Showing posts with label Berdoa. Show all posts

Pandang Kepada Yesus

Pembacaan Firman: Mazmur 34:6 & Yoh 1:29-34

Pada saat Yohanes melihat Tuhan Yesus maka Yohanes mengatakan “Lihatlah Anak Domba Allah Yang Menghapus Dosa Manusia” Yoh 1:29. Yohanes memiliki mata seperti Sorga melihat Tuhan Yesus (ay 29,33-34). Jika kita sungguh-sungguh taat kepada Firman maka kita akan melihat Yesus sebagai Penebus Dosa. Yohanes 17:24 “Agar mereka memandang kemuliaan-Ku”. 3 (tiga) Hal
Pandangan Yohanes tentang Tuhan Yesus adalah :
1. Yesus sebagai “domba” yang menghapus Dosa (Yoh. 1:29) Kata menghapus dalam bahasa Yunani berarti “airo (ah’ee-ro)”, dalam bahasa Inggris “Remove, take away” dan dalam bahasa Indonesia berarti “Menghilangkan”. Tuhan Yesus menghilangkan dosa kita seperti sampah yang dicuci bersih yang bertujuan untuk diangkat sebagai anak, Yohanes 1:12 “menerima Yesus maka disebut anak’. Yes 53:7 “seperti domba yang dibawah ke pembantaian”. Hanya orang-orang yang tinggal bersama Tuhan Yesus dan Tuhan Yesus tinggal didalam dia dan memiliki mata seperti sorga melihat Tuhan Yesus.
2. Keselamatan tersedia bagi mereka yang memiliki mata seperti Sorga melihat. Yes 35:3-5 “mata orang buta dicelikan”, 2 Kor 4:3-4”dibutakan oleh ilah zaman ini”.
3. Yesus mati sekali untuk selama-lamanya (Ibrani 9:7, 24-28, Lukas 17:1)


Pandang kepada Yesus sebagaimana Sorga memandang Yesus, Amin.


Carilah Tuhan

Pembacaan Firman: Amos 5:4 

Tuhan memakai Amos untuk menyampaikan pesan Tuhan kepada Bangsa Israel agar mereka dapat hidup. Oleh karena kebejatan moral Bangsa Israel maka Tuhan menyatakan kuasanya untuk menghukum mereka. Akan tetapi walaupun demikian Tuhan begitu mengasihi mereka sehingga Tuhan mengirim Amos untuk menyampaikan pesan Tuhan agar supaya bangsa Israel dapat tetap hidup jika mereka tetap taat kepada Tuhan. begitu juga dengan kita jika kita taat kepada Tuhan maka kita akan hidup dan menyatakan kasih-Nya kepada kita. Marilah kita mencari Tuhan agar kita tetap hidup dan tidak terpengaruh dengan situasi disekitar kita. jika kita hidup dalam Tuhan maka Tuhan juga akan hidup di dalam kita (Amsal 8:35, Yoh 1:4.


2 (dua) kunci untuk mencari Tuhan :
1. Mencari Tuhan dengan segenap hati (Mazmur 119:10)
Mencari Tuhan berarti kita harus berusaha untuk mendapatkan-Nya. Carilah Tuhan dengan hati yang tulus dan sungguh-sungguh, Yeremia 29:13, Matius 15:8-9, 2 Timotius 3:5, Ratapan 3:14. Hampirilah hadirat Tuhan gara kita menerima dan merasakan jamahan Tuhan. carilah Tuhan dengan eribadah dan membangun rumah doa agar Tuhan tidak meninggalkan kita.

2. Selalu ada dalam jalan Tuhan (Ulangan 5:32, Yosua 1:7-9)
Jika kita dalam jalan Tuhan maka Tuhan akan membimbing kita dan menyertai, Mazmur 9:11, lbrani 11:6, Mazmur 34:4-5. Selagi Tuhan memberikan kesempatan maka pergunakanlah waktu itu. Pakailah hidup kita untuk kemuliaan nama Tuhan.

la Tidak Menyembunyikan Wajah-Nya

Pembacaan Firman: Mazmur 22:25

Tentunya kita sangat mengetahui dan pernah merasakan atau mengalami apa itu "Kesulitan", "tertekan", "dalam posisi terpuruk". Kadang kala disaat kita mengalami keadaan seperti diatas disaat kita menceritakan kepada orang lain ataupun disaat orang lain mengetahuinya maka mereka seringkali tidak peduli atau bahkan memperburuk masalah. Perlu kita sadari bahwa bisa saja kita merasa bahwa saat ini kita dalam posisi yang nyaman, keadaan yang baik, menyenangkan, akan tetapi perlu kita ingat bahwa Firman Tuhan mengatakan bahwa "Ingatlah hari-hari gelap yang banyak" yang berarti kita bisa saja tiba-tiba berada dalam posisi yang tidak menyenangkan sehingga kita harus menyadarinya.


Tuhan tidak akan menyembunyikan wjah-Nya kepada orang-orang yang mempunyai Firman Tuhan dan Roh Kudus dalam hidupnya dan Tuhan selalu melindungi kemanapun kita pergi dan berada. Cara paling mudah untuk mencari Tuhan adalah melipat lutut kita, mengangkat tangan dan berdoa kepada Tuhan maka Tuhan akan hadir dalam hidup kita, jika Tuhan telah hadir maka la akan mengangkat segala beban dan masalah hidup kita. Tuhan tidak pernah bersembunyi terhadap kehidupan kita, Yesaya 49:14-17 Tuhan berkata " Aku tidak akan melupakan engkau", Ulangan 20:1-4 " Allah tidak pernah menyembunyikan wjah-Nya kepada kita". tetapi perlu di ingat Mikha 3:4 "Kejahatanlah penyebab Tuhan bersembunyi" (Ulangan 31:17-18, Yesaya 54:8). Untuk itu berusahalah agar Tuhan tidak menyembunyikan wajah-Nya kepada kita, amin.

