Showing posts with label Kekristenan. Show all posts

Pandang Kepada Yesus

Pembacaan Firman: Mazmur 34:6 & Yoh 1:29-34

Pada saat Yohanes melihat Tuhan Yesus maka Yohanes mengatakan “Lihatlah Anak Domba Allah Yang Menghapus Dosa Manusia” Yoh 1:29. Yohanes memiliki mata seperti Sorga melihat Tuhan Yesus (ay 29,33-34). Jika kita sungguh-sungguh taat kepada Firman maka kita akan melihat Yesus sebagai Penebus Dosa. Yohanes 17:24 “Agar mereka memandang kemuliaan-Ku”. 3 (tiga) Hal
Pandangan Yohanes tentang Tuhan Yesus adalah :
1. Yesus sebagai “domba” yang menghapus Dosa (Yoh. 1:29) Kata menghapus dalam bahasa Yunani berarti “airo (ah’ee-ro)”, dalam bahasa Inggris “Remove, take away” dan dalam bahasa Indonesia berarti “Menghilangkan”. Tuhan Yesus menghilangkan dosa kita seperti sampah yang dicuci bersih yang bertujuan untuk diangkat sebagai anak, Yohanes 1:12 “menerima Yesus maka disebut anak’. Yes 53:7 “seperti domba yang dibawah ke pembantaian”. Hanya orang-orang yang tinggal bersama Tuhan Yesus dan Tuhan Yesus tinggal didalam dia dan memiliki mata seperti sorga melihat Tuhan Yesus.
2. Keselamatan tersedia bagi mereka yang memiliki mata seperti Sorga melihat. Yes 35:3-5 “mata orang buta dicelikan”, 2 Kor 4:3-4”dibutakan oleh ilah zaman ini”.
3. Yesus mati sekali untuk selama-lamanya (Ibrani 9:7, 24-28, Lukas 17:1)


Pandang kepada Yesus sebagaimana Sorga memandang Yesus, Amin.


la Tidak Menyembunyikan Wajah-Nya

Pembacaan Firman: Mazmur 22:25

Tentunya kita sangat mengetahui dan pernah merasakan atau mengalami apa itu "Kesulitan", "tertekan", "dalam posisi terpuruk". Kadang kala disaat kita mengalami keadaan seperti diatas disaat kita menceritakan kepada orang lain ataupun disaat orang lain mengetahuinya maka mereka seringkali tidak peduli atau bahkan memperburuk masalah. Perlu kita sadari bahwa bisa saja kita merasa bahwa saat ini kita dalam posisi yang nyaman, keadaan yang baik, menyenangkan, akan tetapi perlu kita ingat bahwa Firman Tuhan mengatakan bahwa "Ingatlah hari-hari gelap yang banyak" yang berarti kita bisa saja tiba-tiba berada dalam posisi yang tidak menyenangkan sehingga kita harus menyadarinya.


Tuhan tidak akan menyembunyikan wjah-Nya kepada orang-orang yang mempunyai Firman Tuhan dan Roh Kudus dalam hidupnya dan Tuhan selalu melindungi kemanapun kita pergi dan berada. Cara paling mudah untuk mencari Tuhan adalah melipat lutut kita, mengangkat tangan dan berdoa kepada Tuhan maka Tuhan akan hadir dalam hidup kita, jika Tuhan telah hadir maka la akan mengangkat segala beban dan masalah hidup kita. Tuhan tidak pernah bersembunyi terhadap kehidupan kita, Yesaya 49:14-17 Tuhan berkata " Aku tidak akan melupakan engkau", Ulangan 20:1-4 " Allah tidak pernah menyembunyikan wjah-Nya kepada kita". tetapi perlu di ingat Mikha 3:4 "Kejahatanlah penyebab Tuhan bersembunyi" (Ulangan 31:17-18, Yesaya 54:8). Untuk itu berusahalah agar Tuhan tidak menyembunyikan wajah-Nya kepada kita, amin.

Pandang Kepada Yesus

Pembacaan Firman: Mazmur 34:6

Dalam Ayat Firman Tuhan yang terdapat dalam Mazmur 36:6 adalah merupakan suatu rahasia untuk kita dapat awet muda karena Firman Tuhan mengatakan bahwa jika kita mengarahkan pandangan kita kepada Tuhan maka akan membuat muka kita berseri-seri. Amsal 15:13 dikatakan "Hati yang gembira membuat muka berseri-seri, tetapi kepedihan hati mematahkan semangat". Jika kita hanya memandang pada masalah yang kita hadapi maka kita akan semakin terpuruk.

Dalam mazmur 121:1-8 mengatakan bahwa Tuhan adalah Penjaga Israel walaupun bangsa Israel menghadapi begitu banyak pergumulan. Begitu juga kita sebagai anak-anak Tuhan jika kita memandang kepada Tuhan maka walaupun bayak gunung-gunung persoalan yang kita hadapi maka Tuhan akan selalu menjaga dan menolong kita, Tuhan tidak sekalipun akan tertidur jika mata kita hanya tertuju kepada-Nya. Hal ini merupakan janji Tuhan kepada kita. yang akan kita alami jika memandang kepada Tuhan Yesus adalah :



1. Tuhan Yang Menghapus Dosa Dunia (Yohanes 1:29). Orang yang memandang kepada Tuhan tersedia keselamatan. Roma 8:17 kita berhak menerima janji Allah (Ahli Waris).

2. Doa Hana (1 Sam 1:9-12, 19:20) dengan hati pedih Hana berdoa kepada Tuhan. 5 Hal yang dilakukan hana adalah : 1. Berdoa (ay 9,10) 2. Beribadah (ay 9,10) 3. Berkorban ( Ay 24,25) 4. Bernazar (Ay 26-28) S. Sujud Menyembah (ay 28).

Kejadian 26:12, menaburlah lshak dan ia mendapatkan hasil 100x lipat sebab Tuhan telah memberkati lshak. Jika kita memandang kepada Tuhan maka Tuhan akan memberkati kita, Mazmur 141:8 "Padamulah Tuhan Mataku Tertuju".

Menikmati Kebaikan Tuhan

Pembacaan Firman: Mazmur 22:26-27

Dalam pembacaan Alkitan yang terdapat dalam Mazmur 22:26-27 dapat dilihat 3 (tiga) hal yang dapat kita perhatikan yaitu : Hidup Bersama, Bayar Nazar, dan Tuhan Puaskan Kita. Saat ini yang akan kita pelajari yaitu "Tuhan Puaskan". Manusia pada dasarnya tidak akan pernah puas dengan sesuatu yang telah kita dapatkan dan hal ini merupakan sifat dasar dari manusia. Mazmur 107:9 "sebab dipuaskan-Nya jiwa yang dahaga, dan jiwa yang lapar dikenyangkan-Nya dengan kebaikan", hanya dari Tuhan maka kita dapat merasakan suatu kepuasan dalam hidup ini. Kita harus menyadari bahwa segala sesuatu yang kita ingini yang bukan dari Tuhan adalah suatu yang sia-sia. Disaat kita menghadapi suatu masalah, adanya beban hidup yang menghimpit kehidupan kita maka kita harus belajar merendahkan diri dan hati kita dihadapan Tuhan sehingga Tuhan akan mengangkat segala beban dan masalah kita, Matius 5:6 "Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan". Jika kita lapar dan haus dalam menialani hidup ini maka carilah makanan dan minuman yang berasal dari Tuhan yaitu Firman Tuhan. Dalam Hagai 1:1-14 dikatakan Firman bahwa Bangsa Israel telah mengabaikan Tugas Panggilan dari Allah. Ini merupakan satu peringatan kepada kita untuk jangan melalaikan tugas dan panggilan Allah dalam hidup kita sehingga Tuhan dapat memberkati kita. satu contoh dari Bangsa Israel seperti di kitab Hagai tersebut yang melalaikan tugas yang diberikan Allah yaitu membangun Bait Allah, mereka hanya sibuk membangun rumah mereka sendiri sehingga Tuhan murka atas Bangsa Israel. Yang akan terjadi jika kita melalaikan tugas yang diberikan Tuhan kepada kita adalah dalam Hagai 2:19-20.

