Showing posts with label Firman. Show all posts

Carilah Tuhan

Pembacaan Firman: Amos 5:4 

Tuhan memakai Amos untuk menyampaikan pesan Tuhan kepada Bangsa Israel agar mereka dapat hidup. Oleh karena kebejatan moral Bangsa Israel maka Tuhan menyatakan kuasanya untuk menghukum mereka. Akan tetapi walaupun demikian Tuhan begitu mengasihi mereka sehingga Tuhan mengirim Amos untuk menyampaikan pesan Tuhan agar supaya bangsa Israel dapat tetap hidup jika mereka tetap taat kepada Tuhan. begitu juga dengan kita jika kita taat kepada Tuhan maka kita akan hidup dan menyatakan kasih-Nya kepada kita. Marilah kita mencari Tuhan agar kita tetap hidup dan tidak terpengaruh dengan situasi disekitar kita. jika kita hidup dalam Tuhan maka Tuhan juga akan hidup di dalam kita (Amsal 8:35, Yoh 1:4.


2 (dua) kunci untuk mencari Tuhan :
1. Mencari Tuhan dengan segenap hati (Mazmur 119:10)
Mencari Tuhan berarti kita harus berusaha untuk mendapatkan-Nya. Carilah Tuhan dengan hati yang tulus dan sungguh-sungguh, Yeremia 29:13, Matius 15:8-9, 2 Timotius 3:5, Ratapan 3:14. Hampirilah hadirat Tuhan gara kita menerima dan merasakan jamahan Tuhan. carilah Tuhan dengan eribadah dan membangun rumah doa agar Tuhan tidak meninggalkan kita.

2. Selalu ada dalam jalan Tuhan (Ulangan 5:32, Yosua 1:7-9)
Jika kita dalam jalan Tuhan maka Tuhan akan membimbing kita dan menyertai, Mazmur 9:11, lbrani 11:6, Mazmur 34:4-5. Selagi Tuhan memberikan kesempatan maka pergunakanlah waktu itu. Pakailah hidup kita untuk kemuliaan nama Tuhan.

Merendahkan Diri

Pembacaan Firman: Mazmur 22:30 


Dalam pembacaan Alkitab saat ini dikatakan bahwa orang-orang sombong akan sujud kepada Tuhan. timbul satu pertanyaan yaitu bagaimana dengan orang-orang percaya?. Saat ini seperti yang dikatakan Firman Tuhan bahwa Tuhan sementara menundukan orang-orang sombong, Mazmur 78:8 dikatakan "direndahkan-Nya yang satu dan ditinggikan-Nya yang lain". Orang yang tidak menghargai waktu dan talenta yang Tuhan sudah berikan maka orang itu akan direndahkan-Nya. Sebagai oraang yang percaya kepada Tuhan maka kita harus siap untuk dapat ditinggikan oleh Tuhan. beberapa contoh dalam Alkitab mengenai orang-orang yang ditinggikan oleh Tuhan yaitu : Lukas 18:9-14 "orang Farisi dan Pemungut Cukai", pemungut cukai merendahkan diri di hadapan Tuhan maka ia dibenarkan dan ditinggikan oleh Tuhan. 1 Samuel 17:25,48-49 Keangkuhan Goliath yang dikalahkan oleh orang yang dipilih dan diurapi oleh Tuhan yaitu Daud. Orang benar akan menginjak-injak orang fasik. Keangkuhan Goliath dikalahkan oleh orang yang dianggap kecil yaitu Daud. Daniel 5:22-30 Raja Belsyazar meninggikan diri sehingga ia mati terbunuh. Yesaya 2:12-17 Tuhan telah menetapkan satu hari untuk menghukum orang-orang yang meninggikan diri.


Satu solusi bagi kita orang percaya kepada Tuhan adalah Yakobus 4:10 "Rendahkan Diri Kita Di Hadapan Tuhan". kita harus menyadari akan keberadaan diri kita yang berdosa dihadapan Tuhan. merendahkan diri berarti melakukan apa yang Tuhan mau. Jika kita merendahkan diri dihadapan Tuhan maka Roh Kudus akan menolong kita, Kuasa Allah akan dinyatakan, Allah akan bekerja dalam hidup kita dan kita akan menjadi anak Bapa. Kerendahan hati adalah pintu gerbang kita dapat melihat kemuliaan Tuhan. Amin

2 Macam Dasar

Pembacaan Firman: Lukas 6:46-49


"Mengapa kamu berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, padahal kamu tidak melakukan apa yang Aku katakan?
Setiap orang yang datang kepada-Ku dan mendengarkan perkataan-Ku serta melakukannya — Aku akan menyatakan kepadamu dengan siapa ia dapat disamakan —,
ia sama dengan seorang yang mendirikan rumah: Orang itu menggali dalam-dalam dan meletakkan dasarnya di atas batu. Ketika datang air bah dan banjir melanda rumah itu, rumah itu tidak dapat digoyahkan, karena rumah itu kokoh dibangun.
Akan tetapi barangsiapa mendengar perkataan-Ku, tetapi tidak melakukannya, ia sama dengan seorang yang mendirikan rumah di atas tanah tanpa dasar. Ketika banjir melandanya, rumah itu segera rubuh dan hebatlah kerusakannya."