Pandang Kepada Yesus

Pembacaan Firman: Mazmur 34:6

Dalam Ayat Firman Tuhan yang terdapat dalam Mazmur 36:6 adalah merupakan suatu rahasia untuk kita dapat awet muda karena Firman Tuhan mengatakan bahwa jika kita mengarahkan pandangan kita kepada Tuhan maka akan membuat muka kita berseri-seri. Amsal 15:13 dikatakan "Hati yang gembira membuat muka berseri-seri, tetapi kepedihan hati mematahkan semangat". Jika kita hanya memandang pada masalah yang kita hadapi maka kita akan semakin terpuruk.

Dalam mazmur 121:1-8 mengatakan bahwa Tuhan adalah Penjaga Israel walaupun bangsa Israel menghadapi begitu banyak pergumulan. Begitu juga kita sebagai anak-anak Tuhan jika kita memandang kepada Tuhan maka walaupun bayak gunung-gunung persoalan yang kita hadapi maka Tuhan akan selalu menjaga dan menolong kita, Tuhan tidak sekalipun akan tertidur jika mata kita hanya tertuju kepada-Nya. Hal ini merupakan janji Tuhan kepada kita. yang akan kita alami jika memandang kepada Tuhan Yesus adalah :



1. Tuhan Yang Menghapus Dosa Dunia (Yohanes 1:29). Orang yang memandang kepada Tuhan tersedia keselamatan. Roma 8:17 kita berhak menerima janji Allah (Ahli Waris).

2. Doa Hana (1 Sam 1:9-12, 19:20) dengan hati pedih Hana berdoa kepada Tuhan. 5 Hal yang dilakukan hana adalah : 1. Berdoa (ay 9,10) 2. Beribadah (ay 9,10) 3. Berkorban ( Ay 24,25) 4. Bernazar (Ay 26-28) S. Sujud Menyembah (ay 28).

Kejadian 26:12, menaburlah lshak dan ia mendapatkan hasil 100x lipat sebab Tuhan telah memberkati lshak. Jika kita memandang kepada Tuhan maka Tuhan akan memberkati kita, Mazmur 141:8 "Padamulah Tuhan Mataku Tertuju".

Tetap Berdoa dan Mengucap Syukur Kepada Tuhan

Pembacaan Firman: Yunus 2:4

Dan aku berkata: telah terusir aku dari hadapan mata-Mu. Mungkinkah aku memandang lagi bait-Mu yang kudus?

Kita sudah mengetahui apa yang terjadi dengan Nabi Yunus. Yunus mencoba melarikan diri dari panggilan Allah yang terjadi dalam dirinya. Ketika Yunus dipanggil oleh Allah ia mencoba melarikan diri dengan pergi ke Tarsis. Ketika Yunus masuk dalam perut ikan ia dalam keadaan utuh sehingga ia menyadari kesalahannya dan Yunus berdoa kepada Allah selama ia berada dalam perut ikan (ayat 1 dan 2).

Suatu pelajaran bagi kita melalui pembacaan Firman Tuhan ini adalah walaupun kita sedang berada dalam lembah kekelaman ada suatu tindakan yang sangat tepat yaitu berdoa kepada Tuhan. dalam Mazmur 23 pemazmur mengatakan ia berjalan dalam lembah kekelaman. Pemazmur menyadari bahwa ia sementara "berjalan" dalam lembah kekelaman dan bukan terus "tinggal" dalam lembah kekelaman, suatu saat ia meyakini akan keluar dalam lembah kekelaman tersebut. Pemazmur disaat berada dalam lembah kekelaman satu hal yang ia lakukan adalah mengarahkan dirinya kepada Tuhan.



Yunus 2:7 dikatakan Ketika jiwaku letih lesu di dalam aku, teringatlah aku kepada TUHAN, dan sampailah doaku kepada-Mu, ke dalam bait-Mu yang kudus. Dalam segala hal kita harus mengucap syukur kepada Tuhan. kita harus menjadikan ucapan syukur sebagai gaya hidup kita sebagai anak Tuhan. Yunus 2:9 Tetapi aku, dengan ucapan syukur akan kupersembahkan korban kepada-Mu; apa yang kunazarkan akan kubayar. Keselamatan adalah dari TUHAN. Ketika Yunus mengucap syukur kepada Tuhan maka ikan itu memuntahkan Yunus keluar, ayat 10 Lalu berfirmanlah TUHAN kepada ikan itu, dan ikan itu pun memuntahkan Yunus ke darat.

Mari kita menjadikan ucapan syukur sebagai gaya hidup kita sebagai anak-anak Tuhan dan senantiasa tetap berdoa kepada Tuhan disaat kita berjalan dalam lembah kekelaman. Satu janji Tuhan bahwa ketika kita berharap kepada-Nya maka Tuhan akan memberikan jalan keluar kepada kita. Amin.

Datang Pada Tuhan Yesus

Pembacaan Firman: Mazmur 22:25 

Sebab Ia tidak memandang hina ataupun merasa jijik kesengsaraan orang yang tertindas, dan Ia tidak menyembunyikan wajah-Nya kepada orang itu, dan Ia mendengar ketika orang itu berteriak minta tolong kepada-Nya.

