Showing posts with label Keberhasilan. Show all posts

2 Macam Dasar

Pembacaan Firman: Lukas 6:46-49


"Mengapa kamu berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, padahal kamu tidak melakukan apa yang Aku katakan?
Setiap orang yang datang kepada-Ku dan mendengarkan perkataan-Ku serta melakukannya — Aku akan menyatakan kepadamu dengan siapa ia dapat disamakan —,
ia sama dengan seorang yang mendirikan rumah: Orang itu menggali dalam-dalam dan meletakkan dasarnya di atas batu. Ketika datang air bah dan banjir melanda rumah itu, rumah itu tidak dapat digoyahkan, karena rumah itu kokoh dibangun.
Akan tetapi barangsiapa mendengar perkataan-Ku, tetapi tidak melakukannya, ia sama dengan seorang yang mendirikan rumah di atas tanah tanpa dasar. Ketika banjir melandanya, rumah itu segera rubuh dan hebatlah kerusakannya."

Banyak hal yang Tuhan telah ajarkan dalam pasal 6 ini dan yang terakhir tentang dasar dari iman kita kepada Tuhan Yesus. Ada 2 kelompok orang yang sama-sama datang dan mendengar Firman Tuhan tetapi yang membedakan adalah yang satu datang mendengar dan melakukan Firman Tuhan dan yang kedua datang mendengar tetapi tidak melakukan Firman Tuhan. Inilah yang meniadi perbedaannya. Ayat 48, merupakan satu pondasi yang kuat, sama seperti pondasi kerohanian kita yang harus memiliki dasar yang benar dan kokoh. Dasar imam kerohanian kita adalah Tuhan Yesus Kristus. Dengan dasar yang kuat, kokoh maka bangunan kehidupan rohani kita dapat berdiri dengan kokoh. Jika bangunan rohani kita memiliki dasar yang kokoh maka sekalipun datang badai, banjir permasalahan maka kita akan tetap kuat berdiri dan tampil meniadi umat yang lebih dari pemenang. Orang yang mendengar tetapi tidak melakukanya maka ia tidak dapat mampu menghadapi persoalan hidup, ayat 49. karena tidak mempunyai dasar yang kuat maka walaupun persoalan hanya kecil saja maka ia akan menjadi lemah. Matius 7:24-27 perikopnya sama yaitu 2 macam dasar.


Yang dengar dan melakukan Firman Tuhan adalah orang yang bijaksana dan orang yang tidak melakukan firman maka ia adalah orang yang bodoh. Matius 25:113 tetang gadis gadis yang bikaksana dan yang bodoh. Tuhan Yesus mengumpamakan tetang gadis gadis yang bijaksana dan bodoh. Yang 5 memegang pelita tapi tidak mempunyai minyak, sedangkan yang 5 sisanya memiliki pelita dan minyak. Waktu sang mempelai datang maka 5 gadis yang ada persediaan minyak yang menyongsong dan masuk kedalam bersamasama mempelai. Dan 5 gadis yang tidak memiliki minyak tidak dapat masuk lagi. Kita harus berjaga-jaga sehingga kita dikategorikan yang bijaksana dan akan masuk kedalam bersamasama dengan Tuhan Yesus kristus. Yang bodoh pasti tidak akan sukses dan yang bijaksana pasti akan sukses. Orang yang melakukan kehendak Bapa akan masuk dalam keraiaan sorga. Kehendak Bapa yaitu semua Firman Tuhan. Masuk kedalam kelompok yang bijaksana adalah orang yang melakukan kehendak Bapa yaitu melakukan Firman Tuhan. Amin

Keberanian Untuk Bertindak

Pembacaan Firman: 2 Timotius 1:7 

Ada 3 hal yang dapat kita lihat dari kuasa bertindak yaitu Roh yang memberi kekuatan, kasih dan ketertiban. Saat ini kita akan mendalami Roh yang memberi kekuatan. Roh yang memberi kekuatan. Kata "kekuatan" dalam bahasa Yunani berarti "Dunamis", dalam bahasa lnggris berarti "Power" dan diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia berarti " kekuatan, keberanian, kuasa". Dalam Kitab Markus 4:16 kata "Dunamis" diartikan sebagai Kuasa untuk melakukan mijizat. Dalam Kisah Para Rasul 1:8 dikatakan kita akan menerima kuasa jika Roh Kudus turun. Tuhan sudah memberikan Kuasa Roh Kudus kepada gereja dan kuasa inilah yang menyertai para Rasul dalam memberitakan Firman Tuhan (Kisah Para Rasul 321-10), Begitu besar kuasa yang diberikan Tuhan kepada murid-muridnya untuk memberitakan kebenaran Firman Tuhan seperti Petrus diberikan kuasa yang besar untuk menyembuhkan orang lumpuh sehingga dengan kuasa inilah nama Tuhan boleh dipermuliakan. Kuasa yang sangat besar ini sudah diberikan Tuhan kepada kita gereja yang benar-benar berharap dan hidup sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan.


Dalam menghadapi persoalan hidup yang kita temui sehari-hari maka kita diingatkan untuk berharap pada kuasa Tuhan. Kalau kuasa itu ada maka kita akan dibentuk dan diarahkan untuk berjalan dalam Tuhan. Dalam menghadapi masalah yang teramat besar sekalipun maka buatlah hati kita gembira karena sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan mengatakan bahwa hati yang gembira adalah obat yang memberikan semangat untuk tetap bertahan dan disaat ada kegembiraan ditengah-tengah permasalahan maka disitulah Tuhan senang dan dengan demikian kita mendapatkan pertolongan dari Tuhan. Rahasia Kekuatan (Dunamis) adalah "Urapan" Roh Kudus. Dalam kitab 1 Samuel 16:12-13 menuliskan tentang urapan Daud. Kuasa itu diberikan Tuhan kepada raja Daud dan dengan kuasa itulah Daud dapat mengalahkan semua lawannya. Gereja tidak boleh meninggalkan Urapan karena Urapan adalah rahasia kemenangan gereja.

Urapan Roh Kudus menghasilkan karunia-karunia, bakat-bakat dan kesanggupan [Keluaran 35:30-35, 1 Korintus 12:1-31). ltu semua merupakan pemberian Tuhan kepada kita dan hal ini bukan karena kemampuan kita untuk mendapatkannya tetapi hanya karena kemurahan-Nya. Sehingga kita diminta untuk berserah kepada Tuhan dan meminta kepada Nya untuk kita dapat mengerti rencana dan kehendak Tuhan dalam hidup kita.

Dibuang Untuk membawa Kesejahteraan

Pembacaan Firman: Yeremia 29:7

"Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu."