Sebaliknya jika kita peduli dan bertanggung jawab akan tugas tanggung jawab yang diberikan Tuhan kepada kita adalah Tuhan akan memberikan kepuasan kepada kita, Tuhan tidak akan melupakan apa yang telah kita tabur dan Tuhan akan memberkati kita dengan kelimpahan. Matius 6:33 "Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu". Amin

Semakin Lama Semakin Kuat Didalam Tuhan

Pembacaan Firman: Mazmur 84:8
Mereka berjalan makin lama makin kuat, hendak menghadap Allah di Sion.

Biasanya jika kita semakin lama bekerja, beraktifitas, pasti tubuh kita menjadi lemah. Bangsa Israel berjalan makin lama makin kuat. Mengapa dan apa rahasia Bangsa Israel berjalan makin lama makin kuat? Ada 5 bagian rahasia Bangsa Israel yang berjalan makin lama makin kuat yaitu:


1. Mereka memiliki jiwa yang rindu memuliakan nama Tuhan, ayat 2. Bangsa Israel atau bani Korah memuliakan nama Tuhan dengan sunguh-sunguh. Kita dapat merubah gaya hidup kita yang harus memuliakan Tuhan dengan sunguh-sunguh. Muliakan Tuhan sampai hati kita hancur dan hadirat Tuhan turun. Persekutuan dengan Tuhan sangatlah penting bagi kita, inilah yang menjadi kekuatan bagi kita.
2. Melakukan kebenaran Firman Tuhan.
3. Mengandalkan Tuhan. Jangan kita melupakan mengandalkan Tuhan disetiap langkah awal disetiap apapun yang akan kita keriakan. Bangsa Israel selalu mengandalkan Tuhan disetiap apa yang akan mereka kerjakan. Dalam segala sesuatu Tuhan yang menentukan, andalkan Tuhan dalam segala sesuatu karena Tuhan itu baik. Iika kita mengandalkan Tuhan maka Tuhan tidak akan meninggalkan kita.
4. Mereka memiliki cara berpikir secara Rohani. Galatia 6:1, menjadi tugas kita karena kita menjadi contoh, Kisah 1:8.
5. Mereka hidup dalam kesucian dan kekudusan. lnilah kepercayaan Tuhan yang sangat luar biasa. Anak Tuhan dapat dikenal dimanapun ia pergi ialah karena perbuatannya. Tuhan mengangkat kita jika kita berkenan kepada Tuhan. Monyet mau‘ meninggalkan lucunya, gajah mati meninggalkan gadingnya, manusia mati meninggalkan namanya. Iaga kekudusan yang Tuhan berikan kepada kita.

Menjadi contoh bagi kita adalah bani Korah, Bangsa Israel.

Tetap Berdoa dan Mengucap Syukur Kepada Tuhan

Pembacaan Firman: Yunus 2:4

Dan aku berkata: telah terusir aku dari hadapan mata-Mu. Mungkinkah aku memandang lagi bait-Mu yang kudus?

Kita sudah mengetahui apa yang terjadi dengan Nabi Yunus. Yunus mencoba melarikan diri dari panggilan Allah yang terjadi dalam dirinya. Ketika Yunus dipanggil oleh Allah ia mencoba melarikan diri dengan pergi ke Tarsis. Ketika Yunus masuk dalam perut ikan ia dalam keadaan utuh sehingga ia menyadari kesalahannya dan Yunus berdoa kepada Allah selama ia berada dalam perut ikan (ayat 1 dan 2).

Suatu pelajaran bagi kita melalui pembacaan Firman Tuhan ini adalah walaupun kita sedang berada dalam lembah kekelaman ada suatu tindakan yang sangat tepat yaitu berdoa kepada Tuhan. dalam Mazmur 23 pemazmur mengatakan ia berjalan dalam lembah kekelaman. Pemazmur menyadari bahwa ia sementara "berjalan" dalam lembah kekelaman dan bukan terus "tinggal" dalam lembah kekelaman, suatu saat ia meyakini akan keluar dalam lembah kekelaman tersebut. Pemazmur disaat berada dalam lembah kekelaman satu hal yang ia lakukan adalah mengarahkan dirinya kepada Tuhan.



Yunus 2:7 dikatakan Ketika jiwaku letih lesu di dalam aku, teringatlah aku kepada TUHAN, dan sampailah doaku kepada-Mu, ke dalam bait-Mu yang kudus. Dalam segala hal kita harus mengucap syukur kepada Tuhan. kita harus menjadikan ucapan syukur sebagai gaya hidup kita sebagai anak Tuhan. Yunus 2:9 Tetapi aku, dengan ucapan syukur akan kupersembahkan korban kepada-Mu; apa yang kunazarkan akan kubayar. Keselamatan adalah dari TUHAN. Ketika Yunus mengucap syukur kepada Tuhan maka ikan itu memuntahkan Yunus keluar, ayat 10 Lalu berfirmanlah TUHAN kepada ikan itu, dan ikan itu pun memuntahkan Yunus ke darat.

Mari kita menjadikan ucapan syukur sebagai gaya hidup kita sebagai anak-anak Tuhan dan senantiasa tetap berdoa kepada Tuhan disaat kita berjalan dalam lembah kekelaman. Satu janji Tuhan bahwa ketika kita berharap kepada-Nya maka Tuhan akan memberikan jalan keluar kepada kita. Amin.

Datang Pada Tuhan Yesus

Pembacaan Firman: Mazmur 22:25 

Sebab Ia tidak memandang hina ataupun merasa jijik kesengsaraan orang yang tertindas, dan Ia tidak menyembunyikan wajah-Nya kepada orang itu, dan Ia mendengar ketika orang itu berteriak minta tolong kepada-Nya.

Ada 3 [tiga] hal yang menarik untuk disimak melalui pembacaan Alkitab kita saat ini yaitu : Hati Tuhan, la tidak menyembunyikan wajah-Nya, la mendengar.

Yang akan kita bahas saat ini adalah "Hati Tuhan" Tentunya kita sangat mengetahui dan pernah merasakan atau mengalami apa itu "Kesulitan", ”tertekan", "dalam posisi terpuruk". Kadang kala disaat kita mengalami keadaan seperti diatas disaat kita menceritakan kepada orang lain ataupun disaat orang lain mengetahuinya maka mereka beranggapan bahwa kita hanya main-main, berbohong dsb. Perlu kita sadari bahwa bisa saja kita merasa bahwa saat ini kita dalam posisi yang nyaman, keadaan yang baik, menyenangkan, akan tetapi perlu kita ingat bahwa Firman Tuhan mengatakan bahwa “lngatlah hari-hari gelap yang banyak" yang berarti kita bias saja tiba-tiba berada dalam posisi yang tidak menyenangkan sehingga kita harus menyadarinya.


