bagi kita dan kerjakanlah semuanya itu dengan setia karena tidak semua orang padat dipercayakan tugas dari Allah.

Tuhan Memberkati

Tanggung Jawab Anak Tuhan

Pembacaan Firman: I Petrus 2:9

“Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terangNya yang ajaib”
Markus 16:15 Lalu Ia berkata kepada mereka: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Kita dipanggil Tuhan bukan hanya sekedar untuk diselamatkan akan tetapi kita juga diberikan tugas untuk memberitakan kabar keselamatan sesuai dengan pembacaan di Markus 16:15. Ketikan kita diutus oleh Allah untuk memberitakan kabar keselamatan di mulai dengan pemberian otoritas atau kiasa dan Tuhan akan menyertai kita dimanapun kita berada. Tugas kita memberitakan kebenaran Firman Tuhan dimulai dari Yerusalem atau di tempat kita berada sehari-hari. Tugas menyampaikan Firman Allah merupakan tanggung jawab semua orang percaya.
anak
sumber gambar pixabay.com
Memberitakan Firman Allah berarti:

1.    Kita mengasihi Tuhan (Yohanes 14:21-24)

Memberitakan Firman bukan hanya menyampaikan sekedar saja, melainkan kita harus menyampaikannya dengan baik.

2.    Mengasihi sesama manusia (Matius 9:37, Yakobus 2:8)

Tuhan sedang menyiapkan orang-orang yang ingin mendengar Firman Tuhan. Dengan kita menyampaikan kebenaran Firman Tuhan berarti kita mengasihi sesama kita dengan membagikan berkat-berkat Firman. Selama ada jiwa-jiwa yang menuju kebinasaan maka menjadi tugas kita untuk menyelamatkan mereka dengan cara menyampaikan berita keselamatan.

3.    Pengakuan kita bahwa Yesus adalah Tuhan (Roma 10:9, Kisah Para Rasul 11:20)

Ketika kita menyampaikan kebenaran Firman Tuhan maka kita dibangun dan semakin hari kita mengenal karakter Kristus yang sesungguhnya. Pada saat kita telah mengenal Kristus makan kita akan merasakan bagaimana pertolongan dan perhatian dari Tuhan.

Sekecil apapun yang dipercayakan kepada kita untuk melayani Tuhan, maka lakukanlah itu dengan segenap hati. Memberitakan Firman Tuhan adalah tugas dan tanggung jawab dari kita semua sebagai orang percaya. Tuhan mau agar semua orang diselamatkan (Kisah Para Rasul 17:30). Kesediaan kita melayani Tuhan sebagai pertanda bahwa kita mengasihi Tuhan.

Tuhan Yesus Memberkati

Meresponi Panggilan Dan Pilihan Allah

Pembacaan Firman: Yohanes 15:16

“Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetapi. Supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam namaKu, diberikanNya kepadamu.”
berdoa
sumber gambar pixabay.com
Kesimpulan dari panggilan dan pilihan Allah:

1.    Keputusan Allah tidak dapat diganggu gugat oleh siapapun.
Kita harus menghargai bahwa Allah memilih kita untuk sebuah rencana yang indah dalam kehidupan kita. Tuhan memilih kita agar bergerak bersama-sama dengan Tuhan. Kita telah dilengkapi, dipagari dan dibentengi oleh Tuhan karena kita telah dipilih oleh Tuhan. Ada banyak cara Tuhan menghibur kita pada saat kita diperlakukan dengan tidak adil. Jadilah kemaat yang selalu kuat didalam menghadapi tantangan.

2.    Bertujuan agar kita bergerak dalam pelayanan
Setiap orang dipanggil dan dipilih oleh Tuhan dibenarkan untuk melayani Tuhan dalam bentuk apapun yang Tuhan percayakan kepada kita. Dalam Matius 28:18-20 merupakan perintah Tuhan Yesus sebelum Dia terangkat ke surga. Untuk mengimplementasikan ayat ini bukan berarti kita harus berkhotbah tetapi ada banyak cara yang dapat kita lakukan untuk melayani Tuhan diantaranya bersaksi tentang kebaikan Tuhan sehingga dapat membawa banyak orang untuk datang kepada Tuhan.