Banyak hal yang Tuhan telah ajarkan dalam pasal 6 ini dan yang terakhir tentang dasar dari iman kita kepada Tuhan Yesus. Ada 2 kelompok orang yang sama-sama datang dan mendengar Firman Tuhan tetapi yang membedakan adalah yang satu datang mendengar dan melakukan Firman Tuhan dan yang kedua datang mendengar tetapi tidak melakukan Firman Tuhan. Inilah yang meniadi perbedaannya. Ayat 48, merupakan satu pondasi yang kuat, sama seperti pondasi kerohanian kita yang harus memiliki dasar yang benar dan kokoh. Dasar imam kerohanian kita adalah Tuhan Yesus Kristus. Dengan dasar yang kuat, kokoh maka bangunan kehidupan rohani kita dapat berdiri dengan kokoh. Jika bangunan rohani kita memiliki dasar yang kokoh maka sekalipun datang badai, banjir permasalahan maka kita akan tetap kuat berdiri dan tampil meniadi umat yang lebih dari pemenang. Orang yang mendengar tetapi tidak melakukanya maka ia tidak dapat mampu menghadapi persoalan hidup, ayat 49. karena tidak mempunyai dasar yang kuat maka walaupun persoalan hanya kecil saja maka ia akan menjadi lemah. Matius 7:24-27 perikopnya sama yaitu 2 macam dasar.


Yang dengar dan melakukan Firman Tuhan adalah orang yang bijaksana dan orang yang tidak melakukan firman maka ia adalah orang yang bodoh. Matius 25:113 tetang gadis gadis yang bikaksana dan yang bodoh. Tuhan Yesus mengumpamakan tetang gadis gadis yang bijaksana dan bodoh. Yang 5 memegang pelita tapi tidak mempunyai minyak, sedangkan yang 5 sisanya memiliki pelita dan minyak. Waktu sang mempelai datang maka 5 gadis yang ada persediaan minyak yang menyongsong dan masuk kedalam bersamasama mempelai. Dan 5 gadis yang tidak memiliki minyak tidak dapat masuk lagi. Kita harus berjaga-jaga sehingga kita dikategorikan yang bijaksana dan akan masuk kedalam bersamasama dengan Tuhan Yesus kristus. Yang bodoh pasti tidak akan sukses dan yang bijaksana pasti akan sukses. Orang yang melakukan kehendak Bapa akan masuk dalam keraiaan sorga. Kehendak Bapa yaitu semua Firman Tuhan. Masuk kedalam kelompok yang bijaksana adalah orang yang melakukan kehendak Bapa yaitu melakukan Firman Tuhan. Amin

Semakin Lama Semakin Kuat Didalam Tuhan

Pembacaan Firman: Mazmur 84:8
Mereka berjalan makin lama makin kuat, hendak menghadap Allah di Sion.

Biasanya jika kita semakin lama bekerja, beraktifitas, pasti tubuh kita menjadi lemah. Bangsa Israel berjalan makin lama makin kuat. Mengapa dan apa rahasia Bangsa Israel berjalan makin lama makin kuat? Ada 5 bagian rahasia Bangsa Israel yang berjalan makin lama makin kuat yaitu:


1. Mereka memiliki jiwa yang rindu memuliakan nama Tuhan, ayat 2. Bangsa Israel atau bani Korah memuliakan nama Tuhan dengan sunguh-sunguh. Kita dapat merubah gaya hidup kita yang harus memuliakan Tuhan dengan sunguh-sunguh. Muliakan Tuhan sampai hati kita hancur dan hadirat Tuhan turun. Persekutuan dengan Tuhan sangatlah penting bagi kita, inilah yang menjadi kekuatan bagi kita.
2. Melakukan kebenaran Firman Tuhan.
3. Mengandalkan Tuhan. Jangan kita melupakan mengandalkan Tuhan disetiap langkah awal disetiap apapun yang akan kita keriakan. Bangsa Israel selalu mengandalkan Tuhan disetiap apa yang akan mereka kerjakan. Dalam segala sesuatu Tuhan yang menentukan, andalkan Tuhan dalam segala sesuatu karena Tuhan itu baik. Iika kita mengandalkan Tuhan maka Tuhan tidak akan meninggalkan kita.
4. Mereka memiliki cara berpikir secara Rohani. Galatia 6:1, menjadi tugas kita karena kita menjadi contoh, Kisah 1:8.
5. Mereka hidup dalam kesucian dan kekudusan. lnilah kepercayaan Tuhan yang sangat luar biasa. Anak Tuhan dapat dikenal dimanapun ia pergi ialah karena perbuatannya. Tuhan mengangkat kita jika kita berkenan kepada Tuhan. Monyet mau‘ meninggalkan lucunya, gajah mati meninggalkan gadingnya, manusia mati meninggalkan namanya. Iaga kekudusan yang Tuhan berikan kepada kita.