Ada 3 [tiga] hal yang menarik untuk disimak melalui pembacaan Alkitab kita saat ini yaitu : Hati Tuhan, la tidak menyembunyikan wajah-Nya, la mendengar.

Yang akan kita bahas saat ini adalah "Hati Tuhan" Tentunya kita sangat mengetahui dan pernah merasakan atau mengalami apa itu "Kesulitan", ”tertekan", "dalam posisi terpuruk". Kadang kala disaat kita mengalami keadaan seperti diatas disaat kita menceritakan kepada orang lain ataupun disaat orang lain mengetahuinya maka mereka beranggapan bahwa kita hanya main-main, berbohong dsb. Perlu kita sadari bahwa bisa saja kita merasa bahwa saat ini kita dalam posisi yang nyaman, keadaan yang baik, menyenangkan, akan tetapi perlu kita ingat bahwa Firman Tuhan mengatakan bahwa “lngatlah hari-hari gelap yang banyak" yang berarti kita bias saja tiba-tiba berada dalam posisi yang tidak menyenangkan sehingga kita harus menyadarinya.


Disaat kita berada dalam posisi yang tidak menyenangkan maka perlu diingat dalam Firman Tuhan Mazmur 34:19 mengatakan "TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan la menyelamatkan orang-orang yang remukjiwanya”. Tuhan mengizinkan kita mengalami masalah dengan satu tujuan yang mulia yaitu untuk melatih kita menjadi kuat dalam menghadapi persoalan hidup dan menjadi kuat dalam mengiring Tuhan. disaat kita mengalami tekanan hidup, masalah, tertekan dalam keadaan terpuruk maka disitulah Tuhan memberikan perhatian kepada kita sehingga la menyiapkan segala sesuatu yang kita butuhkan menghadapi persoalan hidup tersebut. Tuhan tidak akan pernah memandang hina jika hati kita remuk dibawah kaki-Nya. Satu pelajaran yang harus kita ingat bahwa jika kita merasa kosong dalam jiwa kita maka maka perbanyaklah duduk diam dibawah kaki Tuhan dengan menyembah-Nya dan berdoa kepada Tuhan dan merasakan hadirat-Nya hadir dalam hidup kita. siapkan lah waktu khusus untuk dapat berdoa, menyembah dan merasakan hadirat-Nya hadir memenuhi kehidupan kita sehingga kita dapat merasakan perhatian Tuhan atas kehidupan kita dan kita boleh merasakan kekuatan-Nya datang menolong kita atas persoalan yang sementara dihadapi. Amin

Menjadi Sahabat Tuhan

Pembacaan Firman: Yakobus 2:21-23

Banyak hal yang dapat kita nikmati jika kita menjadi sahabat dari orang yang berpengaruh. Jika kita ingin menjadi sahabat Tuhan maka kita harus belajar dari seorang tokoh yaitu Abraham yang fokus hidupnya hanya kepada Tuhan (ayat 21). Apa yang dipikirkan, dilakukan dan dilihat oleh Abraham tertuju kepada Tuhan. Tidak mudah menjadi sahabat Tuhan dan tidak semua orang dapat menjadi sahabat Tuhan. Hanya orang yang melakukan kehendak Tuhan yang dapat menjadi sahabat Tuhan. Abraham adalah orang yang beriman dan Abraham melakukan perbuatan-perbuatan yang sesuai dengan kehendak Tuhan. Abraham dengan rela melakukan firman yaitu menyerahkan anaknya, sebuah perbuatan harus dibarengi dengan ketaatan. Tidak Kebetulan Abraham menjadi sahabat Tuhan. Mengapa Abraham dipilih menjadi sahabat Tuhan, Roma 4:17-21 merupakan konsep hidup Abraham yaitu percaya dari yang tidak ada menjadi ada. Tuhan telah memilih kita untuk menyatakan rahasia kebenaranNya.



Kita harus mencontohi Abraham bagaimana ketaatannya. Abraham tidak bimbang, karena bimbang merupakan cara iblis untuk menjatuhkan hidup kita. Kita harus mengimani bahwa segala sesuatu dapat terjadi dalam hidup kita walaupun kelihatannya tidak mungkin. Banyaklah memperkatakan bahasa iman dan diberengi dengan kesetiaan dan ketaatan sehingga semua yang kita kerjakan selaras dengan kemauan Firman Tuhan. Abraham tidak bimbang dengan janji Allah. Belajarlah mulai dari hal-hal yang kecil dengan bermodalkan jangan bimbang. Tetaplah percaya bahwa Yesus adalah Tuhan yang selalu sanggup menolong kita. Contoh orang yang bersahabat dengan Tuhan adalah dalam Daniel 1:1-9, bagaimana 4 orang muda yang dibawa ke istana raja untuk memperoleh fasilitas dari kerajaan. Tetapi Daniel menolak untuk makan dan minum yang sama seperti raja dan ia tidak mau menajiskan diri karena makanan dan minuman raja sudah dipersembahkan kepada berhala. Daniel memilih takut kepada Tuhandari pada memilih kompromi dengan perintah raja. Hasilnya dari komitmen Daniel itu:

1. Setelah 10 hari perawakan mereka lebih baik (ayat 15)
2. Kecakapan mereka lebih dari yang lain (ayat 18-19)
3. 10x lipat menjadi pintar (ayat 20)

Maka bersahabatlah dengan Tuhan sehingga kita bisa menerima perjanjian Allah berlaku dalam kehidupan kita.

Dibuang Untuk membawa Kesejahteraan

Pembacaan Firman: Yeremia 29:7

"Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu."