3.    Tidak semua orang yang dipanggil selanjutnya dipilih oleh Tuhan.
Matius 22:14 “banyak yang dipanggil tetapi sedikit yang dipilih. Hakim-hakim 7:3-6 menceritakan bahwa Gideon pada saat berperang dia memiliki sebanyak 32.000 orang, akan tetapi Tuhan memerintahkan untuk memilih pasukan yang akan berperang sehingga dipilih melalui serangkaian cara. Dari 32.000 orang, 22.000 diantaranya tidak lulus sehingga tersisa 10.000 orang, kemudian mereka berlutut untuk minum dan hanya 300 diantaranya berlutut minum dengan menggunakan tangan dan menghirup air serta meminumnya. Inilah orang yang dipilih oleh Tuhan yaitu 300 orang dari 32.000 pasukan Gideon.

4.    Harus dibarengi dengan kesetiaan
Wahyu 17:14 dijelaskan bahwa kunci dari panggilan dan pilihan Tuhan adalah kesetiaan. Kesetiaan ini dimulai dari diri kita sendiri untuk datang beribadah, berdoa keada Tuhan. Kesetiaan menghasilkan sesuatu yang besar seperti Ishak di saat dia setia dia mendapatkan berkat yang berlipat kali ganda. Jangan melakukannya dengan setengah hati. Orang yang dipanggil, yang dipilih dan setia dijamin oleh Tuhan menjadi umat yang lebih dari pemenang. II Petrus 1:10 berusahalah untuk sungguh-sungguh karena jika kita setia maka kita tidak mudah kecewa, putus asa dan menyalahkan Tuhan karena jika kita setia maka kita akan dikuatkan dan akan tampil menjadi umat yang lebih dari pemenang.

5.    Bekerjalah dengan sungguh-sungguh karena ada upah yang menanti kita.

Responi panggilan Tuhan karena ada sesuatu yang Tuhan sediakan bagi kita.

Tuhan Memberkati

Menjadi Garam dan Terang Dimanapun Kita Berada

Pembacaan Firman: Matius 5:13-16

Dalam pembacaan alkitab saat ini mengatakan suatu pernyataan bahwa kita merupakan garam dan terang dunia. Hal ini menjadi suatu tantangan bagi kita sebagai anak-anak Tuhan. Saat ini sudahkah kita menjadi garam dunia ? Sudahkah kita menjadi Terang dunia ?
terang
sumber gambar pixabay.com
 Garam banyak sekali kegunaan bukan hanya sebagai bumbu dapur. Banyak dipakai untuk proses pengawetan makanan, dll. Menjadi pertanyaan kenapa Tuhan Yesus memberikan contoh melalui garam ? Jawabannya adalah karena garam banyak sekali kegunaan. Perumpamaan menjadi garam pada saat ini yaitu apakah kita sudah menjadi garam yaitu menjadi bermanfaat bagi siapapun yang ada di sekitar kita. Kalau seseorang menjadi garam didalam gereja berarti dia setia di gereja, cara hidupnya, tutur katanya yang sangat memberkati orang. Ini merupakan garam dari seseorang yang benar-benar hidup didalam Tuhan. Hal ini salah satu contoh perbuatan baik yang Tuhan inginkan melalui suatu perumpamaan menjadi garam di tengah-tengah dunia ini. Berbuat baik itu suatu hal yang gampang asalkan itu berdasarkan kebenaran Firman Tuhan. Pergumulan kita sebagai Anak Tuhan begitu banyak. Tuhan begitu banyak cara untuk menolong kita tergantung kita menerimanya dengan cara bagaimana. Tuhan datang untuk menolong kita tergantung kita menerimanya dengan cara bagaimana. Tuhan datang dengan berkatNya, kesembuhan, dll tetapi kadang-kadang datang dengan pergumulan, situasi yang sulit, dll. Namun ingatlah ada satu tujuan yang Tuhan inginkan yaitu agar kita tetap kuat dan setia kepadaNya. Jangan sampai garam yang Tuhan inginkan dalam kehidupan kita menjadi tawar yang sudah tidak ada gunanya.

