Showing posts with label Ketaatan. Show all posts

Pandang Kepada Yesus

Pembacaan Firman: Mazmur 34:6 & Yoh 1:29-34

Pada saat Yohanes melihat Tuhan Yesus maka Yohanes mengatakan “Lihatlah Anak Domba Allah Yang Menghapus Dosa Manusia” Yoh 1:29. Yohanes memiliki mata seperti Sorga melihat Tuhan Yesus (ay 29,33-34). Jika kita sungguh-sungguh taat kepada Firman maka kita akan melihat Yesus sebagai Penebus Dosa. Yohanes 17:24 “Agar mereka memandang kemuliaan-Ku”. 3 (tiga) Hal
Pandangan Yohanes tentang Tuhan Yesus adalah :
1. Yesus sebagai “domba” yang menghapus Dosa (Yoh. 1:29) Kata menghapus dalam bahasa Yunani berarti “airo (ah’ee-ro)”, dalam bahasa Inggris “Remove, take away” dan dalam bahasa Indonesia berarti “Menghilangkan”. Tuhan Yesus menghilangkan dosa kita seperti sampah yang dicuci bersih yang bertujuan untuk diangkat sebagai anak, Yohanes 1:12 “menerima Yesus maka disebut anak’. Yes 53:7 “seperti domba yang dibawah ke pembantaian”. Hanya orang-orang yang tinggal bersama Tuhan Yesus dan Tuhan Yesus tinggal didalam dia dan memiliki mata seperti sorga melihat Tuhan Yesus.
2. Keselamatan tersedia bagi mereka yang memiliki mata seperti Sorga melihat. Yes 35:3-5 “mata orang buta dicelikan”, 2 Kor 4:3-4”dibutakan oleh ilah zaman ini”.
3. Yesus mati sekali untuk selama-lamanya (Ibrani 9:7, 24-28, Lukas 17:1)


Pandang kepada Yesus sebagaimana Sorga memandang Yesus, Amin.


la Tidak Menyembunyikan Wajah-Nya

Pembacaan Firman: Mazmur 22:25

Tentunya kita sangat mengetahui dan pernah merasakan atau mengalami apa itu "Kesulitan", "tertekan", "dalam posisi terpuruk". Kadang kala disaat kita mengalami keadaan seperti diatas disaat kita menceritakan kepada orang lain ataupun disaat orang lain mengetahuinya maka mereka seringkali tidak peduli atau bahkan memperburuk masalah. Perlu kita sadari bahwa bisa saja kita merasa bahwa saat ini kita dalam posisi yang nyaman, keadaan yang baik, menyenangkan, akan tetapi perlu kita ingat bahwa Firman Tuhan mengatakan bahwa "Ingatlah hari-hari gelap yang banyak" yang berarti kita bisa saja tiba-tiba berada dalam posisi yang tidak menyenangkan sehingga kita harus menyadarinya.


Tuhan tidak akan menyembunyikan wjah-Nya kepada orang-orang yang mempunyai Firman Tuhan dan Roh Kudus dalam hidupnya dan Tuhan selalu melindungi kemanapun kita pergi dan berada. Cara paling mudah untuk mencari Tuhan adalah melipat lutut kita, mengangkat tangan dan berdoa kepada Tuhan maka Tuhan akan hadir dalam hidup kita, jika Tuhan telah hadir maka la akan mengangkat segala beban dan masalah hidup kita. Tuhan tidak pernah bersembunyi terhadap kehidupan kita, Yesaya 49:14-17 Tuhan berkata " Aku tidak akan melupakan engkau", Ulangan 20:1-4 " Allah tidak pernah menyembunyikan wjah-Nya kepada kita". tetapi perlu di ingat Mikha 3:4 "Kejahatanlah penyebab Tuhan bersembunyi" (Ulangan 31:17-18, Yesaya 54:8). Untuk itu berusahalah agar Tuhan tidak menyembunyikan wajah-Nya kepada kita, amin.

Menikmati Kebaikan Tuhan

Pembacaan Firman: Mazmur 22:26-27

Dalam pembacaan Alkitan yang terdapat dalam Mazmur 22:26-27 dapat dilihat 3 (tiga) hal yang dapat kita perhatikan yaitu : Hidup Bersama, Bayar Nazar, dan Tuhan Puaskan Kita. Saat ini yang akan kita pelajari yaitu "Tuhan Puaskan". Manusia pada dasarnya tidak akan pernah puas dengan sesuatu yang telah kita dapatkan dan hal ini merupakan sifat dasar dari manusia. Mazmur 107:9 "sebab dipuaskan-Nya jiwa yang dahaga, dan jiwa yang lapar dikenyangkan-Nya dengan kebaikan", hanya dari Tuhan maka kita dapat merasakan suatu kepuasan dalam hidup ini. Kita harus menyadari bahwa segala sesuatu yang kita ingini yang bukan dari Tuhan adalah suatu yang sia-sia. Disaat kita menghadapi suatu masalah, adanya beban hidup yang menghimpit kehidupan kita maka kita harus belajar merendahkan diri dan hati kita dihadapan Tuhan sehingga Tuhan akan mengangkat segala beban dan masalah kita, Matius 5:6 "Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan". Jika kita lapar dan haus dalam menialani hidup ini maka carilah makanan dan minuman yang berasal dari Tuhan yaitu Firman Tuhan. Dalam Hagai 1:1-14 dikatakan Firman bahwa Bangsa Israel telah mengabaikan Tugas Panggilan dari Allah. Ini merupakan satu peringatan kepada kita untuk jangan melalaikan tugas dan panggilan Allah dalam hidup kita sehingga Tuhan dapat memberkati kita. satu contoh dari Bangsa Israel seperti di kitab Hagai tersebut yang melalaikan tugas yang diberikan Allah yaitu membangun Bait Allah, mereka hanya sibuk membangun rumah mereka sendiri sehingga Tuhan murka atas Bangsa Israel. Yang akan terjadi jika kita melalaikan tugas yang diberikan Tuhan kepada kita adalah dalam Hagai 2:19-20.

Sebaliknya jika kita peduli dan bertanggung jawab akan tugas tanggung jawab yang diberikan Tuhan kepada kita adalah Tuhan akan memberikan kepuasan kepada kita, Tuhan tidak akan melupakan apa yang telah kita tabur dan Tuhan akan memberkati kita dengan kelimpahan. Matius 6:33 "Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu". Amin

2 Macam Dasar

Pembacaan Firman: Lukas 6:46-49


"Mengapa kamu berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, padahal kamu tidak melakukan apa yang Aku katakan?
Setiap orang yang datang kepada-Ku dan mendengarkan perkataan-Ku serta melakukannya — Aku akan menyatakan kepadamu dengan siapa ia dapat disamakan —,
ia sama dengan seorang yang mendirikan rumah: Orang itu menggali dalam-dalam dan meletakkan dasarnya di atas batu. Ketika datang air bah dan banjir melanda rumah itu, rumah itu tidak dapat digoyahkan, karena rumah itu kokoh dibangun.
Akan tetapi barangsiapa mendengar perkataan-Ku, tetapi tidak melakukannya, ia sama dengan seorang yang mendirikan rumah di atas tanah tanpa dasar. Ketika banjir melandanya, rumah itu segera rubuh dan hebatlah kerusakannya."

Banyak hal yang Tuhan telah ajarkan dalam pasal 6 ini dan yang terakhir tentang dasar dari iman kita kepada Tuhan Yesus. Ada 2 kelompok orang yang sama-sama datang dan mendengar Firman Tuhan tetapi yang membedakan adalah yang satu datang mendengar dan melakukan Firman Tuhan dan yang kedua datang mendengar tetapi tidak melakukan Firman Tuhan. Inilah yang meniadi perbedaannya. Ayat 48, merupakan satu pondasi yang kuat, sama seperti pondasi kerohanian kita yang harus memiliki dasar yang benar dan kokoh. Dasar imam kerohanian kita adalah Tuhan Yesus Kristus. Dengan dasar yang kuat, kokoh maka bangunan kehidupan rohani kita dapat berdiri dengan kokoh. Jika bangunan rohani kita memiliki dasar yang kokoh maka sekalipun datang badai, banjir permasalahan maka kita akan tetap kuat berdiri dan tampil meniadi umat yang lebih dari pemenang. Orang yang mendengar tetapi tidak melakukanya maka ia tidak dapat mampu menghadapi persoalan hidup, ayat 49. karena tidak mempunyai dasar yang kuat maka walaupun persoalan hanya kecil saja maka ia akan menjadi lemah. Matius 7:24-27 perikopnya sama yaitu 2 macam dasar.