Menjadi contoh bagi kita adalah bani Korah, Bangsa Israel.

Finishing Well

Pembacaan Firman: Yosua 11:21-23

"Pada waktu itu Yosua datang dan melenyapkan orang Enak dari pegunungan, dari Hebron, Debir dan Anab, dari seluruh pegunungan Yehuda dan dari seluruh pegunungan Israel. Mereka dan kota-kota mereka ditumpas oleh Yosua. Tidak ada lagi orang Enak ditinggalkan hidup di negeri orang Israel; hanya di Gaza, di Gat dan di Asdod masih ada yang tertinggal. Demikianlah Yosua merebut seluruh negeri itu sesuai dengan segala yang difirmankan TUHAN kepada Musa. Dan Yosuapun memberikan negeri itu kepada orang Israel menjadi milik pusaka mereka, menurut pembagian suku mereka. Lalu amanlah negeri itu, berhenti dari berperang."

Ada begitu banyak orang menyelesaikan suatu pekerjaan tetapi tidak dengan sempurna. Yosua orang yang dipersiapkan Tuhan untuk memimpin orang Israel untuk masuk ke tanah Kanaan. Yosua dipersiapkan oleh Tuhan untuk berperang dan untuk mencapai negeri yang dijanjikan itu. Seperti Yosua, Tuhan menginginkan kita untuk meraih tujuan hidup yang baik maka kita harus berperang dalam segala hal untuk mencapai cita-cita kita. Jika kita ingin meraih keberhasilan maka kita harus:

  1. Merencanakan segala sesuatu dengan baik
  2. Melewati proses yang akan membawa kita tetap kuat.
  3. Finishing atau menyelesaikan segala sesuatu yang telah kita rencanakan, kerjakan dengan sempurna.



Ayat 21 "...mereka dan kota-kota mereka ditumpas oleh Yosua". bangsa Israel menjadi kuat karena hati Tuhan ada bersama dengan mereka. Bangsa Israel terikat dengan perjanjian Tuhan untuk menyertai mereka. Ayat 22 "Tidak ada lagi orang Enak ditinggalkan hidup di negeri orang Israel, hanya di Gaza, di Gat dan di Asdod masih ada yang tertinggal". Karena hal inilah yang dikemudian hari menjadi masalah bagi Bangsa Israel

Sangat berbahaya jika kita melakukan segala sesuatu akan tetapi tidak menyelesaikan dengan sempurna. Jika melakukan suatu pekerjaan lakukanlah dan selesaikan dengan sempurna, jangan meremehkan hal-hal yang kecil yang kita tinggalkan. Yosua melakukan pekerjaan yang diperintahkan Tuhan akan tetapi tidak "Finishing Well" atau menyelesaikan dengan tidak sempurna. Kota Gaza turunan orang Enak, dahulu Filistin merupakan musuh, hama bagi Bangsa Israel. Jika melakukan segala sesuatu pekerjaan, kerjakanlah sampai selesai, tuntas (Finishing Well) sehingga tidak menimbulkan masalah  dikemudian hari. Pengkhotbah 7:9, Akhir suatu hal lebih baik dari pada awalnya. Yang paling penting kita harus mengakhiri dengan sempurna. Finishing Well, jika kita telah memulai suatu pekerjaan; apakah kita mengakhiri dengan baik atau buruk ?. salah satu tujuan hidup kita adalah serupa dengan Kristus, Filipi 2:5, Efesus 4:15. Yohanes 19:28-30,..."it is finished".

Menjaga Ucapan

Pembacaan Firman Mazmur 39:2


"Aku hendak menjaga diri, supaya jangan aku berdosa dengan lidahku,"

Setiap kita pasti mengharapkan janji-janji Tuhan yang tertulis dalam Alkitab tergenapi dalam hidup kita meski hal itu membutuhkan proses penantian; dalam menantikan janji Tuhan tersebut mungkin kita mengalami pergumulan yang tidak mudah: masalah, kesesakan, situasi, keadaan sulit acapkali melemahkan iman dan membuat kita kehilangan fokus, padahal kita butuh iman yang teguh dan juga tindakan sebagai langkah iman.

Habakuk mengalami situasi yang buruk dan berada di tengah-tengah keadaan yang tidak pasti, dimana pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan, kambing domba terhalau dari kurungan, dan tidak ada lembu sapi dalam kandang. Secara manusia tidak ada harapan! Jadi sebenarnya Habakuk punya alasan untuk menjadi lemah, kecewa dan putus asa, namun ia tetap menaruh pengharapan kepada Tuhan. Hal yang sama dilakukan Daud saat Ziklag terbakar, dimana ia tetap "...menguatkan kepercayaannya kepada Tuhan, Allahnya." (1 Samuel 30:6b).