Tetaplah berdoa menjadi suatu hal yang utama. Berbicara tentang Pelita bararti berhubungan dengan cahaya yang akan menerangi di tengah-tengah kegelapan. Pernahkah Pelita itu dipasang dan kemudian ditutup ? Pelita akan diletakan diatas meja. Ini berbicara tentang iman. Iman harus ditunjukan hasilnya bukan untuk disimpan atau ditutup. Kalau kita berani menunjukan iman kita maka banyak jiwa akan dimenangkan untuk Tuhan. Hendaklah terang kita bercahaya dan dilihat oleh banyak orang sehingga Tuhan dapat dipermuliakan. Terang berarti boleh menjadi contoh yang baik dalam menerangi kegelapan dunia ini. Garam berarti bisa menjadi suatu kegunaan yang baik dimanapun kita berada. Garam dan terang dunia merupakan kerinduan Tuhan Yesus bagi kita anak-anak Tuhan yang ada di dunia ini dengan satu tujuan yaitu banyak jiwa boleh dimenangkan bagi Tuhan sehingga nama Tuhan dapat dipermuliakan.

Tuhan Memberkati

Panggilan dan Pilihan Allah

Pembacaan Firman: I Petrus 2:9-10

“Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terangNya yang ajaib: kamu, yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umatNya, yang dahulu tidak dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan.”

Apa yang harus dilakukan supaya panggilan dan pilihan Allah tidak hilang ? 1) Menyangkal Diri 2) Memikul salib

Memikul salib bukan merupakan pekerjaan yang biasa-biasa saja melainkan suatu pekerjaan yang besar sekaligus merupakan kepercayaan yang diberikan Allah kepada kita. Tidak semua orang dapat dipercaya oleh Allah untuk memikul salib melainkan hanya orang-orang tertentu saja sesuai dengan penilaian Allah untuk memberikan kepercayaan ini. Orang-orang faarisi dan ahli taurat kalau kita melihat mereka memberi diri mereka sepanjang hari tanpa ada pekerjaan lain untuk menyelidiki Taurat Tuhan dan bahkan kita juga dapat menjumpai di Yerusalem ada orang-orang yang dengan sukarela memberi diri mereka untuk memikul salib. Suatu pelajaran yang baru yang boleh kita dapati dalam hal ini yaitu kita dituntut oleh Tuhan untuk menjadi jemaat Tuhan yang bangga untuk memikul salib walaupun tidak menyenangkan karena begitu berat akan tetapi ini merupakan suatu kepercayaan yang Tuhan berikan kepada kita sebagai jemaatNya karena pada saat kita memikul salib maka kita akan menjadi anak-anak Tuhan yang kuat dalam menghadapi segala badai hidup melalui pergumulan, kesesakan, kesusahan yang kita hadapi saat ini. Matius 11:29-30 mengatakan “Pikullah kuk yang kupasang dan belajarlah padaKu, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang kupasang itu enak dan bebanKu pun ringan”.
salib
sumber gambar pixabay.com
Memikul salib Tuhan berarti kita dipercayakan oleh Tuhan dan dengan memikul salib membuat kita tenang. Memikul salib bukan sama seperti jalan tol yang kita lewati dengan nyaman dan tiada hambatan, akan tetapi pada saat kita memikul salib disana ada tangisan dan tetesan air mata. Ini menjadi tantangan buat kita sebagai Anak Tuhan apakah kita masih meneteskan air mata pada saat kita dalam penyembahan kepada Tuhan sebagai ungkapan syukur kita bagaimana pimpinan, berkat Tuhan dalam hidup kita ?