Kata "dibuang" tentunya seperti berkonotasi tidak baik dan tidak disukai oleh siapapun. Sesuatu yang "dibuang" tentunya suatu hal yang dianggap tidak berguna dan sudah tidak dibutuhkan lagi. Umat Israel berada dalam pembuangan, namun Firman Tuhan berkata tetap usahakan kesejahteraan dimanapun kamu berada sekalipun dalam "pembuangan", dan menjalani proses ini tentulah tidak mudah. Ada satu contoh sesuatu barang yang dibuang yaitu biji rambutan. Setelah habus dimakan dan dibuang ternyata sebuah biji rambutan dapat bertumbuh dan pada suatu kelak akan menjadi sangat berguna ketika telah menjadi pohon yang besar dan berbuah. Ini salah satu contoh "dibuang membawa kesejahteraan". Dimanapun kita jika kita membawa kesejahteraan di tempat itu maka tempat itu akan menjadi sejahtera dan tentunya akan menjadi kesejahteraan buat kita juga. Mungkin kita merasa "dibuang" di tempat kita berada saat ini, seperti tempat kerja kita, maka kita harus berusaha membawa kesejahteraan ditempat itu, Dimanapun kita berada jika kita membawa kesejahteraan di tempat itu maka Tuhan akan memberkati kita pula. Bagaimana kita membawa kesejahteraan itu, yaitu:

1. Jangan malas dan tetap berusaha. Dimanapun kita telah ditempatkan maka bawalah dan berbuatlah sejahtera di tempat itu dengan tetap berusaha jengan menyerah pada keadaan.
2. Berdoa. Doa akan menjadi kekuatan kita untuk tetap kuat melayani Tuhan. Melalui doa maka iman kita dapat dikuatkan.
3. Pegang Teguh Janji Tuhan. Seperti sebuat biji rambutan yang perlu waktu dan proses untuk bertumbuh, bersabarlah. Janji Tuhan adalah pasti dan akan ditepati. Tuhan akan memberikan apa yang telah dinajikannya kepada kita.
4. Tetap Dalam Rancangan Tuhan. Contoh Yusuf tetap dalam rancangan Tuhan atas dirinya walaupun ia telah dijual dan dipenjarakan. Yusuf tetap setia berjalan dalam rancangan Tuhan sehingga ia dipermuliakan sesuan waktu Tuhan. Yusuf membawa kesejahteraan dimana dia berada sehingga ia diberkati Tuhan.



Jika kita merasa seakan "dibuang" percayalah dan tetaplah dalam rancangan rencana Tuhan. Jika sudah tiba waktunya kita akan dipermuliakan dan tempat dimana kita berada pasti akan diberkati selama kita membawa sejahtera ditempat itu sesuai dengan kehendak Tuhan.

Talenta

Pembacaan Firman: Matius 25:14-30


Tuhan menginginkan kita untuk bertumbuh dan berbuah dengan berlipat ganda. Jika kita melayani Tuhan maka kita dituntut untuk dapat berbuah mau tidak mau atau suka tidak suka. Didalam mengiring Tuhan tentunya kita seringkali berada dalam situasi yang tidak menyenangkan ataupun dalam posisi terendah sekalipun dalam hidup kita. jika kita berada dalam situasi demikian dan kita mundur dari Tuhan maka hal ini disebabkan kita tidak berbuah. Keselamatan kita merupakan tanggung jawab kita sendiri sehingga kita harus memperbaiki diri kita sehingga tetap kuat dalam Tuhan.

Berkaitan dengan talenta yang Tuhan telah berikan kepada masing-masing kita maka sudah menjadi kewajiban kita untuk mengembangkannya. Tuhan memberikan talenta kepada kita dengan satu tujuan yaitu agar kita dapat berbuah didalam Tuhan. jika kita mengembangkan talenta kita maka kita telah menabur hal yang baik dalam Tuhan. Tuhan menginginkan kita untuk menabur dengah hati yang penuh sukacita sehingga Tuhan memberkati kita. Menabur dengan hati sebagai hamba berarti kita memiliki hati yang mau merendahkan diri dihadapan Tuhan sehingga kita dapat ditinggikan oleh Tuhan.



Jika kita berada dalam situasi yang terendah sekalipun tetap kita perlu menyadari bahwa Tuhan tidak akan pernah meninggalkan kita sekalipun. Seperti Ayub, disaat dia menghadapi situasi yang sulit ia tetap percaya kepada Tuhan dan ia tidak menjadi lemah sehingga Tuhan memulihkan keadaannya dan memberkatinya. Ayub menyadari bahwa ia percaya kepada Tuhan. Jika kita menghadapi masalah yang sangat sulit sekalipun maka belajarlah seperti burung rajawali yang mampu terbang tinggi dengan mengikuti angin yang membawanya terbang tinggi dengan tidak membutuhkan banyak tenaga karena ia memanfaatkan kuatnya angin untuk terbang tinggi. Kita harus menyadari bahwa kasih Tuhan tidak pernah berkesudahan dan Tuhan tidak pernah meninggalkan kita. Tuhan sangat baik bagi kita sehingga Tuhan akan selalu menolong kita. Jangan mundur dalam melayani Tuhan tetapi tetaplah maju mengiring Tuhan dan berkarya untuk nama Tuhan sehingga kita dapat masuk dalam kategori hamba yang baik yang dapat mengembangkan talenta yang Tuhan percayakan kepada kita. Amin.

Menjadi Dewasa Rohani

Pembacaan Firman: Roma 8:29

Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.


Status kita adalah anak Tuhan Yesus Kristus sehingga kita bisa berada di Gereja untuk beribadah memuji dan menyembah Tuhan Yesus Kristus. panggilan tertinggi kita sebagai anak Tuhan adalah dalam Roma 8:29 "Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan Kristus yaitu karakter Kristus harus ada dalam kehidupan kita. Kita harus serupa dengan Kristus jika ingin bertumbuh dan berbuah. Kedewasaan rohani merupakan satu dasar untuk menjadi serupa dengan Kristus. Kita dituntut untuk dapat menentukan pilihan untuk menjadi serupa dengan Kristus maka kita harus bisa mengambil suatu keputusan untuk menjadi serupa dengan Kristus maka kita harus bisa mengambil suatu keputusan untuk menjadi serupa dengan Kristus sehingga kita dapat bertumbuh dan berbuah.