Kita harus menyadari bahwa untuk dapat menerima janji Tuhan dibutuhkan tindakan dari pihak kita, sebab "Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati." (Yakobus 2:17), karena "...iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna." (Yakobus 2:22). Maka kita harus melakukan sesuatu yang sesuai dengan kehendak Tuhan. Mungkin saja keadaan di sekitar kita begitu buruk, tidak ada sesuatu pun yang baik nampaknya, tapi kita harus tetap percaya kepada Tuhan dan melangkah dengan iman.



Kita pun harus bisa menjaga sikap kita sembari menantikan janji Tuhan tersebut, antara lain menjaga lidah atau ucapan kita. Lidah memegang peranan yang sangat penting dalam hidup seseorang, "Demikian juga lidah, walaupun suatu anggota kecil dari tubuh, namun dapat memegahkan perkara-perkara yang besar." (Yakobus 3:5a). Banyak orang Kristen tidak menyadari akan hal ini. Akibatnya kita mudah sekali memperkatakan hal-hal yang buruk dan negatif. Alkitab dengan tegas menyatakan, "Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya akan memakan buahnya." (Amsal 18:21).

Ketika apa yang kita harapkan tidak menjadi kenyataan seringkali yang keluar dari mulut kita adalah kata-kata negatif sebagai ungkapan rasa kesal, kecewa dan marah. Berhati-hatilah, sebab ucapan kita ibarat benih, suatu saat akan tumbuh, berkembang dan menghasilkan buah. Ada tertulis: "Perut orang dikenyangkan oleh hasil mulutnya, ia dikenyangkan oleh hasil bibirnya." (Amsal 18:20). Pilihan ada ada kita: memperkatakan yang baik atau buruk. Bila sampai hari ini kita belum melihat yang baik janganlah bersungut-sungut atau mengomel, tetap perkatakan yang positif, maka yang positif itu akan mempengaruhi pikiran dan tindakan kita. Begitu pula sebaliknya! Karena itu "Hendaklah kata-katamu senantiasa penuh kasih, jangan hambar, sehingga kamu tahu, bagaimana kamu harus memberi jawab kepada setiap orang." (Kolose 4:6).

Sebagai orang percaya kita memiliki kuasa perkataan yaitu perkataan di dalam nama Yesus. Itu bukanlah perkataan biasa, melainkan perkataan yang mengandung kuasa dahsyat bila diucapkan dengan iman, "...bahwasanya seperti yang kamu katakan dihadapan-Ku, demikianlah akan Kulakukan kepadamu." (Bilangan 14:28). Ini berarti Tuhan akan mengerjakan apa yang kita perkatakan. Jika Tuhan yang melakukan, tidak ada yang mustahil, karena Ia sanggup menjadikan yang tidak ada menjadi ada. Namun kadang yang kita lihat dan alami justru sebaliknya, yaitu kesulitan demi kesulitan. Jangan berkecil hati, percayalah dan terus perkatakanlah, maka seperti Tuhan menggenapi janjiNya kepada Yusuf, hal yang sama akan dilakukanNya bagi kita.

Sebesar apapun persoalan kita hari-hari ini jangan sampai menyurutkan iman kita sehingga kita tidak berani berkata-kata positif. Perkatakanlah firman setiap hari, maka kuasa Tuhan akan bekerja dalam hidup kita. Sesuatu yang luar biasa pasti akan terjadi! "...tetapi percaya, bahwa apa yang dikatakannya itu akan terjadi, maka hal itu akan terjadi baginya." Markus 11:23

Mengasihi Tuhan Allahmu: Melakukan KekendakNya!

Pembacaan Firman Matius 22:37 

"Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu."



Melakukan KehendakNya


Adalah mudah bagi setiap orang Kristen untuk mengatakan bahwa dirinya mengasihi Tuhan. Namun dalam prakteknya tidaklah semudah yang dikatakan. Mengasihi Tuhan harus diwujudkan dengan perbuatan atau tindakan nyata. Tuhan berkata "barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Akupun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya." (Tohanes 14:21). Tanda utama yang membuktikan bahwa seseorang mengasihi Tuhan adalah ketika ia hidup dalam ketaatan. Karena itu setiap anak Tuhan harus giat mengembangkan hubungan secara pribadi dengan Tuhan. Membangun keintiman dengan Tuhan adalah langkah awal untuk mengasihi Tuhan. Semakin kita intim dengan Tuhan semakin kita mengenal pribadiNya dan semakin kita dikenal oleh Tuhan seperti tertulis, "Tetap orang yang mengasihi Allah, ia dikenal oleh Allah." (1 Korintus 8:3). Namun ada tercatat demikian: "Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan asuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kamu bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!" (Matius 7:21-23) Orang yang bernubuat, mengusir setan dan mengadakan mujizat bukanlah orang Kristen biasa atau jemaat awam, tapi sudah terlibat dalam pelayanan atau hamba Tuhan yang memiliki jam terbang pelayanan sangat tinggi. Tapi Tuhan menegaskan bahwa Ia tidak mengenal mereka.

Ternyata keaktifan seseorang dalam melayani pekerjaan Tuhan tidak menjamin bahwa ia dikenal oleh Tuhan secara pribadi, bila ia sendiri tidak hidup dalam ketaatan dan melakukan kehendakNya.

