Showing posts with label Pemenang. Show all posts

la Tidak Menyembunyikan Wajah-Nya

Pembacaan Firman: Mazmur 22:25

Tentunya kita sangat mengetahui dan pernah merasakan atau mengalami apa itu "Kesulitan", "tertekan", "dalam posisi terpuruk". Kadang kala disaat kita mengalami keadaan seperti diatas disaat kita menceritakan kepada orang lain ataupun disaat orang lain mengetahuinya maka mereka seringkali tidak peduli atau bahkan memperburuk masalah. Perlu kita sadari bahwa bisa saja kita merasa bahwa saat ini kita dalam posisi yang nyaman, keadaan yang baik, menyenangkan, akan tetapi perlu kita ingat bahwa Firman Tuhan mengatakan bahwa "Ingatlah hari-hari gelap yang banyak" yang berarti kita bisa saja tiba-tiba berada dalam posisi yang tidak menyenangkan sehingga kita harus menyadarinya.


Tuhan tidak akan menyembunyikan wjah-Nya kepada orang-orang yang mempunyai Firman Tuhan dan Roh Kudus dalam hidupnya dan Tuhan selalu melindungi kemanapun kita pergi dan berada. Cara paling mudah untuk mencari Tuhan adalah melipat lutut kita, mengangkat tangan dan berdoa kepada Tuhan maka Tuhan akan hadir dalam hidup kita, jika Tuhan telah hadir maka la akan mengangkat segala beban dan masalah hidup kita. Tuhan tidak pernah bersembunyi terhadap kehidupan kita, Yesaya 49:14-17 Tuhan berkata " Aku tidak akan melupakan engkau", Ulangan 20:1-4 " Allah tidak pernah menyembunyikan wjah-Nya kepada kita". tetapi perlu di ingat Mikha 3:4 "Kejahatanlah penyebab Tuhan bersembunyi" (Ulangan 31:17-18, Yesaya 54:8). Untuk itu berusahalah agar Tuhan tidak menyembunyikan wajah-Nya kepada kita, amin.

Keberanian Untuk Bertindak

Pembacaan Firman: 2 Timotius 1:7 

Ada 3 hal yang dapat kita lihat dari kuasa bertindak yaitu Roh yang memberi kekuatan, kasih dan ketertiban. Saat ini kita akan mendalami Roh yang memberi kekuatan. Roh yang memberi kekuatan. Kata "kekuatan" dalam bahasa Yunani berarti "Dunamis", dalam bahasa lnggris berarti "Power" dan diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia berarti " kekuatan, keberanian, kuasa". Dalam Kitab Markus 4:16 kata "Dunamis" diartikan sebagai Kuasa untuk melakukan mijizat. Dalam Kisah Para Rasul 1:8 dikatakan kita akan menerima kuasa jika Roh Kudus turun. Tuhan sudah memberikan Kuasa Roh Kudus kepada gereja dan kuasa inilah yang menyertai para Rasul dalam memberitakan Firman Tuhan (Kisah Para Rasul 321-10), Begitu besar kuasa yang diberikan Tuhan kepada murid-muridnya untuk memberitakan kebenaran Firman Tuhan seperti Petrus diberikan kuasa yang besar untuk menyembuhkan orang lumpuh sehingga dengan kuasa inilah nama Tuhan boleh dipermuliakan. Kuasa yang sangat besar ini sudah diberikan Tuhan kepada kita gereja yang benar-benar berharap dan hidup sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan.


Dalam menghadapi persoalan hidup yang kita temui sehari-hari maka kita diingatkan untuk berharap pada kuasa Tuhan. Kalau kuasa itu ada maka kita akan dibentuk dan diarahkan untuk berjalan dalam Tuhan. Dalam menghadapi masalah yang teramat besar sekalipun maka buatlah hati kita gembira karena sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan mengatakan bahwa hati yang gembira adalah obat yang memberikan semangat untuk tetap bertahan dan disaat ada kegembiraan ditengah-tengah permasalahan maka disitulah Tuhan senang dan dengan demikian kita mendapatkan pertolongan dari Tuhan. Rahasia Kekuatan (Dunamis) adalah "Urapan" Roh Kudus. Dalam kitab 1 Samuel 16:12-13 menuliskan tentang urapan Daud. Kuasa itu diberikan Tuhan kepada raja Daud dan dengan kuasa itulah Daud dapat mengalahkan semua lawannya. Gereja tidak boleh meninggalkan Urapan karena Urapan adalah rahasia kemenangan gereja.