1 Korintus 3:1-2 "Dan aku, saudara-saudara, pada waktu itu tidak dapat berbicara dengan kamu seperti dengan manusia rohani, tetapi hanya dengan manusia duniawi, yang belum dewasa dalam Kristus. Susulah yang kuberikan kepadamu, bukanlah makanan keras, sebab kamu belum dapat menerimanya. Dan sekarang pun kamu belum dapat menerimanya". Ini adalah masalah di Korintus yaitu adanya ketidak dewasaan di jemaat tersebut. Diperlukan kedewasaan rohani, karakter kita harus dibentuk dengan Firman sehingga kita bisa dewasa. Dengan Firman kita dapat berubah menjadi dewasa rohani karena dalam Firman ada perintah dan janji. Ciri-ciri dewasa rohani:

  1. Emosi harus diatur/stabil
  2. Merubah cara berpikir kita (Roma 12:2)
  3. Haus dan lapar akan kebenaran Firman Tuhan
  4. Mempraktekan Firman Tuhan

Finishing Well

Pembacaan Firman: Yosua 11:21-23

"Pada waktu itu Yosua datang dan melenyapkan orang Enak dari pegunungan, dari Hebron, Debir dan Anab, dari seluruh pegunungan Yehuda dan dari seluruh pegunungan Israel. Mereka dan kota-kota mereka ditumpas oleh Yosua. Tidak ada lagi orang Enak ditinggalkan hidup di negeri orang Israel; hanya di Gaza, di Gat dan di Asdod masih ada yang tertinggal. Demikianlah Yosua merebut seluruh negeri itu sesuai dengan segala yang difirmankan TUHAN kepada Musa. Dan Yosuapun memberikan negeri itu kepada orang Israel menjadi milik pusaka mereka, menurut pembagian suku mereka. Lalu amanlah negeri itu, berhenti dari berperang."

Ada begitu banyak orang menyelesaikan suatu pekerjaan tetapi tidak dengan sempurna. Yosua orang yang dipersiapkan Tuhan untuk memimpin orang Israel untuk masuk ke tanah Kanaan. Yosua dipersiapkan oleh Tuhan untuk berperang dan untuk mencapai negeri yang dijanjikan itu. Seperti Yosua, Tuhan menginginkan kita untuk meraih tujuan hidup yang baik maka kita harus berperang dalam segala hal untuk mencapai cita-cita kita. Jika kita ingin meraih keberhasilan maka kita harus:

  1. Merencanakan segala sesuatu dengan baik
  2. Melewati proses yang akan membawa kita tetap kuat.
  3. Finishing atau menyelesaikan segala sesuatu yang telah kita rencanakan, kerjakan dengan sempurna.



Ayat 21 "...mereka dan kota-kota mereka ditumpas oleh Yosua". bangsa Israel menjadi kuat karena hati Tuhan ada bersama dengan mereka. Bangsa Israel terikat dengan perjanjian Tuhan untuk menyertai mereka. Ayat 22 "Tidak ada lagi orang Enak ditinggalkan hidup di negeri orang Israel, hanya di Gaza, di Gat dan di Asdod masih ada yang tertinggal". Karena hal inilah yang dikemudian hari menjadi masalah bagi Bangsa Israel

Sangat berbahaya jika kita melakukan segala sesuatu akan tetapi tidak menyelesaikan dengan sempurna. Jika melakukan suatu pekerjaan lakukanlah dan selesaikan dengan sempurna, jangan meremehkan hal-hal yang kecil yang kita tinggalkan. Yosua melakukan pekerjaan yang diperintahkan Tuhan akan tetapi tidak "Finishing Well" atau menyelesaikan dengan tidak sempurna. Kota Gaza turunan orang Enak, dahulu Filistin merupakan musuh, hama bagi Bangsa Israel. Jika melakukan segala sesuatu pekerjaan, kerjakanlah sampai selesai, tuntas (Finishing Well) sehingga tidak menimbulkan masalah  dikemudian hari. Pengkhotbah 7:9, Akhir suatu hal lebih baik dari pada awalnya. Yang paling penting kita harus mengakhiri dengan sempurna. Finishing Well, jika kita telah memulai suatu pekerjaan; apakah kita mengakhiri dengan baik atau buruk ?. salah satu tujuan hidup kita adalah serupa dengan Kristus, Filipi 2:5, Efesus 4:15. Yohanes 19:28-30,..."it is finished".

Rancangan Tuhan Bagi Kita

Pembacaan Firman Kejadian 1:26


"Baiklah kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan dilaut dan burung-burung diudara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap dibumi."


Keberadaan kita dibumi ini bukanlah hasil evolusi, melainkan dirancang dan diciptakan oleh Tuhan. Bahkan kita adalah makhluk ciptaan Tuhan yang paling mulia melebihi ciptaan-ciptaan Tuhan lainnya, karena kita diciptakan serupa dan segambar dengan Dia. Jadi kita ada bukan karena kebetulan, dibalik itu semua Tuhan memiliki rancangan yang indah dan luar biasa atas hidup kita.

Adapun rancangan Tuhan dalam hidup kita adalah: Pertama untuk memperoleh berkat Tuhan. Tertulis: "Allah memberkati mereka" (Ayat 28). Jika keadaan kita sepertinya belum berubah dan belum mengalami berkat-berkat Tuhan, jangan kecewa. Kita harus dengan iman berkata bahwa hidup kita pasti diberkati Tuhan. Memang, akibat dosa, manusia hidup dibawah kutuk, tapi Tuhan Yesus datang ke dunia untuk mengubah kutuk itu menjadi berkat. Ia datang untuk memulihkan segala sesuatau yang telah rusak. "Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: 'Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!'" (Galatia 3:13). Tuhan Yesus sendiri menegaskan. "Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan." (Yohanes 10:10b).

Kedua, untuk beranak cucu dan hidup produktif. "Beranak cuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi..." (ayat 28). Kata 'produktif' di sini bukan hanya dalam hal keturunan, tetapi juga menghasilkan hal-hal yang baik bagi Tuhan sesuai dengan talenta dan karunia yang Dia berikan. "Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup didalamnya." (Efesus 2:10). Tuhan menghendaki kita menghasilkan keturunan-keturunan yang berkarakter ilahi; dan melalui pekerjaan baik yang kita lakukan, kehidupan kita akan menjadi berkat dan kesaksian bagi dunia. Inilah kehendak Tuhan bagi kita, karena keberadaan kita di tengah-tengah dunia adalah sebagai terang dunia dan garam dunia (baca Matius 5:13-16). Kalau garam itu menjadi tawar, bukankah kita tidak bergina lagi selain dibuang ?



Rancangan Tuhan bagi kita selanjutnya adalah untuk berkuasa. "...berkuasalah atas ikan-ikan dilaut dan burung-burung diudara dan atas segala binatang yang merayap dibumi." (Kejadian 1:28). Kuasa untuk menaklukan segala kedagingan; menaklukan segala rintangan yang menghalangi langkah kita untuk meraih kemendangan. Firman Tuhan menegaskan bahwa kita ini dirancang untuk menjadi pemenang dan bukan pecundang. "Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita." (Roma 8:37), karena Roh yang ada didalam kita itu lebih besar daripada Roh yang ada didalam dunia ini (baca 1 Yohanes 4:4), yaitu "...roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban." (2 Timotius 1:7).