Mendengarkan Firman Tuhan

Pembacaan Firman: Ibrani 2: 1-4

“Karena itu harus lebih teliti kita memperhatikan apa yang telah kita dengar, supaya kita jangan hanyut dibawa arus” Ibrani 2:1

Pembacaan Firman diatas menegaskan kita untuk lebih teliti dalam mendengarkan. Lalu apa yang hendaknya kita dengarkan ? dalam konteks ini adalah mendengarkan Firman Tuhan dengan sungguh-sungguh dan teliti. Mengapa Firman Tuhan itu patut kita dengarkan dengan teliti ?
mendengarkan Firman Tuhan
sumber gambar pixabay.com

1.    Karena Tuhan kita adalah Tuhan yang suka berbicara, sehingga sudah sepantasnyalah kita sebagai Anak Tuhan memiliki kebiasaan senang mendengarkan suara Tuhan. Dalam kehidupan sehari hari ketika seseorang sedang bicara dia menginginkan agar teman bicaranya mendengarkan, pernahkah kita bicara dengan orang lain kemudian tidak didengarkan ? bagaimana perasaan kita ? Tuhan akan senang jika anak-anaknya senang mendengarkan Firman Tuhan.

2.    Karena Firman Tuhan memiliki kekuatan yang luar biasa. Dalam Ibrani 4:12 dikatakan Firman Allah hidup dan kuat, menjadikannya penting bagi kita untuk serius terhadapnya. Sebab melalui Firman Tuhan orang percaya dapat dikuatkan.

3.    Karena Iman timbul dari pendengaran (Roma 10:17). Jelas dikatakan bahwa melalui kita mendengarlah iman akan timbul. Apa yang kita dengarkan ? Firman Kristus. Sering-seringlah kita mendengarkan Firman, sebab melalui Firmanlah iman kita dapat dibangun.

Terakhir, mengapa kita harus sungguh-sungguh mendengarkan Firman Tuhan dengan teliti, adalah karena melalui Firman Tuhanlah kita dapat melawan arus dunia (supaya kita jangan hanyut dibawa arus). Kehidupan dalam dunia semakin hari semakin jahat, orang-orang seakan tidak takut lagi dengan dosa. Hidup dengan segala kefanaannya, menyeret begitu banyak Anak Tuhan kedalam arus dunia. Melawan arus dunia tidaklah mudah, godaan-godaan dunia berusaha membuat Anak Tuhan jauh dari Tuhan. 

Bagaimana kita sebagai orang Kristen dapat bertahan ditengah ajakan teman-teman disekitar, ditengah masalah hidup yang begitu berat ? bagaimana mempertahankan hidup kita berkenan bagi Tuhan sementara dunia sudah semakin jahat ? bukan dengan kemampuan kita, bukan dengan kekuatan kita sendiri, namun adalah dengan kita “Mendengarkan Firman Tuhan”. Melalui Firman Tuhan kita dapat melawan arus dunia. Hanya ikan yang mati yang akan terbawa arus, kita adalah ikan yang hidup oleh pendengaran dan pemahaman akan Firman Tuhan. Kita dapat mengalahkan arus dunia dan menjadi terang Tuhan dimanapun kita berada asalkan kita dengan Teliti dan sungguh-sungguh mendengarkan Firman Tuhan.

Tuhan Memberkati

Mendengarkan Dengan Kedua Telinga

Pembacaan Firman: Keluaran 15:26

“Firmannya: ‘Jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan suara Tuhan, Allahmu, dan melakukan apa yang benar dimataNya, dan memasang telingamu kepada perintah-perintahNya dan tetap mengikuti segala ketetapanNya, maka Aku tidak akan menimpakan kepadamu penyakit manapun, yang telah Kutimpakan kepada orang Mesir; sebab Akulah Tuhanlah yang menyembuhkan engkau.”

Mendengar merupakan permulaan dari pengenalan kita akan Tuhan. Pada banyak ayat Alkitab, disebutkan betapa pentingnya seseorang yang mendengarkan Firman Tuhan, sebab sebelum seseorang melakukan Firman, terlebih dahulu Firman itu didengarkan. Bagaimana cara kita mendengar mengambil peranan penting dalam kehidupan kekristenan.
mendengarkan
sumber gambar pixabay.com
Apa yang kita dengar, akan menentukan hasil yang akan kita raih dimasa depan. Kalau kita mendengar berita hanya sepotong-sepotong maka hal itu akan menghasilkan persoalan. Demikian juga dalam kita mendengar Firman Allah harus dengan menggunakan kedua telinga kita (dengan utuh). Karena, banyak kegagalan terjadi di jemaat karena tidak mendengar Firman Allah dengan sungguh-sungguh.

Kata sungguh-sungguh mendengar dalam Friman Allah dalam bahasa Ibrani yaitu: Sha’Mah yang artinya mendengar dengan menggunakan telinga kanan dan kiri dan yang terdengar itu adalah Firman Allah. Kalau kita rindu menerima berkat-berkat Tuhan mari kita mendengar sungguh-sungguh Firman Allah.

