Pembacaan Firman: Yeremia 29:7
"Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu."
Kata "dibuang" tentunya seperti berkonotasi tidak baik dan tidak disukai oleh siapapun. Sesuatu yang "dibuang" tentunya suatu hal yang dianggap tidak berguna dan sudah tidak dibutuhkan lagi. Umat Israel berada dalam pembuangan, namun Firman Tuhan berkata tetap usahakan kesejahteraan dimanapun kamu berada sekalipun dalam "pembuangan", dan menjalani proses ini tentulah tidak mudah. Ada satu contoh sesuatu barang yang dibuang yaitu biji rambutan. Setelah habus dimakan dan dibuang ternyata sebuah biji rambutan dapat bertumbuh dan pada suatu kelak akan menjadi sangat berguna ketika telah menjadi pohon yang besar dan berbuah. Ini salah satu contoh "dibuang membawa kesejahteraan". Dimanapun kita jika kita membawa kesejahteraan di tempat itu maka tempat itu akan menjadi sejahtera dan tentunya akan menjadi kesejahteraan buat kita juga. Mungkin kita merasa "dibuang" di tempat kita berada saat ini, seperti tempat kerja kita, maka kita harus berusaha membawa kesejahteraan ditempat itu, Dimanapun kita berada jika kita membawa kesejahteraan di tempat itu maka Tuhan akan memberkati kita pula. Bagaimana kita membawa kesejahteraan itu, yaitu:
1. Jangan malas dan tetap berusaha. Dimanapun kita telah ditempatkan maka bawalah dan berbuatlah sejahtera di tempat itu dengan tetap berusaha jengan menyerah pada keadaan.
2. Berdoa. Doa akan menjadi kekuatan kita untuk tetap kuat melayani Tuhan. Melalui doa maka iman kita dapat dikuatkan.
3. Pegang Teguh Janji Tuhan. Seperti sebuat biji rambutan yang perlu waktu dan proses untuk bertumbuh, bersabarlah. Janji Tuhan adalah pasti dan akan ditepati. Tuhan akan memberikan apa yang telah dinajikannya kepada kita.
4. Tetap Dalam Rancangan Tuhan. Contoh Yusuf tetap dalam rancangan Tuhan atas dirinya walaupun ia telah dijual dan dipenjarakan. Yusuf tetap setia berjalan dalam rancangan Tuhan sehingga ia dipermuliakan sesuan waktu Tuhan. Yusuf membawa kesejahteraan dimana dia berada sehingga ia diberkati Tuhan.
Jika kita merasa seakan "dibuang" percayalah dan tetaplah dalam rancangan rencana Tuhan. Jika sudah tiba waktunya kita akan dipermuliakan dan tempat dimana kita berada pasti akan diberkati selama kita membawa sejahtera ditempat itu sesuai dengan kehendak Tuhan.
Pembacaan Firman: I Timotius 6:12
“Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar dan rebutlah hidup yang kekal. Untuk itulah engkau telah dipanggil dan telah engkau ikrarkan ikrar yang benar didepan banyak saksi”
Yohanes 10:28-30 menjelaskan bahwa adanya hubungan antara Yesus dengan domba-dombaNya. Tuhan merupakan gembala dan kita sebagai orang-orang percaya merupakan domba-dombaNya. Dalam Firman Tuhan diatas Yaitu Yohanes 10:28-30 dapat kita perhatikan bahwa ciri-ciri domba adalah suka mendengar dan dikenal oleh Gembalanya serta domba merupakan pengikut yang baik.
 |
| sumber gambar pixabay.com |
Erat hubungannya dengan hidup yang kekal. Kita tidak dapat mengerti kebenaran Firman Tuhan tanpa adanya urapan Roh Kudus, urapan Roh Kudus merupakan syarat mutlak bagi kita untuk dapat menyelami maksud dan kehendak Tuhan atas kehidupan kita sebagai domba-dombaNya. Sesuai dengan ciri-ciri dombaNya Tuhan maka kita harus mengikuti Gembala dengan mengikuti atau taat kepada Gembala, diikuti dengan suka mendengar sehingga kita dapat dikenal oleh Tuhan sebagai Gembala kita.
