Showing posts with label Mengasihi Tuhan. Show all posts

Datang Pada Tuhan Yesus

Pembacaan Firman: Mazmur 22:25 

Sebab Ia tidak memandang hina ataupun merasa jijik kesengsaraan orang yang tertindas, dan Ia tidak menyembunyikan wajah-Nya kepada orang itu, dan Ia mendengar ketika orang itu berteriak minta tolong kepada-Nya.

Ada 3 [tiga] hal yang menarik untuk disimak melalui pembacaan Alkitab kita saat ini yaitu : Hati Tuhan, la tidak menyembunyikan wajah-Nya, la mendengar.

Yang akan kita bahas saat ini adalah "Hati Tuhan" Tentunya kita sangat mengetahui dan pernah merasakan atau mengalami apa itu "Kesulitan", ”tertekan", "dalam posisi terpuruk". Kadang kala disaat kita mengalami keadaan seperti diatas disaat kita menceritakan kepada orang lain ataupun disaat orang lain mengetahuinya maka mereka beranggapan bahwa kita hanya main-main, berbohong dsb. Perlu kita sadari bahwa bisa saja kita merasa bahwa saat ini kita dalam posisi yang nyaman, keadaan yang baik, menyenangkan, akan tetapi perlu kita ingat bahwa Firman Tuhan mengatakan bahwa “lngatlah hari-hari gelap yang banyak" yang berarti kita bias saja tiba-tiba berada dalam posisi yang tidak menyenangkan sehingga kita harus menyadarinya.


Disaat kita berada dalam posisi yang tidak menyenangkan maka perlu diingat dalam Firman Tuhan Mazmur 34:19 mengatakan "TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan la menyelamatkan orang-orang yang remukjiwanya”. Tuhan mengizinkan kita mengalami masalah dengan satu tujuan yang mulia yaitu untuk melatih kita menjadi kuat dalam menghadapi persoalan hidup dan menjadi kuat dalam mengiring Tuhan. disaat kita mengalami tekanan hidup, masalah, tertekan dalam keadaan terpuruk maka disitulah Tuhan memberikan perhatian kepada kita sehingga la menyiapkan segala sesuatu yang kita butuhkan menghadapi persoalan hidup tersebut. Tuhan tidak akan pernah memandang hina jika hati kita remuk dibawah kaki-Nya. Satu pelajaran yang harus kita ingat bahwa jika kita merasa kosong dalam jiwa kita maka maka perbanyaklah duduk diam dibawah kaki Tuhan dengan menyembah-Nya dan berdoa kepada Tuhan dan merasakan hadirat-Nya hadir dalam hidup kita. siapkan lah waktu khusus untuk dapat berdoa, menyembah dan merasakan hadirat-Nya hadir memenuhi kehidupan kita sehingga kita dapat merasakan perhatian Tuhan atas kehidupan kita dan kita boleh merasakan kekuatan-Nya datang menolong kita atas persoalan yang sementara dihadapi. Amin

Menjadi Sahabat Tuhan

Pembacaan Firman: Yakobus 2:21-23

Banyak hal yang dapat kita nikmati jika kita menjadi sahabat dari orang yang berpengaruh. Jika kita ingin menjadi sahabat Tuhan maka kita harus belajar dari seorang tokoh yaitu Abraham yang fokus hidupnya hanya kepada Tuhan (ayat 21). Apa yang dipikirkan, dilakukan dan dilihat oleh Abraham tertuju kepada Tuhan. Tidak mudah menjadi sahabat Tuhan dan tidak semua orang dapat menjadi sahabat Tuhan. Hanya orang yang melakukan kehendak Tuhan yang dapat menjadi sahabat Tuhan. Abraham adalah orang yang beriman dan Abraham melakukan perbuatan-perbuatan yang sesuai dengan kehendak Tuhan. Abraham dengan rela melakukan firman yaitu menyerahkan anaknya, sebuah perbuatan harus dibarengi dengan ketaatan. Tidak Kebetulan Abraham menjadi sahabat Tuhan. Mengapa Abraham dipilih menjadi sahabat Tuhan, Roma 4:17-21 merupakan konsep hidup Abraham yaitu percaya dari yang tidak ada menjadi ada. Tuhan telah memilih kita untuk menyatakan rahasia kebenaranNya.



Kita harus mencontohi Abraham bagaimana ketaatannya. Abraham tidak bimbang, karena bimbang merupakan cara iblis untuk menjatuhkan hidup kita. Kita harus mengimani bahwa segala sesuatu dapat terjadi dalam hidup kita walaupun kelihatannya tidak mungkin. Banyaklah memperkatakan bahasa iman dan diberengi dengan kesetiaan dan ketaatan sehingga semua yang kita kerjakan selaras dengan kemauan Firman Tuhan. Abraham tidak bimbang dengan janji Allah. Belajarlah mulai dari hal-hal yang kecil dengan bermodalkan jangan bimbang. Tetaplah percaya bahwa Yesus adalah Tuhan yang selalu sanggup menolong kita. Contoh orang yang bersahabat dengan Tuhan adalah dalam Daniel 1:1-9, bagaimana 4 orang muda yang dibawa ke istana raja untuk memperoleh fasilitas dari kerajaan. Tetapi Daniel menolak untuk makan dan minum yang sama seperti raja dan ia tidak mau menajiskan diri karena makanan dan minuman raja sudah dipersembahkan kepada berhala. Daniel memilih takut kepada Tuhandari pada memilih kompromi dengan perintah raja. Hasilnya dari komitmen Daniel itu:

1. Setelah 10 hari perawakan mereka lebih baik (ayat 15)
2. Kecakapan mereka lebih dari yang lain (ayat 18-19)
3. 10x lipat menjadi pintar (ayat 20)

Maka bersahabatlah dengan Tuhan sehingga kita bisa menerima perjanjian Allah berlaku dalam kehidupan kita.