Disamping itu Tuhan merancang kita untuk bekerja dan melayani Dia. Dikatakan, "Tuhan Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu." (Kejadian 2:15). Ketika Adam diciptakan, Tuhan menempatkan dia di taman Eden. Tuhan memberikan tugas kepadanya untuk mengusahakan dan merawat taman itu. Kata 'mengusahakan dan memelihara' memiliki arti melakukan pekerjaan. Jadi Tuhan menghendaki Adam bekerja, bukan bermalas-malasan atau berpangku tangan saja. Demikian pula kita ini dirancang Tuhan untuk bekerja bagi Dia. Bahkan rasul Paulus dengan keras mengatakan, "...jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan." (2 Tesalonika 3:10). Yakobus pun menambahkan bahwa, "jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati." (Yakobus 2:17).

Tidak ada alasan bagi kita untuktidak bekerja bagi Tuhan, karena Tuhan telah memberikan kepada kita talenta dan karunia yang berbeda-beda. Jadi "Kita harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku, selama masih siang; akan datang malam dimana tidak ada seorang pun yang dapat bekerja." (Yohanes 9:4). Rancangan Tuhan bagi kita sungguh luar biasa, jangan sia-siakan waktu yang ada!

Menjaga Ucapan

Pembacaan Firman Mazmur 39:2


"Aku hendak menjaga diri, supaya jangan aku berdosa dengan lidahku,"

Setiap kita pasti mengharapkan janji-janji Tuhan yang tertulis dalam Alkitab tergenapi dalam hidup kita meski hal itu membutuhkan proses penantian; dalam menantikan janji Tuhan tersebut mungkin kita mengalami pergumulan yang tidak mudah: masalah, kesesakan, situasi, keadaan sulit acapkali melemahkan iman dan membuat kita kehilangan fokus, padahal kita butuh iman yang teguh dan juga tindakan sebagai langkah iman.

Habakuk mengalami situasi yang buruk dan berada di tengah-tengah keadaan yang tidak pasti, dimana pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan, kambing domba terhalau dari kurungan, dan tidak ada lembu sapi dalam kandang. Secara manusia tidak ada harapan! Jadi sebenarnya Habakuk punya alasan untuk menjadi lemah, kecewa dan putus asa, namun ia tetap menaruh pengharapan kepada Tuhan. Hal yang sama dilakukan Daud saat Ziklag terbakar, dimana ia tetap "...menguatkan kepercayaannya kepada Tuhan, Allahnya." (1 Samuel 30:6b).

Kita harus menyadari bahwa untuk dapat menerima janji Tuhan dibutuhkan tindakan dari pihak kita, sebab "Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati." (Yakobus 2:17), karena "...iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna." (Yakobus 2:22). Maka kita harus melakukan sesuatu yang sesuai dengan kehendak Tuhan. Mungkin saja keadaan di sekitar kita begitu buruk, tidak ada sesuatu pun yang baik nampaknya, tapi kita harus tetap percaya kepada Tuhan dan melangkah dengan iman.



Kita pun harus bisa menjaga sikap kita sembari menantikan janji Tuhan tersebut, antara lain menjaga lidah atau ucapan kita. Lidah memegang peranan yang sangat penting dalam hidup seseorang, "Demikian juga lidah, walaupun suatu anggota kecil dari tubuh, namun dapat memegahkan perkara-perkara yang besar." (Yakobus 3:5a). Banyak orang Kristen tidak menyadari akan hal ini. Akibatnya kita mudah sekali memperkatakan hal-hal yang buruk dan negatif. Alkitab dengan tegas menyatakan, "Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya akan memakan buahnya." (Amsal 18:21).

Ketika apa yang kita harapkan tidak menjadi kenyataan seringkali yang keluar dari mulut kita adalah kata-kata negatif sebagai ungkapan rasa kesal, kecewa dan marah. Berhati-hatilah, sebab ucapan kita ibarat benih, suatu saat akan tumbuh, berkembang dan menghasilkan buah. Ada tertulis: "Perut orang dikenyangkan oleh hasil mulutnya, ia dikenyangkan oleh hasil bibirnya." (Amsal 18:20). Pilihan ada ada kita: memperkatakan yang baik atau buruk. Bila sampai hari ini kita belum melihat yang baik janganlah bersungut-sungut atau mengomel, tetap perkatakan yang positif, maka yang positif itu akan mempengaruhi pikiran dan tindakan kita. Begitu pula sebaliknya! Karena itu "Hendaklah kata-katamu senantiasa penuh kasih, jangan hambar, sehingga kamu tahu, bagaimana kamu harus memberi jawab kepada setiap orang." (Kolose 4:6).

Sebagai orang percaya kita memiliki kuasa perkataan yaitu perkataan di dalam nama Yesus. Itu bukanlah perkataan biasa, melainkan perkataan yang mengandung kuasa dahsyat bila diucapkan dengan iman, "...bahwasanya seperti yang kamu katakan dihadapan-Ku, demikianlah akan Kulakukan kepadamu." (Bilangan 14:28). Ini berarti Tuhan akan mengerjakan apa yang kita perkatakan. Jika Tuhan yang melakukan, tidak ada yang mustahil, karena Ia sanggup menjadikan yang tidak ada menjadi ada. Namun kadang yang kita lihat dan alami justru sebaliknya, yaitu kesulitan demi kesulitan. Jangan berkecil hati, percayalah dan terus perkatakanlah, maka seperti Tuhan menggenapi janjiNya kepada Yusuf, hal yang sama akan dilakukanNya bagi kita.

Sebesar apapun persoalan kita hari-hari ini jangan sampai menyurutkan iman kita sehingga kita tidak berani berkata-kata positif. Perkatakanlah firman setiap hari, maka kuasa Tuhan akan bekerja dalam hidup kita. Sesuatu yang luar biasa pasti akan terjadi! "...tetapi percaya, bahwa apa yang dikatakannya itu akan terjadi, maka hal itu akan terjadi baginya." Markus 11:23

Belajar Dari Rahasia Keberhasilan Hidup Daniel

Pembacaan Firman Daniel 2:48


"Lalu raja memuliakan Daniel: dianugerahinyalah dengan banyak pemberian yang besar, dan dibuatnya dia menjadi penguasa atas seluruh wilayah Babel dan menjadi kepala semua orang bijaksana di Babel."


Hari ini kita belajar dari seorang pemuda yang mampu 'mengalahkan' dunia. Daniel adalah orang muda yang memiliki roh luar biasa dan memiliki kualitas hidup diatas rata-rata. Dalam bahasa Ibrani nama 'Daniel' memiliki arti 'Tuhanlah hakimku'. Kata 'hakim' sendiri memiliki makna yang sangat luar biasa, suatu gambaran tentang kebijaksanaan yang didalamnya terkandung hikmat, kekudusan, intelektual dan juga integritas. Daniel adalah seorang dari orang-orang muda pilihan yang ditangkap dan dibawa oleh Nebukadnezar, raja Babel, pada waktu Yerusalem runtuh. "...orang-orang muda yang tidak ada sesuatu cela, berperawakan baik, yang memahami berbagai-bagai hikmat, berpengetahuan banyak dan yang mempunyai pengertian tentang ilmu, yakni orang-orang yang cakap untuk bekerja dalam istana raja, supaya mereka diajarkan tulisan dan bahasa orang Kasdim." (Daniel 1:4). Di begeri Babel, oleh pemimpin pegawai istana, nama Daniel diganti menjadi Beltsazar.