Orang yang mendengar suara Tuhan maka ia akan mengikuti dan taat kepada FirmanNya sehingga ia akan dikenal oleh Bapa. Dengan demikian maka janji Tuhan yang akan memberikan hidup yang kekal, tidak binasa akan kita alami dan rasakan dan seorangpun tidak dapat merebut kita dari tangan Tuhan yang merupakan Gembala kita. Yohanes 10:14 Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-dombaKu dan domba-dombaKu mengenal Aku.
Untuk itu Firman Tuhan mengingatkan kepada kita untuk menjadi jemaat Tuhan yang dikenal oleh Bapa dan yang melakukan segala perintahNya sehingga hidup yang kekan dapat kita raih.
Tuhan Memberkati
Pembacaan Firman: Yesaya 60:1
“Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan Tuhan terbit atasmu”
Selama kita berada didalam gereja terang itu jumlahnya banyak akan tetapi kegelapan hari demi hari ternyata semakin nyata. Firman Tuhan kali ini merupakan seruan kepada kita untuk bangkit dan menjadi terang, karena orang percaya harus ada keberanian untuk menyatakan terang tersebut. Di dunia ini banyak visi dan misi yang dirancangkan oleh manusia dan bisa saja hal itu tidak dilaksanakan akan tetapi visi dan misi yang diungkapkan oleh Tuhan pasti akan terjadi. Orang Kristen harus berani menyatakan bahwa kita adalah terang yang bercahaya menutupi bumi.
 |
| sumber gambar pixabay.com |
Kemuliaan Allah terbit bagi setiap orang percaya (Markus 16:17). Orang percaya harus kelihatan terangnya melalui cara hidup sehari-hari yang mencerminkan kebenaran berdasarkan kasih Tuhan Yesus Kristus. Terang itu harus bercahaya di luar gereja dalam arti kita dapat menjadi saksi dimana kita berada sehari-hari sehingga melalui cara hidup kita maka orang lain dapat kita menangkan untuk kemuliaan Tuhan. Matius 16:18 Tuhan Yesus menyatakan bahwa diatas batu karang ini aku akan mendirikan jemaatKu dan alam maut tidak dapat mengganggunya. Ini dasar dari orang percaya yang berdiri diatas batu karang dan jangan kita hanya terfokus pada kehidupan jasmani.
Pandangan yang keliru dari kekristenan membawa kita jauh dari memancarkan terang yang dari Allah. Tuhan menginginkan kita untuk membawa damai sehingga banyak orang yang boleh diselamatkan dan kita akan disebut anak-anak Allah. Damainya orang Kristen harus dapat dirasakan atau dipancarkan dimanapun kita berada dan apapun yang Tuhan percayakan bagi kita.
Bangkit dan menjadi terang jangan hanya di bibir saja melainkan harus dapat dilihat. Yang menjadi pokok bagi kita adalah meraih kunci kerajaan sorga karena dengan kita memiliki kunci kerajaan sorga Firman Tuhan mengatakan bahwa kita mendapatkan janji-janji yang Tuhan janjikan yaitu kita dapat berkata-kata dengan bahasa Roh dan mendapat kuasa mengusir setan. Cara hidup kita harus nampak karena dengan itu maka buah-buah Roh didapati dalam kehidupan kita. (Galatia 5:22) Ketika kita mendapatkan buah-buah Roh maka kita dapat melakukan perbuatan yang besar untuk kemuliaan Tuhan. Markus 16:17-18 menjelaskan bahwa kita sebagai orang-orang yang percaya harus memiliki tanda-tanda sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan.
Tuhan Memberkati
Pembacaan Firman: I Yohanes 3:23
“Dan inilah perintahNya itu: supaya kita percaya akan nama Yesus Kristus, AnakNya, dan supaya kita saling mengasihi sesuai dengan perintah yang diberikan Kristus kepada kita.”