Aman Dalam Lindungan Allah

Pembacaan Firman: Mazmur 27:1-4

27:1  Dari Daud. TUHAN adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? TUHAN adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gemetar?
27:2 Ketika penjahat-penjahat menyerang aku untuk memakan dagingku, yakni semua lawanku dan musuhku, mereka sendirilah yang tergelincir dan jatuh.
27:3 Sekalipun tentara berkemah mengepung aku, tidak takut hatiku; sekalipun timbul peperangan melawan aku, dalam hal itupun aku tetap percaya.
27:4 Satu hal telah kuminta kepada TUHAN, itulah yang kuingini: diam di rumah TUHAN seumur hidupku, menyaksikan kemurahan TUHAN dan menikmati bait-Nya.



Daud adalah seorang yang setia kepada Tuhan dan hidupnya menyenangkan Tuhan karena Daud menyadari bahwa Tuhan selalu menolong hidupnya. Kita harus menyadari bahwa kita perlu senantiasa menyenangkan Tuhan karena Tuhan telah terlebih dahulu berkorban menyelamatkan kita. Ada 2 (dua) fase yang selalu dilewati atau dialami oleh setiap manusia yaitu "Sukacita" dan "Persoalan", berkaitan dengan pembacaan Alkitab saat ini pada ayat 1 menjelaskan adanya pertolongan, mujizat Tuhan dan ayat 2,3 adalah suatu masa adanya persoalan akan tetapi dalam ayat 3 Daud berkata bahwa ia tetap percaya kepada Tuhan. Bagaimana Daud walaupun berada dalam suatu persoalan yang berat ia tetap percaya kepada Tuhan? jawabannya ada di ayat 4 yaitu satu hal yang Daud minta kepada Tuhan adalah Diam di Rumah Tuhan seumur hidupnya dan menyaksikan kemurahan serta kebaikan Tuhan dalam bait-Nya. Ada 4 hal dalam ayat 4 ini, yaitu:

  1. Diam di rumah Tuhan. Berarti menyerahkan seluruh masalah/persoalan kita kepada Tuhan dan percaya akan kuasaNya yang dapat menolong kita.
  2. Seumur hidup. Seumur hidup berarti ada dalam rumah Tuhan secara terus-menerus tanda jeda dan tidak terpengaruh dengan situasi kondisi yang ada disekitar kita dan tetap setia kepada Tuhan.
  3. Menyaksikan Kemurahan Tuhan. Daud ingin mengalami sendiri, melihat sendiri dan mendapatkan sesuatu di Rumah Tuhan yaitu mendengan dan menikmati Firman Tuhan serta memuji kebesaran-Nya, Roma 1:1-3
  4. Menikmati bait-Nya. Yohanes 1:12 semua orang yang menerimanya diberi kuasa untuk menjadi anak-anak Allah dan percaya didalam nama-Nya. Kita menikmati hadirat dan kuasa yang memberi kekuatan kepada kita. Amin

Mengasihi Tuhan Allahmu: Melakukan KekendakNya!

Pembacaan Firman Matius 22:37 

"Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu."



Melakukan KehendakNya


Adalah mudah bagi setiap orang Kristen untuk mengatakan bahwa dirinya mengasihi Tuhan. Namun dalam prakteknya tidaklah semudah yang dikatakan. Mengasihi Tuhan harus diwujudkan dengan perbuatan atau tindakan nyata. Tuhan berkata "barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Akupun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya." (Tohanes 14:21). Tanda utama yang membuktikan bahwa seseorang mengasihi Tuhan adalah ketika ia hidup dalam ketaatan. Karena itu setiap anak Tuhan harus giat mengembangkan hubungan secara pribadi dengan Tuhan. Membangun keintiman dengan Tuhan adalah langkah awal untuk mengasihi Tuhan. Semakin kita intim dengan Tuhan semakin kita mengenal pribadiNya dan semakin kita dikenal oleh Tuhan seperti tertulis, "Tetap orang yang mengasihi Allah, ia dikenal oleh Allah." (1 Korintus 8:3). Namun ada tercatat demikian: "Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan asuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kamu bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!" (Matius 7:21-23) Orang yang bernubuat, mengusir setan dan mengadakan mujizat bukanlah orang Kristen biasa atau jemaat awam, tapi sudah terlibat dalam pelayanan atau hamba Tuhan yang memiliki jam terbang pelayanan sangat tinggi. Tapi Tuhan menegaskan bahwa Ia tidak mengenal mereka.

Ternyata keaktifan seseorang dalam melayani pekerjaan Tuhan tidak menjamin bahwa ia dikenal oleh Tuhan secara pribadi, bila ia sendiri tidak hidup dalam ketaatan dan melakukan kehendakNya.