Yang dengar dan melakukan Firman Tuhan adalah orang yang bijaksana dan orang yang tidak melakukan firman maka ia adalah orang yang bodoh. Matius 25:113 tetang gadis gadis yang bikaksana dan yang bodoh. Tuhan Yesus mengumpamakan tetang gadis gadis yang bijaksana dan bodoh. Yang 5 memegang pelita tapi tidak mempunyai minyak, sedangkan yang 5 sisanya memiliki pelita dan minyak. Waktu sang mempelai datang maka 5 gadis yang ada persediaan minyak yang menyongsong dan masuk kedalam bersamasama mempelai. Dan 5 gadis yang tidak memiliki minyak tidak dapat masuk lagi. Kita harus berjaga-jaga sehingga kita dikategorikan yang bijaksana dan akan masuk kedalam bersamasama dengan Tuhan Yesus kristus. Yang bodoh pasti tidak akan sukses dan yang bijaksana pasti akan sukses. Orang yang melakukan kehendak Bapa akan masuk dalam keraiaan sorga. Kehendak Bapa yaitu semua Firman Tuhan. Masuk kedalam kelompok yang bijaksana adalah orang yang melakukan kehendak Bapa yaitu melakukan Firman Tuhan. Amin

Semakin Lama Semakin Kuat Didalam Tuhan

Pembacaan Firman: Mazmur 84:8
Mereka berjalan makin lama makin kuat, hendak menghadap Allah di Sion.

Biasanya jika kita semakin lama bekerja, beraktifitas, pasti tubuh kita menjadi lemah. Bangsa Israel berjalan makin lama makin kuat. Mengapa dan apa rahasia Bangsa Israel berjalan makin lama makin kuat? Ada 5 bagian rahasia Bangsa Israel yang berjalan makin lama makin kuat yaitu:


1. Mereka memiliki jiwa yang rindu memuliakan nama Tuhan, ayat 2. Bangsa Israel atau bani Korah memuliakan nama Tuhan dengan sunguh-sunguh. Kita dapat merubah gaya hidup kita yang harus memuliakan Tuhan dengan sunguh-sunguh. Muliakan Tuhan sampai hati kita hancur dan hadirat Tuhan turun. Persekutuan dengan Tuhan sangatlah penting bagi kita, inilah yang menjadi kekuatan bagi kita.
2. Melakukan kebenaran Firman Tuhan.
3. Mengandalkan Tuhan. Jangan kita melupakan mengandalkan Tuhan disetiap langkah awal disetiap apapun yang akan kita keriakan. Bangsa Israel selalu mengandalkan Tuhan disetiap apa yang akan mereka kerjakan. Dalam segala sesuatu Tuhan yang menentukan, andalkan Tuhan dalam segala sesuatu karena Tuhan itu baik. Iika kita mengandalkan Tuhan maka Tuhan tidak akan meninggalkan kita.
4. Mereka memiliki cara berpikir secara Rohani. Galatia 6:1, menjadi tugas kita karena kita menjadi contoh, Kisah 1:8.
5. Mereka hidup dalam kesucian dan kekudusan. lnilah kepercayaan Tuhan yang sangat luar biasa. Anak Tuhan dapat dikenal dimanapun ia pergi ialah karena perbuatannya. Tuhan mengangkat kita jika kita berkenan kepada Tuhan. Monyet mau‘ meninggalkan lucunya, gajah mati meninggalkan gadingnya, manusia mati meninggalkan namanya. Iaga kekudusan yang Tuhan berikan kepada kita.

Menjadi contoh bagi kita adalah bani Korah, Bangsa Israel.

Tetap Berdoa dan Mengucap Syukur Kepada Tuhan

Pembacaan Firman: Yunus 2:4

Dan aku berkata: telah terusir aku dari hadapan mata-Mu. Mungkinkah aku memandang lagi bait-Mu yang kudus?

Kita sudah mengetahui apa yang terjadi dengan Nabi Yunus. Yunus mencoba melarikan diri dari panggilan Allah yang terjadi dalam dirinya. Ketika Yunus dipanggil oleh Allah ia mencoba melarikan diri dengan pergi ke Tarsis. Ketika Yunus masuk dalam perut ikan ia dalam keadaan utuh sehingga ia menyadari kesalahannya dan Yunus berdoa kepada Allah selama ia berada dalam perut ikan (ayat 1 dan 2).

Suatu pelajaran bagi kita melalui pembacaan Firman Tuhan ini adalah walaupun kita sedang berada dalam lembah kekelaman ada suatu tindakan yang sangat tepat yaitu berdoa kepada Tuhan. dalam Mazmur 23 pemazmur mengatakan ia berjalan dalam lembah kekelaman. Pemazmur menyadari bahwa ia sementara "berjalan" dalam lembah kekelaman dan bukan terus "tinggal" dalam lembah kekelaman, suatu saat ia meyakini akan keluar dalam lembah kekelaman tersebut. Pemazmur disaat berada dalam lembah kekelaman satu hal yang ia lakukan adalah mengarahkan dirinya kepada Tuhan.



Yunus 2:7 dikatakan Ketika jiwaku letih lesu di dalam aku, teringatlah aku kepada TUHAN, dan sampailah doaku kepada-Mu, ke dalam bait-Mu yang kudus. Dalam segala hal kita harus mengucap syukur kepada Tuhan. kita harus menjadikan ucapan syukur sebagai gaya hidup kita sebagai anak Tuhan. Yunus 2:9 Tetapi aku, dengan ucapan syukur akan kupersembahkan korban kepada-Mu; apa yang kunazarkan akan kubayar. Keselamatan adalah dari TUHAN. Ketika Yunus mengucap syukur kepada Tuhan maka ikan itu memuntahkan Yunus keluar, ayat 10 Lalu berfirmanlah TUHAN kepada ikan itu, dan ikan itu pun memuntahkan Yunus ke darat.

Mari kita menjadikan ucapan syukur sebagai gaya hidup kita sebagai anak-anak Tuhan dan senantiasa tetap berdoa kepada Tuhan disaat kita berjalan dalam lembah kekelaman. Satu janji Tuhan bahwa ketika kita berharap kepada-Nya maka Tuhan akan memberikan jalan keluar kepada kita. Amin.

Datang Pada Tuhan Yesus

Pembacaan Firman: Mazmur 22:25 

Sebab Ia tidak memandang hina ataupun merasa jijik kesengsaraan orang yang tertindas, dan Ia tidak menyembunyikan wajah-Nya kepada orang itu, dan Ia mendengar ketika orang itu berteriak minta tolong kepada-Nya.

Ada 3 [tiga] hal yang menarik untuk disimak melalui pembacaan Alkitab kita saat ini yaitu : Hati Tuhan, la tidak menyembunyikan wajah-Nya, la mendengar.

Yang akan kita bahas saat ini adalah "Hati Tuhan" Tentunya kita sangat mengetahui dan pernah merasakan atau mengalami apa itu "Kesulitan", ”tertekan", "dalam posisi terpuruk". Kadang kala disaat kita mengalami keadaan seperti diatas disaat kita menceritakan kepada orang lain ataupun disaat orang lain mengetahuinya maka mereka beranggapan bahwa kita hanya main-main, berbohong dsb. Perlu kita sadari bahwa bisa saja kita merasa bahwa saat ini kita dalam posisi yang nyaman, keadaan yang baik, menyenangkan, akan tetapi perlu kita ingat bahwa Firman Tuhan mengatakan bahwa “lngatlah hari-hari gelap yang banyak" yang berarti kita bias saja tiba-tiba berada dalam posisi yang tidak menyenangkan sehingga kita harus menyadarinya.