Setiap perintah yang diperintahkan Tuhan kepada kita hendaknya kita lakukan dengan sesungguhan dan sukacita, apabila ternyata kita tidak melakukan perintahNya, kita hanya akan mengecewakan Tuhan. Ada 2 perintah Tuhan Yesus bagi kita yang merupakan perintah yang utama, yaitu:
 |
| sumber gambar pixabay.com |
1. Tugas Internal Gereja
I Yohanes 4:11 “Saudara-saudaraku kang kekasih, jikalau Allah sedemikian mengasihi kita, maka haruslah kita juga saling mengasihi”. Begitu jelas rasul Yohanes menulis betapa pentingnya kita saling mengasihi. Ini merupakan tugas kita dalam lingkup sesama jemaat. Pada saat kita saling mengasihi, maka kita telah melakukan perintah Tuhan. Ini merupakan pondasi awal bagaimana kita akan membangun rohani kita yang mengikuti perintah Tuhan. Yohanes 13:34 “Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi”. Yohanes menulis hal ini sebagai perintah baru karena Yohanes menyadari hal saling mengasihi merupakan pondasi awal bagaimana kita dapat membangun hubungan yang baik dengan Tuhan karena kita sebagai anak-anak Tuhan. Yohanes adalah seorang rasul yang sangat dekat dengan Tuhan dibuktikan dengan banyaknya tulisan yang rasul Yohanes tulis mengenai hubungan kasih antara kita dengan Tuhan dan antara sesama jemaat. Roma 14:19 “Sebab itu marilah kita mengejar apa yang mendatangkan damai sejahtera dan yang berguna untuk saling membangun”. Ada upaya kita untuk mengerjakan sesuatu yang bukan hanya kepentingan diri sendiri melainkan untuk kepentingan kita semua. Kalau ini telah dilakukan oleh gereja maka kita akan semakin dekat dengan Tuhan. Kejarlah damai sejahtera dan sukacita yang dari Tuhan. Kalau kita telah dekat dengan Tuhan maka apa saja yang kita minta kepadaNya maka Tuhan akan memberikannya.
2. Tugas Eksternal Gereja
Kita tidak bisa mengerjakan tugas eksternal jika kita belum melakukan tugas internal gereja. Markus 16:15,20 “Lalu Ia berkata kepada mereka:”Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan Firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya”. Pada murid pada saat menerima perintah maka mereka langsung bergerak dan pergi memberitakan injil karena mereka tahu bahwa Tuhan akan menyertai mereka. Goal setting Allah (Tujuan Allah) dalam I Petris 3:9 “Tuhan tidak lalai menepati janjiNya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat”.
Maukah kita melakukan perintah ini ? Yesaya 6:8: “Lalu aku mendengan suara Tuhan berkata: “Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku ?” Maka sahutku: “ini aku, utuslah aku!”. Jangan kita hitung-hitungan dengan Tuhan, dalam Wahyu 22:12 Sesungguhnya Aku datang segera dan aku membawa upahKu untuk membalaskan kepada setiap orang menurut perbuatannya. Tuhan telah menyiapkan upah kita masing-masih, layanilah Tuhan dan kerjakanlah semuanya itu. Jangan lalaikan Tugas dan Panggilan Allah sebab upah telah tersedia bagi kita dan kerjakanlah semuanya itu dengan setia karena tidak semua orang padat dipercayakan tugas dari Allah.
Tuhan Memberkati
Pembacaan Firman: I Petrus 2:9
“Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terangNya yang ajaib”
Markus 16:15 Lalu Ia berkata kepada mereka: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Kita dipanggil Tuhan bukan hanya sekedar untuk diselamatkan akan tetapi kita juga diberikan tugas untuk memberitakan kabar keselamatan sesuai dengan pembacaan di Markus 16:15. Ketikan kita diutus oleh Allah untuk memberitakan kabar keselamatan di mulai dengan pemberian otoritas atau kiasa dan Tuhan akan menyertai kita dimanapun kita berada. Tugas kita memberitakan kebenaran Firman Tuhan dimulai dari Yerusalem atau di tempat kita berada sehari-hari. Tugas menyampaikan Firman Allah merupakan tanggung jawab semua orang percaya.
 |
| sumber gambar pixabay.com |
Memberitakan Firman Allah berarti:
1. Kita mengasihi Tuhan (Yohanes 14:21-24)
Memberitakan Firman bukan hanya menyampaikan sekedar saja, melainkan kita harus menyampaikannya dengan baik.
2. Mengasihi sesama manusia (Matius 9:37, Yakobus 2:8)
Tuhan sedang menyiapkan orang-orang yang ingin mendengar Firman Tuhan. Dengan kita menyampaikan kebenaran Firman Tuhan berarti kita mengasihi sesama kita dengan membagikan berkat-berkat Firman. Selama ada jiwa-jiwa yang menuju kebinasaan maka menjadi tugas kita untuk menyelamatkan mereka dengan cara menyampaikan berita keselamatan.