Kata "dibuang" tentunya seperti berkonotasi tidak baik dan tidak disukai oleh siapapun. Sesuatu yang "dibuang" tentunya suatu hal yang dianggap tidak berguna dan sudah tidak dibutuhkan lagi. Umat Israel berada dalam pembuangan, namun Firman Tuhan berkata tetap usahakan kesejahteraan dimanapun kamu berada sekalipun dalam "pembuangan", dan menjalani proses ini tentulah tidak mudah. Ada satu contoh sesuatu barang yang dibuang yaitu biji rambutan. Setelah habus dimakan dan dibuang ternyata sebuah biji rambutan dapat bertumbuh dan pada suatu kelak akan menjadi sangat berguna ketika telah menjadi pohon yang besar dan berbuah. Ini salah satu contoh "dibuang membawa kesejahteraan". Dimanapun kita jika kita membawa kesejahteraan di tempat itu maka tempat itu akan menjadi sejahtera dan tentunya akan menjadi kesejahteraan buat kita juga. Mungkin kita merasa "dibuang" di tempat kita berada saat ini, seperti tempat kerja kita, maka kita harus berusaha membawa kesejahteraan ditempat itu, Dimanapun kita berada jika kita membawa kesejahteraan di tempat itu maka Tuhan akan memberkati kita pula. Bagaimana kita membawa kesejahteraan itu, yaitu:

1. Jangan malas dan tetap berusaha. Dimanapun kita telah ditempatkan maka bawalah dan berbuatlah sejahtera di tempat itu dengan tetap berusaha jengan menyerah pada keadaan.
2. Berdoa. Doa akan menjadi kekuatan kita untuk tetap kuat melayani Tuhan. Melalui doa maka iman kita dapat dikuatkan.
3. Pegang Teguh Janji Tuhan. Seperti sebuat biji rambutan yang perlu waktu dan proses untuk bertumbuh, bersabarlah. Janji Tuhan adalah pasti dan akan ditepati. Tuhan akan memberikan apa yang telah dinajikannya kepada kita.
4. Tetap Dalam Rancangan Tuhan. Contoh Yusuf tetap dalam rancangan Tuhan atas dirinya walaupun ia telah dijual dan dipenjarakan. Yusuf tetap setia berjalan dalam rancangan Tuhan sehingga ia dipermuliakan sesuan waktu Tuhan. Yusuf membawa kesejahteraan dimana dia berada sehingga ia diberkati Tuhan.



Jika kita merasa seakan "dibuang" percayalah dan tetaplah dalam rancangan rencana Tuhan. Jika sudah tiba waktunya kita akan dipermuliakan dan tempat dimana kita berada pasti akan diberkati selama kita membawa sejahtera ditempat itu sesuai dengan kehendak Tuhan.

Aman Dalam Lindungan Allah

Pembacaan Firman: Mazmur 27:1-4

27:1  Dari Daud. TUHAN adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? TUHAN adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gemetar?
27:2 Ketika penjahat-penjahat menyerang aku untuk memakan dagingku, yakni semua lawanku dan musuhku, mereka sendirilah yang tergelincir dan jatuh.
27:3 Sekalipun tentara berkemah mengepung aku, tidak takut hatiku; sekalipun timbul peperangan melawan aku, dalam hal itupun aku tetap percaya.
27:4 Satu hal telah kuminta kepada TUHAN, itulah yang kuingini: diam di rumah TUHAN seumur hidupku, menyaksikan kemurahan TUHAN dan menikmati bait-Nya.



Daud adalah seorang yang setia kepada Tuhan dan hidupnya menyenangkan Tuhan karena Daud menyadari bahwa Tuhan selalu menolong hidupnya. Kita harus menyadari bahwa kita perlu senantiasa menyenangkan Tuhan karena Tuhan telah terlebih dahulu berkorban menyelamatkan kita. Ada 2 (dua) fase yang selalu dilewati atau dialami oleh setiap manusia yaitu "Sukacita" dan "Persoalan", berkaitan dengan pembacaan Alkitab saat ini pada ayat 1 menjelaskan adanya pertolongan, mujizat Tuhan dan ayat 2,3 adalah suatu masa adanya persoalan akan tetapi dalam ayat 3 Daud berkata bahwa ia tetap percaya kepada Tuhan. Bagaimana Daud walaupun berada dalam suatu persoalan yang berat ia tetap percaya kepada Tuhan? jawabannya ada di ayat 4 yaitu satu hal yang Daud minta kepada Tuhan adalah Diam di Rumah Tuhan seumur hidupnya dan menyaksikan kemurahan serta kebaikan Tuhan dalam bait-Nya. Ada 4 hal dalam ayat 4 ini, yaitu:

  1. Diam di rumah Tuhan. Berarti menyerahkan seluruh masalah/persoalan kita kepada Tuhan dan percaya akan kuasaNya yang dapat menolong kita.
  2. Seumur hidup. Seumur hidup berarti ada dalam rumah Tuhan secara terus-menerus tanda jeda dan tidak terpengaruh dengan situasi kondisi yang ada disekitar kita dan tetap setia kepada Tuhan.
  3. Menyaksikan Kemurahan Tuhan. Daud ingin mengalami sendiri, melihat sendiri dan mendapatkan sesuatu di Rumah Tuhan yaitu mendengan dan menikmati Firman Tuhan serta memuji kebesaran-Nya, Roma 1:1-3
  4. Menikmati bait-Nya. Yohanes 1:12 semua orang yang menerimanya diberi kuasa untuk menjadi anak-anak Allah dan percaya didalam nama-Nya. Kita menikmati hadirat dan kuasa yang memberi kekuatan kepada kita. Amin

Belajar Dari Rahasia Keberhasilan Hidup Daniel

Pembacaan Firman Daniel 2:48


"Lalu raja memuliakan Daniel: dianugerahinyalah dengan banyak pemberian yang besar, dan dibuatnya dia menjadi penguasa atas seluruh wilayah Babel dan menjadi kepala semua orang bijaksana di Babel."


