Showing posts with label Pertolongan. Show all posts

Pandang Kepada Yesus

Pembacaan Firman: Mazmur 34:6 & Yoh 1:29-34

Pada saat Yohanes melihat Tuhan Yesus maka Yohanes mengatakan “Lihatlah Anak Domba Allah Yang Menghapus Dosa Manusia” Yoh 1:29. Yohanes memiliki mata seperti Sorga melihat Tuhan Yesus (ay 29,33-34). Jika kita sungguh-sungguh taat kepada Firman maka kita akan melihat Yesus sebagai Penebus Dosa. Yohanes 17:24 “Agar mereka memandang kemuliaan-Ku”. 3 (tiga) Hal
Pandangan Yohanes tentang Tuhan Yesus adalah :
1. Yesus sebagai “domba” yang menghapus Dosa (Yoh. 1:29) Kata menghapus dalam bahasa Yunani berarti “airo (ah’ee-ro)”, dalam bahasa Inggris “Remove, take away” dan dalam bahasa Indonesia berarti “Menghilangkan”. Tuhan Yesus menghilangkan dosa kita seperti sampah yang dicuci bersih yang bertujuan untuk diangkat sebagai anak, Yohanes 1:12 “menerima Yesus maka disebut anak’. Yes 53:7 “seperti domba yang dibawah ke pembantaian”. Hanya orang-orang yang tinggal bersama Tuhan Yesus dan Tuhan Yesus tinggal didalam dia dan memiliki mata seperti sorga melihat Tuhan Yesus.
2. Keselamatan tersedia bagi mereka yang memiliki mata seperti Sorga melihat. Yes 35:3-5 “mata orang buta dicelikan”, 2 Kor 4:3-4”dibutakan oleh ilah zaman ini”.
3. Yesus mati sekali untuk selama-lamanya (Ibrani 9:7, 24-28, Lukas 17:1)


Pandang kepada Yesus sebagaimana Sorga memandang Yesus, Amin.


Pandang Kepada Yesus

Pembacaan Firman: Mazmur 34:6

Dalam Ayat Firman Tuhan yang terdapat dalam Mazmur 36:6 adalah merupakan suatu rahasia untuk kita dapat awet muda karena Firman Tuhan mengatakan bahwa jika kita mengarahkan pandangan kita kepada Tuhan maka akan membuat muka kita berseri-seri. Amsal 15:13 dikatakan "Hati yang gembira membuat muka berseri-seri, tetapi kepedihan hati mematahkan semangat". Jika kita hanya memandang pada masalah yang kita hadapi maka kita akan semakin terpuruk.

Dalam mazmur 121:1-8 mengatakan bahwa Tuhan adalah Penjaga Israel walaupun bangsa Israel menghadapi begitu banyak pergumulan. Begitu juga kita sebagai anak-anak Tuhan jika kita memandang kepada Tuhan maka walaupun bayak gunung-gunung persoalan yang kita hadapi maka Tuhan akan selalu menjaga dan menolong kita, Tuhan tidak sekalipun akan tertidur jika mata kita hanya tertuju kepada-Nya. Hal ini merupakan janji Tuhan kepada kita. yang akan kita alami jika memandang kepada Tuhan Yesus adalah :



1. Tuhan Yang Menghapus Dosa Dunia (Yohanes 1:29). Orang yang memandang kepada Tuhan tersedia keselamatan. Roma 8:17 kita berhak menerima janji Allah (Ahli Waris).

2. Doa Hana (1 Sam 1:9-12, 19:20) dengan hati pedih Hana berdoa kepada Tuhan. 5 Hal yang dilakukan hana adalah : 1. Berdoa (ay 9,10) 2. Beribadah (ay 9,10) 3. Berkorban ( Ay 24,25) 4. Bernazar (Ay 26-28) S. Sujud Menyembah (ay 28).

Kejadian 26:12, menaburlah lshak dan ia mendapatkan hasil 100x lipat sebab Tuhan telah memberkati lshak. Jika kita memandang kepada Tuhan maka Tuhan akan memberkati kita, Mazmur 141:8 "Padamulah Tuhan Mataku Tertuju".