Syarat untuk menerima janji Tuhan lewat mendengar:
-   Apa yang kita dengar, perhatikan baik-baik. Sehingga Firman Allah menjadi rhema bagi kita.
-  Sungguh-sungguh mendengar Firman Allah. (Amsal 4:20) arahkan telinga artinya mencondongkan atau memiringkan telinga sebagai tanda kita menghormati Firman Allah.

Hidup kita tergantung Firman Allah, keberhasilan kita tergantung kepada Firman Allah, dan mujizat terjadi ditentukan oleh Firman Allah. Kalau kita memberi perhatian secara khusus terhadap Firman Allah, maka kita akan beria-ria didalamnya. Lewat Firman Allah iman percaya kita akan diteguhkan (Roma 10:17).

Dalam keadaan apapun, mari kita belajar mendengar dengan menggunakan kedua telinga kita dan berita yang kita dengar jangan hanya sekedar lewat saja, Semakin kita mendengarkan Friman Allah, semakin kita dikayakan, semakin kemuliaan Allah dinyatakan bagi kita.

Mendengar dan memperhatikan Friman Allah dapat membuat kita disebut:
-    Orang yang mengasihi Allah
-    Orang yang memiliki iman

Dengar Firman Allah sungguh-sungguh, masukan didalam hati serta lakukan, maka Allah akan memberikan hujan untuk tanahmu pada masanya, hujan awal dan hujan akhir sehingga kita hidup dalam kelimpahan dan usaha, profesi, pekerjaan atau apapun yang kita lakukan akan diberkati.

Tuhan Memberkati

Gereja Yang Benar dan Yang Sesat

Pembacaan Firman: Kejadian 13: 10,18

Dari Kejadian hingga Wahyu kita dapat menemukan 2 kekuatan besar yang saling berkompetisi untuk memenangkan pertandingan yaitu kekuatan yang bernama baik dan jahat, yang benar dan sesat. Cikal bakal gereja yang benar dan gereja yang sesat dimulai dari peristiwa Kain dan Habel (Kej 4:1-16). Pada saat itu Kain mempersembahkan sebagian hasil tanah itu kepada Tuhan sebagai korban persembahan. Habel juga mempersembahkan korban dari anak sulung kambing dombanya, yakni lemak-lemaknya; maka Tuhan mengindahkan Habel dan persembahannya itu, tetapi Kain dan persembahannya itu tidak diindahkannya. Kain memberi tidak dengan tulus hati sedangkan Habel memberikan yang terbaik sehingga Tuhan berkenan kepada Habel.

Inilah cikal bakal berdirinya 2 kekuatan gereja yaitu gereja yang baik (Habel) dan gereja yang sesat (Kain). Gereja kain adalah gereja yang penuh iri hati, sedangkan gereja Habel adalah gereja yang tulus hati memberikan yang terbaik untuk Tuhan. Contoh lain dari gereja yang baik dan gereja yang sesat adalah gereja Abraham dan gereja Lot. Gereja Abraham adalah gereja yang dengar-dengaran dan gereja yang mau membangun mezbahnya.
sumber gambar pixabay.com
Abraham ketika di suruh keluar dari negerinya ke tempat yang telah disiapkan Tuhan, Ia tidak complain, Ia pergi seperti yang difirmankan Tuhan kepadanya. Ia begitu dengar-dengaran kepada Tuhan (Kej 12:1-4). Dengar-dengaran lebih baik dari korban sembelihan (I Samuel 15:22). Abraham telah belajar taat kepada Tuhan. Mari kita belajar taat kepada Tuhan dan janji berkatNya menjadi milik kita. Sehingga kita menjadi gereja Tuhan yang dilindungi dan dipelihara oleh Tuhan. Abraham diberkati Tuhan dengan berkat yang melimpah, karena Ia dengar-dengaran dan melakukan apa yang diFirmankan Tuhan.

Orang yang berbahagia Ialah mereka yang mendengarkan Firman Allah dan yang memeliharanya (Lukas 11:28). Kalau kita suka memelihara Friman Allah kita akan bahagia dan akan melihat kehidupan yang dijanjikan Allah bagi kita (Yohanes 5:24). Jika kita suka memelihara Firman, kita tidak akan meninggalkan jam-jam ibadah. Peliharalah Firman dalam hidup kita agar kita tidak mudah disesatkan.

Abraham adalah orang yang suka membangun mezbahNya (Kejadian 12:7-8). Semakin jauh Ia berjalan semakin Ia membangun mezbahnya. Bangunlah selalu mezbah doa kita kepada Tuhan. Karena doa membuat sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin. Doa dapat mengatasi kemustahilan, doa sanggup merubah segala sesuatu. Seperti halnya Hizkia yang divonis akan mati oleh Tuhan, namun berkat doanya membuat hati Allah tertarik sehingga Ia disembuhkan dan ditambahkan usianya 15 Tahun oleh Tuhan (2 Raja-Raja 20:1-11).