Disaat kita berada dalam posisi yang tidak menyenangkan maka perlu diingat dalam Firman Tuhan Mazmur 34:19 mengatakan "TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan la menyelamatkan orang-orang yang remukjiwanya”. Tuhan mengizinkan kita mengalami masalah dengan satu tujuan yang mulia yaitu untuk melatih kita menjadi kuat dalam menghadapi persoalan hidup dan menjadi kuat dalam mengiring Tuhan. disaat kita mengalami tekanan hidup, masalah, tertekan dalam keadaan terpuruk maka disitulah Tuhan memberikan perhatian kepada kita sehingga la menyiapkan segala sesuatu yang kita butuhkan menghadapi persoalan hidup tersebut. Tuhan tidak akan pernah memandang hina jika hati kita remuk dibawah kaki-Nya. Satu pelajaran yang harus kita ingat bahwa jika kita merasa kosong dalam jiwa kita maka maka perbanyaklah duduk diam dibawah kaki Tuhan dengan menyembah-Nya dan berdoa kepada Tuhan dan merasakan hadirat-Nya hadir dalam hidup kita. siapkan lah waktu khusus untuk dapat berdoa, menyembah dan merasakan hadirat-Nya hadir memenuhi kehidupan kita sehingga kita dapat merasakan perhatian Tuhan atas kehidupan kita dan kita boleh merasakan kekuatan-Nya datang menolong kita atas persoalan yang sementara dihadapi. Amin

Dibuang Untuk membawa Kesejahteraan

Pembacaan Firman: Yeremia 29:7

"Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu."

Kata "dibuang" tentunya seperti berkonotasi tidak baik dan tidak disukai oleh siapapun. Sesuatu yang "dibuang" tentunya suatu hal yang dianggap tidak berguna dan sudah tidak dibutuhkan lagi. Umat Israel berada dalam pembuangan, namun Firman Tuhan berkata tetap usahakan kesejahteraan dimanapun kamu berada sekalipun dalam "pembuangan", dan menjalani proses ini tentulah tidak mudah. Ada satu contoh sesuatu barang yang dibuang yaitu biji rambutan. Setelah habus dimakan dan dibuang ternyata sebuah biji rambutan dapat bertumbuh dan pada suatu kelak akan menjadi sangat berguna ketika telah menjadi pohon yang besar dan berbuah. Ini salah satu contoh "dibuang membawa kesejahteraan". Dimanapun kita jika kita membawa kesejahteraan di tempat itu maka tempat itu akan menjadi sejahtera dan tentunya akan menjadi kesejahteraan buat kita juga. Mungkin kita merasa "dibuang" di tempat kita berada saat ini, seperti tempat kerja kita, maka kita harus berusaha membawa kesejahteraan ditempat itu, Dimanapun kita berada jika kita membawa kesejahteraan di tempat itu maka Tuhan akan memberkati kita pula. Bagaimana kita membawa kesejahteraan itu, yaitu:

1. Jangan malas dan tetap berusaha. Dimanapun kita telah ditempatkan maka bawalah dan berbuatlah sejahtera di tempat itu dengan tetap berusaha jengan menyerah pada keadaan.
2. Berdoa. Doa akan menjadi kekuatan kita untuk tetap kuat melayani Tuhan. Melalui doa maka iman kita dapat dikuatkan.
3. Pegang Teguh Janji Tuhan. Seperti sebuat biji rambutan yang perlu waktu dan proses untuk bertumbuh, bersabarlah. Janji Tuhan adalah pasti dan akan ditepati. Tuhan akan memberikan apa yang telah dinajikannya kepada kita.
4. Tetap Dalam Rancangan Tuhan. Contoh Yusuf tetap dalam rancangan Tuhan atas dirinya walaupun ia telah dijual dan dipenjarakan. Yusuf tetap setia berjalan dalam rancangan Tuhan sehingga ia dipermuliakan sesuan waktu Tuhan. Yusuf membawa kesejahteraan dimana dia berada sehingga ia diberkati Tuhan.



Jika kita merasa seakan "dibuang" percayalah dan tetaplah dalam rancangan rencana Tuhan. Jika sudah tiba waktunya kita akan dipermuliakan dan tempat dimana kita berada pasti akan diberkati selama kita membawa sejahtera ditempat itu sesuai dengan kehendak Tuhan.

Menjadi Dewasa Rohani

Pembacaan Firman: Roma 8:29

Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.


Status kita adalah anak Tuhan Yesus Kristus sehingga kita bisa berada di Gereja untuk beribadah memuji dan menyembah Tuhan Yesus Kristus. panggilan tertinggi kita sebagai anak Tuhan adalah dalam Roma 8:29 "Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan Kristus yaitu karakter Kristus harus ada dalam kehidupan kita. Kita harus serupa dengan Kristus jika ingin bertumbuh dan berbuah. Kedewasaan rohani merupakan satu dasar untuk menjadi serupa dengan Kristus. Kita dituntut untuk dapat menentukan pilihan untuk menjadi serupa dengan Kristus maka kita harus bisa mengambil suatu keputusan untuk menjadi serupa dengan Kristus maka kita harus bisa mengambil suatu keputusan untuk menjadi serupa dengan Kristus sehingga kita dapat bertumbuh dan berbuah.




1 Korintus 3:1-2 "Dan aku, saudara-saudara, pada waktu itu tidak dapat berbicara dengan kamu seperti dengan manusia rohani, tetapi hanya dengan manusia duniawi, yang belum dewasa dalam Kristus. Susulah yang kuberikan kepadamu, bukanlah makanan keras, sebab kamu belum dapat menerimanya. Dan sekarang pun kamu belum dapat menerimanya". Ini adalah masalah di Korintus yaitu adanya ketidak dewasaan di jemaat tersebut. Diperlukan kedewasaan rohani, karakter kita harus dibentuk dengan Firman sehingga kita bisa dewasa. Dengan Firman kita dapat berubah menjadi dewasa rohani karena dalam Firman ada perintah dan janji. Ciri-ciri dewasa rohani:

  1. Emosi harus diatur/stabil
  2. Merubah cara berpikir kita (Roma 12:2)
  3. Haus dan lapar akan kebenaran Firman Tuhan
  4. Mempraktekan Firman Tuhan

Kunci Mengalami Pemulihan

Pembacaan Firman: Yoel 2:25

"Aku akan memulihkan kepadamu Tahun-tahun yang hasilnya dimakan habis oleh belalang pindahan, belalang pelompat, belalang pelahap dan belalang pengerip, tentara-Ku yang besar yang Kukirim ke antara kamu."


Kita harus percaya bahwa didalam Tuhan ada berkat, pertolongan, kesembuhan dan juga pemulihan disegala aspek kehidupan kita. Tuhan Yesus sendiri berkata, "Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan." (Yohanes 10:10b).  Namun untuk mengalami berkat dan pemulihan Tuhan ada syaratnya, sebagaimana disampaikan Tuhan kepada bangsa Israel, "dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka." (2 Tawarikh 7:14).

Inilah yang Tuhan kehendaku untuk kita perbuat supaya beroleh pemulihan: pertama, kita harus merendahkan diri dihadapan Tuhan dan mengakui dosa-dosa kita. Alkitab menyatakan dengan jelas bahwa "...barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan." (Matius 23:12). Merendahkan diri memiliki arti yang berbeda dari rendah diri atau minder. Merendahkan diri merupakan lawan kata dari meninggikan diri; merendahkan diri berarti membiarkan diri kita berada di tempat yang lebih rendah dari orang lain, dimana kita bersikap apa adanya, terbuka dengan kelemahan kita. Merendahkan diri dihadapan Tuhan berarti menyadari akan kekurangan, keterbatasan dan ketergantungan kita sepenuhnya kepada Tuhan; kita sadar bahwa diluar Tuhan kita tidak dapar berbuat apa-apa (baca Yohanes 15:5). Juga berarti menyadari akan keberadaan kita sebagai orang berdosa dan memohon pengampunanNya. Dan "Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan." (1 Yohanes 1:9). Merendahkan diri dihadapan Tuhan disebut pula sebagai orang yang rendah hati dan "...orang yang rendah hati dikasihanNya." (Amsal 3:34). Oleh karena itu marilah kita berkata jujur kepada Tuhan, mengakui segala dosa dan pelanggaran yang telah kita perbuat, maka Dia akan mengampuni dan memulihkan kita. Merendahkan diri dihadapan Tuhan dan mengakui dosa adalah awal menuju kepada pemulihan!