Hari ini kita belajar dari seorang pemuda yang mampu 'mengalahkan' dunia. Daniel adalah orang muda yang memiliki roh luar biasa dan memiliki kualitas hidup diatas rata-rata. Dalam bahasa Ibrani nama 'Daniel' memiliki arti 'Tuhanlah hakimku'. Kata 'hakim' sendiri memiliki makna yang sangat luar biasa, suatu gambaran tentang kebijaksanaan yang didalamnya terkandung hikmat, kekudusan, intelektual dan juga integritas. Daniel adalah seorang dari orang-orang muda pilihan yang ditangkap dan dibawa oleh Nebukadnezar, raja Babel, pada waktu Yerusalem runtuh. "...orang-orang muda yang tidak ada sesuatu cela, berperawakan baik, yang memahami berbagai-bagai hikmat, berpengetahuan banyak dan yang mempunyai pengertian tentang ilmu, yakni orang-orang yang cakap untuk bekerja dalam istana raja, supaya mereka diajarkan tulisan dan bahasa orang Kasdim." (Daniel 1:4). Di begeri Babel, oleh pemimpin pegawai istana, nama Daniel diganti menjadi Beltsazar.

Meski berada di negeri pembuangan, grafik kehidupan Daniel bukannya menjadi merosot, justru sebaliknya makin hari makin naik seperti janji firmanNya, "Tuhan akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun," (Ulangan 28:13). Keberhasilan Daniel didapat bukan karena malakukan kecurangan, suap atau kompromi, tapi karena ia memiliki kualitas hidup yang 'berbeda' dari orang lain. Inilah yang dilakukan Daniel: pertama, ia berkomitmen untuk hidup kudus. Bukanlah perkara yang mudah bagi anak muda untuk tidak menajiskan diri dari perkara-perkara duniawi. "Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya dengan santapan raja dan dengan anggur yang biasa diminum raja; dimintanyalah kepada pemimpin pegawai istana itu, supaya ia tak usah menajiskan dirinya." (Daniel 1:8).

Daniel bersikap tegas dan tidak mau berkompromi sedikitpun dengan dosa dan tetap berkomitmen untuk menjaga kekudusan hidupnya. Apa kuncinya ? "Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih ? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu." (Mazmur 119:9).



Rahasia hidup Daniel kedua  adalah menjaga pergaulannya. Ia tidak sembarangan bergaul dan sangat selektif memilih teman, sebab ia sadar bahwa "Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik." (1 Korintus 15:33). Karena itulah Daniel membangun hubungan dengan teman-teman yang sama-sama takut akan Tuhan dan memiliki kerohanian yang baik pula, sehingga mereka dapat saling mendukung, menasihati, mengingatkan dan menguatkan. "Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya." (Amsal 27:17). Berhati-hatilah dalam bergaul! dengan siapa kita bergaul dan siapa teman-teman di sekitar kita sangat mempengaruhi pola pikir dan juga menentukan perjalanan hidup kita, akan seperti apa dikemudian hari, sebab "Siapa bergaul dengan orang bijak menjadi bijak, tetapi siapa berteman dengan orang bebal menjadi malang." (Amsal 13:20). Daniel pun memilih Hananya, Misael dan Azarya sebagai sahabat-sahabatnya.

Hal ketiga adalah Daniel berkomitmen untuk memelihara kehidupan doanya setiap hari. Ia senantiasa menyediakan waktu khusus untuk Tuhan tiga kali sehari berlutut, berdoa dan memuji-muji Tuhan. Tertulis: "Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya." (Daniel 6:11). Sebagai pejabat pemerintahan tentunya Daniel punya banyak aktivitas dan kesiukan; meski demikian ia tidak pernah lalai menyediakan waktu untuk bersekutu dengan Tuhan. Di segala keadaan Daniel tetap tekun berdoa. Hal ini menunjukan bahwa ia senantiasa mengandalkan Tuhan dan melibatkan Dia di segala aspek hidupnya.

"Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka ?" (Lukas 18:17). Itulah sebabnya apa saja yang dikerjakan Daniel senantiasa berhasil dan beruntung, karena tangan Tuhan selalu campur tangan.

"Dan Daniel ini mempunyai kedudukan tinggi pada zaman pemerintahan Darius dan pada zaman pemerintahan Koresh, orang Persia itu." (Daniel 6:29)

Jangan Bimbang

Pembacaan Firman Yakobus 1:1


Dalam pembacaan pembahasan seri khotbah saat ini Tuhan mengingatkan kepada kita bahwa Tuhan tidak menginginkan kita hidup dalam keragu-raguan. Dalam kita merencanakan sesuatu hal yang akan kita kerjakan maka kita diingatkan untuk tidak bimbang dalam arti kita jangan ragu-ragu apakah sesuatu hal tersebut akan berhasil atau tidak. Tuntuk itu kita harus melibatkan Tuhan dalam merencanakan sesuatu hal dalam kehidupan kita sehingga keberhasilan dan kesuksesan menjadi bagian dalam kehidupan kita.

jangan bimbang
sumber gambar pixabay.com

Alkitab mencatat mengenai arti kebimbangan yaitu:

  1. 1. Terombang-ambing (Efesus 4:14)
    Tuhan tidak menginginkan kita diombangambingkan dengan suatu hal yang tidak pasti karena hal itu merupakan kebimbangan
  2. 2. Tidak ada kepastian hidup (Matius 14:24).
    Kita tidak akan terbebas dari suatu angin sakal atau permasalahan hidup selama kita masih berada di dunia ini. Angin sakal berbicara mengenai berbagai-bagai persoalan hidup kita dan Tuhan tidak mau kita tidak ada pengharapan disaat kita dalam permasalahan hidup.
  3. 3. Tidak ada tujuan (Yehezkiel 34:5-6)
  4. 4. Tidak akan mendapatkan sesuatu (Yakobus 1:7)
  5. 5. Kurang percaya (Matius 14:31)
Mujizat akan kita dapatkan pada saat kita dekat dengan Tuhan sehingga tidak ada alasan untuk kita bimbang (Matius 14:31) dan Alkitab mencatat bahwa Tuhan membenci orang yang bimbang (Mazmur 119:113).
Kebimbangan merupakan tembok pemisah untuk kita mendapatkan berkat-berkat yang berasal dari Tuhan (Yakobus 1:7). "Keputusan hati" merupakan keputusan untuk hidup setia kepada Tuhan walaupun disaat kita menghadapi masalah kita tidak tahu apakah Tuhan menolong kita atau tidak.

Jika kita tidak bimbang berarti:
  1. 1. Kita mempunyai iman (Yakobus 1:6)
  2. 2. Kita dibenarkan karena iman (Roma 3:28)
Jaminan Tuhan jika kita tidak bimbang adalah:
  1. 1. Tuhan akan membawa kita pada kemenangan (Yesaya 41:10)
  2. 2. Kemenangan oleh karena Yesus Kristus (1 Korintus 15:57)
Kesimpulan
  1. 1. Kuasa Firman melepaskan kita dari kebimbangan
  2. 2. Iman adalah kunci kita menerima berkat Tuhan



Pilihan yang Terbaik

Pembacaan Firman: Lukas 10:38-42

Maria dalam pembacaan Alkitab ini mengambil posisi dekat dengan Tuhan sedangkan Marta memilih jauh dari Tuhan. Pilihan apa yang kita akan ambil ? pilihan hari ini akan menjadi penentu dari hasil yang akan kita raih di kemudian hari. Masa-masa ini tentu saja kita memasuki pertandingan yang sangat berat membuat pilhan kita saat ini begitu menentukan. Pilihanan Maria sekali lagi adalah duduk dekat di kaki Tuhan.

berdoa
sumber gambar pixabay.com
Kata “duduk” pada pembacaan ini dalam bahasa Yunani ditulis dengan kata “parakathizo”, Ibrani “takah”, Inggris “To sit down near” yang artinya duduk dekat dan mendengar. Dalam ayat 42 “tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya. “ Maria memilih bagian yang terbaik yaitu duduk di dekat kaki Tuhan, ini adalah pilihan terbaik. Bagi Pandangan Yuhan Yesus, duduk dekat Tuhan adalah pilihan yang terbaik. Pilihlah seperti apa yang dilakukan Maria yaitu duduk dekat dengan Tuhan dan mendengarkanNya. Pertanyaan sekarang maukah kita melakukan seperti yang dilakukan Maria ? Pilihan ada di tangan kita saat ini. Yosua 24:15 “Tetapi jika kamu anggap tidak baik beribadah kepada Tuhan, pilihlah pada hari ini kepada siapa engkau akan beribadah; allah yang kepadanya nenek moyangmu beribadah di seberang sungai Efrat, atau allah orang Amori yang negerinya kamu diami ini. Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada Tuhan!” Ini adalah pilihan dari Yosua yang menurut Tuhan memilih bagian yang tidak akan diambil darinya. Dalam Ulangan 33:3 “Sungguh Ia mengasihi umatNya; semua orangNya yang kudus didalam tanganMulah mereka, pada kaki Mulah mereka duduk, menangkap sesuatu dari FirmanMu.

Orang yang mengasihi Tuhan adalah mereka yang duduk di kaki Tuhan untuk menangkap sesuatu, yaitu Firman Tuhan. Orang yang mengasihi Tuhan senang untuk sujud dan merendahkan diri dihadapan Tuhan. Contoh yang dapat kita lihat jika kita memilih yang baik yaitu dalam Yosua 6:6-7 Yosua sujud dan berdoa dihadapan Alla dan pada ayat 10 dikatakan Tuhan datang dengan lawatan yang luar biasa. Doa adalah suatu tindakan untuk menyelesaikan sesuatu yang tidak beres. Doa merupakan penyelesaian dari segala permasalahan dan persoalan orang percaya, ketika kita datang duduk dikaki Tuhan dan berdoa dengan kesungguhan hati, maka jawaban akan kita terima. Hasil dari doa dapat kita lihat dalam Yosua 8, yaitu Yosua meraih kemenangan. Selalu saja ada pergumulan dan persoalan yang akan kita hadapi, akan tetapi kita harus mengambil sikap seperti Yosua yaitu memilih duduk diam di kaki Tuhan dengan merendahkan diri dan berdoa sehingga meraih kemenangan. Mazmur 60:12 “Dengan Allah kita lakukan perbuatan yang gagah perkasa, sebab Ia sendiri akan menginjak-injak para lawan kita. Yosua pernah merasakan kekecewaan akan tetapi Yosua memilih hal yang terbaik yaitu datang kepada Tuhan dengan menyelesaikan apa yang tidak beres sehingga Yosua mengalami pemulihan. II Raja-raja 6:17-18 Doa Elisa, Elisa tidak melihat apa yang disampaikan bujangnya tetapi Elisa memilih mendengarkan Tuhan dengan Elisa berdoa kepada Tuhan sehingga Elisa meraih keberhasilan.