Doa adalah ketika kita mengikatkan diri kepada Tuhan, seperti anak ayam yang berlindung kepada induknya. Doa membuat kita menyatu dengan Tuhan dan diimani bahwa apa yang kita sampaikan kepada Tuhan dijawab oleh Tuhan. Jangan nanti ada masalah baru kita datang kepada Tuhan. Doa harus menjadi kehidupan kita. Hiduplah selalu dalam doa, tingkatkan doa kita sehingga akan membuat kita semakin bertumbuh dan kemuliakan Tuhan akan nyata dalam hidup kita (Wahyu 12:1).
Tuhan Memberkati

Bangkitnya Murka Allah

Pembacaan Firman : Yesaya 51 : 25

Kejahatan manusia di muka bumi telah naik dihadapan Tuhan dan ketika manusia tidak mau bertobat Allah datang dengan Firman-Nya. Bencana-bencana yang terjadi seperti : tsunami menandakan murka Allah telah bangkit karena manusia tidak lagi melakukan kehendak-Nya. Ketika murka Allah bangkit terhadap umat-Nya : diacungkan tangan-Nya terhadap mereka dan dipukul-Nya mereka; gunung-gunung akan gemetar, dan mayat-mayat mereka akan seperti kotoran ditengah jalan. Sekalipun semuanya ini terjadi, murka-Nya belum surut dan tangan-Nya masih teracung.

Nabi Yesaya menubuatkan bahwa kegoncangan hebat akan terjadi pada saat kedatangan Yesus ke 2 kalinya. Manusia akan dilanda kegelisahan, ketakutan yang hebat karena Allah datang dengan murka-Nya yang hebat. Ia datang dengan pedang-Nya untuk memisahkan kambing dan domba. Pada saat itu meskipun manusia ingin mati tetapi tidak bisa ( Yesaya 34 : 1-5 ).

Jika kita ada sampai saat ini, karena Tuhan benar-benar mengasihi kita. Firman Allah berkata jangan takut dengan segala yang kita lihat terjadi disekitar kita karena Allah ada di dalamnya, kota itu tidak akan goncang ; Allah akan menolongnya ( Mazmur 46 : 4 ).
ledakan
sumber gambar pixabay.com
Israel adalah pokok dari pohon zaitun sejati dan ketika mereka tidak percaya kepada Allah maka Ia membuka pintu lebar-lebar bagi orang yang percaya kepada-Nya untuk menerima anugrah keselamatan-nya. Jadi kita adalah cabang yang ditempelkan / dicangkokkan kepokoknya yaitu bangsa Israel. Apabila mereka tetap dalam ketidakpercayaan mereka, maka akan dipotong oleh Allah. Sedangkan pokoknya saja akan dipotong apalagi kita yang hanya ditempelkan pada pokonya    (Roma 11 : 22).

Segala yang kita miliki yaitu kekayaan, kepintaran, keberhasilan, dalam hidup ini adalah kemurahan Tuhan. Kita tidak mampu membalas kasih karunia Allah. Karena itu kita harus senantiasa bersyukur kepada Tuhan ( Mazmur 116 : 12-13 ). Keselamatan yang Tuhan sudah anugrahkan kepada kita jangan sampai hilang.

Musa tidak bisa masuk ketanah kanaan karena ia teledor dengan mulutnya. Ia mengeluh, marah kepada Tuhan sehingga saat Tuhan menyuruh ia berkata kepada bukit batu, tetapi ia memukul bukit batu itu dengan tongkat dan membangkitkan murka Allah.  Akibatnya Musa tidak dapat mewarisi tanah perjanjian yaitu Kanaan yang berlimpah susu dan air madu. Kalau Tuhan mangasihi kita, Ia menghajar kita supaya kita kuat di dalam Dia. Dia akan membawa kita kuat dalam naungan-Nya sehingga kita lupa dengan yang terjadi disekitar kita. Karena itu dekatlah dengan Tuhan dan Ia akan memberi kita ketenangan dalam hidup kita.

Adapun yang terjadi pandang saja pada kepada Yesus. Karena sebaik-baiknya kita, tidak semua orang menyukai kita. Yesus saja punya 1 orang yang menyangkal Dia yaitu Petrus dan 1 orang murid yang menjual Dia yaitu Yudas. Jangan biarkan kekecewaan meliputi kita, karena itu akan membangkitkan murka Allah. Dunia yang tua semakin hari semakin jahat, tetapi orang benar semakin benar.

Untuk meraih perlindungan, Pemeliharaan Allah turutilah kebenaran Firman Allah, turuti aturan Allah seperti beribadah, berdoa ,dll. Kita harus mengambil bagian dalam penderitaan Yesus. Penganglah Firman Allah dan keselamatan yang Tuhan sudah berikan jangan sampai diambil orang atau kita jual ( Wahyu 3 : 10-11 ). Jangan takut dan kecewa dengan apa yang yang terjadi disekitar kita karena Tuhan adalah pelindung kita. Ia akan melindungi kita dari hari pencobaan yang akan datang atas seluruh dunia untuk mencobai mereka yang diam dibumi.

