Showing posts with label Perintah. Show all posts

Merendahkan Diri

Pembacaan Firman: Mazmur 22:30 


Dalam pembacaan Alkitab saat ini dikatakan bahwa orang-orang sombong akan sujud kepada Tuhan. timbul satu pertanyaan yaitu bagaimana dengan orang-orang percaya?. Saat ini seperti yang dikatakan Firman Tuhan bahwa Tuhan sementara menundukan orang-orang sombong, Mazmur 78:8 dikatakan "direndahkan-Nya yang satu dan ditinggikan-Nya yang lain". Orang yang tidak menghargai waktu dan talenta yang Tuhan sudah berikan maka orang itu akan direndahkan-Nya. Sebagai oraang yang percaya kepada Tuhan maka kita harus siap untuk dapat ditinggikan oleh Tuhan. beberapa contoh dalam Alkitab mengenai orang-orang yang ditinggikan oleh Tuhan yaitu : Lukas 18:9-14 "orang Farisi dan Pemungut Cukai", pemungut cukai merendahkan diri di hadapan Tuhan maka ia dibenarkan dan ditinggikan oleh Tuhan. 1 Samuel 17:25,48-49 Keangkuhan Goliath yang dikalahkan oleh orang yang dipilih dan diurapi oleh Tuhan yaitu Daud. Orang benar akan menginjak-injak orang fasik. Keangkuhan Goliath dikalahkan oleh orang yang dianggap kecil yaitu Daud. Daniel 5:22-30 Raja Belsyazar meninggikan diri sehingga ia mati terbunuh. Yesaya 2:12-17 Tuhan telah menetapkan satu hari untuk menghukum orang-orang yang meninggikan diri.


Satu solusi bagi kita orang percaya kepada Tuhan adalah Yakobus 4:10 "Rendahkan Diri Kita Di Hadapan Tuhan". kita harus menyadari akan keberadaan diri kita yang berdosa dihadapan Tuhan. merendahkan diri berarti melakukan apa yang Tuhan mau. Jika kita merendahkan diri dihadapan Tuhan maka Roh Kudus akan menolong kita, Kuasa Allah akan dinyatakan, Allah akan bekerja dalam hidup kita dan kita akan menjadi anak Bapa. Kerendahan hati adalah pintu gerbang kita dapat melihat kemuliaan Tuhan. Amin

2 Macam Dasar

Pembacaan Firman: Lukas 6:46-49


"Mengapa kamu berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, padahal kamu tidak melakukan apa yang Aku katakan?
Setiap orang yang datang kepada-Ku dan mendengarkan perkataan-Ku serta melakukannya — Aku akan menyatakan kepadamu dengan siapa ia dapat disamakan —,
ia sama dengan seorang yang mendirikan rumah: Orang itu menggali dalam-dalam dan meletakkan dasarnya di atas batu. Ketika datang air bah dan banjir melanda rumah itu, rumah itu tidak dapat digoyahkan, karena rumah itu kokoh dibangun.
Akan tetapi barangsiapa mendengar perkataan-Ku, tetapi tidak melakukannya, ia sama dengan seorang yang mendirikan rumah di atas tanah tanpa dasar. Ketika banjir melandanya, rumah itu segera rubuh dan hebatlah kerusakannya."

Banyak hal yang Tuhan telah ajarkan dalam pasal 6 ini dan yang terakhir tentang dasar dari iman kita kepada Tuhan Yesus. Ada 2 kelompok orang yang sama-sama datang dan mendengar Firman Tuhan tetapi yang membedakan adalah yang satu datang mendengar dan melakukan Firman Tuhan dan yang kedua datang mendengar tetapi tidak melakukan Firman Tuhan. Inilah yang meniadi perbedaannya. Ayat 48, merupakan satu pondasi yang kuat, sama seperti pondasi kerohanian kita yang harus memiliki dasar yang benar dan kokoh. Dasar imam kerohanian kita adalah Tuhan Yesus Kristus. Dengan dasar yang kuat, kokoh maka bangunan kehidupan rohani kita dapat berdiri dengan kokoh. Jika bangunan rohani kita memiliki dasar yang kokoh maka sekalipun datang badai, banjir permasalahan maka kita akan tetap kuat berdiri dan tampil meniadi umat yang lebih dari pemenang. Orang yang mendengar tetapi tidak melakukanya maka ia tidak dapat mampu menghadapi persoalan hidup, ayat 49. karena tidak mempunyai dasar yang kuat maka walaupun persoalan hanya kecil saja maka ia akan menjadi lemah. Matius 7:24-27 perikopnya sama yaitu 2 macam dasar.