3. Pengakuan kita bahwa Yesus adalah Tuhan (Roma 10:9, Kisah Para Rasul 11:20)
Ketika kita menyampaikan kebenaran Firman Tuhan maka kita dibangun dan semakin hari kita mengenal karakter Kristus yang sesungguhnya. Pada saat kita telah mengenal Kristus makan kita akan merasakan bagaimana pertolongan dan perhatian dari Tuhan.
Sekecil apapun yang dipercayakan kepada kita untuk melayani Tuhan, maka lakukanlah itu dengan segenap hati. Memberitakan Firman Tuhan adalah tugas dan tanggung jawab dari kita semua sebagai orang percaya. Tuhan mau agar semua orang diselamatkan (Kisah Para Rasul 17:30). Kesediaan kita melayani Tuhan sebagai pertanda bahwa kita mengasihi Tuhan.
Tuhan Yesus Memberkati
Pembacaan Firman: Matius 5:13-16
Dalam pembacaan alkitab saat ini mengatakan suatu pernyataan bahwa kita merupakan garam dan terang dunia. Hal ini menjadi suatu tantangan bagi kita sebagai anak-anak Tuhan. Saat ini sudahkah kita menjadi garam dunia ? Sudahkah kita menjadi Terang dunia ?
 |
| sumber gambar pixabay.com |
Garam banyak sekali kegunaan bukan hanya sebagai bumbu dapur. Banyak dipakai untuk proses pengawetan makanan, dll. Menjadi pertanyaan kenapa Tuhan Yesus memberikan contoh melalui garam ? Jawabannya adalah karena garam banyak sekali kegunaan. Perumpamaan menjadi garam pada saat ini yaitu apakah kita sudah menjadi garam yaitu menjadi bermanfaat bagi siapapun yang ada di sekitar kita. Kalau seseorang menjadi garam didalam gereja berarti dia setia di gereja, cara hidupnya, tutur katanya yang sangat memberkati orang. Ini merupakan garam dari seseorang yang benar-benar hidup didalam Tuhan. Hal ini salah satu contoh perbuatan baik yang Tuhan inginkan melalui suatu perumpamaan menjadi garam di tengah-tengah dunia ini. Berbuat baik itu suatu hal yang gampang asalkan itu berdasarkan kebenaran Firman Tuhan. Pergumulan kita sebagai Anak Tuhan begitu banyak. Tuhan begitu banyak cara untuk menolong kita tergantung kita menerimanya dengan cara bagaimana. Tuhan datang untuk menolong kita tergantung kita menerimanya dengan cara bagaimana. Tuhan datang dengan berkatNya, kesembuhan, dll tetapi kadang-kadang datang dengan pergumulan, situasi yang sulit, dll. Namun ingatlah ada satu tujuan yang Tuhan inginkan yaitu agar kita tetap kuat dan setia kepadaNya. Jangan sampai garam yang Tuhan inginkan dalam kehidupan kita menjadi tawar yang sudah tidak ada gunanya.
Tetaplah berdoa menjadi suatu hal yang utama. Berbicara tentang Pelita bararti berhubungan dengan cahaya yang akan menerangi di tengah-tengah kegelapan. Pernahkah Pelita itu dipasang dan kemudian ditutup ? Pelita akan diletakan diatas meja. Ini berbicara tentang iman. Iman harus ditunjukan hasilnya bukan untuk disimpan atau ditutup. Kalau kita berani menunjukan iman kita maka banyak jiwa akan dimenangkan untuk Tuhan. Hendaklah terang kita bercahaya dan dilihat oleh banyak orang sehingga Tuhan dapat dipermuliakan. Terang berarti boleh menjadi contoh yang baik dalam menerangi kegelapan dunia ini. Garam berarti bisa menjadi suatu kegunaan yang baik dimanapun kita berada. Garam dan terang dunia merupakan kerinduan Tuhan Yesus bagi kita anak-anak Tuhan yang ada di dunia ini dengan satu tujuan yaitu banyak jiwa boleh dimenangkan bagi Tuhan sehingga nama Tuhan dapat dipermuliakan.