Disaat kita berada dalam posisi yang tidak menyenangkan maka perlu diingat dalam Firman Tuhan Mazmur 34:19 mengatakan "TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan la menyelamatkan orang-orang yang remukjiwanya”. Tuhan mengizinkan kita mengalami masalah dengan satu tujuan yang mulia yaitu untuk melatih kita menjadi kuat dalam menghadapi persoalan hidup dan menjadi kuat dalam mengiring Tuhan. disaat kita mengalami tekanan hidup, masalah, tertekan dalam keadaan terpuruk maka disitulah Tuhan memberikan perhatian kepada kita sehingga la menyiapkan segala sesuatu yang kita butuhkan menghadapi persoalan hidup tersebut. Tuhan tidak akan pernah memandang hina jika hati kita remuk dibawah kaki-Nya. Satu pelajaran yang harus kita ingat bahwa jika kita merasa kosong dalam jiwa kita maka maka perbanyaklah duduk diam dibawah kaki Tuhan dengan menyembah-Nya dan berdoa kepada Tuhan dan merasakan hadirat-Nya hadir dalam hidup kita. siapkan lah waktu khusus untuk dapat berdoa, menyembah dan merasakan hadirat-Nya hadir memenuhi kehidupan kita sehingga kita dapat merasakan perhatian Tuhan atas kehidupan kita dan kita boleh merasakan kekuatan-Nya datang menolong kita atas persoalan yang sementara dihadapi. Amin

Menjaga Ucapan

Pembacaan Firman Mazmur 39:2


"Aku hendak menjaga diri, supaya jangan aku berdosa dengan lidahku,"

Setiap kita pasti mengharapkan janji-janji Tuhan yang tertulis dalam Alkitab tergenapi dalam hidup kita meski hal itu membutuhkan proses penantian; dalam menantikan janji Tuhan tersebut mungkin kita mengalami pergumulan yang tidak mudah: masalah, kesesakan, situasi, keadaan sulit acapkali melemahkan iman dan membuat kita kehilangan fokus, padahal kita butuh iman yang teguh dan juga tindakan sebagai langkah iman.

Habakuk mengalami situasi yang buruk dan berada di tengah-tengah keadaan yang tidak pasti, dimana pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan, kambing domba terhalau dari kurungan, dan tidak ada lembu sapi dalam kandang. Secara manusia tidak ada harapan! Jadi sebenarnya Habakuk punya alasan untuk menjadi lemah, kecewa dan putus asa, namun ia tetap menaruh pengharapan kepada Tuhan. Hal yang sama dilakukan Daud saat Ziklag terbakar, dimana ia tetap "...menguatkan kepercayaannya kepada Tuhan, Allahnya." (1 Samuel 30:6b).

Kita harus menyadari bahwa untuk dapat menerima janji Tuhan dibutuhkan tindakan dari pihak kita, sebab "Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati." (Yakobus 2:17), karena "...iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna." (Yakobus 2:22). Maka kita harus melakukan sesuatu yang sesuai dengan kehendak Tuhan. Mungkin saja keadaan di sekitar kita begitu buruk, tidak ada sesuatu pun yang baik nampaknya, tapi kita harus tetap percaya kepada Tuhan dan melangkah dengan iman.



Kita pun harus bisa menjaga sikap kita sembari menantikan janji Tuhan tersebut, antara lain menjaga lidah atau ucapan kita. Lidah memegang peranan yang sangat penting dalam hidup seseorang, "Demikian juga lidah, walaupun suatu anggota kecil dari tubuh, namun dapat memegahkan perkara-perkara yang besar." (Yakobus 3:5a). Banyak orang Kristen tidak menyadari akan hal ini. Akibatnya kita mudah sekali memperkatakan hal-hal yang buruk dan negatif. Alkitab dengan tegas menyatakan, "Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya akan memakan buahnya." (Amsal 18:21).

Ketika apa yang kita harapkan tidak menjadi kenyataan seringkali yang keluar dari mulut kita adalah kata-kata negatif sebagai ungkapan rasa kesal, kecewa dan marah. Berhati-hatilah, sebab ucapan kita ibarat benih, suatu saat akan tumbuh, berkembang dan menghasilkan buah. Ada tertulis: "Perut orang dikenyangkan oleh hasil mulutnya, ia dikenyangkan oleh hasil bibirnya." (Amsal 18:20). Pilihan ada ada kita: memperkatakan yang baik atau buruk. Bila sampai hari ini kita belum melihat yang baik janganlah bersungut-sungut atau mengomel, tetap perkatakan yang positif, maka yang positif itu akan mempengaruhi pikiran dan tindakan kita. Begitu pula sebaliknya! Karena itu "Hendaklah kata-katamu senantiasa penuh kasih, jangan hambar, sehingga kamu tahu, bagaimana kamu harus memberi jawab kepada setiap orang." (Kolose 4:6).

Sebagai orang percaya kita memiliki kuasa perkataan yaitu perkataan di dalam nama Yesus. Itu bukanlah perkataan biasa, melainkan perkataan yang mengandung kuasa dahsyat bila diucapkan dengan iman, "...bahwasanya seperti yang kamu katakan dihadapan-Ku, demikianlah akan Kulakukan kepadamu." (Bilangan 14:28). Ini berarti Tuhan akan mengerjakan apa yang kita perkatakan. Jika Tuhan yang melakukan, tidak ada yang mustahil, karena Ia sanggup menjadikan yang tidak ada menjadi ada. Namun kadang yang kita lihat dan alami justru sebaliknya, yaitu kesulitan demi kesulitan. Jangan berkecil hati, percayalah dan terus perkatakanlah, maka seperti Tuhan menggenapi janjiNya kepada Yusuf, hal yang sama akan dilakukanNya bagi kita.

Sebesar apapun persoalan kita hari-hari ini jangan sampai menyurutkan iman kita sehingga kita tidak berani berkata-kata positif. Perkatakanlah firman setiap hari, maka kuasa Tuhan akan bekerja dalam hidup kita. Sesuatu yang luar biasa pasti akan terjadi! "...tetapi percaya, bahwa apa yang dikatakannya itu akan terjadi, maka hal itu akan terjadi baginya." Markus 11:23

Waspadalah Supaya Jangan Ada Orang Yang Menyesatkan Kamu

Pembacaan Firman Matius 24:4


"Jawab Yesus kepada mereka: "Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu!"


Dalam pembacaan diatas satu hal yang dapat diambil adalah jangan pernah mengizinkan siapapun untuk:
  1. Menipu kita
  2. Menyesatkan kita
  3. Membelokan kearah yang lain, melainkan seharusnya kita haruslah tetap fokus pada tujuan yang benar.



Pada Matius 24:4 Tuhan Yesus bertindak sebagai pembicara tunggal dalam seminar tentang eskatologi (akhir zaman) apa yang sudah, sedang dan akan terjadi, khususnya dihari-hari terakhir dari zaman akhir. Pada pembacaan kali ini intinya adalah:

Terjemahan Lama menulis: "ingatlah jangan barang SEORANG menyesatkan kamu"
Terjemahan Baru: "waspadalah supaya jangan ada ORANG yang menyesatkan kamu"
Bahasa Inggris: "don't let ANYONE mislead you"

Bahwa dalam konteks ini yang dapat menyesatkan kita tidak ditulis iblis atau setan melainkan kata Yesus adalah "Orang". Kira-kira orang yang seperti apa yang dimaksud ? dalam ayat 5 dan 11, orang-orang akan menyesatkan bahkan dalam nama Yesus ataupun nabi-nabi paslu akan muncul. Namun salah satu poin yang dapat kita perhatikan terdapat pada ayat 12 "Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin."

Pada terjemahan lama menggunakan istilah "Kasihnya sudah TAWAR" atau ada pula yang menggunakan istilah "kasihnya sudah LUNTUR", dalam terjemahan bahasa inggris "Live of many grow COLD (dingin)".