Urapan Roh Kudus menghasilkan karunia-karunia, bakat-bakat dan kesanggupan [Keluaran 35:30-35, 1 Korintus 12:1-31). ltu semua merupakan pemberian Tuhan kepada kita dan hal ini bukan karena kemampuan kita untuk mendapatkannya tetapi hanya karena kemurahan-Nya. Sehingga kita diminta untuk berserah kepada Tuhan dan meminta kepada Nya untuk kita dapat mengerti rencana dan kehendak Tuhan dalam hidup kita.

Talenta

Pembacaan Firman: Matius 25:14-30


Tuhan menginginkan kita untuk bertumbuh dan berbuah dengan berlipat ganda. Jika kita melayani Tuhan maka kita dituntut untuk dapat berbuah mau tidak mau atau suka tidak suka. Didalam mengiring Tuhan tentunya kita seringkali berada dalam situasi yang tidak menyenangkan ataupun dalam posisi terendah sekalipun dalam hidup kita. jika kita berada dalam situasi demikian dan kita mundur dari Tuhan maka hal ini disebabkan kita tidak berbuah. Keselamatan kita merupakan tanggung jawab kita sendiri sehingga kita harus memperbaiki diri kita sehingga tetap kuat dalam Tuhan.

Berkaitan dengan talenta yang Tuhan telah berikan kepada masing-masing kita maka sudah menjadi kewajiban kita untuk mengembangkannya. Tuhan memberikan talenta kepada kita dengan satu tujuan yaitu agar kita dapat berbuah didalam Tuhan. jika kita mengembangkan talenta kita maka kita telah menabur hal yang baik dalam Tuhan. Tuhan menginginkan kita untuk menabur dengah hati yang penuh sukacita sehingga Tuhan memberkati kita. Menabur dengan hati sebagai hamba berarti kita memiliki hati yang mau merendahkan diri dihadapan Tuhan sehingga kita dapat ditinggikan oleh Tuhan.



Jika kita berada dalam situasi yang terendah sekalipun tetap kita perlu menyadari bahwa Tuhan tidak akan pernah meninggalkan kita sekalipun. Seperti Ayub, disaat dia menghadapi situasi yang sulit ia tetap percaya kepada Tuhan dan ia tidak menjadi lemah sehingga Tuhan memulihkan keadaannya dan memberkatinya. Ayub menyadari bahwa ia percaya kepada Tuhan. Jika kita menghadapi masalah yang sangat sulit sekalipun maka belajarlah seperti burung rajawali yang mampu terbang tinggi dengan mengikuti angin yang membawanya terbang tinggi dengan tidak membutuhkan banyak tenaga karena ia memanfaatkan kuatnya angin untuk terbang tinggi. Kita harus menyadari bahwa kasih Tuhan tidak pernah berkesudahan dan Tuhan tidak pernah meninggalkan kita. Tuhan sangat baik bagi kita sehingga Tuhan akan selalu menolong kita. Jangan mundur dalam melayani Tuhan tetapi tetaplah maju mengiring Tuhan dan berkarya untuk nama Tuhan sehingga kita dapat masuk dalam kategori hamba yang baik yang dapat mengembangkan talenta yang Tuhan percayakan kepada kita. Amin.

Rancangan Tuhan Bagi Kita

Pembacaan Firman Kejadian 1:26


"Baiklah kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan dilaut dan burung-burung diudara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap dibumi."


Keberadaan kita dibumi ini bukanlah hasil evolusi, melainkan dirancang dan diciptakan oleh Tuhan. Bahkan kita adalah makhluk ciptaan Tuhan yang paling mulia melebihi ciptaan-ciptaan Tuhan lainnya, karena kita diciptakan serupa dan segambar dengan Dia. Jadi kita ada bukan karena kebetulan, dibalik itu semua Tuhan memiliki rancangan yang indah dan luar biasa atas hidup kita.