Roma 8:35-37 menegaskan bahwa Tuhan menghendaki kita untuk menjadi orang-orang yang menang bukan kalah sama seperti Sadrak, Mesak dan Abednego yang tampil sebagai pemenang walaupun melawan perintah Nebukadnezar. Kita telah dipersiapkan Tuhan untuk menjadi umat yang lebih dari pemenang sehingga pada saat kita memikul salib/melewati penderitaan itu sebenarnya merupakan suatu kesuksesan yang tertunda.

Yohanes 6:27-29 menekankan hal bekerja. Bekerja dalam pekerjaan Tuhan itu identik dengan memikul salib. Kita harus memberi diri kita untuk pekerjaan Tuhan sesuai dengan kemampuan yang kita miliki. Sama dengan Yohanes 5:17, Yohanes 6:27 dan Yohanes 10:10 menekankan bagaimana Tuhan memunta kita untuk bekerja, terlebih bekerja untuk Tuhan.

Jangan kita kehilangan kesempatan untuk melakukan pekerjaan Tuhan, pikulah kuk yang dipercayakan oleh Tuhan kepada kita karena hal ini untuk kemuliaan Tuhan. Tuhan tahu kerih lelah kita akan tetapi Tuhan akan mengembalikan semuanya itu. Akhirnya tetap semangat, bekerjalah terus sampai Tuhan datang untuk kedua kalinya dengan penuh sukacita.

Tuhan Yesus Memberkati

Roti Hidup

Pembacaan Firman: Yohanes 6: 48-51

Kehidupan ditentukan oleh makanan yang kita makan hari-hari ini. Makanan di dunia dapat membuat kita sakit dan membawa kematian. Tetapi makanan yang ditawarkan oleh Tuhan tidak membuat kita sakit dan akan membuat kita hidup untuk selama-lamanya. Yesuslah roti hidup yang telah turun dari surga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya dan roti yang akan Kuberikan itu adalah dagingKu, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia.

Elia adalah seorang nabi yang hebat, karena berhasil menaklukan 450 nabi Baal dan 400 nabi Asyera. Tetapi karena ancaman dari Izebel yang ingin membunuhnya, Elia ketakutan dan melarikan diri kepadang gurun. Elia mengalami depresi yang sangat hebat sehingga ia ingin mati. Seringkali hal yang sama menimpa kita. Ada hal-hal yang membuat kita takut dan tertekan seperti Elia. Mungkin ada satu waktu kita merasa dihianati oleh orang lain, kita merasa apa yang kita lakukan adalah sia-sia seperti yang dirasakan Elia. Tetapi disaat kita merasa tidak berdaya dan tertekan, jangan putus asa, ada Tuhan yang sanggup menolong kita. Dalam keadaan putus asa dan tidak punya pengharapan, Allah tetap bersama kita. Elia putus asa di tengah hutan, tetapi datang malaikat Tuhan memberi support untuk dia bangun dan makan (I Raja-raja 19:1-18).
roti hidup
sumber gambar pixabay.com
Gereja butuh support satu sama lain dalam menjalani hidup ini. Sehingga saat ada yang dalam kelemahan dapat dikuatkan oleh yang lain. Malaikat Tuhan datang kepada Elia sampai 2x untuk menyuruh Elia bangun dan makan. Maka bangunlah Elia lalu makan dan minum, dan oleh kekuatan makanan itu ia berjalan 40 hari dan 40 malam lamanya sampai ke gunung Allah, yaitu gunung Horeb. Roti yang dibawa oleh malaikat Tuhan itu membuat kesegaran baru bagi Elia untuk bangkit dari putus asa dan tekanan. Tuhan tidak membiarkan Elia dalam tekanan dan putus asa, sehingga Ia menyuruh malaikatNya datang memberi roti dan air kepada Elia. Elia kuat berjalan 40 hari 40 malam karena makanan yang diberikan oleh malaikat Tuhan.