Datang Pada Tuhan Yesus

Pembacaan Firman: Mazmur 22:25 

Sebab Ia tidak memandang hina ataupun merasa jijik kesengsaraan orang yang tertindas, dan Ia tidak menyembunyikan wajah-Nya kepada orang itu, dan Ia mendengar ketika orang itu berteriak minta tolong kepada-Nya.

Ada 3 [tiga] hal yang menarik untuk disimak melalui pembacaan Alkitab kita saat ini yaitu : Hati Tuhan, la tidak menyembunyikan wajah-Nya, la mendengar.

Yang akan kita bahas saat ini adalah "Hati Tuhan" Tentunya kita sangat mengetahui dan pernah merasakan atau mengalami apa itu "Kesulitan", ”tertekan", "dalam posisi terpuruk". Kadang kala disaat kita mengalami keadaan seperti diatas disaat kita menceritakan kepada orang lain ataupun disaat orang lain mengetahuinya maka mereka beranggapan bahwa kita hanya main-main, berbohong dsb. Perlu kita sadari bahwa bisa saja kita merasa bahwa saat ini kita dalam posisi yang nyaman, keadaan yang baik, menyenangkan, akan tetapi perlu kita ingat bahwa Firman Tuhan mengatakan bahwa “lngatlah hari-hari gelap yang banyak" yang berarti kita bias saja tiba-tiba berada dalam posisi yang tidak menyenangkan sehingga kita harus menyadarinya.


Disaat kita berada dalam posisi yang tidak menyenangkan maka perlu diingat dalam Firman Tuhan Mazmur 34:19 mengatakan "TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan la menyelamatkan orang-orang yang remukjiwanya”. Tuhan mengizinkan kita mengalami masalah dengan satu tujuan yang mulia yaitu untuk melatih kita menjadi kuat dalam menghadapi persoalan hidup dan menjadi kuat dalam mengiring Tuhan. disaat kita mengalami tekanan hidup, masalah, tertekan dalam keadaan terpuruk maka disitulah Tuhan memberikan perhatian kepada kita sehingga la menyiapkan segala sesuatu yang kita butuhkan menghadapi persoalan hidup tersebut. Tuhan tidak akan pernah memandang hina jika hati kita remuk dibawah kaki-Nya. Satu pelajaran yang harus kita ingat bahwa jika kita merasa kosong dalam jiwa kita maka maka perbanyaklah duduk diam dibawah kaki Tuhan dengan menyembah-Nya dan berdoa kepada Tuhan dan merasakan hadirat-Nya hadir dalam hidup kita. siapkan lah waktu khusus untuk dapat berdoa, menyembah dan merasakan hadirat-Nya hadir memenuhi kehidupan kita sehingga kita dapat merasakan perhatian Tuhan atas kehidupan kita dan kita boleh merasakan kekuatan-Nya datang menolong kita atas persoalan yang sementara dihadapi. Amin

Rancangan Tuhan Bagi Kita

Pembacaan Firman Kejadian 1:26


"Baiklah kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan dilaut dan burung-burung diudara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap dibumi."


Keberadaan kita dibumi ini bukanlah hasil evolusi, melainkan dirancang dan diciptakan oleh Tuhan. Bahkan kita adalah makhluk ciptaan Tuhan yang paling mulia melebihi ciptaan-ciptaan Tuhan lainnya, karena kita diciptakan serupa dan segambar dengan Dia. Jadi kita ada bukan karena kebetulan, dibalik itu semua Tuhan memiliki rancangan yang indah dan luar biasa atas hidup kita.