Meski berada di negeri pembuangan, grafik kehidupan Daniel bukannya menjadi merosot, justru sebaliknya makin hari makin naik seperti janji firmanNya, "Tuhan akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun," (Ulangan 28:13). Keberhasilan Daniel didapat bukan karena malakukan kecurangan, suap atau kompromi, tapi karena ia memiliki kualitas hidup yang 'berbeda' dari orang lain. Inilah yang dilakukan Daniel: pertama, ia berkomitmen untuk hidup kudus. Bukanlah perkara yang mudah bagi anak muda untuk tidak menajiskan diri dari perkara-perkara duniawi. "Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya dengan santapan raja dan dengan anggur yang biasa diminum raja; dimintanyalah kepada pemimpin pegawai istana itu, supaya ia tak usah menajiskan dirinya." (Daniel 1:8).

Daniel bersikap tegas dan tidak mau berkompromi sedikitpun dengan dosa dan tetap berkomitmen untuk menjaga kekudusan hidupnya. Apa kuncinya ? "Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih ? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu." (Mazmur 119:9).



Rahasia hidup Daniel kedua  adalah menjaga pergaulannya. Ia tidak sembarangan bergaul dan sangat selektif memilih teman, sebab ia sadar bahwa "Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik." (1 Korintus 15:33). Karena itulah Daniel membangun hubungan dengan teman-teman yang sama-sama takut akan Tuhan dan memiliki kerohanian yang baik pula, sehingga mereka dapat saling mendukung, menasihati, mengingatkan dan menguatkan. "Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya." (Amsal 27:17). Berhati-hatilah dalam bergaul! dengan siapa kita bergaul dan siapa teman-teman di sekitar kita sangat mempengaruhi pola pikir dan juga menentukan perjalanan hidup kita, akan seperti apa dikemudian hari, sebab "Siapa bergaul dengan orang bijak menjadi bijak, tetapi siapa berteman dengan orang bebal menjadi malang." (Amsal 13:20). Daniel pun memilih Hananya, Misael dan Azarya sebagai sahabat-sahabatnya.

Hal ketiga adalah Daniel berkomitmen untuk memelihara kehidupan doanya setiap hari. Ia senantiasa menyediakan waktu khusus untuk Tuhan tiga kali sehari berlutut, berdoa dan memuji-muji Tuhan. Tertulis: "Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya." (Daniel 6:11). Sebagai pejabat pemerintahan tentunya Daniel punya banyak aktivitas dan kesiukan; meski demikian ia tidak pernah lalai menyediakan waktu untuk bersekutu dengan Tuhan. Di segala keadaan Daniel tetap tekun berdoa. Hal ini menunjukan bahwa ia senantiasa mengandalkan Tuhan dan melibatkan Dia di segala aspek hidupnya.

"Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka ?" (Lukas 18:17). Itulah sebabnya apa saja yang dikerjakan Daniel senantiasa berhasil dan beruntung, karena tangan Tuhan selalu campur tangan.

"Dan Daniel ini mempunyai kedudukan tinggi pada zaman pemerintahan Darius dan pada zaman pemerintahan Koresh, orang Persia itu." (Daniel 6:29)

Orang Percaya yang Mengalahkan Dunia

Orang Percaya yang Mengalahkan Dunia


Pembacaan Firman 1 Yohanes 5:4

"sebab semua orang yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita."

Ada banyak orang Kristen yang terheran-heran dan kasak-kusuk ketika melihat rekan sesama orang Kristen melakukan pekerjaan dengan sangat baik, rajin, jujur, disiplin, tekun sehingga menjadi orang yang berhasil bukan hanya dalam bidang konvensional saka, namun dalam hal pelayanan pun dipakan Tuhan secara luar biasa. Aneh bukan ?!! Sesungguhnya itu adalah hal yang wajar sebagai orang Kristen. Sebaliknya jika ada orang Kristen yang malas, yang melakukan pekerjaan dengan sangat buruk, pelayanan amburadul dan tidak bisa menjadi kesaksian yang baik, kita menganggapnya sebagai hal yang luymrah dan biasa. Inilah yang seharusnya membuat kita terkejut dah terheran-heran, bukan malah sebaliknya.

Sejak semula Tuhan memiliki rancangan luar biasa bagi setiap orang percaya. "Sebab Aku ini mengatahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan." (Yeremia 29:11). Kita dirancang Tuhan memang untuk menjadi luar biasa dan berbeda dari orang-orang diluar Tuhan. Bukan menjadi loser, tapi winner. Perlu kita sadari bahwa didalam diri setiap orang percaya terdapat potensi ilahi, suatu benih luar biasa yang merupakan modal bagi kita untuk menjadi pribadi luar biasa dan memiliki kehidupan yang luar biasa pula. Benih itu adalah iman kita. Iman inilah yang memampukan kita untuk'mengalahkan' dunia. Tapi ingat, benih tidak akan tumbuh dan menghasilkan buah yang lebat jika ia dibiarkan begitu saja. Jadi benih itu harus ditumbuhkan terlebih dahulu: dirawat, diberi pupuk, diairi, dibersihkan ranting-rantingnya. Karena itulah keberadaan kita di tengah dunia ini harus berdampak positif. Dengan kata lain kita harus menjadi berkat dan kesaksian bagi orang-orang di luar Tuhan, bukan batu sandungan.

Bila sampai saat ini kita belum bisa mengalahkan dunia, melainkan hanya menjadi pribadi yang biasa-biasa saja, bukan menjadi pribadi yang luar biasa, pasti ada yang salah dalam diri kita, artinya masalahnya ada pada diri kita sendiri. Seringkali kita menyalahkan orang lain, menyalahkan keadaan yang ada, bahkan kita complain, dan berani menyalahkan Tuhan.



Ada tertulis: '...iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna." (Yakobus 2:22). Jadi "Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati." (Yakobus 2:17). Ini menunjukan ada harga yang harus kita bayar untuk mengalahkan dunia dan menjadi orang-orang yang berdampak. Pertanyaannya: "Siapakah kita menjadi perhatian dunia?" Kita bisa engalahkan bahkan mengubah dunia dimana pun kita berada, tempat di mana kita berinteraksi langsung. Inilah yang dimaksud "...kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi." (Kisah 1:8). Jadi jika kita tidak harus menjangkau tempat yang jauh-jauh, namum di lingkungan terdekat sudahkan kita menjadi berkat?