Alkitab menyatakan bahwa jiwa yang hancur, hati yang patah dan remuk tidak pernah dipandang hina oleh Tuhan (baca Mazmur 51:19). Sebaliknya Tuhan sangat membenci orang yang suka meninggikan diri, angkuh dan sombong seperti yang diperbuat oleh seorang Farisi saat berdoa (baca Lukas 18:9-14). Kesombongan adalah salah satu penyebab Tuhan memalingkan mukaNya terhadap seseorang, padahal disegala aspek kehidupan ini kita sangat membutuhkan Tuhan. Seseorang yang meninggikan diri juga sulit mengakui segala kelemahan dan dosa-dosanya. Jika demikian, sampai kapanpun kita tidak akan pernah menemukan pemulihan. "Manusia yang sombong akan direndahkan, dan orang yang angkuh akan ditundukan;" (Yesaya 2:11). Jadi "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati." (Yakobus 4:6).


Yang kedua, kita harus memiliki hubunganyang karib dengan Tuhan. Banyak orang Kristen yang tekun berdoa ketika dalam masalah saja, namun saat segala sesuatunya berjalan baik dan lancar mereka tidak lagi sungguh-sungguh mencari Tuhan. Tuhan mau kita berdoa dengan tiada putus dan tidak jemu-jemu disegala keadaan. Itulah jawaban mengapa kita jarang beroleh jawaban atas doa-doa kita, yaitu karena kita tidak tekun berdoa. Mencari Tuhan harus menjadi fokus utama dalam kehidupan kita, "...sebab tidak Kau tinggalkan orang yang mencari Engkau, ya Tuhan." (Mazmur 9:11), oleh karena itu "Carilah Tuhan dan kekuatan-Nya, carilah wajah-Nya selalu!" Mazmur 105:4). Jangan hanya menginginkan berkatNya saja, sementara kita tidak mau mencari wajah-Nya. "Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka?" (Lukas 18:7).

Selanjutnya, kita harus bertobat dengan sungguh: meninggalkan kehidupan lama dan hidup sebagai manusia baru (baca 2 Korintus 5:17), artinya tidak lagi hidup menurut keinginan daging, tetapi menurut pimpinan Roh Kudus. Tuhan pasti pulihkan hidup kita asal kita melakukan apa yang Tuhan kehendaki!

Orang Kristen yang Berubah dan Berbuah

Pembacaan Friman mazmur 92:15


"Pada masa tua pun mereka masih berbuah, menjadi gemuk dan segar, untuk memberitakan, bahwa Tuhan itu benar, bahwa Ia gunung batuku dan tidak ada kecurangan pada-Nya."


Tuhan memanggil dan menyelamatkan kita dengan tujuan supaya kita memiliki kehidupan yang berbeda dari orang-orang dunia. Dengan demukian keberadaan kita itu berdampak dan menjadi kesaksian bagi kemuliaan namaNya.

Kita dapat dikatakan 'berbeda' bila ada perubahan hidup yang benar-benar nampak dan bisa dilihat oleh orang lain dengan ditandai buah-buah Roh. "Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan." (Matius 3:8). Berubah dan berbuah merupakan kehendak Tuhan bagi setiap orang percaya. Inilah kehendak Tuhan itu: "Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna." (Roma 12:2), dan "Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku." (Yohanes 15:8).

Mengapa setiap orang percaya harus berubah dan berbuah ? Seorang Kristen dapat dikatakan berubah apabila karakternya juga berubah. "Ketika aku kanak-kanak, aku berkata-kata seerti kanak-kanak, aku merasa seperti kanak-kanak, aku berpikir seperti-kanak-kanak. Sekarang sesudah aku menjadi dewasa, aku meninggalkan sifat kanak-kanak itu." (1Korintus 13:11). Berubah berarti bergerak menuju ke arah Kristus dengan meninggalkan sifat kanak-kanak dan bertumbuh menjadi dewasa rohani. Bukankah masih banyak orang Kristen yang sudah bertahun-tahun mengikut Tuhan dan ditinjau dari suduh umur pun sudah dewasa (tua), namun mereka tetap saja memiliki kerohanian yang kerdil ? "Sebab sekalipun kamu, ditinjau dari sudut waktu, sudah seharusnya menjadi pengajar, kamu masih perlu lagi diajarkan asas-asas pokok dari penyataan Allah, dan kamu masih memerlukan susu, bukan makanan keras. Sebab barangsiapa masih memerlukan susu ia tidak memahami ajaran tentang kebenaran, sebab ia adalah anak kecil." (Ibrani 5:12-13).

Jangan terus menjadi bayi atau kanak-kanak rohani! Jadilah orang Kristen yang makin hari makin dewasa. Perubahan karakter adalah salah satu tandanya.



Buah merupakan indikator sebuah pohon sehat. Setiap pohon sehat pasti akan menghasilkan buah pada waktunya. Sebaliknya pohon yang tidak sehat sulit sekali untuk berbuah. Demikian pula orang percaya yang 'sehat' rohaninya pasti menghasilkan buah-buah Roh, yaitu "...kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri." (Galatia 5:22-23a). Sedangkan didalam diri orang Kristen yang 'sakit' rohaninya mustahil ada buah-buah Roh.

Keberadaan kita ini diibaratkan sebuah ranting dan Tuhan Yesus adalah pokok anggurnya. Tuhan berkata, "Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah," (Yohanes 15:2). Dikatakan bahwa ranting yang tidak berbuah akan dipotongNya dan kebudian dicampakan ke dalam api dan dibakar. Itulah akhir dari pohon yang tidak menghasilkan buah. Demikian pula perumpamaan tentang pohon ara yang tidak berbuah: sudah tiga tahun lamanya si pemilik kebun tidak menemukan buah pada pohon aranya sehingga ia pun memerintahkan pengurus kebunnya untuk menebang pohon itu dengan berkata, "Untuk apa ia hidup ditanah ini dengan percuma!" (baca Lukas 13:6-9)

Setiap orang percaya tidak bisa menghindarkan diri dari proses 'berbuah dan berbuah' ini. Mengapa demikian? Karena hidup yang berbuah dan berbuah adalah syarat untuk mengalami penggenapan janji Tuhan dalam hidup kita. Kadangkala kita merasa bahwa janji Tuhan itu sangat jauh dari kehidupan kita; dan kita pun berpikir bahwa Tuhan itu ingkar akan janji-janjiNya. Tidak sama sekali! Tak satupun janji Tuhan yang tidak ditepatiNya. Pada saat yang tepat pasti digenapiNya!

Sebelum Tuhan menggenapi janjiNya Ia terlebih dahulu memproses dan membentuk kita supaya kita benar-benar menjadi orang Kristen yang makin hari makin dewasa didalam Dia, sehingga kehidupan kita pun menjadi kesaksian yang memuliakan namaNya.

Janganlah Hendaknya Kerajinanmu Kendor, Jagalah Perbuatanmu

Pembacaan Firman Amsal 4:27

"Janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, jauhkanlah kakimu dari kejahatan."