Adapun rancangan Tuhan dalam hidup kita adalah: Pertama untuk memperoleh berkat Tuhan. Tertulis: "Allah memberkati mereka" (Ayat 28). Jika keadaan kita sepertinya belum berubah dan belum mengalami berkat-berkat Tuhan, jangan kecewa. Kita harus dengan iman berkata bahwa hidup kita pasti diberkati Tuhan. Memang, akibat dosa, manusia hidup dibawah kutuk, tapi Tuhan Yesus datang ke dunia untuk mengubah kutuk itu menjadi berkat. Ia datang untuk memulihkan segala sesuatau yang telah rusak. "Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: 'Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!'" (Galatia 3:13). Tuhan Yesus sendiri menegaskan. "Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan." (Yohanes 10:10b).

Kedua, untuk beranak cucu dan hidup produktif. "Beranak cuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi..." (ayat 28). Kata 'produktif' di sini bukan hanya dalam hal keturunan, tetapi juga menghasilkan hal-hal yang baik bagi Tuhan sesuai dengan talenta dan karunia yang Dia berikan. "Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup didalamnya." (Efesus 2:10). Tuhan menghendaki kita menghasilkan keturunan-keturunan yang berkarakter ilahi; dan melalui pekerjaan baik yang kita lakukan, kehidupan kita akan menjadi berkat dan kesaksian bagi dunia. Inilah kehendak Tuhan bagi kita, karena keberadaan kita di tengah-tengah dunia adalah sebagai terang dunia dan garam dunia (baca Matius 5:13-16). Kalau garam itu menjadi tawar, bukankah kita tidak bergina lagi selain dibuang ?



Rancangan Tuhan bagi kita selanjutnya adalah untuk berkuasa. "...berkuasalah atas ikan-ikan dilaut dan burung-burung diudara dan atas segala binatang yang merayap dibumi." (Kejadian 1:28). Kuasa untuk menaklukan segala kedagingan; menaklukan segala rintangan yang menghalangi langkah kita untuk meraih kemendangan. Firman Tuhan menegaskan bahwa kita ini dirancang untuk menjadi pemenang dan bukan pecundang. "Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita." (Roma 8:37), karena Roh yang ada didalam kita itu lebih besar daripada Roh yang ada didalam dunia ini (baca 1 Yohanes 4:4), yaitu "...roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban." (2 Timotius 1:7).

Disamping itu Tuhan merancang kita untuk bekerja dan melayani Dia. Dikatakan, "Tuhan Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu." (Kejadian 2:15). Ketika Adam diciptakan, Tuhan menempatkan dia di taman Eden. Tuhan memberikan tugas kepadanya untuk mengusahakan dan merawat taman itu. Kata 'mengusahakan dan memelihara' memiliki arti melakukan pekerjaan. Jadi Tuhan menghendaki Adam bekerja, bukan bermalas-malasan atau berpangku tangan saja. Demikian pula kita ini dirancang Tuhan untuk bekerja bagi Dia. Bahkan rasul Paulus dengan keras mengatakan, "...jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan." (2 Tesalonika 3:10). Yakobus pun menambahkan bahwa, "jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati." (Yakobus 2:17).

Tidak ada alasan bagi kita untuktidak bekerja bagi Tuhan, karena Tuhan telah memberikan kepada kita talenta dan karunia yang berbeda-beda. Jadi "Kita harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku, selama masih siang; akan datang malam dimana tidak ada seorang pun yang dapat bekerja." (Yohanes 9:4). Rancangan Tuhan bagi kita sungguh luar biasa, jangan sia-siakan waktu yang ada!

Daud Melawan Goliat, Kemampuan Mengalahkan Raksasa

Pembacaan Firman: I Samuel 17: 40-58

Kita sebelumnya pasti pernah mendengar kisah ini, kisah kepahlawanan seorang muda bernama Daud, seseorang yang dianggap lemah dapat mengalahkan musuhnya yang jauh lebih besar dan kuat. Kisah ini adalah suatu pembuktian nyata bahwa yang kecil bisa mengalahkan yang besar, yang dianggap lemah bisa mengalahkan yang kuat. Sesungguhnya setiap kita sebagai Anak Tuhan memiliki potensi yang besar, memiliki kemampuan yang bahkan dapat menumbangkan raksasa sekalipun. Bagaimanakah seorang Daud bisa mengalahkan Goliat yang begitu besar ? Apa yang kelebihan Daud dapat mengalahkan Goliat ? Setidaknya terdapat beberapa hal yang dimiliki Daud sehingga dapat mengalahkan Goliat yang besar:

Daud
sumber gambar pixabay.com

1.    Daud memiliki keberanian

Pada peperangan masa lalu sering dikenal istilah duel, pertarungan antara 2 orang yang mewakili pihak yang berperang. Tentunya muncul di benak kita, mengapa Daud yang maju yang mewakili bangsa Israel ? Mengapa tidak ada orang lain yang maju ? Karena dari seluruh pasukan Israel hanya Daud yang memiliki keberanian melawan Goliat. Selama 40 hari Goliat menantang tentara Israel untuk melawannya namun tidak ada seorangpun yang berani, hanya Daud seorang diri yang ketika itu berada disana yang punya keberanian untuk maju melawan Goliat.

2.    Daud memiliki keyakinan yang tidak tergoyahkan.

Sebelum bertarung Daud diremehkan oleh banyak orang. Dia diremehkan saudaranya, diremehkan raja, diremehkan lawannya (Goliat), bahkan dapat dikatakan Daud diremehkan oleh semua orang yang ada disana. Namun Daud memiliki keyakinan yang tak tergoyahkan, Daud tidak serta merta merasa minder dan menjadi lemah namun tetap pada pendiriannya.

3.    Daud punya kemampuan, berlatih dan mempersiapkan diri.

Daud yang maju ke medan pertempuran bukanlah orang yang tidak bisa apa-apa, Daud yang dipakai Tuhan bukanlah orang yang hanya bermalas-malasan kemudian dilawat Tuhan, melainkan Daud mempunyai kemampuan dan mengembangkannya. Daud bekerja keras dan mempersiapkan dirinya dengan baik. Ketika dirinya diragukan Saul, Daud berkata dia biasa menghadapi beruang dan singa.

4.    Daud mengandalkan Tuhan dan Tuhan menyertai Daud

Ini adalah faktor terpenting dan terutama atas kemenangan Daud sebab percuma kita memiliki keberanian, keyakinan yang kokoh dan kemampuan namun kita tidak mengandalkan Tuhan. Daud sadar betul Tuhanlah satu-satunya tempatnya berharap dan memberikan kemenangan. Sehingga berulang kali Daud menegaskan bahwa Dia sepenuhnya mengandalkan Tuhan. Ketahuilah keberhasilan yang kita raih berasal dari pada Tuhan, sebelum berperang, selama berperang bahkan setelah kemenangan pun nama Tuhan saja yang ditinggikan, segalanya dikembalikan untuk hormat kemuliaan Tuhan. 

Jangan bangga dengan kemampuan diri sendiri, sebab terkutuklah orang yang mengandalkan manusia dan kekuatannya sendiri (Yeremia 17:5). Andalkan Tuhan dalam segala perkara, milikilah keberanian yang dari Tuhan, berpegang pada keyakinan dan tak tergoyahkan dan melatih diri, kembangkan kemampuan yang kita miliki maka kita akan memperoleh kemenangan, melakukan perkara-perkara besar bersama dengan Tuhan.

Tuhan Memberkati

Tetapi Daud berkata kepada orang Filistin itu: "Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama TUHAN semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kautantang itu" - I Samuel 17:45

Tuhan Tidak Akan Meninggalkan Engkau

Pembacaan Firman: Ulangan 31:6

Dalam menjalani kehidupan ada saatnya kita merasa bahagia, semua yang kita butuhkan ada, semua sempurna, kita dengan mudah dapat berkata Tuhan engkau Baik tetapi bagaimanapun kalau kita berada dalam kondisi yang sebaliknya, seringkali kita tudak bisa mengatakan Tuhan, engkau baik. Ketika Yosua menjalani tugasnya, Tuhan berkata: “Aku tidak akan meninggalkan engkau”. Hal yang sama yang Tuhan janjikan untuk kehidupan kita bahwa Ia tidak akan meninggalkan kita. Dimasa yang sulit, taka da harapan, datanglah menyembah Tuhan dan hal itu akan membuat Dia tertarik untuk memperhatikan kita Ia mengerti dan peduli dengan perasaan kita.