Doa biarlah menjadi bagian hidup kita sehingga kita dapat mengalamu pengalaman seperti Yosua dan Elisa. Doa adalah pilihan terbaik untuk menyelesaikan persoalan kita. Doa adalah kunci untuk meraih kemenangan yang gilang gemilang asalkan kita memilih bagian yang terbaik yaitu duduk di kaki Tuhan.

Tuhan Memberkati

Hari Depan Yang Penuh Harapan

Pembacaan Firman: Yeremia 29:11

“Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada padaKu mengenai kamu, demikianlah Firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan”

Setuasi dunia akhir-akhir ini seakan-akan membawa kita kepada perasaan kuatir. Banyak peristiwa yang terjadi membuat kita takut, diantaranya bencana alam, banjir, tanah longsor, tindak kejahatan yang meningkat sampai pada kecelakaan pesawat yang memakan korban yang banyak. Jika kita membaca Firman Tuhan dalam ayat pokok diatas sangat bertolak belakang dengan apa yang terjadi tersebut. Kita harus mengakui bahwa apa yang terjadi dalam kehidupan ini kita harus mengakui bahwa “Tuhan itu baik” karena Tuhan telah merancangkan kepada kita masa depan yang terbaik. Biarlah kita menghargai kasih dan kemurahan Tuhan karena keberadaan hidup kita hanya berkat kemurahan dan kebaikan Tuhan.

harapan
sumber gambar pixabay.com
Banyak hal yang mungkin terjadi dalam perjalanan hidup kita, walaupun terkadang tidak mengenakan akan tetapi kita harus mengakui bahwa bagi setiap orang yang percaya kepada Tuhan selalu ada rencana Tuhan yang indah. Sehingga kita selalu mempunyai pengharapan, beriman bahwa Tuhan pasti memberkati kehidupan kita dan kita juga menyadari bahwa kita juga akan menghadapi berbagai macam pergumulan yang berat.

Hal yang harus kita kerjakan untuk meraih hari depan yang penuh harapan:
1.    Tuguh dalam Tuhan dan jangan tawar hati. Yosua 1:29 “Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu, jangan kecut dan tawar hati, sebab Tuhan, Allahmu, menyertai engkau kemanapun engkau pergi.”
2.    Tetaplah berdoa. Yeremia 33:3 Berserulah kepadaKu, maka aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kau ketahui.
3.    Hiduplah dalam kerendahan hati. Ulangan 8:17-18 Maka janganlah kau katakan dalam hatimu: Kekuasaanku dan kekuatan tangankulah yang membuat aku memperoleh kekayaan ini. Tetapi haruslah engau ingat kepada Tuhan, Allahmu, sebab Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan, dengan maksud meneguhkan perjanjian yang diikrarkanNya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, seperti sekarang ini.

Marilah kita tetap kokoh, tetap maju serta hiduplah dalam kerendahan hati di hadapan Tuhan maka kita akan meraih hari depan yang penuh harapan.

Gereja Yang Benar dan Yang Sesat

Pembacaan Firman: Kejadian 13: 10,18

Dari Kejadian hingga Wahyu kita dapat menemukan 2 kekuatan besar yang saling berkompetisi untuk memenangkan pertandingan yaitu kekuatan yang bernama baik dan jahat, yang benar dan sesat. Cikal bakal gereja yang benar dan gereja yang sesat dimulai dari peristiwa Kain dan Habel (Kej 4:1-16). Pada saat itu Kain mempersembahkan sebagian hasil tanah itu kepada Tuhan sebagai korban persembahan. Habel juga mempersembahkan korban dari anak sulung kambing dombanya, yakni lemak-lemaknya; maka Tuhan mengindahkan Habel dan persembahannya itu, tetapi Kain dan persembahannya itu tidak diindahkannya. Kain memberi tidak dengan tulus hati sedangkan Habel memberikan yang terbaik sehingga Tuhan berkenan kepada Habel.

Inilah cikal bakal berdirinya 2 kekuatan gereja yaitu gereja yang baik (Habel) dan gereja yang sesat (Kain). Gereja kain adalah gereja yang penuh iri hati, sedangkan gereja Habel adalah gereja yang tulus hati memberikan yang terbaik untuk Tuhan. Contoh lain dari gereja yang baik dan gereja yang sesat adalah gereja Abraham dan gereja Lot. Gereja Abraham adalah gereja yang dengar-dengaran dan gereja yang mau membangun mezbahnya.
sumber gambar pixabay.com
Abraham ketika di suruh keluar dari negerinya ke tempat yang telah disiapkan Tuhan, Ia tidak complain, Ia pergi seperti yang difirmankan Tuhan kepadanya. Ia begitu dengar-dengaran kepada Tuhan (Kej 12:1-4). Dengar-dengaran lebih baik dari korban sembelihan (I Samuel 15:22). Abraham telah belajar taat kepada Tuhan. Mari kita belajar taat kepada Tuhan dan janji berkatNya menjadi milik kita. Sehingga kita menjadi gereja Tuhan yang dilindungi dan dipelihara oleh Tuhan. Abraham diberkati Tuhan dengan berkat yang melimpah, karena Ia dengar-dengaran dan melakukan apa yang diFirmankan Tuhan.