Saat dilanda persoalan atau pergumulan yang hebat banyak dari kita yang cenderung mengalami kemerosotan rohani. Kita tidak mampu lagi menjaga kualitas hidup rohani kita. Semakin besar masalah menerpa bukannya makin mendekat kepada Tuhan, tapi kita semakin menjauh. Bahkan kita menunjukkan sikap yang memberontak kepada Tuhan dengan mengomel, mengumpat, kecewa, jengkel, marah dan menyalahkan Tuhan. Hal ini pun berimbas pada keseharian kita: malas berdoa, malas baca Alkitab, malas beribadah. Kemudian kita mencoba menyelesaikan permasalahan dengan kekuatan sendiri, mencari pertolongan kepada manusia, dan akhirnya kembali kepada kehidupan lama. Kita tidak lagi hidup menurut pimpinan Roh Kudus, melainkan menuruti keinginan daging. Alkitab menegaskan, "barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya." (Galatia 5:24).



Kalau kita kembali kepada kehidupan lama, siapa diuntungkan ? iblis! Ia (iblis) akan lebih mudah menyerang kehidupan kita sehingga kita makin terpuruk dan jatuh. Karena itu dalam menantikan janji Tuhan kerohanian kita jangan sampai loyo dan semangat melayani Tuhan jangan mengendor. Dalam Roma 12:11 dikatakan, "Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan." Sesulit apapun situasinya mari tetap mengutamakan Tuhan dan melayani Dia dengan sepenuh hati. Janganlah seperti Esau yang rela menjual hak kesulungannya demi sepiring makanan (baca Ibrani 12:16-17). Akhirnya penyesalan pun tiada guna. Jangan pula seperti para pengikut Daud saat Ziklag terbakar, yang hendak melempari Daud dengan batu. Namun Daud dalam keadaan terjepit dan pergumulan yang berat dapat menjaga sikap dan perilakunya dengan menguatkan kepercayaannya kepada Tuhan (baca 1 Samuel 30:6).

Daud melakukan tindakan yang benar: datang kepada Tuhan dan menyerahkan segala permasalahannya kepadaNya. Ia tidak bertindak mengandalkan kekuatannya sendiri.
Masa-masa penantian adalah masa yang sangat menentukan karena itu jagalah perilaku dan tetap hidup bedar di hadapan Tuhan supaya janjiNya dinyatakan bagi kita tepat pada waktunya.

Belajar Dari Rahasia Keberhasilan Hidup Daniel

Pembacaan Firman Daniel 2:48


"Lalu raja memuliakan Daniel: dianugerahinyalah dengan banyak pemberian yang besar, dan dibuatnya dia menjadi penguasa atas seluruh wilayah Babel dan menjadi kepala semua orang bijaksana di Babel."


Hari ini kita belajar dari seorang pemuda yang mampu 'mengalahkan' dunia. Daniel adalah orang muda yang memiliki roh luar biasa dan memiliki kualitas hidup diatas rata-rata. Dalam bahasa Ibrani nama 'Daniel' memiliki arti 'Tuhanlah hakimku'. Kata 'hakim' sendiri memiliki makna yang sangat luar biasa, suatu gambaran tentang kebijaksanaan yang didalamnya terkandung hikmat, kekudusan, intelektual dan juga integritas. Daniel adalah seorang dari orang-orang muda pilihan yang ditangkap dan dibawa oleh Nebukadnezar, raja Babel, pada waktu Yerusalem runtuh. "...orang-orang muda yang tidak ada sesuatu cela, berperawakan baik, yang memahami berbagai-bagai hikmat, berpengetahuan banyak dan yang mempunyai pengertian tentang ilmu, yakni orang-orang yang cakap untuk bekerja dalam istana raja, supaya mereka diajarkan tulisan dan bahasa orang Kasdim." (Daniel 1:4). Di begeri Babel, oleh pemimpin pegawai istana, nama Daniel diganti menjadi Beltsazar.

Meski berada di negeri pembuangan, grafik kehidupan Daniel bukannya menjadi merosot, justru sebaliknya makin hari makin naik seperti janji firmanNya, "Tuhan akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun," (Ulangan 28:13). Keberhasilan Daniel didapat bukan karena malakukan kecurangan, suap atau kompromi, tapi karena ia memiliki kualitas hidup yang 'berbeda' dari orang lain. Inilah yang dilakukan Daniel: pertama, ia berkomitmen untuk hidup kudus. Bukanlah perkara yang mudah bagi anak muda untuk tidak menajiskan diri dari perkara-perkara duniawi. "Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya dengan santapan raja dan dengan anggur yang biasa diminum raja; dimintanyalah kepada pemimpin pegawai istana itu, supaya ia tak usah menajiskan dirinya." (Daniel 1:8).

Daniel bersikap tegas dan tidak mau berkompromi sedikitpun dengan dosa dan tetap berkomitmen untuk menjaga kekudusan hidupnya. Apa kuncinya ? "Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih ? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu." (Mazmur 119:9).



Rahasia hidup Daniel kedua  adalah menjaga pergaulannya. Ia tidak sembarangan bergaul dan sangat selektif memilih teman, sebab ia sadar bahwa "Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik." (1 Korintus 15:33). Karena itulah Daniel membangun hubungan dengan teman-teman yang sama-sama takut akan Tuhan dan memiliki kerohanian yang baik pula, sehingga mereka dapat saling mendukung, menasihati, mengingatkan dan menguatkan. "Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya." (Amsal 27:17). Berhati-hatilah dalam bergaul! dengan siapa kita bergaul dan siapa teman-teman di sekitar kita sangat mempengaruhi pola pikir dan juga menentukan perjalanan hidup kita, akan seperti apa dikemudian hari, sebab "Siapa bergaul dengan orang bijak menjadi bijak, tetapi siapa berteman dengan orang bebal menjadi malang." (Amsal 13:20). Daniel pun memilih Hananya, Misael dan Azarya sebagai sahabat-sahabatnya.

Hal ketiga adalah Daniel berkomitmen untuk memelihara kehidupan doanya setiap hari. Ia senantiasa menyediakan waktu khusus untuk Tuhan tiga kali sehari berlutut, berdoa dan memuji-muji Tuhan. Tertulis: "Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya." (Daniel 6:11). Sebagai pejabat pemerintahan tentunya Daniel punya banyak aktivitas dan kesiukan; meski demikian ia tidak pernah lalai menyediakan waktu untuk bersekutu dengan Tuhan. Di segala keadaan Daniel tetap tekun berdoa. Hal ini menunjukan bahwa ia senantiasa mengandalkan Tuhan dan melibatkan Dia di segala aspek hidupnya.

"Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka ?" (Lukas 18:17). Itulah sebabnya apa saja yang dikerjakan Daniel senantiasa berhasil dan beruntung, karena tangan Tuhan selalu campur tangan.

"Dan Daniel ini mempunyai kedudukan tinggi pada zaman pemerintahan Darius dan pada zaman pemerintahan Koresh, orang Persia itu." (Daniel 6:29)

Waspadalah Supaya Jangan Ada Orang Yang Menyesatkan Kamu

Pembacaan Firman Matius 24:4


"Jawab Yesus kepada mereka: "Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu!"


Dalam pembacaan diatas satu hal yang dapat diambil adalah jangan pernah mengizinkan siapapun untuk:
  1. Menipu kita
  2. Menyesatkan kita
  3. Membelokan kearah yang lain, melainkan seharusnya kita haruslah tetap fokus pada tujuan yang benar.



Pada Matius 24:4 Tuhan Yesus bertindak sebagai pembicara tunggal dalam seminar tentang eskatologi (akhir zaman) apa yang sudah, sedang dan akan terjadi, khususnya dihari-hari terakhir dari zaman akhir. Pada pembacaan kali ini intinya adalah:

Terjemahan Lama menulis: "ingatlah jangan barang SEORANG menyesatkan kamu"
Terjemahan Baru: "waspadalah supaya jangan ada ORANG yang menyesatkan kamu"
Bahasa Inggris: "don't let ANYONE mislead you"

Bahwa dalam konteks ini yang dapat menyesatkan kita tidak ditulis iblis atau setan melainkan kata Yesus adalah "Orang". Kira-kira orang yang seperti apa yang dimaksud ? dalam ayat 5 dan 11, orang-orang akan menyesatkan bahkan dalam nama Yesus ataupun nabi-nabi paslu akan muncul. Namun salah satu poin yang dapat kita perhatikan terdapat pada ayat 12 "Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin."