Tuhan telah memilih Daud, seorang yang berkenan dihatiNya untuk menggantikan Saul sebagai raja (I Samuel 13:14). Tetapi, pada saat Saul telah ditahbiskan Samuel menjadi raja, hidupnya tidak langsung enak. Daud masih harus diproses dan diproses lagi oleh Tuhan. Dia berada dalam pengalaman yang tidak enak, dikejar-kejar oleh Saul untuk dibunuh. Ia sudah berteriak kepada Tuhan, Ia merasa Tuhan sangat jauh (Mazmur 10:1-2). Siang malam Ia berseru kepada Tuhan, tetapi Tuhan menyembunyikan diri (Mazmur 22:1-3).

tangan
sumber gambar pixabay.com
Ketika Allah telah mendapati kita sebagai orang yang berkenan kepadaNya seperti Daud, tidak selamanya kita berada di jalan yang lurus, yang enak. Kadang kita seperti Daud yang tersingkirkan, dikecewakan, diperlakukan tidak adil. Tetapi saat kita ada dalam kondisi seperti itu, berdoalah dan sembah Tuhan karena Ia ada bersama kita, Ia tidak pernah meninggalkan kita. Tuhan melatih Daud melewati berbagai hal dalam hidupnya supaya Ia kuat. Ada saatnya Tuhan melatih kita supaya kuat. Seperti halnya induk rajawali yang mengajar anaknya untuk terbang. Induk rajawali membongkar sarangnya sehingga anak rajawali melompat dan terbang. Tetapi induk rajawali tahu bahwa anaknya belum bisa terbang. Sehingga ia mengangkat dan menggendong mereka. Ada saatnya Tuhan akan membongkar zona kenyamanan kita untuk melatih kita agar kuat. Akan datang masa yang sukar dimana secupak gandum sedinar harga dan 3 cupak jelai sedinar (Wahyu 6:6). Tetapi, dimasa yang sukar, jangan kita berdiam diri, carilah Tuhan.

Ayub punya pengalaman panjang soal sengsara. Kehilangan harta, anak bahkan tubuhnya penuh luka. Walaupun banyak penderitaan yang ia alami, tetapi dengan imannya ia percaya bahwa ia akan timbul seperti emas (Ayub 23:10). Tuhan memulihkan hidup Ayub sehingga Ia hidup berkelimpahan. Ayub mempunyai Iman yang kuat, sehingga penyembahan tidak pernah lepas dari dia. Tuhan berjanji kepada Yesaya bahwa Ia tidak akan melupakan engkau (Yesaya 49:15). Demikian pun saat Yesus terangkat ke sorga Ia menjanjikan Roh Kudus sebagai penolong kepada murid-muridNya. Saat Sadrakh, Mesakh dan Abednego dimasukan ke dalam dapur api yang manas 7 kali lipat, Tuhan ada bersama mereka, sehingga mereka menari-nari dalam api (Daniel 3:25).

Kalau Yosua, Daud, Ayub, Yesaya, Murid-murid Yesus, Daniel dkk berhasil meraih kemenangan, kitapun bisa. Kesulitan, persoalan, tekanan boleh datang dalam hidup kita, tetapi jangan menyalahkan Tuhan. Pandanglah kepada Tuhan dan tetap bersyukur kepadaNya karena Ia tidak akan meninggalkan kita.

Tuhan Memberkati.