Yesus mengatakan bahwa kita adalah garam dunia, pada Matius 5:13b disebutkan jika garam itu menjadi tawar, tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang. Sangat berbahaya sekali dampaknya ketika kasih orang menjadi tawar, dang orang-orang tersebut mungkin ada di sekitar kita atau bahkan kita sendiri). Indikasi kasih yang menjadi tawar diantaranya adalah ujaran kebencian, fitnah, kata-kata teror-isme, radikal-isme, cara-cara dunia yang dibawa ke gereja, dan lain sebagainya.

Apa sikap dan kewaspadaan kita ?
Tentunya sebagai orang percaya jangan saling marah, membeci atau emosi. Salah satu sikap yang dapat kita renungkan adalah sikap pemungut cukai dalam Lukas 18:9-14. Pemungut cukai mengambil posisi jauh-jauh, ia menjaga jarak dari sikap orang farisi yang arogan dan menabur ujaran kebencian dan fitnah. Ia mendengar orang farisi mengatai saat berdoa dirumah Tuhan. Namun pemungut cukai ini tidak marah. Justru pemungut cukai ini memukul dirinya sendiri. Ia mengintrospeksi diri tidak menyalahkan siapapun. Memungut cukai berlutut kepada Tuhan untuk meminta pengampunan dari Tuhan dan dia dibenarkan olah Tuhan. Rendahkan hati dihadapan Tuhan karena Tuhan senang dengan orang yang rendah hati. Ketika kasih kebanyakan orang menjadi dingin, pemungut cukai memilih untuk menjaga jarak dan fokus kepada Tuhan.

Jangan Takut

Pembacaan Firman: Lukas 2:10

“Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa”
 
Natal adalah ketika kita menerima kesukaan besar karena kelahiran Yesus Kristus juruselamat kita. Jadi, natal ditujukan untuk persiapan rohani dan bukan jasmani. Kesiapan hati yang terutama harus kita lakukan dalam menyambut natal.

jangan takut
sumber gambar pixabay.com

Pada waktu kelahiran Yesus Kristus juruselamat dunia, para gembala mendengar suara yang berkata: “Don’t be afraid” – Jangan Takut. Hal itu merupakan awal kebangkitan Allah melawat umatNya setelah kurang lebih 430 tahun kurun waktu antara Perjanjian Lama – Perjanjian Baru Tuhan tidak berfirman. Selama  itulah manusia tidak mendengar Firman Allah, sehingga muncul mitos-mitos lahirlah filsafat-filsafat dan ilmu pengetahuan semakin berkembang.

Dalam menyebut natal ada banyak ketakutan yang dihadapi oleh umat Tuhan. Tetapi kita bersyukur ada Firman Allah yang berkata jangan takut. Dalam Alkitab kata jangan takut ditulis sebanyak 365 kali. 1 tahun = 365 hari – Ini berarti bahwa setiap hari Allah berfirman jangan takut karena ada Dia yang akan menolong kita.

Bangsa Israel saat dalam kondisi yang mengecewakan, mereka dalam ketakutan karena Tuhan mengeraskan hati Firaun, sehingga ia mengejar orang Israel. Tetapi orang Israel berjalan terus dipimpin oleh tangan yang dinaikan (Keluaran 14:8). Allahlah yang memimpin mereka pada siang hari dalam tiang awan dan pada hari dalam tiang api (Keluaran 13:21).

Kalau kita mau lepas dari ketakutan, angkat tangan dihadapan Tuhan, banyaklah menyerah kepada Tuhan dan Ia akan turun tangan menolong kita. Penyerahan diri secara total yang akan membuat kita diangkat oleh Tuhan. Kehadiran Allah yang akan membuat kita lepas dari persoalan. Selama ada hadirat Allah, kita akan terlepas dari ketakutan, membuat kita tenang.

Akuilah Tuhan dalam segala lakumu maka Ia yang memimpin perjalanan kita, mengarahkan jalan kita (Amsal 3:5-6). Berilah hidupmu dipimpin oleh Tuhan, tinggalah terus dalam hadirat Allah. Arti natal yang sesungguhnya ketika kita peduli dengan orang miskin dan berkekurangan, mereka yang membutuhkan uluran tangan kita. Dia berjanji akan memimpin, menolong, memberkati dan mengangkat kita naik dan bukan turun.

Tuhan Memberkati

Kasihilah Sesamamu Manusia

Pembacaan Firman: Matius 22:39

“Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri”

Saling mengasihi sesama manusia merupakan salah satu dari hukum yang terutama diajarkan Yesus. Jika kita bicara tentang mengasihi sesama tentu saja mudah bila kita mengasihi orang yang baik terhadap kita, orang yang sayang kepada kita dan banyak membantu kita. Namun bagaimana dengan orang yang jahat terhadap kita ? Pada ayat di atas tidak disebutkan bahwa kasihilah orang yang baik saja, namun kasihilah sesama manusia apapun agamanya, apapun sukunya, ras, budaya, baik ataupun tidak kelakuannya.

mengasihi sesama manusia
sumber gambar pixabay.com

Allah Adalah Kasih

Mengapa kita perlu saling mengasihi ? karena Allah adalah kasih adanya, dan sudah sepantasnya kita sebagai Anak Tuhan pula memiliki kasih terhadap sesama. Seperti bagaimana Allah mengasihi kita semua, kita pula mengasihi Allah dan sesama manusia.


Mengasihi sesama berarti kita mengasihi Tuhan.

Mengasihi Tuhan dan mengasihi sesama adalah bagian yang tak terpisahkan. Seseorang tidak dapat mengatakan dia mengasihi Allah apabila tidak mengasihi sesama. Hubungan kita dengan Tuhan sangat tergantung bagaimana kasih kita terhadap sesama. Ketika kita mengasihi Tuhan, berarti kita juga mengasihi sesama. Ketika kita tidak mengampuni orang lain, Tuhan pula tidak mengampuni kita (link). Dalam pembacaan Matius 22:39, menyatakan bahwa mengasihi sesama sama kedudukannya dengan mengasihi Tuhan, sama pentingnya dan harus berjalan secara bersamaan.


Mengasihi Sesama Positif Bagi Diri Kita

Hidup saling mengasihi adalah baik adanya, bayangkan ketika kehidupan semua orang yang saling mengasihi tentunya adalah tatanan kehidupan ideal yang dikehendaki semua orang. Namun kenyataannya seringkali tidak demikian, walapun kita mengasihi sesama terkadang tetap ada orang yang sikapnya jahat. Apa yang kita lakukan ? Alkitab berkata kasihilah musuhmu, doakan mereka, kasihi mereka. 

“Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.” (Mat. 5:44)

Perasaan yang muncul terhadap musuh cenderung kebencian, dan tidak ada dampak baik yang muncul karenanya. Kita cenderung membalas, senang terhadap penderitaan orang, dan hati kita timbul kepahitan. Hal-hal tersebut bukannya membangun namun merusak hidup kita bahkan orang lain.

 
Ingatlah bahwa Tuhan mengampuni orang yang mengampuni, mengasihi bahkan musuh kita dan tidak membalas memberikan kelegaan. Saat orang lain membenci kita memilih mengasihi, orang yang tidak nyaman ketika mengasihi musuhnya berarti dia belum mengasihi dengan tulus. Mungkin sebagian kita merasa berat melalui proses ini, ketika kita merasa begitu tersakiti. Latihlah dirimu mengasihi dan mengampuni walaupun awalnya memang terasa sulit. Setelah proses itu terlewati tiada lagi yang membebani hidup kita, tidur terasa nyaman, menarik napas begitu lega, hidup penuh sukacita dan saling mengasihi kita jalani.