Pada terjemahan lama menggunakan istilah "Kasihnya sudah TAWAR" atau ada pula yang menggunakan istilah "kasihnya sudah LUNTUR", dalam terjemahan bahasa inggris "Live of many grow COLD (dingin)".

Yesus mengatakan bahwa kita adalah garam dunia, pada Matius 5:13b disebutkan jika garam itu menjadi tawar, tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang. Sangat berbahaya sekali dampaknya ketika kasih orang menjadi tawar, dang orang-orang tersebut mungkin ada di sekitar kita atau bahkan kita sendiri). Indikasi kasih yang menjadi tawar diantaranya adalah ujaran kebencian, fitnah, kata-kata teror-isme, radikal-isme, cara-cara dunia yang dibawa ke gereja, dan lain sebagainya.

Apa sikap dan kewaspadaan kita ?
Tentunya sebagai orang percaya jangan saling marah, membeci atau emosi. Salah satu sikap yang dapat kita renungkan adalah sikap pemungut cukai dalam Lukas 18:9-14. Pemungut cukai mengambil posisi jauh-jauh, ia menjaga jarak dari sikap orang farisi yang arogan dan menabur ujaran kebencian dan fitnah. Ia mendengar orang farisi mengatai saat berdoa dirumah Tuhan. Namun pemungut cukai ini tidak marah. Justru pemungut cukai ini memukul dirinya sendiri. Ia mengintrospeksi diri tidak menyalahkan siapapun. Memungut cukai berlutut kepada Tuhan untuk meminta pengampunan dari Tuhan dan dia dibenarkan olah Tuhan. Rendahkan hati dihadapan Tuhan karena Tuhan senang dengan orang yang rendah hati. Ketika kasih kebanyakan orang menjadi dingin, pemungut cukai memilih untuk menjaga jarak dan fokus kepada Tuhan.

Amanat Agung

Pembacaan Firman Matius 28:18-20


"Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."

Ayat-ayat diatas merupakan amanat agung dan perintah langsung dari Tuhan Yesus Kristus sebelum Ia naik ke sorga. Kita mengenal kata "Amanat Agung" merupakan penginjilan. Dalam ayat-ayat tersebut diatas Tuhan Yesus meyakinkan kepada murid-muridNya bahwa Ia memiliki kuasa di bumi dan di sorga. Dengan demikian kita telah dilengkapi dengan kuasa atau otoritas dari Tuhan untuk memberitakan Firman Tuhan pada saat kita menginjil.

Saat ini gerakan penginjilan sementara bergerak. Banyak gerakan penginjilan yang sudah masuk ke daerah-daerah yang pada awalnya merupakan tempat yang sulit untuk diinjili sehingga masyarakat di tempat itu banyak yang mengenal Tuhan Yesus. Melalui gerakan penginjilan inilah saat ini sudah banyak orang di berbagai daerah mengenal Sang Juruselamat yaitu Tuhan Yesus Kristus.

Dari ayat Firman Tuhan yang kita baca saat ini timbul satu pertanyaan yaitu siapakan yang memberi mandat agung ini ? yang memberi amanat agung ini adalah Tuhan Yesus Kristus, amanat ini disampaikan kepada setiap murid-murid sebagai pesan terakhir sebelum naik ke sorga. Dengan kata lain kita harus berusaha untuk dapat memberitakan Injil dimanapun kita berada. Pemahaman memberitakan Injil jangan terikat berdiri di belakang mimbar dan berkhotbah akan tetapi dimanapun kita berada termasuk dengan cara hidup kita yang berkenan kepada Tuhan dapat menjadi suatu teladan bagi orang lain dapat dikategorikan memberitakan Injil. Kisah raja Hizkia pada saat ia sakit ada seorang yang memberitakan Injil dengan iman mengatakan kepada Hizkia "seandainya Tuhan dari nabi datang pasti raja Hizkia sembuh", ini merupakan kalimat perkataan pemberitaan injil.

alkitab
Sumber gambar pixabay.com

Tuhan Yesus adalah pemberi mandat dan yang menerima mandat adalah murid-muridNya. Selanjutnya siapakah murid-murid itu ? Lukas 14:27 "Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku". Kita tidak bisa dikatakan murid-muridNya jika kita tidak memikul salib. Jika kita tidak berani memberi diri dan melayani Tuhan maka kita tidak dapat dikatakan sebagai murid-murid Tuhan Yesus. Beberapa kriteria untuk menjadi murid Tuhan Yesus adalah:

  1. 1 Petrus 2:9 "Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-peruatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib". Murid adalah apa yang telah dipisahkan oleh Tuhan dari kegelapan menjadi Terang.
  1. Lukas 3:8 "Jadi hasilkanlah buah-buah yang sesuai dengan pertobatan. Dan janganlah berpikir dalam hatimu: Abraham adalah bapa kami! karena aku berkata kepadamu: Allah dapat menjadikan anak-anak bagi Abraham dari batu-batu ini!". Buah-buah pertobatan dari seseorang yang telah bertobat adalah ia haus akan Firman Tuhan dan merasa rugi kalau tidak memuliakan Tuhan serta suka berkorban untuk pekerjaan Tuhan.
  1. Galatia 5:22-23 "Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemah lembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu". Seorang yang disebut murid adalah seorang yang memiliki buah-buah Roh.
  1. 2 Korintus 3:3 "Karena telah nyata, bahwa kamu adalah surat Kristus, yang ditulis oleh pelayanan kami, ditulis bukan dengan tinta, tetapi dengan Roh dari Allah yang hidup, bukan ada loh-loh batu, melainkan pada loh-loh daging, yaitu didalam hati manusia"/ Seseorang yang disebut murid adalah seorang yang memiliki buah-buah pelayanan.


Hendaklah kita sebagai murid-murid Tuhan Yesus memiliki kriteria-kriteria tersebuat diatas sehingga kita dapat menghasilkan buah-buah yaitu memenangkan jiwa bagi Tuhan Tesus Kristus, Lukas 3:9 "Kapak sudah tersedia pada akar pohon dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik akan ditebang dan dibuang ke dalam api". Hendaklah kita mempunyai kerinduan untuk membawa jiwa baru untuk Tuhan. Amin

Mengutamakan Tuhan Diatas Kepentingan Kita

Pembacaan Firman Bilangan 6:22-23


Banyak dijumpai seseorang sebelum diberkati oleh Tuhan begitu dekat dengan Tuhan akan tetapi setelah dia diberkati oleh Tuhan dalam hal pekerjaan, keluarga, pendidikan dan lain-lain maka dia melupakan Tuhan. Tuhan sudah memberkati kita maka Tuhan juga menuntut agar kita juga tetap setia kepadaNya. Kita seringkali lupa bahwa setiap hari, setiap saat kita sebenarnya sementara berperang melawan kuasa iblis. Jikalau kita mengandalkan kekuatan kita sebagai manusia tentunya kita tidak akan mampu maka disinilah kita membutuhkan pertolongan dari Tuhan agar tetap mampu bertahan. Untuk tetap bertahan maka kita jangan sekali-kali melupakan Tuhan. Hal ini merupakan salah satu alasan mengapa kita jangan sampai melupakan Tuhan jika kita sudah diberkati atau ditolong Tuhan. Jika kita mau di tolong oleh Tuhan maka kita harus mengutamakan Tuhan diatas kepentingan kita secara pribadi.
Dalam bilangan 6:27 dikatakan "Demikianlah harus mereka meletakan nama-Ku atas orang Israel, maka Aku akan memberkati mereka". Kata "meletakan" dalam ayat ini berarti "Mengutamakan Tuhan". Jika kita ingin berhasil atau diberkati maka sesuai dengan Firman Tuhan kita harus mengutamakan Tuhan. Banyak ditemui sebelum berhasil kita sangat dekat dengan Tuhan tetapi setelah diberkati dan berhasil seringkali kita melupakan Tuhan. Jika kita mau diberkati dan berhasil maka kita harus mengutamakan Tuhan diatas kepentingan kita, dan jika kita telah melakukan hal itu maka Tuhan akan mengutamakan kita.


lilin menerangi kegelapan
sumber gambar pixabay.com

2 Timotius 3:16 "Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran". Segala tulisan Allah adalah bermanfaat bagi kita. Firman Tuhan akan menjadi pedoman dan penuntun dalam hidup kita.
Ada 4 hal yang Tuhan akan berikan kepada kita seperti yang Tuhan telah perintahkan kepada Musa untuk disampaikan kepada Harun, Yaitu:

1. Menempatkan nama Tuhan diatas segala-galanya. Kalau kita menempatkan Tuhan diatas segala-galanya maka kita akan melihat dan merasakan mujizat-mujizat yang nyata dalam kehidupkan kita.
Kejadian 22:3-4 dikatakan "Keesokan harinya pagi-pagi bangunlah Abraham, ia memasang pelana keledainya dan memanggil dua orang bujangnya beserta Ishak, anaknya; ia membelah juga kayu untuk korban bakaran itu, lalu berangkatlah ia dan pergi ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya. Ketika pada hari ketiga Abraham melayangkan pandangnya, kelihatanlah kepadanya tempat itu dari jauh".