Hal Kekuatiran

Pembacaan Firman: Matius 6:33

"Tetapi carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu"

Semua yang hidup di muka bumi ini pernah mengalami kekuatiran. Tetapi tahukah kita bahwa kekuatiran itu adalah produk iblis supaya kita tidak bisa meraih janji-janji Allah. Penyebab kekuatiran itu datang dalam hidup kita, karena kita kurang percaya. Padalah setiap hari Allah menjamin kehidupan kita sebagai ciptaanNya yang mulia. Sedangkan burung-burung diudara yang tidak menabur, tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dari lumbung, namun diberi makan oleh Bapa di sorga dan bunga bakung di lading yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal didandani oleh Allah.
khawatir
sumber gambar pixabay.com
Yesus menyuruh kita agar mencari dahulu kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semua akan ditambahkan. Kerajaan Allah bicara tentang kemuliaan kuasa Allah, sedangkan kebenaran bicara tentang Yesus Kristus adalah jalan kebenaran dan hidup.

Cari (Bahasa Yunani) – Zeteo artinya berusaha dengan sungguh-sungguh tekun sampai mendapat atau menemukannya.

Kalau kita mau cari harus dengan sungguh-sungguh, dengan segenap hati tidak setengah-setengah. Segala sesuatu yang diupayakan dengan sungguh-sungguh hasilnya pasti baik. Yesus ingin agar kita mencari kerajaan Allah dan kebenaranNya dengan sungguh-sungguh, maka semuanya akan ditambahkan kepadamu.

Firman Allah mengajarkan kita supaya mendahulukan Tuhan di dalam segala sesuatu. Ketika kita mendahulukan Tuhan maka kebaikanNya akan dinyatakan kepada kita. Semua yang kita butuhkan akan diberikan oleh Tuhan. Kuasa dan kemuliaanNya juga diberikan untuk kita. Ia tidak mempersiapkan kita untuk menemui kesulitan/jalan buntu, tetapi rancanganNya bagi kita adalah damai sejahtera bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan bagi kita masa depan yang penuh harapan.

Salomo seorang raja yang masih sangat muda telah berhasil meraih keberhasilan, karena ia mengutamakan Tuhan. Ia pergi ke Gibeon untuk mempersembahkan korban bagi Tuhan, 1000 korban bakaran dipersembahkan salomo di atas mezbah itu (I Raja-raja 3:4). Salomo yang masih muda tersebut tidak tahu untuk memimpin bangsa Israel yang besar tetapi Tuhan membuat dia berhasil dalam hidupnya, karena ia mengutamakan Tuhan. Ia memulainya dengan Tuhan, sehingga Tuhan berfirman: mintalah apa yang hendak aku berikan kepadamu, Salomo meminta kepada Tuhan hati yang paham menimbang perkara. Ia meminta hal yang berkenan kepada Tuhan, sehingga bukan hanya hikmat yang diberikan oleh Tuhan melainkan juga kekayaan, kemuliaan, umur panjang padahal ia tidak memintanya (I Raja-raja 3:13).

Salomo selalu mempersembahkan korban ucapan syukur kepada Tuhan, sehingga dalam usia yang masih muda, Tuhan membuat Ia berhasil dalam hidupnya. Kalau Tuhan mempercayakan perkara yang besar, meskipun masih muda kita harus menerimanya, jangan menolak. Kalau kita ingin berhasil, lepaskan yang namanya keragu-raguan, kekuatiran, karena Yesus sanggup melakukan perkara yang besar. Mintalah hikmat Tuhan dalam melakukan segala sesuatu. Ketika kita ada di tempat pekerjaan, mintalah hikmat dari Tuhan. Disekitar kita ada orang-orang yang itdak senang dengan keberadaan kita, mintalah kepada Tuhan hati yang paham untuk menimbang segala perkara. Seperti halnya Salomo yang berhasil memecahkan masalah 2 orang ibu yang bertengkar memperebutkan anak. Dengan hikmat dari Tuhan, ia berhasil memecahkan masalah itu dengan adil (I Raja-raja 3:16-28).

Mari kita tabur kepatuhan, ketaatan kepada Tuhan. Utamakan Tuhan dalam segala sesuatu, cari kerajaan Allah dan kebenaranNya, lakukan Firman Allah, muliakan Tuhan, berdoa, beribadah dengan sungguh-sungguh di hadapan Tuhan maka semua akan diberikan Tuhan untuk kita. Tuhan menyiapkan hal-hal yang besar untuk kita yang percaya kepadaNya.