Tuhan Memberkati

Mengucap Syukur Dalam Segala Perkara

“Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.” I Tesalonika 5:18


Bicara mengenai mengucap syukur adalah hal yang gampang-gampang susah. Gampang jika kita mengucap syukur pada saat kita bahagia. Ketika kita mendapat promosi jabatan, membeli barang baru, segala sesuatunya berjalan sesuai harapan tentunya mengucap syukur bukanlah perkara sukar. Menjadi sulit ketika kita mengalami banyak masalah, pergumulan hidup yang begitu berat, kejadian-kejadian yang tidak menyenangkan kita alami. Ketika hati kita bahagia, ketika hati kita sedih, mengucap syukurlah dalam segala hal.

mengucap syukur dalam segala hal
sumber gambar pixabay.com

Mengapa kita perlu mengucap syukur ?

1.    Karena Mengucap Syukur Adalah Kehendak Allah

Mengucap syukur bukan kehendak teman kita, bukan kehendak pendeta, namun kehendak Allah didalam Kristus Yesus. Tuhan mau kita sebagai Anak Tuhan untuk mengucap syukur dalam segala hal. Ketika kita mengucap syukur, kita melakukan kehendak Allah.

2.    Mengucap Syukur Adalah Kunci Kebahagiaan

Kekayaan tidak dapat memberi kita kebahagiaan, begitu pula dengan jabatan, kepandaian, kekuatan kita. Jika uang menjadi tolak ukur kebahagiaan, Adolf Merckle tidak akan menabrakan dirinya di kereta, jika ketenaran dapat menjamin kebahagiaan, tentunya para selebritis tidak ada yang depresi. Kunci kebahagiaan adalah selama kita mensyukuri hidup ini. Ketika kita mengucap syukur, kita membuka diri untuk bahagia.

3.    Menjadi Pribadi yang Positif

Orang yang mengucap syukur dalam segala hal adalah orang yang senantiasa membangun dirinya ke arah yang lebih baik. Melihat segala sesuatu pada sisi yang benar, setiap kejadian yang ada entah baik atau buruk tidak melemahkan dia, namun selalu berdampak positif.


Mungkin anda berkata, bagaimana mungkin saya dapat mengucap syukur sedangkan hidup saya sudah sulit, saya menanggung masalah yang begitu berat. Jadi bagaimana kita dapat mengucap syukur ?

1.    Ingatlah Selalu ada hal untuk disyukuri

Siapapun anda, seberat apapun hari yang anda lalui ingatlah bahwa selalu ada hal untuk disyukuri. Ketika kita masih diberikan kesehatan mengucap syukurlah, ketika kita masih bisa makan kita mengucap syukur, ketika kita masih memiliki rumah untuk berlindung, teman yang mengasihi kita, bahkan ketika kita masih diberikan nafas kehidupan, mengucap syukurlah. Seberat apapun masalah pergumulan kita selalu ada hal untuk disyukuri.

2.    Segala Sesuatunya Mendatangkan Kebaikan

(Roma 8:28a) “Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia”. Ketika kita mengasihi Tuhan, kita melakukan kehendakNya dan dalam hal ini kita mengucap syukur. Ingatlah bahwa Allah selalu merancangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi dia, bagi setiap pribadi yang melakukan kehendak Allah, setiap pribadi yang mengucap syukur. Ketika kita tahu bahwa segala sesuatunya (entah menyenangkan atau tidak) pasti mendatangkan kebaikan, mengapa kita enggan mengucap syukur ?


Akhir kata Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Tuhan bagi kita semua.

Tuhan Yesus Memberkati

Hal Mengampuni

Pembacaan Firman: Matius 6:12

“dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami”

Mengampuni bagi banyak orang bukanlah suatu perkara yang mudah. Ketika kita disakiti, dikecewakan, difitnah, dan sebagainya, terkadang bagi kita melepaskan pengampunan terasa begitu berat. Namun bagi orang percaya mengampuni adalah keharusan. Berulang kali di tegaskan dalam Alkitab bagaimana kita harus mengampuni.

Ada anggapan ketika kita mengampuni, keuntungan terbesar menjadi milik orang yang kita ampuni, seperti memberikan sesuatu kepada orang tersebut. Pendapat tersebut tidak sepenuhnya benar, sebab di sisi lain mengampuni sesungguhnya besar dampaknya bagi diri kita sendiri. Apa keuntungan yang kita peroleh dengan kita mengampuni ?

1.    Kesalahan Kita Diampuni

(Matius 6:14) “Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga”. Syarat utama kesalahan kita diampuni oleh Tuhan, adalah dengan kita terlebih dahulu mengampuni kesalahan orang. Melepaskan pengampunan bukan hanya berdampak pada pribadi kita sendiri, namun hubungan kita dengan Tuhan. Tuhan mengasihi dan mengampuni orang-orang yang juga bisa mengampuni orang lain.

2.    Ada Perasaan Lega, Sukacita, Damai Sejahtera

Ketika kita melepaskan pengampunan, hidup kita akan terasa begitu bebas, tiada yang membebani. Urusan kita dengan pribadi kita (dan orang lain) sudah beres, tidak ada yang menghalangi sukacita kita. Berbeda dengan orang yang masih berkutat terus memikirkan kesalahan-kesalahan orang.

3.    Hidup Kita Berkenan Bagi Tuhan

Orang yang mengampuni tidak meninggalkan masalah di hidupnya, kesalahannya diampuni Tuhan, hidupnya berkenan bagi Tuhan.

bahagia
sumber gambar pixabay.com

Sangat berbeda antara kehidupan orang yang Mengampuni dan Tidak Mengampuni. Ketika kita tidak bisa mengampuni orang lain, maka:

1.    Kesalahan Kita Tidak Diampuni Tuhan

(Matius 6:15) “Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu”. Tidak mau mengampuni berdampak buruk terhadap hubungan kita dengan Tuhan, kesalahan kita tidak akan diampuni pula, sia-sialah kita berdoa. Karena itu bereskan dulu hal yang mengganjal hati kita sehingga kita membangun hubungan baik dengan Tuhan. (Markus 11:25) “Dan jika kamu berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang disorga mengampuni kesalahan-kesalahanmu.

2.    Akar Pahit, Tidup Tersiksa, Tidak ada Damai Sejahtera

Orang yang tidak mengampuni menyimpan kepahitan dalam hatinya. Hidupnya tidak tenang, menderita, tida ada sukacita. Bahkan ketika beribadah sekalipun terasa berat. Kehidupan orang yang tidak mengampuni terasa suram dan tiada kebebasan, sebab untuk bahagia selalu ada ganjalan dihati.

3.    Kita Menghakimi Orang

Ketika kita tidak mengampuni, fokus kita tertuju pada keburukan orang dan tidak melihat kekurangan diri, cenderung menghakimi padalah tanpa dia sadari pengampunan Tuhan tertutup baginya. Marilah kita saling mengampuni bukan saling menghakimi.

4.    Membuka diri terhadap banyak dosa

Bermula dari tidak mengampuni, selain kita menutup diri bagi Tuhan kita juga membuka diri terhadap banyak dosa. Tidak dapat mengampuni bisa menjadi dendam, akar pahit, dengki, fitnah, berusaha membalas kejahatan, dll. Tidak ada hal positif bagi diri kita ketika kita tidak mengampuni. Menyimpan dendam dan amarah hanya akan berdampak buruk bagi diri sendiri maupun orang lain, selagi sempat jangan biarkan kehidupan kita dikuasai dosa.