2. Perlindungan Tuhan (Bilangan 6:24 Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau)
Tuhan akan memberkati dan melindungi kita sehingga kita akan memiliki damai sejahtera. Kejadian 28:15 dikatakan "Sesungguhnya Aku menyertai engkau dan Aku akan melindungi engkau kembali ke negeri ini, sebab Aku tidak akan meninggalkan engkau, melainkan tetap melakukan apa yang Kujanjikan kepadaMu". Apa yang dijanjikan Tuhan dalam ayat ini masih berlaku bagi kita.

3. Kasih Karunia (Bilangan 6:25 Tuhan menyinari engkau dengan wajahNya dan memberi engkau kasih karunia)
Tuhan akan menyinari kita dengan kasih karunia sehingga kita akan berkenan dihadapanNya. Efesus 2:1-5 dikatakan bahwa hanya karena kasih karuna kita bisa diselamatkan.

4. Damai Sejahtera
Damai sejahtera tidak bisa kita beli dimanapun akan tetapi damai sejahtera hanya dapat kita peroleh karena pemberian dan anugerah dari Tuhan sesuai dengan kehendakNya. Hanya didalam Tuhan Yesus ada damai sejahtera. Dalam Lukas 24:26 Dan sementara mereka bercakap-cakap tentang hal-hal itu, Yesus tiba-tiba berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata kepada mereka: "Damai sejahtera bagi kamu". Disaat ada ketakutan maka Tuhan Yesus datang dan memberikan damai sejahtera bagi kita.

Perumpamaan Tentang Talenta

Pembacaan Firman Matius 25: 14-30

Pembacaan Alkitab dalam Matius 25:14-30, menceritakan Perumpamaan Tentang Talenta. Seorang tuan yang pergi keluar kota dan mempercayakan hartanya (talenta) kepada hamba-hambanya. Kita adalah hamba-hambanya yang dipercayakan talenta oleh Tuhan.

perumpamaan tentang talenta
sumber gambar pixabay.com

1.    Talenta Diberikan Menurut Kesanggupan Masing-Masing

(ayat 15) “Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya”. Talenta awal yang diberikan Tuhan kepada kita masing-masing berbeda. Ada yang mendapat banyak, ada yang mendapat sedikit, mungkin kita bertanya mengapa pembagiannya tidak adil ? mengapa kita tidak memperoleh jumlah yang sama ? Adalah karena setiap orang memiliki kesanggupan yang berbeda pula, sehingga talenta yang kita terima masing-masing awalnya tidak sama. Namun ingat, talenta awal yang kita terima bukanlah hal yang terpenting.

2.    Mengembangkan Talenta

Hamba yang baik adalam mereka yang mengembangkan talentanya. Setiap apa yang Tuhan beri kepada kita dipergunakan sebaik-baiknya dan dikembangkan. Entah itu kemampuan, materi, tenaga, jabatan, ilmu, kesehatan, apapun itu pergunakan dengan bijaksana dan kembangkan talenta kita. Tuhan akan sangat senang melihat kita mempergunakan dengan baik kepercayaan yang Tuhan berikan.

3.    Memperoleh kepercayaan yang lebih besar

(ayat 21,23) “Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan Tuanmu.” Jelas bahwa orang yang mengembangkan talenta yang diberikan kepada mereka akan memperoleh kepercayaan dan perkara yang lebih besar.

4.    Orang yang tidak mengembangkan talenta dari padanya akan diambil

Jangan sekali-kali kita menyia-nyiakan talenta yang Tuhan percayakan bagi kita. Sebab setiap kita yang tidak mengembangkan talenta, akan diambil dari padanya.

Inti dari pembacaan ini sebenarnya bukanlah seberapa banyak talenta yang kita. Namun bagaimana kita mengembangkan talenta yang Tuhan percayakan kepada kita. Bagaimana jika seandainya orang yang memiliki 1 talenta mengembangkan talenta yang dimilikinya sedangkan yang memperoleh banyak talenta tidak mengembangkannya ? Tentu saja dari orang yang dipercayakan talenta besar sekalipun akan diambil dan diberikan kepada siapa saja yang mengembangkan talenta miliknya.

(ayat 29) “Karena setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan. Tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya.”

Inilah cara kerja Tuhan. Setiap orang yang dengan setia mengerjakan dan mengembangkan kepercayaan yang Tuhan berikan kepadanya akan memperoleh lebih hingga melimpah, namun yang tidak mengembangkannya dari padanya akan diambil. Maka jangan heran orang-orang yang setia semakin diberkati sedangkan yang tidak dari padanya akan diambil. Tidak perlu meminta talenta yang besar, namun kerjakan seberapa talenta yang Tuhan beri dengan sebaik-baiknya. Ingin kariermu menanjak, kerjakanlah pekerjaanmu sekarang dengan baik. Ingin banyak uang, pergunakan dan kembangkan uang yang saat ini ada ditanganmu. Ingin pelayananmu lebih baik kepada Tuhan, kerjakan pelayananmu yang terbaik hari ini. Tuhan senang orang yang mempergunakan talentanya dengan baik dan dengan senang hati akan melimpahkannya. Tidak perlu fokus pada talenta orang lain yang mungkin lebih besar, kembangkanlah talentamu hingga berlimpah. Barang siapa setia terhadap perkara kecil, kapadanya akan dipercayakan perkara yang lebih besar. 

Tuhan Memberkati


Kain dan Habel, Persembahan yang Berkenan Bagi Tuhan

Pembacaan Firman: Kejadian 4: 1-16

Kain dan Habel, cerita dua orang kakak beradik yang memberikan persembahan kepada Tuhan. Yang satu persembahannya diterima (Habel) yang lain ditolak (Kain) oleh Tuhan. Perbuatan kedua kakak beradik ini sebenarnya adalah baik yaitu sama-sama memberikan persembahan bagi Tuhan namun akhir dari kisah ini begitu tragis sehingga berujung pada pembunuhan pertama. Mengapa korban persembahan Habel diindahkan Tuhan sedangkan Kain tidak ? setidaknya ada beberapa hal yang membedakan persembahan Habel dan persembahan Kain:

persembahan yang terbaik
sumber gambar pixabay.com

1.    Habel memberikan persembahan yang lebih baik (Ibrani 11:4)

Dalam Ibrani 11 ayat 4 ditulis bahwa Habel memberikan persembahan yang lebih baik dari Kain. Bagaimana mengukur persembahan Habel yang lebih baik, tentunya Tuhan memiliki penilaian tersendiri. Tugas kita adalah memberi yang terbaik bagi Tuhan.

2.    Karena Habel hidupnya berkenan bagi Tuhan

Pada Kejadian 4:4 dikatakan bahwa Tuhan mengindahkan Habel dan persembahannya. Jadi yang diindahkan Tuhan pertama adalah Habelnya kemudian persembahannya. Bukan hanya persembahan kita yang terbaik, namun terlebih dari itu Allah melihat pribadi kita yang berkenan bagi Tuhan. Persembahan yang diindahkan Tuhan adalah persembahan yang seimbang, antara kehidupan kita yang baik dan persembahan kita.