Menu sorgawi yaitu kekuatan kuasa Roh Kudus dan Firman Allah yang kita perlukan dalam menjalani hidup ini. Kalau kita makan Firman Allah setiap hari, maka kita akan menikmati kehidupan di bumi dan di sorga. Yesus Kristus mengajar kita untuk mengambil bagian dalam perjamuan Tuhan. Merupakan kerugian besar bagi gereja, jika tidak mengambil bagian dari perjamuan Tuhan. Karena melalui itu kita mendapat kekuatan baru lewat kita makan roti dan minum anggur yang melambangkan tubuh dan darah Kristus.

Orang Yahudi bertengkar antar sesama mereka dan berkata: “Bagaimana Ia ini dapat memberikan dagingNya kepada kita untuk dimakan (Yohanes 6:52). Mereka tidak mengerti kebenaran, tetapi kita bersyukur karena kita mengerti kebenaran Firman Allah, bahwa lewat perjamuan Tuhan kita dapat makan dan minum dari tubuh dan darah Kristus. Barangsiapa makan dagingKu dan minum darahKu, ia mempunyai hidup yang kekal dan aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman (Yohanes 6:54). Karena itu kejarlah makanan rohani yaitu Firman Allah, rajinlah membaca Firman Allah dan kita akan memperoleh jaminan-jaminan dari Allah. Jaminan pertolongan, pembelaan, berkat Tuhan bagi mereka yang suka makan roti kehidupan. Pencuri datang hanya untuk mencuri membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup dan mempunyainya dalam segala kelimpahan (Yohanes 10:10). Roti kehidupanlah yang akan membuat kita hidup dan dibangkitkan pada akhir zaman.

Tuhan Memberkati

Hidup Untuk Tuhan

Pembacaan Firman: Kolose 1:15-16

Allah menciptakan segala sesuatu, yang ada di Sorga dan yang ada di Bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana maupun kerajaan, baik pemerintah maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia. Kita ada di bumi ini, semua karena anugerah Allah, karena itu tidak ada yang bisa kita banggakan dalam hidup ini.
sumber gambar pixabay.com
Tujuan Allah menciptakan kita manusia adalah:

1.    Menyenangkan Dia

Allah menciptakan kita untuk kesenangan bangiNya. Ia menciptakan kita supaya kita selalu menyenangkan hatiNya lewat pikiran, perkataan dan tingkahlaku kita.

2.    Bersekutu Dengan Dia

Allah ingin kita sebagai ciptaanNya, selalu bersekutu dengan Dia. Lewat ibadah kita dapat bersekutu dengan Allah senantiasa (Mazmur 150:1-6) menyanyikan mazmur bagiNya (Efesus 5:19).Ketika kita bersekutu dengan Dia, menyenangkan hatiNya dan sebaliknya, maka kita tidak mencari Tuhan yang mati. Artinya lewat pujian kita, maka Allah bertahta diatas pujian kita. Jadi beribadah bukan persoalan diberkati atau tidak, tetapi itu tujuan Allah menciptakan kita. Akibat dari kita beribadah kepada Tuhan, maka janji berkatNya menjadi milik kita yaitu: Ia akan memberkati roti makananmu dan air minumanmu dan akan menjauhkan penyakit dari tengah-tengahmu (Keluaran 23:25).

Ibadah itu mutlak dilakukan oleh kita sebagai anak-anakNya. Dengan kita mencari Tuhan lewat ibadah maka kita akan hidup (Amos 5:4). Kalau kita mencari kerajaannya dan kebenarannya terlebih dahulu, maka semuanya akan ditambahkan (Matius 6:33). Dalam persekutuan kasih Allah mengalir dan janji berkatNya menjadi milik kita. Kasih persaudaraan dalam Tuhan, berkatNya besar (Mazmur 133:1-3). Rukun cinta satu sama lain itu yang Tuhan inginkan dalam hidup kita.

3.    Hidup Kudus dan Tidak Bercela

Allah menciptakan kita tujuannya agar kita hidup kudus dan tak bercela dihadapanNya (Efesus 1:4) karena yang bisa membuat kita sampai kepada Bapa di sorga adalah kekudusan. Sebab tanpa kekudusan kita tidak akan memandang wajah Allah.