Berseru Kepada Tuhan

Pembacaan Firman: I Yohanes 5:13-15

Ayat 13: Semua itu kutuliskan kepada kamu, supaya kamu yang percaya kepada anak Allah, tahu bahwa kamu memiliki hidup yang kekal. Ayat 14: Dan inilah keberanian percaya kita kepadaNya yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepadaNya menurut kehendakNya. Ayat 15: dan jikalau kita tahu, bahwa Ia mengabulkan apa saja yang kita minta, maka kita juga tahu, bahwa kita telah memperoleh segala sesuatu yang telah kita minta kepadaNya.

Yesus mengajarkan doa yang benar yaitu:
-    Berdoa jangan seperti orang munafik, suka dipuji orang, mereka berdoa merasa tidak seperti orang lain (orang Farisi)
-    Sebagaimana pemungut cukai ia jauh berdoa sambil memukul dirinya merasa orang berdosa dan tidak layan dan Tuhan mengindahkannya.
-    Belajar berdoa/puasa secara pribadi sebagaimana teladan Yesus doa semalam suntuk Ia menyampaikan kepada murid-murindnya tidak sanggupkah kamu berdoa 1 jam saja ?
-    Berdoa menurut kehendak Allah

Ketika kehidupan Allah ada pada kita, terkadang mulai berpikir kita lebih hebat dari orang lain. Lihat kehancuran jemaat Korintus ketika mulai muncul kelompok-kelompok. Kami dari kelompok Paulus, kami dari kelompok Apolos, kami dari kelompok Yesus. Allah kecewa melihat jemaat mulai terpecah-pecah. Bukankah Firman sampaikan bahwa dimana ada persatuan disitulah berkat Allah akan tercurah ? Berdoalah menurut kehendak Allah, meminta dan saling mendoakan satu dengan yang lain, saling meneguhkan, saling membangkitkan dan merasa kita tidak lebih dari orang lain.
 
berdoa
sumber gambar pixabay.com
Contoh bagaimana doa yang dikehendakioleh Allah, Yosua pasal 1, berjalan di rencana Tuhan.
Ayat 1 sesudah Musa, Tokoh yang memimpin bangsa Israel sebagai hamba Tuhan itu mati dilanjutkan oleh Yosua.
Ayat 2 dan seterusnya….bersiaplah seberangi sungai Yordan ketika Allah memberikan perintah Tosua melakukannya. Yosua melewati beberapa daerah yang diminta Allah duduki.
Ayat 3, setiap tempat yang akan diinjak kakimu akan diberkati oleh Allah. Kepasrahan Yosua atas perintah Tuhan membuat dia berhasil. Sekuat-kuatnya kita berusaha menolong diri sendiri semakin pertolongan Tuhan jauh, namun sekuatnya kita sambil berseru kepada Tuhan sesuai kehendakNya yakinlah pertolongan itu sudah ada.

Perkawinan di Kana, Yesus juga diundang di sana, ketika mereka mulai kekurangan/kehabisan air anggur, dimana Yesus melalui kehadiran dan kuasaNya ~ isi tempayan itu dengan air sampai penuh dan merekapun mengisinya sampai penuh kemudian cedoklah ~ lihat pemimpin pesta itu menyiapkan anggur yang sudah bagus tetapi Yesus membuat anggur itu lebih bagus lagi anggur yang manis. Hadirkan anggur itu disetiap rumah tangga orang percaya. Berilah tempat untuk Yesus sebagaimana Yosua berjalan di rencana Tuhan, maka doa kita pasti dijawab oleh Tuhan. Inilah keberanian percaya, pasrah Ia akan mengabulkan doa kita ~ minta sesuai dengan kehendak Tuhan. Ketika kita membuat sesuatu perencanaan mulailah berkata kalau Tuhan berkenan. Jawaban doa yang luar biasa, doa menurut kehendak Tuhan. Ambilah waktu untuk Tuhan, Yesus jauh lebih mengerti. Andalkan Tuhan karena diberkatilah orang-orang yang mengandalkan Tuhan.