3.    Karena Habel memiliki Iman

Karena iman Habel mempersembahkan korban yang lebih baik (Ibrani 11:4).
Satu hal yang perlu diingat bahwa ketika ada orang yang berkenan bagi Tuhan, diberkati Tuhan, janganlah kita menjadi panas hati. Kain membiarkan dirinya dikuasai oleh amarah dan melakukan perbuatan yang tidak berkenan bagi Tuhan, perbuatan yang dilandaskan emosi itu hanya berakibat penyesalan dimasa datang. Ketika hati kain menjadi panas dan mukanya muram, firman Tuhan sudah mengingatkan sebelumnya bahwa jangan sampai panas hati, ketika kita tidak berbuat baik dosa telah mengintip dan tampak begitu menggoda. Sesungguhnya dosa tidak memiliki kuasa atas kita, dia hanya bisa mengintip, menggoda kita, dsb namun sama sekali tidak memiliki kuasa atas orang percaya, kita harus memegang kendali atasnya. Kain membiarkan dirinya termakan amarahnya dan membiarkan dirinya berdosa dihadapan Tuhan.

Ketika kita melihat kemajuan orang lain, jangan kita panas hati melainkan turut bersuka cita, belajar dari keberhasilannya dan tetaplah rendah hati. Memberi bagi Tuhan, bukan berarti sebatas pada materi saja, namun memberi waktu kita, tenaga, pikiran, dsb. Memberi yang terbaik dan jaga hidup kita berkenan bagi Tuhan, maka Tuhan akan mengindahkan hidup kita dan persembahan kita.

Tuhan memberkati

Pilihan Ada Ditangan Kita

Pembacaan Firman: Ulangan 30:19-20

Allah melihat keadaan bangsa Israel pada waktu itu telah menjadi budak di Mesir sehingga Allah menginginkan bangsa Israel dibawa menuju ke tanah perjanjian. Allah memakai Musa untuk membawa bangsa ini keluar dari Mesir. Bangsa Israel telah merasakan dan menikmati begitu banyak pertolongan dari Tuhan semenjak mereka dibawa keluar dari Mesir akan tetapi banyak kali mereka bersungut-sungut dihadapan Tuhan sehingga mereka melewati padang gurun selama empat puluh tahun.

pilihan
sumber gambar pixabay.com

Dalam pembacaan ini bangsa Israel belum masuk ke tanah perjanjian. Bangsa Israel karena tidak taat kepada Tuhan sehingga mereka begitu sulit untuk masuk ke tanah perjanjian. Dalam ayat 19 dikatakan “Aku memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap kamu pada hari ini: kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Pilihlah kehidupan supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu” disini ada pilihan yang dikatakan oleh Allah kepada bangsa Israel. Banyak peraturan dan ketetapan yang diatur oleh Tuhan tergantung kepada kita untuk memilih. Dalam Yeremia 21:8-9 dikatakan “Tetapi kepada bangsa ini haruslah kau katakan: Beginilah Firman Tuhan: Sesungguhnya, Aku menghadapkan kepada kamu jalan kehidupan dan jalan kematian. Siapa yang tinggal di kota ini akan mati karena pedang, karena kelaparan dan karena penyakit sampar; tetapi siapa yang keluar dari sini dan menyerahkan diri kepada orang-orang Kasdim yang mengepung kamu, ia akan tetap hidup; nyawanya akan menjadi jarahan baginya. Disini dikatakan ada pilihan yang Tuhan berikan kepada bangsa Israel.

Dalam kitab Efesus 2:8-9 kita boleh ada dalam keselamatan hanya karena pemberian oleh Tuhan. Kalau kita dengan setia mengikuti kehendak Tuhan maka kita aka berjumpa dengan Tuhan. Untuk itu kita dituntut untuk dewasa dalam iman, dalam tingkah laku kita dalam mengiring Tuhan. Melihat situasi dunia sekarang dengan konflik yang terjadi di Israel kita dapat melihat bahwa akhir zaman sudah dekat karena nubuatan-nubuatan sudah mulai digenapkan di akhir zaman ini. Untuk itu marilah kita sebagai anak-anak Tuhan dapat lebih dekat kepada Tuhan dengan hidup takut akan Tuhan dan melakukan kehendakNya sehingga kita berkenan dihadapanNya karena pilihan ada di tangan kita.

Tuhan Memberkati.

Hidup Adalah Perjuangan

Pembacaan Firman: Ibrani 10:32-38

Hidup adalah perjungan, jika kita boleh ada sebagaimana kita saat ini tentunya kita telah banyak melalui persoalan, tantangan yang begitu berat pada masa yang lalu. Pada saat kita telah melewati tantangan-tantangan hidup ini, kita sadari ada pengorbanan yang besar sehingga kita melewatinya. Janji Tuhan bahwa Tuhan tidak akan meninggalkan kita. Bukti nyata bahwa Tuhan tidak pernah sekalipun meninggalkan kita adalah kita boleh ada sampai saat ini karena anugerahNya. Dalam mempertahankan iman kita untuk tetap di dalam Tuhan tidaklah mudah jika kita mengandalkan kekuatan kita sendiri tanpa campur tangan Tuhan, karena kita sebagai manusia begitu banyak keterbatasan. Tuhan mengetahui sampai dimana batas kemampuan kita sehingga Ia mengirimkan penolong bagi kita yaitu Roh Kudus yang akan menguatkan kita. Dalam Efesus 6:12 ditulis bahwa Paulus mengatakan perjuangan kita adalah melawan kuasa kegelapan dan tipu daya iblis. Iblis datang bagaikan singa yang meraung-raung dan juga menyamar sebagai malaikat terang sehingga tanpa kita menyadari kita dapat saja jauh dari Tuhan walaupun menurut pandangan kita baik.

sumber gambar pixabay.com

Banyak sekali tantangan yang dihadapi anak-anak Tuhan saat ini sehingga perjuangan yang sangat berat untuk dapat mempertahankan iman percaya kita kepada Tuhan Yesus. Ada satu contoh dalam alkitab dimana seorang hamba Tuhan dapat mempertahankan imannya kepada Tuhan walaupun tantangan yang dihadapinya tidaklah mudah yaitu Ayub. Kita dapat mencontohi sikap keteladanan dari Ayub. Ayub mampu bertahan dalam situasi yang sangat sulit sekalipun. Ayub mampu berpegang teguh pada janji Tuhan bahwa Tuhan tidak akan pernah meninggalkan anak-anakNya. Dengan iman yang teguh dari Ayub suatu kesaksian dapat kita lihat bahwa kehidupan Ayub setelah dipulihkan Tuhan dipermuliakan. Ayub menjadi satu contoh bagaimana kita dituntut untuk tetap bertahan di tengah persoalan sesulit apapun karena ada tangan Tuhan yang sedang menopang kehidupan kita sehingga kita dapat mampu bertahan dan keluar dari masa sulit tersebut sehingga upah yang Tuhan sediakan dapat kita raih yaitu mahkota kehidupan.

Mazmur 37 dikatakan bahwa dengan kita percaya kepada Tuhan, diam dan berlakulah setia kepada Tuhan dan bergembiralah sehingga apa yang kita inginkan akan diberikan Tuhan kepada kita. Tuhan telah memberikan keselamatan kepada kita untuk itu janganlah kita mengundurkan diri dari Tuhan karena Tuhan tidak pernah menginginkan kita untuk mundur dariNya. Tuhan menginginkan kita meraih upah yang telah disediakanNya dengan satu syarat bahwa kita tetap di dalam pengharapan di dalam Tuhan. Ada tiga hal (sesuai pembacaan Firman) yang harus dilakukan untuk menerima upah yang kekal adalah:
1.    Hiduplah dengan iman
2.    Jangan kita melepaskan keyakinan kita
3.    Jangan kita mengundurkan diri.

Tuhan Memberkati