Siap atau tidak siap, mau tidak mau, Tuhan ingin kita menjadi berkat supaya melalui perbuatan kita namaNya dipermuliakan. "Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang,supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga." (Matius 5:16). Kalau yang kita lakukan itu tidak baik, lebih jelek atau 'setali tiga uang' dengan orang-orang yang tidak mengenal Tuhan, apakah istimewanya kita ? Pasti orang dunia tidak akan mau melihat kita. Satu-satunya jalan adalah memiliki kehidupan dan kerya yang lebih baik dari orang dunia, barulah mereka akan tertarik membicarakan kita, melihat kita dan akhirnya datang kepada kita.

Akhirnya, bagaimana kita bersikap dan bertindak akan menentukan 'kualitas dan posisi' kita di mata dunia. Karena itu kita harus mengarahkan iman kita kepada Tuhan, mengisi pikiran dan hal-hal yang positif. "...semua yang benar, semua yang mulia, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu." (Filipi 4:8), dan praktekan iman itu dalam perbuatan nyata.

Orang Kristen yang benar mampu mengalahkan dunia dengan iman dan perbuatannya!

Mengutamakan Tuhan Diatas Kepentingan Kita

Pembacaan Firman Bilangan 6:22-23


Banyak dijumpai seseorang sebelum diberkati oleh Tuhan begitu dekat dengan Tuhan akan tetapi setelah dia diberkati oleh Tuhan dalam hal pekerjaan, keluarga, pendidikan dan lain-lain maka dia melupakan Tuhan. Tuhan sudah memberkati kita maka Tuhan juga menuntut agar kita juga tetap setia kepadaNya. Kita seringkali lupa bahwa setiap hari, setiap saat kita sebenarnya sementara berperang melawan kuasa iblis. Jikalau kita mengandalkan kekuatan kita sebagai manusia tentunya kita tidak akan mampu maka disinilah kita membutuhkan pertolongan dari Tuhan agar tetap mampu bertahan. Untuk tetap bertahan maka kita jangan sekali-kali melupakan Tuhan. Hal ini merupakan salah satu alasan mengapa kita jangan sampai melupakan Tuhan jika kita sudah diberkati atau ditolong Tuhan. Jika kita mau di tolong oleh Tuhan maka kita harus mengutamakan Tuhan diatas kepentingan kita secara pribadi.
Dalam bilangan 6:27 dikatakan "Demikianlah harus mereka meletakan nama-Ku atas orang Israel, maka Aku akan memberkati mereka". Kata "meletakan" dalam ayat ini berarti "Mengutamakan Tuhan". Jika kita ingin berhasil atau diberkati maka sesuai dengan Firman Tuhan kita harus mengutamakan Tuhan. Banyak ditemui sebelum berhasil kita sangat dekat dengan Tuhan tetapi setelah diberkati dan berhasil seringkali kita melupakan Tuhan. Jika kita mau diberkati dan berhasil maka kita harus mengutamakan Tuhan diatas kepentingan kita, dan jika kita telah melakukan hal itu maka Tuhan akan mengutamakan kita.


lilin menerangi kegelapan
sumber gambar pixabay.com

2 Timotius 3:16 "Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran". Segala tulisan Allah adalah bermanfaat bagi kita. Firman Tuhan akan menjadi pedoman dan penuntun dalam hidup kita.
Ada 4 hal yang Tuhan akan berikan kepada kita seperti yang Tuhan telah perintahkan kepada Musa untuk disampaikan kepada Harun, Yaitu:

1. Menempatkan nama Tuhan diatas segala-galanya. Kalau kita menempatkan Tuhan diatas segala-galanya maka kita akan melihat dan merasakan mujizat-mujizat yang nyata dalam kehidupkan kita.
Kejadian 22:3-4 dikatakan "Keesokan harinya pagi-pagi bangunlah Abraham, ia memasang pelana keledainya dan memanggil dua orang bujangnya beserta Ishak, anaknya; ia membelah juga kayu untuk korban bakaran itu, lalu berangkatlah ia dan pergi ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya. Ketika pada hari ketiga Abraham melayangkan pandangnya, kelihatanlah kepadanya tempat itu dari jauh".

2. Perlindungan Tuhan (Bilangan 6:24 Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau)
Tuhan akan memberkati dan melindungi kita sehingga kita akan memiliki damai sejahtera. Kejadian 28:15 dikatakan "Sesungguhnya Aku menyertai engkau dan Aku akan melindungi engkau kembali ke negeri ini, sebab Aku tidak akan meninggalkan engkau, melainkan tetap melakukan apa yang Kujanjikan kepadaMu". Apa yang dijanjikan Tuhan dalam ayat ini masih berlaku bagi kita.

3. Kasih Karunia (Bilangan 6:25 Tuhan menyinari engkau dengan wajahNya dan memberi engkau kasih karunia)
Tuhan akan menyinari kita dengan kasih karunia sehingga kita akan berkenan dihadapanNya. Efesus 2:1-5 dikatakan bahwa hanya karena kasih karuna kita bisa diselamatkan.

4. Damai Sejahtera
Damai sejahtera tidak bisa kita beli dimanapun akan tetapi damai sejahtera hanya dapat kita peroleh karena pemberian dan anugerah dari Tuhan sesuai dengan kehendakNya. Hanya didalam Tuhan Yesus ada damai sejahtera. Dalam Lukas 24:26 Dan sementara mereka bercakap-cakap tentang hal-hal itu, Yesus tiba-tiba berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata kepada mereka: "Damai sejahtera bagi kamu". Disaat ada ketakutan maka Tuhan Yesus datang dan memberikan damai sejahtera bagi kita.

Kelimpahan Didalam Tuhan

Pembacaan Firman: Yohanes 15:1,2,5

Dizaman sekarang ini ada banyak model kelimpahan atau kemewahan tetapi semu. Ada banyak pejabat, aparat penegak hukum dan tokoh masyarakat di negara kita, yang hidupnya kelihatan berkelebihan tetapi diliputi dengan berbagai permasalahan akibat dari tidak benarnya sumber kelimpahan itu. Dalam bahasa sehari-hari kitab Yohanes 15:1-8 dinyatakan bahwa Tuhan yesus adalah sebagai pohon anggur yang sejati dan Allah Bapa adalah tukang kebunnya. Hal ini menunjukan bahwa sumber segala kelimpahan bukan dari hasil kerja keras manusia namun semuanya berasal dari Allah.

Anggur sifatnya merambat bukan seperti pohon lain yang tumbuh vertikal. Untuk tumbuhnya pohon anggur diperlukan tempat merambatnya pohon anggur tersebut. Ranting-ranting dari pohon anggur adalah orang-orang yang mengaku pengikut Yesus dan yang sudah menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat.
kebun anggur
sumber gambar pixabay.com
Ayat 2 bebicara tentang ranting yang gagal berbuah. Sesuai dengan terjemahan aslinya dalam ayat ini dikatakan bahwa bagi ranting-ranting yang seperti ini memiliki kecenderungan kearah bawah/tidak merambat mengikuti tempatnya dan disatukan dengan pohonnya. Ranting itu menunjukan hidup manusia yang berada pada posisi yang keliru karena mengarah ke bumi/dunia dan tidak bergantung pada pokok yang benar (Kolose 3:1; II Timotius 3:16).