Orang yang berbahagia Ialah mereka yang mendengarkan Firman Allah dan yang memeliharanya (Lukas 11:28). Kalau kita suka memelihara Friman Allah kita akan bahagia dan akan melihat kehidupan yang dijanjikan Allah bagi kita (Yohanes 5:24). Jika kita suka memelihara Firman, kita tidak akan meninggalkan jam-jam ibadah. Peliharalah Firman dalam hidup kita agar kita tidak mudah disesatkan.

Abraham adalah orang yang suka membangun mezbahNya (Kejadian 12:7-8). Semakin jauh Ia berjalan semakin Ia membangun mezbahnya. Bangunlah selalu mezbah doa kita kepada Tuhan. Karena doa membuat sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin. Doa dapat mengatasi kemustahilan, doa sanggup merubah segala sesuatu. Seperti halnya Hizkia yang divonis akan mati oleh Tuhan, namun berkat doanya membuat hati Allah tertarik sehingga Ia disembuhkan dan ditambahkan usianya 15 Tahun oleh Tuhan (2 Raja-Raja 20:1-11).

Doa adalah ketika kita mengikatkan diri kepada Tuhan, seperti anak ayam yang berlindung kepada induknya. Doa membuat kita menyatu dengan Tuhan dan diimani bahwa apa yang kita sampaikan kepada Tuhan dijawab oleh Tuhan. Jangan nanti ada masalah baru kita datang kepada Tuhan. Doa harus menjadi kehidupan kita. Hiduplah selalu dalam doa, tingkatkan doa kita sehingga akan membuat kita semakin bertumbuh dan kemuliakan Tuhan akan nyata dalam hidup kita (Wahyu 12:1).
Tuhan Memberkati

Berseru Kepada Tuhan

Pembacaan Firman: I Yohanes 5:13-15

Ayat 13: Semua itu kutuliskan kepada kamu, supaya kamu yang percaya kepada anak Allah, tahu bahwa kamu memiliki hidup yang kekal. Ayat 14: Dan inilah keberanian percaya kita kepadaNya yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepadaNya menurut kehendakNya. Ayat 15: dan jikalau kita tahu, bahwa Ia mengabulkan apa saja yang kita minta, maka kita juga tahu, bahwa kita telah memperoleh segala sesuatu yang telah kita minta kepadaNya.

Yesus mengajarkan doa yang benar yaitu:
-    Berdoa jangan seperti orang munafik, suka dipuji orang, mereka berdoa merasa tidak seperti orang lain (orang Farisi)
-    Sebagaimana pemungut cukai ia jauh berdoa sambil memukul dirinya merasa orang berdosa dan tidak layan dan Tuhan mengindahkannya.
-    Belajar berdoa/puasa secara pribadi sebagaimana teladan Yesus doa semalam suntuk Ia menyampaikan kepada murid-murindnya tidak sanggupkah kamu berdoa 1 jam saja ?
-    Berdoa menurut kehendak Allah

Ketika kehidupan Allah ada pada kita, terkadang mulai berpikir kita lebih hebat dari orang lain. Lihat kehancuran jemaat Korintus ketika mulai muncul kelompok-kelompok. Kami dari kelompok Paulus, kami dari kelompok Apolos, kami dari kelompok Yesus. Allah kecewa melihat jemaat mulai terpecah-pecah. Bukankah Firman sampaikan bahwa dimana ada persatuan disitulah berkat Allah akan tercurah ? Berdoalah menurut kehendak Allah, meminta dan saling mendoakan satu dengan yang lain, saling meneguhkan, saling membangkitkan dan merasa kita tidak lebih dari orang lain.
 
berdoa
sumber gambar pixabay.com
Contoh bagaimana doa yang dikehendakioleh Allah, Yosua pasal 1, berjalan di rencana Tuhan.
Ayat 1 sesudah Musa, Tokoh yang memimpin bangsa Israel sebagai hamba Tuhan itu mati dilanjutkan oleh Yosua.
Ayat 2 dan seterusnya….bersiaplah seberangi sungai Yordan ketika Allah memberikan perintah Tosua melakukannya. Yosua melewati beberapa daerah yang diminta Allah duduki.
Ayat 3, setiap tempat yang akan diinjak kakimu akan diberkati oleh Allah. Kepasrahan Yosua atas perintah Tuhan membuat dia berhasil. Sekuat-kuatnya kita berusaha menolong diri sendiri semakin pertolongan Tuhan jauh, namun sekuatnya kita sambil berseru kepada Tuhan sesuai kehendakNya yakinlah pertolongan itu sudah ada.

Perkawinan di Kana, Yesus juga diundang di sana, ketika mereka mulai kekurangan/kehabisan air anggur, dimana Yesus melalui kehadiran dan kuasaNya ~ isi tempayan itu dengan air sampai penuh dan merekapun mengisinya sampai penuh kemudian cedoklah ~ lihat pemimpin pesta itu menyiapkan anggur yang sudah bagus tetapi Yesus membuat anggur itu lebih bagus lagi anggur yang manis. Hadirkan anggur itu disetiap rumah tangga orang percaya. Berilah tempat untuk Yesus sebagaimana Yosua berjalan di rencana Tuhan, maka doa kita pasti dijawab oleh Tuhan. Inilah keberanian percaya, pasrah Ia akan mengabulkan doa kita ~ minta sesuai dengan kehendak Tuhan. Ketika kita membuat sesuatu perencanaan mulailah berkata kalau Tuhan berkenan. Jawaban doa yang luar biasa, doa menurut kehendak Tuhan. Ambilah waktu untuk Tuhan, Yesus jauh lebih mengerti. Andalkan Tuhan karena diberkatilah orang-orang yang mengandalkan Tuhan.