Pembacaan Firman: Yeremia 29:7
"Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu."
Kata "dibuang" tentunya seperti berkonotasi tidak baik dan tidak disukai oleh siapapun. Sesuatu yang "dibuang" tentunya suatu hal yang dianggap tidak berguna dan sudah tidak dibutuhkan lagi. Umat Israel berada dalam pembuangan, namun Firman Tuhan berkata tetap usahakan kesejahteraan dimanapun kamu berada sekalipun dalam "pembuangan", dan menjalani proses ini tentulah tidak mudah. Ada satu contoh sesuatu barang yang dibuang yaitu biji rambutan. Setelah habus dimakan dan dibuang ternyata sebuah biji rambutan dapat bertumbuh dan pada suatu kelak akan menjadi sangat berguna ketika telah menjadi pohon yang besar dan berbuah. Ini salah satu contoh "dibuang membawa kesejahteraan". Dimanapun kita jika kita membawa kesejahteraan di tempat itu maka tempat itu akan menjadi sejahtera dan tentunya akan menjadi kesejahteraan buat kita juga. Mungkin kita merasa "dibuang" di tempat kita berada saat ini, seperti tempat kerja kita, maka kita harus berusaha membawa kesejahteraan ditempat itu, Dimanapun kita berada jika kita membawa kesejahteraan di tempat itu maka Tuhan akan memberkati kita pula. Bagaimana kita membawa kesejahteraan itu, yaitu:
1. Jangan malas dan tetap berusaha. Dimanapun kita telah ditempatkan maka bawalah dan berbuatlah sejahtera di tempat itu dengan tetap berusaha jengan menyerah pada keadaan.
2. Berdoa. Doa akan menjadi kekuatan kita untuk tetap kuat melayani Tuhan. Melalui doa maka iman kita dapat dikuatkan.
3. Pegang Teguh Janji Tuhan. Seperti sebuat biji rambutan yang perlu waktu dan proses untuk bertumbuh, bersabarlah. Janji Tuhan adalah pasti dan akan ditepati. Tuhan akan memberikan apa yang telah dinajikannya kepada kita.
4. Tetap Dalam Rancangan Tuhan. Contoh Yusuf tetap dalam rancangan Tuhan atas dirinya walaupun ia telah dijual dan dipenjarakan. Yusuf tetap setia berjalan dalam rancangan Tuhan sehingga ia dipermuliakan sesuan waktu Tuhan. Yusuf membawa kesejahteraan dimana dia berada sehingga ia diberkati Tuhan.
Jika kita merasa seakan "dibuang" percayalah dan tetaplah dalam rancangan rencana Tuhan. Jika sudah tiba waktunya kita akan dipermuliakan dan tempat dimana kita berada pasti akan diberkati selama kita membawa sejahtera ditempat itu sesuai dengan kehendak Tuhan.
Pembacaan Firman: I Yohanes 3:23
“Dan inilah perintahNya itu: supaya kita percaya akan nama Yesus Kristus, AnakNya, dan supaya kita saling mengasihi sesuai dengan perintah yang diberikan Kristus kepada kita.”
Setiap perintah yang diperintahkan Tuhan kepada kita hendaknya kita lakukan dengan sesungguhan dan sukacita, apabila ternyata kita tidak melakukan perintahNya, kita hanya akan mengecewakan Tuhan. Ada 2 perintah Tuhan Yesus bagi kita yang merupakan perintah yang utama, yaitu:
 |
| sumber gambar pixabay.com |
1. Tugas Internal Gereja
I Yohanes 4:11 “Saudara-saudaraku kang kekasih, jikalau Allah sedemikian mengasihi kita, maka haruslah kita juga saling mengasihi”. Begitu jelas rasul Yohanes menulis betapa pentingnya kita saling mengasihi. Ini merupakan tugas kita dalam lingkup sesama jemaat. Pada saat kita saling mengasihi, maka kita telah melakukan perintah Tuhan. Ini merupakan pondasi awal bagaimana kita akan membangun rohani kita yang mengikuti perintah Tuhan. Yohanes 13:34 “Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi”. Yohanes menulis hal ini sebagai perintah baru karena Yohanes menyadari hal saling mengasihi merupakan pondasi awal bagaimana kita dapat membangun hubungan yang baik dengan Tuhan karena kita sebagai anak-anak Tuhan. Yohanes adalah seorang rasul yang sangat dekat dengan Tuhan dibuktikan dengan banyaknya tulisan yang rasul Yohanes tulis mengenai hubungan kasih antara kita dengan Tuhan dan antara sesama jemaat. Roma 14:19 “Sebab itu marilah kita mengejar apa yang mendatangkan damai sejahtera dan yang berguna untuk saling membangun”. Ada upaya kita untuk mengerjakan sesuatu yang bukan hanya kepentingan diri sendiri melainkan untuk kepentingan kita semua. Kalau ini telah dilakukan oleh gereja maka kita akan semakin dekat dengan Tuhan. Kejarlah damai sejahtera dan sukacita yang dari Tuhan. Kalau kita telah dekat dengan Tuhan maka apa saja yang kita minta kepadaNya maka Tuhan akan memberikannya.
2. Tugas Eksternal Gereja
Kita tidak bisa mengerjakan tugas eksternal jika kita belum melakukan tugas internal gereja. Markus 16:15,20 “Lalu Ia berkata kepada mereka:”Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan Firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya”. Pada murid pada saat menerima perintah maka mereka langsung bergerak dan pergi memberitakan injil karena mereka tahu bahwa Tuhan akan menyertai mereka. Goal setting Allah (Tujuan Allah) dalam I Petris 3:9 “Tuhan tidak lalai menepati janjiNya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat”.
Maukah kita melakukan perintah ini ? Yesaya 6:8: “Lalu aku mendengan suara Tuhan berkata: “Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku ?” Maka sahutku: “ini aku, utuslah aku!”. Jangan kita hitung-hitungan dengan Tuhan, dalam Wahyu 22:12 Sesungguhnya Aku datang segera dan aku membawa upahKu untuk membalaskan kepada setiap orang menurut perbuatannya. Tuhan telah menyiapkan upah kita masing-masih, layanilah Tuhan dan kerjakanlah semuanya itu. Jangan lalaikan Tugas dan Panggilan Allah sebab upah telah tersedia bagi kita dan kerjakanlah semuanya itu dengan setia karena tidak semua orang padat dipercayakan tugas dari Allah.
Tuhan Memberkati