Untuk ranting yang berbuah tapi tidak maksimal atau belum seperti yang Tuhan mau (Yohanes 15:26), menurut terjemahan asli dari alkitab dikatakan bahwa ranting yang seperti ini akan disentuh dengan alat pemotong. Mengapa ranting tersebut dipotong/dibersihkan ? karena terlalu banyak daun akan menghambat buah.

Hal yang harus kita renungkan, apa saja yang menjadi “daun yang berlebihan” dalam hidup kita yang tidak perlu akan dibersihkan agar hidup kita berbuah. Kalau hidup kita sudah terlalu banyak “daun”, mari relakan dan buka hati untuk digunting apa yang harus dibersihkan dari hidup kita. Daun-daun kecongkakan yang harus dipotong oleh Bapa, dan daun-daun lainnya. Itu merupakan proses yang kita lalui untuk dibentuk oleh Tuhan. (Mazmur 37:35, Amsal 21:4, Matius 23:12, Yeremia 17). Relakan hidup kita digunting dengan nasihat-nasihat Firman Tuhan. Jika kita rela dan membuka hati untuk kembali (ke tempatnya), maka kita akan berbuah melimpah dan inilah kelimpahan yang sesungguhnya.

Tuhan memberkati

Investasikan Hartamu Di Sorga

Pembacaan Firman: Matius 6:19-21

Janganlah kamu mengumpulkan hartamu di bumi; di bumi ngengat dan karat merusaknya dan pencuri membongkar dan mencurinya. Tetapi kumpulkanlah hartamu disorga; disorga ngengat dan karat tidak merusaknya dan pencuri tidak membongkar/mencurinya. Karena dimana hartamu berada, disitu jugalah hatimu berada.

Beberapa waktu yang lalu Indonesia pernah dikejutkan oleh peristiwa pembobolan ATM melalui oknum yang tidak bertanggung jawab. Mereka melakukan hal tersebut bukan hanya di salah satu Bank tertentu saja, tetapi di beberapa Bank. Meskipun sudah dipasang alat pengaman tetapi dalam sekejap uang dari nasabah hilang dibobol maling melalui ATM.
sumber gambar pixabay.com
Yesus mengingatkan gereja di akhir zaman agar jangan mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusaknya dan pencuri membongkar dan mencurinya. Tetapi kumpulkanlah hartamu di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak akan merusaknya dan pencuri tidak akan membongkar dan mencurinya. Gereja mula-mula, mereka sehati dan sejiwa dan tidak seorangpun yang berkata, bahwa sesuatu dari kepunyaannya adalah miliknya sendiri, tetapi segala sesuatu adalah kepunyaan mereka bersama. Mereka semua hidup dalam kasih karunia yang melimpah-limpah. Sebab tidak ada seorangpun yang berkekurangan diantara mereka; karena semua yang mempunyai tanah atau rumah, menjual kepunyaannya itu, dan hasil penjualan itu mereka bawa dan mereka letakan didepan kaki rasul-rasul lalu dibagibagikan kepada setiap orang sesuai dengan keperluannya (Kisah Para Rasul 4:32-37). Jadilah jemaat yang dapat menghidupkan orang lain, dengan apa yang kita miliki. Jangan egois, hanya mementingkan diri sendiri.

Waktu kita masih hidup susah, seringkali kita berjanji untuk membantu pekerjaan Tuhan. Tetapi ketika kita sudah diberkati dan menjadi kaya kita lupa akan janji kita kepada Tuhan. Yesus datang supaya kita beroleh kelimpahan, tetapi jangan lupa akan si pemberi berkat itu (Yohanes 10:10). Investasikanlah hartamu di sorga. Kalau kita simpan harta kita di bank bisa memperoleh bunga, tetapi bahkan dalam sekejap bisa hilang. Tetapi kalau kita simpan harta kita di sorga, tidak ada satu pencuripun bisa mengambilnya. Harta kita akan aman dan Allah yang pemurah akan membalasnya. Karena apa yang kita tabur Tuhan akan tumbuhkan menjadi banyak dan ketika bertumbuh akan menghasilkan buah.

Ada janji Allah yang besar yang akan diberikan kepada kita yang tahu menginvestasikan harta kita untuk membantu pekerjaan Tuhan, menolong orang-orang di sekitar kita yang membutuhkan pertolongan, dll. Kalau manusia berjanji bisa lupa, tetapi Allah tidak pernah lupa akan janjiNya. Karena itu jangan ragu akan janji Allah. Ia Allah yang besar dan ajaib yang sanggup menolong kita, sehingga kita akan menceritakan sendiri dengan mult kita kebesaran dan kehebatan kuasa Tuhan.

Bagaimana Meraih Berkat Tuhan

Pembacaan Firman : I Timotius 4:14-15

Jangan lalai dalam mempergunakan karunia yang ada padamu, yang telah diberikan padamu oleh nubuat dan penumpangan tangan siding penatua. Perhatikanlah semua itu, hiduplah didalamnya supaya kemajuanmu nyata kepada semua orang.

Meraih berkat Tuhan, menikmati kebaikan Tuhan, sukses dan keberhasilan sesuai dengan Firman Tuhan tidak ada yang dapat menandingina apapun itu. Supaya kemajuanmu nyata jadikan itu suatu keinginan kita, maju dan maju jangan jalan di tempat, maju dalam pelayanan di dalam Tuhan, maju dalam tugas dan aktifitas kita setiap hari bertambah dan bertambah terus. Banyaklah memberi diri dalam pelayanan Tuhan jangan kita lalai.

Lalai (Ameleo) > Negligent pengertiannya adalah: 1) Tidak perhatian (acuh) 2) Tidak memiliki pandangan kedepan (tidak visioner). Gereja Tuhan tentunya harus memiliki pandangan kedepan (Visioner). Kita tidak akan memiliki pandangan jauh kedepan kalau kita lalai melayani Tuhan.
berkat
sumber gambar pixabay.com
Ketika kita sudah ada dalam Allah, Dia menyuruh kita pergi ke seluruh dunia dan ajarlah mereka untuk melakukan seluruh kebenaran Firman Allah, itu merupakan tanggung jawab kita semua, mengajar ke jemaat untuk bertumbuh didalam Tuhan. Semua kita punya talenta > percaya > dengar Firman Tuhan > melakukan Firman Tuhan merupakan nafas kehidupan Allah itu ada di dalam kita dan menyatu dengan Tuhan.

Aku datang supaya mereka mempunyai hidup dan hidup dalam kelimpahan dan jangan tertuju pada perkara materi. Mari kita kuat dalam Tuhan jangan lalai (Kisah 1:1) Kamu akan menerima kuasa apabila Roh Kudus turun keatasmu, dan kamu akan menjadi saksiKu di Yerusalem, dan seluruh Yudea dan Samaria sampai keujung bumi. Gereja meneruskan pelayanan, gunakan kesempatan melayani Tuhan, kerjakan apa saja untuk melayani Tuhan.