Yang dengar dan melakukan Firman Tuhan adalah orang yang bijaksana dan orang yang tidak melakukan firman maka ia adalah orang yang bodoh. Matius 25:113 tetang gadis gadis yang bikaksana dan yang bodoh. Tuhan Yesus mengumpamakan tetang gadis gadis yang bijaksana dan bodoh. Yang 5 memegang pelita tapi tidak mempunyai minyak, sedangkan yang 5 sisanya memiliki pelita dan minyak. Waktu sang mempelai datang maka 5 gadis yang ada persediaan minyak yang menyongsong dan masuk kedalam bersamasama mempelai. Dan 5 gadis yang tidak memiliki minyak tidak dapat masuk lagi. Kita harus berjaga-jaga sehingga kita dikategorikan yang bijaksana dan akan masuk kedalam bersamasama dengan Tuhan Yesus kristus. Yang bodoh pasti tidak akan sukses dan yang bijaksana pasti akan sukses. Orang yang melakukan kehendak Bapa akan masuk dalam keraiaan sorga. Kehendak Bapa yaitu semua Firman Tuhan. Masuk kedalam kelompok yang bijaksana adalah orang yang melakukan kehendak Bapa yaitu melakukan Firman Tuhan. Amin

Dibuang Untuk membawa Kesejahteraan

Pembacaan Firman: Yeremia 29:7

"Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu."

Kata "dibuang" tentunya seperti berkonotasi tidak baik dan tidak disukai oleh siapapun. Sesuatu yang "dibuang" tentunya suatu hal yang dianggap tidak berguna dan sudah tidak dibutuhkan lagi. Umat Israel berada dalam pembuangan, namun Firman Tuhan berkata tetap usahakan kesejahteraan dimanapun kamu berada sekalipun dalam "pembuangan", dan menjalani proses ini tentulah tidak mudah. Ada satu contoh sesuatu barang yang dibuang yaitu biji rambutan. Setelah habus dimakan dan dibuang ternyata sebuah biji rambutan dapat bertumbuh dan pada suatu kelak akan menjadi sangat berguna ketika telah menjadi pohon yang besar dan berbuah. Ini salah satu contoh "dibuang membawa kesejahteraan". Dimanapun kita jika kita membawa kesejahteraan di tempat itu maka tempat itu akan menjadi sejahtera dan tentunya akan menjadi kesejahteraan buat kita juga. Mungkin kita merasa "dibuang" di tempat kita berada saat ini, seperti tempat kerja kita, maka kita harus berusaha membawa kesejahteraan ditempat itu, Dimanapun kita berada jika kita membawa kesejahteraan di tempat itu maka Tuhan akan memberkati kita pula. Bagaimana kita membawa kesejahteraan itu, yaitu:

1. Jangan malas dan tetap berusaha. Dimanapun kita telah ditempatkan maka bawalah dan berbuatlah sejahtera di tempat itu dengan tetap berusaha jengan menyerah pada keadaan.
2. Berdoa. Doa akan menjadi kekuatan kita untuk tetap kuat melayani Tuhan. Melalui doa maka iman kita dapat dikuatkan.
3. Pegang Teguh Janji Tuhan. Seperti sebuat biji rambutan yang perlu waktu dan proses untuk bertumbuh, bersabarlah. Janji Tuhan adalah pasti dan akan ditepati. Tuhan akan memberikan apa yang telah dinajikannya kepada kita.
4. Tetap Dalam Rancangan Tuhan. Contoh Yusuf tetap dalam rancangan Tuhan atas dirinya walaupun ia telah dijual dan dipenjarakan. Yusuf tetap setia berjalan dalam rancangan Tuhan sehingga ia dipermuliakan sesuan waktu Tuhan. Yusuf membawa kesejahteraan dimana dia berada sehingga ia diberkati Tuhan.



Jika kita merasa seakan "dibuang" percayalah dan tetaplah dalam rancangan rencana Tuhan. Jika sudah tiba waktunya kita akan dipermuliakan dan tempat dimana kita berada pasti akan diberkati selama kita membawa sejahtera ditempat itu sesuai dengan kehendak Tuhan.

Talenta

Pembacaan Firman: Matius 25:14-30


Tuhan menginginkan kita untuk bertumbuh dan berbuah dengan berlipat ganda. Jika kita melayani Tuhan maka kita dituntut untuk dapat berbuah mau tidak mau atau suka tidak suka. Didalam mengiring Tuhan tentunya kita seringkali berada dalam situasi yang tidak menyenangkan ataupun dalam posisi terendah sekalipun dalam hidup kita. jika kita berada dalam situasi demikian dan kita mundur dari Tuhan maka hal ini disebabkan kita tidak berbuah. Keselamatan kita merupakan tanggung jawab kita sendiri sehingga kita harus memperbaiki diri kita sehingga tetap kuat dalam Tuhan.

Berkaitan dengan talenta yang Tuhan telah berikan kepada masing-masing kita maka sudah menjadi kewajiban kita untuk mengembangkannya. Tuhan memberikan talenta kepada kita dengan satu tujuan yaitu agar kita dapat berbuah didalam Tuhan. jika kita mengembangkan talenta kita maka kita telah menabur hal yang baik dalam Tuhan. Tuhan menginginkan kita untuk menabur dengah hati yang penuh sukacita sehingga Tuhan memberkati kita. Menabur dengan hati sebagai hamba berarti kita memiliki hati yang mau merendahkan diri dihadapan Tuhan sehingga kita dapat ditinggikan oleh Tuhan.