TUHAN MEMBERKATI

Hidup Dengan Firman Allah

Pembacaan Firman (Matius 4:4 )

Yesus menjawab : “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja tetapi firman yang keluar dari mulut Allah.” Fariasi kehidupan beragam ada saatnya kita hidup dalam kelemahan, penderitaan, tidak berdaya artinya yang tidak mengenakkan, tetapi nantinya janji Allah ada mujizat dan kekuatan, Anugrah yang begitu indah apapun yang kita hadapi Tuhan tidak akan pernah membiarkan engkau. Allah berjanji tidak akan meninggalkan kita, membentengi, melindungi, memelihara, menjaga bahkan menyembuhkan kita (sebagai contoh : kemurahan Tuhan benar adanya dokter bisa saja salah mendiagnosa saat kita sakit, tetapi Allah kita tidak pernah salah, keliru, karena Dia tahu apa yang terbaik). Sebagaimana kita tahu perjalanan bangsa Israel – mereka berputar-putar naik gunung yang sama selama 40 tahun. Allah menguji apakah mereka sungguh-sungguh di dalam Dia. Ada saatnya  Allah buat kamu lapar – makan mana yang mreka tidak kenal – tetapi itulah yang dilakukan Tuhan. Supaya kamu mengerti manusia hidup bukan dari roti saja tetapi oleh Firman. Nah kebutuhan Rohani hanya dapat dipenuhi ketika kita dengar Firman.

Yeremia 15 : 16 Yeremia menyaksikan kebenaran Firman Allah, setiap dia mendengar dia menikmatinya, merasakan kebaikan Allah, membuat dia kegirangan dan bersuka hati. Yang menjadi pertanyaan apakah kita juga saat mendengar Firma ada sukacita ataukan kita merasa bahwa Firman itu tidak cocok/pas dengan kita ? sehingga jelas Firman katakan manusia hidup bukan dengan roti saja tetapi Firman yang keluar dari mulut Allah.
Firman Allah
sumber gambar pixabay.com
Orang-orang yang hidup dalam Firman Allah, ada dalam naungan Firman, menikmati pintu-pintu kesempatan terus meraih kesempatan yang lebih besar lagi. Tuhan mau kita bertambah, bukan biasa-biasa saja trus dan trus Dia akan membawa kita pada suatu hal yang luar biasa. Ketika kita menikmati Firman Allah ada suatu kerinduan hidup dalam kemurahan Tuhan, maka kita akan merasakan suatu pengalaman yang indah yang akan diberikan oleh Tuhan kita Yesus Kristus.

Ketika kita jumpa dengan Yesus ada sukacita. Hati yang gembira adalah obat hati yang senang ciptakan sukacita itu terus dan terus setiap saat. Saat ini sepertinya ucapan syukur sudah mulai bergeser dari hakikinya tidak mengarah pada kesibukan dengan Tuhan tetapi terarah pada kesibukan jasmani yang hanya sementara. 

2 Korintus 4 : 16-18 tidak tawar hati manusia lahiriah semakin merosot, bagaimana mau merosot sebagai contoh : orang Minahasa ketika ada ucapan syukur makan/minum disini, terus disana dan seterusnya secara bergantian, yang kelihatan itu adalah sementara tapi yang tidak kelihatan adalah kekal. Mazmur 90:10 masa hidup 70 tahun jika kuat 80 thun dst… itulah kehidupan namanya sementara – jasmani – tidak kelihatan – kekal dia akan sampai kesorga. Tidaklah salah memenuhi kebutuhan jasmani memelihara tubuh initapi harus seimbang dengan kebutuhan Rohani.

Matius 10 : 28 Jangan kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh tetapi takutlah kepada Dia yang berkuasa membinasakan jiwa dan tubuh. Tubuh bisa binasa hanya sementara tetapi Rohani tidak bisa dibinasakan oleh siapapun kekal kecuali Yesus. Sehingga ketika kita memenuhi kebutuhan fisik jangan lupa kebutuhan Rohani harus terpenuhi. Dengar Firman – nikmati –akan berbahagia –ikutilah setiap ibadah-ibadah yang sudah terjadwal.

Matius 11 : 28 Marilah kepadaku semua yang letih, lesu dan berbeban berat aku akan memberikan kelegaan bagimu. Kalau ingin bersukacita jangan pisahkan diri dengan kebenaran Firman undangan yang tertulis, ketika sakit Dia sembuhkan karena kita ada tanda kepemilikan Tuhan. Setiap kita dengar Firman timbulkan didalam diri ini ada kerinduan memiliki pengalaman yang indah bersama Yesus perlu dirasakan dan dinikmati.

Kita perkaya hidup dengan Firman Allah kita akan jumpa dengan Tuhan, Pesta Rohani bersama Tuhan untuk selama-lamanya.

TUHAN MEMBERKATI.