Tuhan Memberkati
Pembacaan Firman: Kolose 1:15-16
Allah menciptakan segala sesuatu, yang ada di Sorga dan yang ada di Bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana maupun kerajaan, baik pemerintah maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia. Kita ada di bumi ini, semua karena anugerah Allah, karena itu tidak ada yang bisa kita banggakan dalam hidup ini.
 |
| sumber gambar pixabay.com |
Tujuan Allah menciptakan kita manusia adalah:
1. Menyenangkan Dia
Allah menciptakan kita untuk kesenangan bangiNya. Ia menciptakan kita supaya kita selalu menyenangkan hatiNya lewat pikiran, perkataan dan tingkahlaku kita.
2. Bersekutu Dengan Dia
Allah ingin kita sebagai ciptaanNya, selalu bersekutu dengan Dia. Lewat ibadah kita dapat bersekutu dengan Allah senantiasa (Mazmur 150:1-6) menyanyikan mazmur bagiNya (Efesus 5:19).Ketika kita bersekutu dengan Dia, menyenangkan hatiNya dan sebaliknya, maka kita tidak mencari Tuhan yang mati. Artinya lewat pujian kita, maka Allah bertahta diatas pujian kita. Jadi beribadah bukan persoalan diberkati atau tidak, tetapi itu tujuan Allah menciptakan kita. Akibat dari kita beribadah kepada Tuhan, maka janji berkatNya menjadi milik kita yaitu: Ia akan memberkati roti makananmu dan air minumanmu dan akan menjauhkan penyakit dari tengah-tengahmu (Keluaran 23:25).
Ibadah itu mutlak dilakukan oleh kita sebagai anak-anakNya. Dengan kita mencari Tuhan lewat ibadah maka kita akan hidup (Amos 5:4). Kalau kita mencari kerajaannya dan kebenarannya terlebih dahulu, maka semuanya akan ditambahkan (Matius 6:33). Dalam persekutuan kasih Allah mengalir dan janji berkatNya menjadi milik kita. Kasih persaudaraan dalam Tuhan, berkatNya besar (Mazmur 133:1-3). Rukun cinta satu sama lain itu yang Tuhan inginkan dalam hidup kita.
3. Hidup Kudus dan Tidak Bercela
Allah menciptakan kita tujuannya agar kita hidup kudus dan tak bercela dihadapanNya (Efesus 1:4) karena yang bisa membuat kita sampai kepada Bapa di sorga adalah kekudusan. Sebab tanpa kekudusan kita tidak akan memandang wajah Allah.
4. Menjadi Mitra Kerja Allah
Allah menciptakan kita, karena Ia ingin kita menjadi kawan sekerja Allah dalam melaksanakan Amanat Agung Yesus Kristus (Matius 28:19-20). Menjadi mitra kerja Allah, apapun yang menjadi profesi kita, dimanapun kita berada dapat menjadi berkat, saksi dan terang bagi orang lain. Kita dapat membuat orang tertarik dengan Yesus yaitu saat mereka melihat kehidupan kita boleh menjadi berkat bagi orang lain. Mitra kerja Allah selalu dilandasi dengan kasih dan berdoa bagi orang lain. Jangan jemu-jemu berbuat baik karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai kija kita tidak menjadi lemah (Galatia 6:9). Hiduplah untuk Tuhan dan janji-janjiNya menjadi milik kita.
Tuhan Memberkati
Pembacaan Firman: Markus 1:16-17
Sebagai manusia, kita perlu mewaspadai segala sesuatu. Praktek perjalanan orang-orang percaya sebagai makhluk sosial pasti saling berinteraksi dengan sesama manusia di sekitar kita. Namun terkadang terungkap bahwa mereka mau menolong, tapi kenyataan mereka pula yang mengecewakan kita. Itulah manusia, tidak semua orang dengan tulus mau membantu sesuai yang kita harapkan. Sekuat-kuatnya dia dirintangi orang, siapapun dia tidak mampu menghalanginya kalau itu sudah ditentukan oleh Tuhan menjadi bagian kita. Sebaliknya sekuat-kuatnya kita untuk memperoleh berkat itu kalau bukan ditentukan menjadi bagian kita, tidak akan kita peroleh. Nah, marilah kita semua saling mendoakan satu dengan yang lain supaya tetap kuat dan semua diberkati Tuhan.