Jika kita berada dalam situasi yang terendah sekalipun tetap kita perlu menyadari bahwa Tuhan tidak akan pernah meninggalkan kita sekalipun. Seperti Ayub, disaat dia menghadapi situasi yang sulit ia tetap percaya kepada Tuhan dan ia tidak menjadi lemah sehingga Tuhan memulihkan keadaannya dan memberkatinya. Ayub menyadari bahwa ia percaya kepada Tuhan. Jika kita menghadapi masalah yang sangat sulit sekalipun maka belajarlah seperti burung rajawali yang mampu terbang tinggi dengan mengikuti angin yang membawanya terbang tinggi dengan tidak membutuhkan banyak tenaga karena ia memanfaatkan kuatnya angin untuk terbang tinggi. Kita harus menyadari bahwa kasih Tuhan tidak pernah berkesudahan dan Tuhan tidak pernah meninggalkan kita. Tuhan sangat baik bagi kita sehingga Tuhan akan selalu menolong kita. Jangan mundur dalam melayani Tuhan tetapi tetaplah maju mengiring Tuhan dan berkarya untuk nama Tuhan sehingga kita dapat masuk dalam kategori hamba yang baik yang dapat mengembangkan talenta yang Tuhan percayakan kepada kita. Amin.

Perintah Tuhan Bagi Kita

Pembacaan Firman: I Yohanes 3:23

“Dan inilah perintahNya itu: supaya kita percaya akan nama Yesus Kristus, AnakNya, dan supaya kita saling mengasihi sesuai dengan perintah yang diberikan Kristus kepada kita.”

Setiap perintah yang diperintahkan Tuhan kepada kita hendaknya kita lakukan dengan sesungguhan dan sukacita, apabila ternyata kita tidak melakukan perintahNya, kita hanya akan mengecewakan Tuhan. Ada 2 perintah Tuhan Yesus bagi kita yang merupakan perintah yang utama, yaitu:

sumber gambar pixabay.com

1.    Tugas Internal Gereja

I Yohanes 4:11 “Saudara-saudaraku kang kekasih, jikalau Allah sedemikian mengasihi kita, maka haruslah kita juga saling mengasihi”. Begitu jelas rasul Yohanes menulis betapa pentingnya kita saling mengasihi. Ini merupakan tugas kita dalam lingkup sesama jemaat. Pada saat kita saling mengasihi, maka kita telah melakukan perintah Tuhan. Ini merupakan pondasi awal bagaimana kita akan membangun rohani kita yang mengikuti perintah Tuhan. Yohanes 13:34 “Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi”. Yohanes menulis hal ini sebagai perintah baru karena Yohanes menyadari hal saling mengasihi merupakan pondasi awal bagaimana kita dapat membangun hubungan yang baik dengan Tuhan karena kita sebagai anak-anak Tuhan. Yohanes adalah seorang rasul yang sangat dekat dengan Tuhan dibuktikan dengan banyaknya tulisan yang rasul Yohanes tulis mengenai hubungan kasih antara kita dengan Tuhan dan antara sesama jemaat. Roma 14:19 “Sebab itu marilah kita mengejar apa yang mendatangkan damai sejahtera dan yang berguna untuk saling membangun”. Ada upaya kita untuk mengerjakan sesuatu yang bukan hanya kepentingan diri sendiri melainkan untuk kepentingan kita semua. Kalau ini telah dilakukan oleh gereja maka kita akan semakin dekat dengan Tuhan. Kejarlah damai sejahtera dan sukacita yang dari Tuhan. Kalau kita telah dekat dengan Tuhan maka apa saja yang kita minta kepadaNya maka Tuhan akan memberikannya.

2.    Tugas Eksternal Gereja

Kita tidak bisa mengerjakan tugas eksternal jika kita belum melakukan tugas internal gereja. Markus 16:15,20 “Lalu Ia berkata kepada mereka:”Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan Firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya”. Pada murid pada saat menerima perintah maka mereka langsung bergerak dan pergi memberitakan injil karena mereka tahu bahwa Tuhan akan menyertai mereka. Goal setting Allah (Tujuan Allah) dalam I Petris 3:9 “Tuhan tidak lalai menepati janjiNya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat”.
Maukah kita melakukan perintah ini ? Yesaya 6:8: “Lalu aku mendengan suara Tuhan berkata: “Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku ?” Maka sahutku: “ini aku, utuslah aku!”. Jangan kita hitung-hitungan dengan Tuhan, dalam Wahyu 22:12 Sesungguhnya Aku datang segera dan aku membawa upahKu untuk membalaskan kepada setiap orang menurut perbuatannya. Tuhan telah menyiapkan upah kita masing-masih, layanilah Tuhan dan kerjakanlah semuanya itu. Jangan lalaikan Tugas dan Panggilan Allah sebab upah telah tersedia bagi kita dan kerjakanlah semuanya itu dengan setia karena tidak semua orang padat dipercayakan tugas dari Allah.

Tuhan Memberkati