Walaupun mungkin berat, namun belajarlah untuk mengampuni. Jangan menuntut pembalasan namun ampunilah orang. Pembalasan adalah hak Tuhan, dan bukan hak kita. Sekalipun kita dikecewakan jangan kita menyimpan dendam, bahkan sering kali doa kita bahkan minta pembalasan, Tuhan seakan-akan disuruh membalas dendam kita sendiri. Kasihilah orang lain termasuk musuh kita, sebab itu yang dikehendaki Tuhan dihidupmu. Kesalahan orang biarlah menjadi urusan dirinya dengan Tuhan, urusan kita hanyalah mengasihi dan mengampuni.

Tuhan Memberkati

Mendengarkan Firman Tuhan

Pembacaan Firman: Ibrani 2: 1-4

“Karena itu harus lebih teliti kita memperhatikan apa yang telah kita dengar, supaya kita jangan hanyut dibawa arus” Ibrani 2:1

Pembacaan Firman diatas menegaskan kita untuk lebih teliti dalam mendengarkan. Lalu apa yang hendaknya kita dengarkan ? dalam konteks ini adalah mendengarkan Firman Tuhan dengan sungguh-sungguh dan teliti. Mengapa Firman Tuhan itu patut kita dengarkan dengan teliti ?
mendengarkan Firman Tuhan
sumber gambar pixabay.com

1.    Karena Tuhan kita adalah Tuhan yang suka berbicara, sehingga sudah sepantasnyalah kita sebagai Anak Tuhan memiliki kebiasaan senang mendengarkan suara Tuhan. Dalam kehidupan sehari hari ketika seseorang sedang bicara dia menginginkan agar teman bicaranya mendengarkan, pernahkah kita bicara dengan orang lain kemudian tidak didengarkan ? bagaimana perasaan kita ? Tuhan akan senang jika anak-anaknya senang mendengarkan Firman Tuhan.

2.    Karena Firman Tuhan memiliki kekuatan yang luar biasa. Dalam Ibrani 4:12 dikatakan Firman Allah hidup dan kuat, menjadikannya penting bagi kita untuk serius terhadapnya. Sebab melalui Firman Tuhan orang percaya dapat dikuatkan.

3.    Karena Iman timbul dari pendengaran (Roma 10:17). Jelas dikatakan bahwa melalui kita mendengarlah iman akan timbul. Apa yang kita dengarkan ? Firman Kristus. Sering-seringlah kita mendengarkan Firman, sebab melalui Firmanlah iman kita dapat dibangun.

Terakhir, mengapa kita harus sungguh-sungguh mendengarkan Firman Tuhan dengan teliti, adalah karena melalui Firman Tuhanlah kita dapat melawan arus dunia (supaya kita jangan hanyut dibawa arus). Kehidupan dalam dunia semakin hari semakin jahat, orang-orang seakan tidak takut lagi dengan dosa. Hidup dengan segala kefanaannya, menyeret begitu banyak Anak Tuhan kedalam arus dunia. Melawan arus dunia tidaklah mudah, godaan-godaan dunia berusaha membuat Anak Tuhan jauh dari Tuhan. 

Bagaimana kita sebagai orang Kristen dapat bertahan ditengah ajakan teman-teman disekitar, ditengah masalah hidup yang begitu berat ? bagaimana mempertahankan hidup kita berkenan bagi Tuhan sementara dunia sudah semakin jahat ? bukan dengan kemampuan kita, bukan dengan kekuatan kita sendiri, namun adalah dengan kita “Mendengarkan Firman Tuhan”. Melalui Firman Tuhan kita dapat melawan arus dunia. Hanya ikan yang mati yang akan terbawa arus, kita adalah ikan yang hidup oleh pendengaran dan pemahaman akan Firman Tuhan. Kita dapat mengalahkan arus dunia dan menjadi terang Tuhan dimanapun kita berada asalkan kita dengan Teliti dan sungguh-sungguh mendengarkan Firman Tuhan.

Tuhan Memberkati

Giat Melakukan Pekerjaan Tuhan

Pembacaan Firman: Mazmur 66:5

“Pergilah dan lihatlah pekerjaan-pekerjaan Allah; Ia dahsyat dalam perbuatanNya terhadap manusia”

Ayat ini merupakan suatu anjuran kepada kita agar supaya kita memperhatikan perbuatan tangan Tuhan kepada kita sebagai ciptaan Tuhan. Pekerjaan-pekerjaan Tuhan merupakan perbuatan Tuhan yang ajaib. Ada orang yang menghormati pekerjaan Tuhan dan ada orang yang tidak menghormati pekerjaan Tuhan. Orang yang menghormati pekerjaan Tuhan yaitu:

1.    Mengakui Perbuatan Tuhan (Mazmur 34:10)

Raja Daud sebagai raja selalu mengandalkan Tuhan bukan mengandalkan kekuatannya sebagar manusia sehingga raja Daud dapat melihat pekerjaan-pekerjaan Tuhan yang ajaib yang dilakukan Tuhan kepadanya. Kita mengakui perbuatan Tuhan yang dahsyat dalam kehidupan kita dan jangan melupakannya.

giat bekerja
sumber gambar pixabay.com

2.    Menceritakan Perbuatan Tuhan (Mazmur 73:28)

Pemazmur mau menceritakan perbuatan Tuhan. Jika kita selalu dekat dengan Tuhan, maka kita senantiasa merasakan pertolongan Tuhan yang tidak pernah terlambat dan selalu tepat pada waktunya. Menjadi tugas kitalah untuk menjadi saksi bagi banyak orang.

3.    Mempersembahkan Korban Kepada Tuhan (Mazmur 107:22)

Tuhan menginginkan kuta mempersembahkan Tubuh kita sebagai persembahan syukur kepada Tuhan. Melalui kehidupan kita yang memuliakan Tuhan.

4.    Melihat, memperhatikan dan melakukan pekerjaan Tuhan

Peka melihat dan memperhatikan pekerjaan Tuhan serta mengerjakan pekerjaan Tuhan dengan giat, pergunakan segala talenta yang Tuhan berika dan pergunakan dengan sebaik-baiknya kesempatan yang Tuhan berikan kepada kita.

Tuhan Memberkati

Pilihan Ada Ditangan Kita

Pembacaan Firman: Ulangan 30:19-20

Allah melihat keadaan bangsa Israel pada waktu itu telah menjadi budak di Mesir sehingga Allah menginginkan bangsa Israel dibawa menuju ke tanah perjanjian. Allah memakai Musa untuk membawa bangsa ini keluar dari Mesir. Bangsa Israel telah merasakan dan menikmati begitu banyak pertolongan dari Tuhan semenjak mereka dibawa keluar dari Mesir akan tetapi banyak kali mereka bersungut-sungut dihadapan Tuhan sehingga mereka melewati padang gurun selama empat puluh tahun.

pilihan
sumber gambar pixabay.com

Dalam pembacaan ini bangsa Israel belum masuk ke tanah perjanjian. Bangsa Israel karena tidak taat kepada Tuhan sehingga mereka begitu sulit untuk masuk ke tanah perjanjian. Dalam ayat 19 dikatakan “Aku memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap kamu pada hari ini: kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Pilihlah kehidupan supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu” disini ada pilihan yang dikatakan oleh Allah kepada bangsa Israel. Banyak peraturan dan ketetapan yang diatur oleh Tuhan tergantung kepada kita untuk memilih. Dalam Yeremia 21:8-9 dikatakan “Tetapi kepada bangsa ini haruslah kau katakan: Beginilah Firman Tuhan: Sesungguhnya, Aku menghadapkan kepada kamu jalan kehidupan dan jalan kematian. Siapa yang tinggal di kota ini akan mati karena pedang, karena kelaparan dan karena penyakit sampar; tetapi siapa yang keluar dari sini dan menyerahkan diri kepada orang-orang Kasdim yang mengepung kamu, ia akan tetap hidup; nyawanya akan menjadi jarahan baginya. Disini dikatakan ada pilihan yang Tuhan berikan kepada bangsa Israel.