Yesus memanggil murid-muridnya Simon dan Andreas, mereka sedang menebarkan jala di danau sebab mereka penjala ikan (Markus 1:16). Simon lambing Gereja, profesinya sebagai nelayan tidak memiliki apa-apa, sebagian orang menganggap mereka masyarakat yang marginal. Namun pertama kali yang dilihat Yesus dan diangkat oleh Yesus untuk bersamaNya. Simon tidak pernah jauh dengan Yesus, sangat akrab dengan Yesus. Titik kekuatan yang ada pada Simon (Matius 16:13-20). Dalam suatu perjalanan, Yesus bertanya kepada murid-muridnya, “Siapakah Anak Manusia itu ?” Yesus bertanya kepada 12 muridNya, Aku ini siapa ? tidak ada yang berani menjawab (ayat 16). Jawab Simon Petrus, Engkau Mesias Anak Allah yang hidup. Yesus mendengar jawaban dari seorang Petrus (Nelayan). Siapapun kita ada karunia-karunia yang Allah taruh di masing-masing kita. Ada Roh Kudus yang tinggal dalam kita, asalkan kita mau. Allah mampu menolong dan memberkati kita semua. Kita yang dipilih dan kepada kita akan diberi otoritas oleh Allah untuk bicara. Layanilah Allah kita semua bisa. Itulah yang terjadi kepada Simon, ayat 17 > Allahlah yang sudah menyatakan itu kepadamu. Kisah Para Rasul 1-5 ditulis oleh Petrus. Pada zaman rasul disaat orang mulai bertumbuh tampilah sosok seorang nelayan, ketika bicara tentang sorga, orang-orang pintar terkejut. Selesai berkhotbah 3000 jiwa bertobat. Kisah 3 > Seorang lumpuh yang kurang lebih 40 tahun sakit dan terjadilah penyembuhan pada saat itu. Petrus berkata “emas dan perak tidak ada padaku, dan apa yang kupunya kuberikan padamu, dalam nama Yesus Kristus orang Nasaret berjalanlah.
 |
| sumber gambar pixabay.com |
Karunia kesembuhan ada pada Petrus. Dia sokoguru Yerusalem. Sekuat-kuatnya Simon ada sisi lemahnya. Markus 14:26. Sesudah mereka nyanyikan pujian pergilah mereka ke bukit Zaitun. Kata Yesus sebelum ayam berkokok 2 kali engkau sudah menyangkal aku 3 kali. Kekokohan Petrus jelas ketika ia berdialog dengan Yesus dengan berani ia berkata tidak Tuhan – ia rela mati. Lihat ketika Yesus ditangkap Petrus menyangkal. Orang pada kaget tetapi hati nurani Petrus mulai hancur sedihlah hati Petrus.
Titik kelemahan yang lain (Petrus). Matius 16:22. Ketika Yesus mulai menyatakan anak manusia akan ditangkap > Simon menarik Yesus – hal seperti itu jarang terjadi. Petrus seorang yang pemberani, karakternya sangat berbeda. Ia dapat begitu saja menarik Yesus. Pelayanan pekerjaan Tuhan terhadang harus dibayar seperti ini.
Ayat 23 > maka Yesus berpaling dan berkata kepada Petrus: Enyahlah Iblis, engkau jadi batu sandungan bagiku. Petrus suka ikut kata hatinya sendiri sehingga Yesus bilang engkau iblis.
Ada saatnya Tuhan izinkan kita berperang, bagaimana kita ma membela pekerjaan Tuhan. Sekuat-kuatnya kita > ingat ada satu titik tertentu kita ada dalam kelemahan.
Dalam Kisah Para Rasul 4 Petrus telah penuh dengan Roh Kudus. Melayani Tuhan, mengabarkan injil dengan begitu luar biasa. Relakanlah kehidupan kita untuk dirubah oleh Tuhan sesuai dengan kehendakNya. Jangan mengikuti kata hati kita. Pertanyakan segala sesuatu kepada Tuhan, maka kita akan mengalami dan menikmati janji Tuhan dengan indah.
Tuhan Yesus memberkati