4.    Menjadi Mitra Kerja Allah

Allah menciptakan kita, karena Ia ingin kita menjadi kawan sekerja Allah dalam melaksanakan Amanat Agung Yesus Kristus (Matius 28:19-20). Menjadi mitra kerja Allah, apapun yang menjadi profesi kita, dimanapun kita berada dapat menjadi berkat, saksi dan terang bagi orang lain. Kita dapat membuat orang tertarik dengan Yesus yaitu saat mereka melihat kehidupan kita boleh menjadi berkat bagi orang lain. Mitra kerja Allah selalu dilandasi dengan kasih dan berdoa bagi orang lain. Jangan jemu-jemu berbuat baik karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai kija kita tidak menjadi lemah (Galatia 6:9). Hiduplah untuk Tuhan dan janji-janjiNya menjadi milik kita.

Tuhan Memberkati

Allah Memanggil Kita Menjadi AnakNya

Pembacaan Firman: I Korintus 1-3, 9

Kita patut bersyukur karena kita dipanggil menjadi anak Allah dan Dia yang memanggil kita kepada persekutuan dengan anakNya Yesus Kristus, Tuhan kita adalah setia. Ia memberikan kasih karunia dan damai sejahtera serta menyertai kehidupan kita. Allah memanggil kita bukan berdasarkan status sosial kita.

Kita telah menerima anugerah keselamatan dan hal itu harus dipertahankan, karena menyangkut kekekalan. Kekekalan, pangkat, jabatan, dan hal lain yang kita miliki dalam hidup ini tidak kekal, tetapi keselamatan yang Tuhan anugerahkan kepada kita harus dikerjakan dengan takut dan gentar (Filipi 2:12).
orang tua
sumber gambar pixabay.com
Kunci untuk kita malatih keberhasilan yaitu kita harus taat, setia dan dengar-dengaran. Setiap apa yang diprogramkan untuk pelayanan, kita harus mengerjakannya supaya kita diberkati oleh tuhan, meskipun di dalam kita melayani Tuhan, seringkali harus korban perasaan. Kita tidak usah melihat kesalahan orang lain, tetapi kita harus pandang saja kepada Yesus. Tidak ada sehelai rambutpun dari kita yang akan jatuh tanpa seizin Tuhan.

Paulus sebelum bertobat adalah seorang penganiaya anak-anak Tuhan. Tetapi kemudian Tuhan memanggil dia menjadi alat untuk menyatakan kemuliaanNya. Demikianpun kita dipanggil Allah menjadi anak-anakNya untuk menyatakan kemuliaanNya. Karena itu kalau kita sudah setia kepada Tuhan, jangan kita mundur. Tantangan, masalah, tekanan yang datang dalam hidup kita, tetaplah setia kepada Tuhan. Dia Allah yang setia, yang sanggup menolong kita. Roh Kudus yang akan memampukan kita dalam menjalani hidup ini. 

Setelah kita dipanggil, dimetrai oleh Roh Kudus, jangan sampai Roh Kudus itu mundur dari kehidupan kita. Seperti halnya Saul, karena kesalahannya sendiri mengakibatkan Roh Tuhan itu mundur dari padanya. Kita tidak bisa berbuat apa-apa tanpa Roh Kudus yang menjadi penolong kita. Dia bukan hanya ada dalam hidup kita, tetapi juga penghibur di saat kita susah, memberikan jalan keluar saat kita tertutup jalan dan dapat melakukan banyak hal untuk kita.

Allah yang menciptakan langit dan bumi, yang memberikan nafas kepada umat manusia dan nyawa kepada mereka yang hidup di atasNya, serta telah menyelamatkan kita akan memegang tangan kita. Ia akan menjadikan kita terang untuk bangsa-bangsa (Yesaya 42:5-7). Tetaplah setia di dalam Tuhan, meskipun ada banyak ujian yang harus kita hadapi sebab Firman Allah berkata dalam Ayub 23:10; “Karena Ia tahu jalan hidupku; seandainya Ia menguji aku, aku akan timbul seperti emas.”