Orang yang lalai menggunakan karunia sebagai contoh:
1.    II Raja-raja 5:1-5
Orang Aram pernah menawan seorang gadis, ketika panglima sedang sakit tidak kebetulan seorang gadis itu di tawan dan tinggal di rumah seorang panglima itu. Kesempatan itu dimanfaatkan oleh gadis tersebut untuk bersaksi. Kalau nyonya mau, pergilah ke Nabi di Samaria dan dia akan sembuh. Jadilah seperti gadis tersebut, walaupun dia tidak dikenal, dia kerjakan itu untuk kemuliaan nama Tuhan. Rahasianya kita harus taat seperti Naaman menikmati pertolongan ajaib dari Tuhan.

2.    Kisah Para Rasul 9:36-42
Tabita (Dorkas) seorang tukang jahit dan dia menggunakan profesinya bukan sekedar cari untung namun dimanfaatkan kesempatan untuk bersaksi pada orang lain, banyak berbuat baik dan memberi sedekah dan membuat banyak orang percaya. Gunakan profesi kita untuk menjadi saluran berkat dan jangan lalai. Kalau kita lalai, Allah datang untuk memindahkan kaki dian ke orang lain. Kepercayaan Tuhan jangan diabaikan karena Allah yang kita sembah adalah Allah yang hidup. Percaya akan kuasa Tuhan seperti Sandrak, Mesak dan Abednego sekalipun Tuhan tidak menolong, kami tidak akan menyembah Allah lain. Pegang janji Tuhan buktinya mereka tidak terbakar percaya saja Allah yang berkuasa sanggup menolong kita. (Wahyu 22:12) Allah datang memberi upah. Teruslah melakukan pekerjaan Tuhan, berkaryalah dalam pekerjaan Tuhan pegang kepercayaan yang Tuhan beri bagi kita.

Keberhasilan Oleh Karena Tuhan


Pembacaan Firman : Kejadian 26 : 1-4

Perkataan manusia tidak mampu merubah situasi, hikmat manusia tidak bisa merubah keadaan serta filsafat manusia tidak dapat merubah kondisi. Tetapi sepatah kata dari Firman Allah mampu merubah situasi, keadaan dan kondisi kita karena ada kuasa dalam Firman Allah. Seperti pada peristiwa Yesus menyembuhkan hamba seorang perwira di kapernaum. Hanya dengan perkataan Firman Allah maka sembuhlah hamba dari perwira kapernaum itu.

Keberhasilan adalah suatu hal yang sangat diidamkan oleh semua orang. Tidak ada seorangpun yang mau gagal, semua ingin berhasil dalam kehidupannya. Tuhan ingin kita berhasil dalam perjalanan kehidupan kita (Mazmur  1 : 3). Ia tidak pernah merancangkan kegagalan bagi setiap orang yang percaya kepadaNya. Rancangan Allah bagi umatNya yaitu masa depan yang penuh harapan. Ishak adalah seorang yang berhasil meraih keberhasilan di masa paceklik, masa yang sukar karena ia diberkati oleh Tuhan. Secara perhitungan manusia, secara logika tidak mungkin dimasa yang sukar orang menjadi kaya, bahkan kian lama kian kaya, sehingga ia menjadi sangat kaya ( Kejadian 26:13 ). Tetapi itulah yang dialami oleh Ishak. Adapun yang menjadi rahasia keberhasilan Ishak yaitu :

1. Menaruh hidupnya dibawah otoritas Firman Allah.
Ketika ia taat, tunduk, setia dan dengar – dengaran kepada Firman Allah maka keberhasilan menjadi miliknya. Ia taruh hidupnya dibawah otoritas Firman Allah karena Firman Allah adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang percaya (Roma 1 : 16).

keberhasilan
sumber gambar pixabay.com
Isak adalah orang yang dengar –dengaran. Pada waktu itu terjadi kelaparan di Istrael dan Tuhan menyuruh Isak tinggal di Gerar. Melihat kondisi negeri Gerar tidak mungkin ia berhasil, tetapi pada saat ia taat kepada Firman Allah maka kuasa Firman Allah trjadi dalam hidupnya. Firman Allah adalah kekuatan, kuasa Allah yang sanggup merubah karakter, sikap seseorang. Apapun keadaan yang kita alami solusinya adalah taat dan tunduk dibawah otoritas Firman Allah. Bukan berarti Ishak lepas dari persoalan karena sebelumnya ia ditolak, diusir oleh raja Abimelekh. Ada persoalan, ada ketertolakan yang dialami oleh Ishak, tetapi ia berhasil meraih keberhasilan karena ia menaruh hidupnya dibawah otoritas Firman Allah.

2. Ia bertindak dengan iman.
Kondisi tanah Gerar itu kering maka secara logika manusia tidak mungkin tanah yang kering akan bertumbuh apa yang dia tabor. Tetapi ia bertindak dengan iman sehingga menaburlah ia dan mendapat hasil 100kali lipat ( Kejadian 26:12 ).

Tidak percuma apa yang kita tabur untuk Tuhan, asal kita beri dengan iman. Orang yang menabur dengan mencucurkan air mata akan menuai dengan sorak-sorai ( Mazmur 126:5 ). Seperti halnya janda di safrat yang dipelihara oleh Tuhan pada masa kelaparan karena ia taat dan tunduk pada Firman Allah maka ia diberkati dan menikmati keberhasilan.

3. Ia membangun mezbah
Rahasia keberhasilan Ishak karena ia membangun mezbah ( Kejadian 26:25 ). Apakah ada mezbah yang kita bangun setiap hari dalam hidup kita ? Apakah ada doa-doa yang selalu kita panjatkan dihadapan Tuhan ? Kunci dari segala pergumulan hidup ketika kita datang dikaki Tuhan maka setiap beban akan terlepas. Bangunlah mezbah doa itu untuk kita dan keluarga. Karena setan ingin menghancurkan keluarga Kristen. Setan tidak ingin melihat keluarga Kristen diberkati. Makanya kita harus bangun mezbah doa setiap hari. Datanglah dikaki Tuhan untuk memuji dan menyembahNya selalu dalam hidup kita. Yang paling mengerti hidup kita, keperluan dan pergumulan kita adalah Tuhan. Ia adalah Tuhan yang memperdulikan kita. Ishak adalah orang yang suka bergaul, bercakap dan berkenan kepada Tuhan sehingga ia dapat meraih keberhasilan. Kalau kita ingin berhasil, sukses seperti apa yang dialami Ishak maka lakukanlah ke 3 hal tersebut yaitu :
- Menaruh hidup kita dibawah Otoritas Firman Allah
- Bertindak dengan iman
- Bangunlah mezbah doa setiap hari.

Maka keberhasilan itu akan menjadi milik kita.