Dalam kitab Efesus 2:8-9 kita boleh ada dalam keselamatan hanya karena pemberian oleh Tuhan. Kalau kita dengan setia mengikuti kehendak Tuhan maka kita aka berjumpa dengan Tuhan. Untuk itu kita dituntut untuk dewasa dalam iman, dalam tingkah laku kita dalam mengiring Tuhan. Melihat situasi dunia sekarang dengan konflik yang terjadi di Israel kita dapat melihat bahwa akhir zaman sudah dekat karena nubuatan-nubuatan sudah mulai digenapkan di akhir zaman ini. Untuk itu marilah kita sebagai anak-anak Tuhan dapat lebih dekat kepada Tuhan dengan hidup takut akan Tuhan dan melakukan kehendakNya sehingga kita berkenan dihadapanNya karena pilihan ada di tangan kita.

Tuhan Memberkati.

Menjadi Gemuk dan Segar

Pembacaan Firman Mazmur 92: 13-15

Dalam pembacaan Alkitab kita saat ini yang terdapat dalam Mazmur 92:13-15 dikatakan menjadi “gemuk dan segar”. Kata “gemuk” dalam hal ini bukan berarti “over weight” (kelebihan berat badan), kata gemuk berbicara mengenai kondisi hidup yang berkecukupan, dan tubuh kuat. Sedangkan kata “segar” berbicara mengenai tubuh yang sehat dan menyegarkan. Berkaitan dengan kita sebagai anak-anak Tuhan dalam hal gemuk dan segar kita menikmati pemeliharaan Tuhan secara sempurna sesuai dengan kehendak Tuhan. Di dalam Alkitab juga sering dikatakan bahwa kita bertumbuh bagaikan pohon korma dan pohon aras libanon. Sekedar informasi bahwa Pohon Aras di Libanon saat ini menjadi pohon yang dilindungi dengan undang-undang karena sudah masuk kategori pohon yang sudah hampir punah keberadaannya. Selain itu kayu dari pohon aras termasuk kayu yang keras, sangat kuat dan berbau harum jika dibakar, hal ini menggambarkan kondisi orang Kristen yang kuat dan berbau harum, menjadi kesaksian dimanapun kita berada. Sebagai anak Tuhan, kita memiliki rasa dan ciri khas sesuai dengan apa yang Tuhan kehendaki dalam kehidupan kita.

sumber gambar pixabay.com
Sedangkan Pohon Korma adalah salah satu pohon yang dapat tumbuh di kondisi tanah yang kering di padang pasir dan termasuk pohon yang baik pertumbuhannya karena mampu tumbuh lurus keatas dan tidak pernah bengkok, buahnya sangat manis. Tuhan menghendaki kita untuk dapat tumbuh seperti pohon korma yang bertumbuh imannya walaupun ditengah situasi yang sulit sekalipun dan tetap menghasilkan buah-buah yang manis (buah-buah roh). Ini merupakan tujuan Allah kepada kita sebagai anak-anakNya. Didalam ayat 14 dikatakan bahwa mereka yang ditanam dalam bait Allah akan bertunas yakni ada pertumbuhan iman sehingga kita dapat menjalankan tugas dan tanggung jawab yang Tuhan berikan kepada kita untuk kemuliaanNya.

Untuk kita dapat menjadi gemuk dan segar bukanlah sesuatu yang seketika melainkan ada proses yang harus kita lalui untuk mendapatkannya. Seseorang harus ditanam di bait Tuhan dan mengalami proses pertumbuhan sehingga suatu ketika menjadi besar dan menghasilkan banyak buah. Dalam ayat yang ke-13 dikatakan bahwa orang yang akan mendapatkannya adalah orang-orang yang benar menurut kebenaran Firman Tuhan. “Kebenaran” dalam hal ini berarti identik dengan iman karena karena iman manusia dibenarkan. Adapun 3 (tiga) prinsip iman yaitu:

1.    Mengetahui pengetahuan yang benar tentang Allah (Membaca Firman)

2.    Pengenalan akan Yesus Kristus

3.    Orang benar akan hidup oleh iman (Roma 1:17)

 

Mereka yang ditanam di bait Tuhan akan bertumbuh di pelataran Tuhan. Orang yang ditanam di bait Tuhan akan bertumbuh dengan baik, jadilah orang Kristen, anak-anak Tuhan yang mengalami pertumbuhan yang baik, yang ditanam di bait Tuhan dengan lebih mendekatkan diri kepada Tuhan sehingga kita dapat berbuah bagi kemuliaan Tuhan.

Tuhan memberkati

Jemaat yang Bertahan dan Tidak Tergoncangkan

Pembacaan Firman: I Petrus 4:14-16

Banyak ditemui orang-orang yang percaya kepada Tuhan Yesus, namun ketika datang persoalan yang berat untuk diselesaikan seringkali ada yang mundur dari pengiringan kepada Tuhan. Pembacaan Alkitab ini mengatakan bahwa jika kita menderita maka kita harus berbahagia di hadapan Yesus. Apabila kita diperhadapkan dengan situasi yang sulit (dalam hal ini penderitaan) maka kita diingatkan untuk tetap bertahan dan tidak tergoyahkan dalam mengiring Tuhan.

benteng
sumber gambar pixabay.com
Ada 2 (dua) contoh tokoh dalam Alkitab yang tidak tergoncangkan imannya walaupun menghadapi tantangan yang berat, yaitu:

1.    Sadrakh, Mesakh, dan Abednego (Daniel 3:18)

Mereka diperhadapkan dengan pilihan dan situasi yang sangat sulit yaitu diminta untuk menyembah patung/dewa buatan raja nebukadnezar. Situasi yang sangat sulit diantara hidup dan mati. Disinilah dapat kita lihat bahwa iman mereka tetap teguh bertahan untuk tidak menyembah patung sehingga mereka dapat pertolongan dari Allah dan tidak mati terbakar walaupun dimasukan  dalam dapur api. Kita dapat belajar dalam kesaksian ini bahwa untuk tetap bertahan dan tetap kuat dalam  penderitaan, tidak peduli dalam situasi sesulit apapun. Jangan pernah mudah mundur tetapi tetap bertahan dan terus maju dalam tantangan hidup selama kita masih berada di dalam dunia ini. Pada saat kita diperhadapkan dengan tantangan maka yang diperlukan adalah iman yang teguh. Satu hal yang kita imani bahwa segala sesuatu yang terjadi dalam hidup kita sebagai rencana Tuhan adalah selalu ada rencana Tuhan yang indah yang telah disediakan Tuhan bagi kita. 

Daniel 3:24-26 Sadrakh, Mesakh, Abednego tetap melewati proses, tetapi pertolongan Tuhan berlaku atas mereka. Ketika kita tetap bertahan dalam menghadapi keadaan dan situasi yang sangat berat sekalitu, maka Tuhan akan memberikan pertolongan kepada kita tepat pada waktunya. Hal inilah yang harus kita imani sebab tidak ada satupun rencana Tuhan yang gagal dalam kehidupan kita. Kalau kita tetap bertahan maka janji Tuhan akan membuka jalan karena pencobaan-pencobaan yang kita alami saat ini tidak melebihi kekuatan kita (I Korintus 10:13). Saat ini kita diingatkan untuk tetap teguh dalam iman kita dan menyimpan baik-baik Firman Tuhan yang kita telah dengar sehingga tidak timbul keragu-raguan. Jangan mudah mundur dari hadapan Tuhan.

2.    Paulus (Filipi 1:21-22)

Paulus menghadapi tantangan yang begitu berat, akan tetapi Paulus tetap maju di dalam Tuhan. Apabila kita menghadapi tantangan dalam melayani Tuhan, maka kita diingatkan untuk tidak mundur. Kita harus meneladani sikap Paulus yang tidak mundur melayani Tuhan walaupun menghadapi beban persoalan yang begitu berat (II Korintus 23-28)

Apapun yang telah kita lakukan buat Tuhan, maka jerih lelah kita tidak akan sia-sia dan tidak akan dilupakan oleh Tuhan. Ketika kita dipercayakan untuk melayani Tuhan maka bekerjalah dengan sungguh-sungguh (I Korintus 15:10), tetaplah teguh jangan goyah dan tetaplah giat dalam melayani Tuhan sebab jerih payah kita tidak sia-sia dalam melayani Tuhan (I Korintus 15:58)

Tuhan Memberkati

Rebutlah Hidup yang Kekal (Bagian I)

Pembacaan Firman: I Timotius 6:12

“Bertandinglah dalam pertandingan iman yang bedar dan rebutlah hidup yang kekal. Untuk itulah engkau telah dipanggil dan telah engkau ikrarkan ikrar yang benar di depan banyak saksi”

Sifat dasar dari Allah adalah “Kudus” dan “Kasih” (I Petrus 1:16 dan Yohanes 15:10). Allah menghendaki Gereja Tuhan bertumbuh ke arah Kristus yaitu bertumbuh dalam kekudusan dan dalam kasih sama seperti karakter Allah. Roma 2:7 mengatakan yaitu hidup kekal kepada mereka yang dengan tekun berbuat baik, mencari kemuliaan, kehormatan dan ketidakbinasaan. Tekun berbuat baik pondasinya adalah kudus dan kasih. Untuk kita berbuat baik sesuai dengan kebenaran Firman Allah maka satu kebenaran yang harus kita lalui yaitu tinggal dalam kebenaran.

kehidupan
sumber gambar pixabay.com
Matius 19:16-26 Menceritakan bahwa suatu perumpamaan dari Tuhan Yesus mengenai betapa susahnya seorang muda yang kaya untuk masuk dalam kerajaan Allah. Seorang yang masih muda ini merupakan seorang pemimpin di kalangan Yahudi. Ayat 16 mengatakan ada seorang datang kepada Yesus, dan berkata: “Guru, perbuatan baik apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal ?”, ayat 17 Mengatakan jawab Yesus: “Apakah sebabnya engkau bertanya kepadaKu tentang apa yang baik ? Hanya satu yang baik. Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah Allah”. Tuhan Yesus mengatakan bahwa untuk memperoleh hidup yang kekal maka kita harus menuruti segala perintah Allah. Ketika kita mempunyai Firman maka sebenarnya kita telah memiliki segala sesuatu. Ayat 18-19 Kata orang itu kepadanya: “Perintah yang mana ?” Kata Yesus: “Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, hormatilah ayahmu dan ibumu dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri”. Dalam Keluaran 20:1-17 maka kita akan mendapatkan 10 Hukum, menarik mengapa Tuhan Yesus Cuma mengambil hukum yang ke 6 sampai 10 ? Ternyata 10 hukum Allah membaginya menjadi 2 bagian yaitu Hukum 1-5 berkaitan dengan Hubungan Manusia dengan Allah dan hukum 6-10 merupakan hukum mengenai hubungan antara Manusia dengan sesama. Hubungan dengan sesama menjadi landasan utama dari hidup yang kekal.

Kalau hidup kita tidak harmonis dengan sesama maka semua apa yang kita lakukan buat Tuhan sia-sia. Ibrani 13:1 mengatakan Peliharalah kasih persaudaraan!, I Petrus 2:17 Hormatilah semua orang, kasihilah saudara-saudaramu, takutlah akan Allah, hormatilah raja!. Untuk itu peliharalah kasih di antara kita karena dengan kasih inilah maka kita dapat berhasil dalam hubungan dengan Allah. Kita tidak akan dapat mengasihi Allah jika kita tidak memiliki kasih yang baik dengan sesama. Jika kita belum saling mengasihi antara sesama kita dan antara kita dengan keluarga kita maka kita tidak akan meraih janji-janji Tuhan dan kita tidak dapat mengasihi Allah karena kasih dengan sesama merupakan dasar untuk kita dapat mengasihi Allah. Mengevaluasi hubungan dengan sesama merupakan alat uji untuk kita meraih hidup yang kekal dan lakukanlah perintah Tuhan dengan sungguh-sungguh.

Tuhan Memberkati

Bangkit dan Menjadi Terang

Pembacaan Firman: Yesaya 60:1

“Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan Tuhan terbit atasmu”

Selama kita berada didalam gereja terang itu jumlahnya banyak akan tetapi kegelapan hari demi hari ternyata semakin nyata. Firman Tuhan kali ini merupakan seruan kepada kita untuk bangkit dan menjadi terang, karena orang percaya harus ada keberanian untuk menyatakan terang tersebut. Di dunia ini banyak visi dan misi yang dirancangkan oleh manusia dan bisa saja hal itu tidak dilaksanakan akan tetapi visi dan misi yang diungkapkan oleh Tuhan pasti akan terjadi. Orang Kristen harus berani menyatakan bahwa kita adalah terang yang bercahaya menutupi bumi. 
cahaya, terang
sumber gambar pixabay.com
Kemuliaan Allah terbit bagi setiap orang percaya (Markus 16:17). Orang percaya harus kelihatan terangnya melalui cara hidup sehari-hari yang mencerminkan kebenaran berdasarkan kasih Tuhan Yesus Kristus. Terang itu harus bercahaya di luar gereja dalam arti kita dapat menjadi saksi dimana kita berada sehari-hari sehingga melalui cara hidup kita maka orang lain dapat kita menangkan untuk kemuliaan Tuhan. Matius 16:18 Tuhan Yesus menyatakan bahwa diatas batu karang ini aku akan mendirikan jemaatKu dan alam maut tidak dapat mengganggunya. Ini dasar dari orang percaya yang berdiri diatas batu karang dan jangan kita hanya terfokus pada kehidupan jasmani.

Pandangan yang keliru dari kekristenan membawa kita jauh dari memancarkan terang yang dari Allah. Tuhan menginginkan kita untuk membawa damai sehingga banyak orang yang boleh diselamatkan dan kita akan disebut anak-anak Allah. Damainya orang Kristen harus dapat dirasakan atau dipancarkan dimanapun kita berada dan apapun yang Tuhan percayakan bagi kita.

Bangkit dan menjadi terang jangan hanya di bibir saja melainkan harus dapat dilihat. Yang menjadi pokok bagi kita adalah meraih kunci kerajaan sorga karena dengan kita memiliki kunci kerajaan sorga Firman Tuhan mengatakan bahwa kita mendapatkan janji-janji yang Tuhan janjikan yaitu kita dapat berkata-kata dengan bahasa Roh dan mendapat kuasa mengusir setan. Cara hidup kita harus nampak karena dengan itu maka buah-buah Roh didapati dalam kehidupan kita. (Galatia 5:22) Ketika kita mendapatkan buah-buah Roh maka kita dapat melakukan perbuatan yang besar untuk kemuliaan Tuhan. Markus 16:17-18 menjelaskan bahwa kita sebagai orang-orang yang percaya harus memiliki tanda-tanda sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan.

Tuhan Memberkati