Adapun rancangan Tuhan dalam hidup kita adalah: Pertama untuk memperoleh berkat Tuhan. Tertulis: "Allah memberkati mereka" (Ayat 28). Jika keadaan kita sepertinya belum berubah dan belum mengalami berkat-berkat Tuhan, jangan kecewa. Kita harus dengan iman berkata bahwa hidup kita pasti diberkati Tuhan. Memang, akibat dosa, manusia hidup dibawah kutuk, tapi Tuhan Yesus datang ke dunia untuk mengubah kutuk itu menjadi berkat. Ia datang untuk memulihkan segala sesuatau yang telah rusak. "Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: 'Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!'" (Galatia 3:13). Tuhan Yesus sendiri menegaskan. "Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan." (Yohanes 10:10b).

Kedua, untuk beranak cucu dan hidup produktif. "Beranak cuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi..." (ayat 28). Kata 'produktif' di sini bukan hanya dalam hal keturunan, tetapi juga menghasilkan hal-hal yang baik bagi Tuhan sesuai dengan talenta dan karunia yang Dia berikan. "Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup didalamnya." (Efesus 2:10). Tuhan menghendaki kita menghasilkan keturunan-keturunan yang berkarakter ilahi; dan melalui pekerjaan baik yang kita lakukan, kehidupan kita akan menjadi berkat dan kesaksian bagi dunia. Inilah kehendak Tuhan bagi kita, karena keberadaan kita di tengah-tengah dunia adalah sebagai terang dunia dan garam dunia (baca Matius 5:13-16). Kalau garam itu menjadi tawar, bukankah kita tidak bergina lagi selain dibuang ?



Rancangan Tuhan bagi kita selanjutnya adalah untuk berkuasa. "...berkuasalah atas ikan-ikan dilaut dan burung-burung diudara dan atas segala binatang yang merayap dibumi." (Kejadian 1:28). Kuasa untuk menaklukan segala kedagingan; menaklukan segala rintangan yang menghalangi langkah kita untuk meraih kemendangan. Firman Tuhan menegaskan bahwa kita ini dirancang untuk menjadi pemenang dan bukan pecundang. "Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita." (Roma 8:37), karena Roh yang ada didalam kita itu lebih besar daripada Roh yang ada didalam dunia ini (baca 1 Yohanes 4:4), yaitu "...roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban." (2 Timotius 1:7).

Disamping itu Tuhan merancang kita untuk bekerja dan melayani Dia. Dikatakan, "Tuhan Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu." (Kejadian 2:15). Ketika Adam diciptakan, Tuhan menempatkan dia di taman Eden. Tuhan memberikan tugas kepadanya untuk mengusahakan dan merawat taman itu. Kata 'mengusahakan dan memelihara' memiliki arti melakukan pekerjaan. Jadi Tuhan menghendaki Adam bekerja, bukan bermalas-malasan atau berpangku tangan saja. Demikian pula kita ini dirancang Tuhan untuk bekerja bagi Dia. Bahkan rasul Paulus dengan keras mengatakan, "...jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan." (2 Tesalonika 3:10). Yakobus pun menambahkan bahwa, "jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati." (Yakobus 2:17).

Tidak ada alasan bagi kita untuktidak bekerja bagi Tuhan, karena Tuhan telah memberikan kepada kita talenta dan karunia yang berbeda-beda. Jadi "Kita harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku, selama masih siang; akan datang malam dimana tidak ada seorang pun yang dapat bekerja." (Yohanes 9:4). Rancangan Tuhan bagi kita sungguh luar biasa, jangan sia-siakan waktu yang ada!

Daud Melawan Goliat, Kemampuan Mengalahkan Raksasa

Pembacaan Firman: I Samuel 17: 40-58

Kita sebelumnya pasti pernah mendengar kisah ini, kisah kepahlawanan seorang muda bernama Daud, seseorang yang dianggap lemah dapat mengalahkan musuhnya yang jauh lebih besar dan kuat. Kisah ini adalah suatu pembuktian nyata bahwa yang kecil bisa mengalahkan yang besar, yang dianggap lemah bisa mengalahkan yang kuat. Sesungguhnya setiap kita sebagai Anak Tuhan memiliki potensi yang besar, memiliki kemampuan yang bahkan dapat menumbangkan raksasa sekalipun. Bagaimanakah seorang Daud bisa mengalahkan Goliat yang begitu besar ? Apa yang kelebihan Daud dapat mengalahkan Goliat ? Setidaknya terdapat beberapa hal yang dimiliki Daud sehingga dapat mengalahkan Goliat yang besar:

Daud
sumber gambar pixabay.com

1.    Daud memiliki keberanian

Pada peperangan masa lalu sering dikenal istilah duel, pertarungan antara 2 orang yang mewakili pihak yang berperang. Tentunya muncul di benak kita, mengapa Daud yang maju yang mewakili bangsa Israel ? Mengapa tidak ada orang lain yang maju ? Karena dari seluruh pasukan Israel hanya Daud yang memiliki keberanian melawan Goliat. Selama 40 hari Goliat menantang tentara Israel untuk melawannya namun tidak ada seorangpun yang berani, hanya Daud seorang diri yang ketika itu berada disana yang punya keberanian untuk maju melawan Goliat.

2.    Daud memiliki keyakinan yang tidak tergoyahkan.

Sebelum bertarung Daud diremehkan oleh banyak orang. Dia diremehkan saudaranya, diremehkan raja, diremehkan lawannya (Goliat), bahkan dapat dikatakan Daud diremehkan oleh semua orang yang ada disana. Namun Daud memiliki keyakinan yang tak tergoyahkan, Daud tidak serta merta merasa minder dan menjadi lemah namun tetap pada pendiriannya.

3.    Daud punya kemampuan, berlatih dan mempersiapkan diri.

Daud yang maju ke medan pertempuran bukanlah orang yang tidak bisa apa-apa, Daud yang dipakai Tuhan bukanlah orang yang hanya bermalas-malasan kemudian dilawat Tuhan, melainkan Daud mempunyai kemampuan dan mengembangkannya. Daud bekerja keras dan mempersiapkan dirinya dengan baik. Ketika dirinya diragukan Saul, Daud berkata dia biasa menghadapi beruang dan singa.

4.    Daud mengandalkan Tuhan dan Tuhan menyertai Daud

Ini adalah faktor terpenting dan terutama atas kemenangan Daud sebab percuma kita memiliki keberanian, keyakinan yang kokoh dan kemampuan namun kita tidak mengandalkan Tuhan. Daud sadar betul Tuhanlah satu-satunya tempatnya berharap dan memberikan kemenangan. Sehingga berulang kali Daud menegaskan bahwa Dia sepenuhnya mengandalkan Tuhan. Ketahuilah keberhasilan yang kita raih berasal dari pada Tuhan, sebelum berperang, selama berperang bahkan setelah kemenangan pun nama Tuhan saja yang ditinggikan, segalanya dikembalikan untuk hormat kemuliaan Tuhan. 

Jangan bangga dengan kemampuan diri sendiri, sebab terkutuklah orang yang mengandalkan manusia dan kekuatannya sendiri (Yeremia 17:5). Andalkan Tuhan dalam segala perkara, milikilah keberanian yang dari Tuhan, berpegang pada keyakinan dan tak tergoyahkan dan melatih diri, kembangkan kemampuan yang kita miliki maka kita akan memperoleh kemenangan, melakukan perkara-perkara besar bersama dengan Tuhan.

Tuhan Memberkati

Tetapi Daud berkata kepada orang Filistin itu: "Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama TUHAN semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kautantang itu" - I Samuel 17:45

Jemaat yang Bertahan dan Tidak Tergoncangkan

Pembacaan Firman: I Petrus 4:14-16

Banyak ditemui orang-orang yang percaya kepada Tuhan Yesus, namun ketika datang persoalan yang berat untuk diselesaikan seringkali ada yang mundur dari pengiringan kepada Tuhan. Pembacaan Alkitab ini mengatakan bahwa jika kita menderita maka kita harus berbahagia di hadapan Yesus. Apabila kita diperhadapkan dengan situasi yang sulit (dalam hal ini penderitaan) maka kita diingatkan untuk tetap bertahan dan tidak tergoyahkan dalam mengiring Tuhan.

benteng
sumber gambar pixabay.com
Ada 2 (dua) contoh tokoh dalam Alkitab yang tidak tergoncangkan imannya walaupun menghadapi tantangan yang berat, yaitu:

1.    Sadrakh, Mesakh, dan Abednego (Daniel 3:18)

Mereka diperhadapkan dengan pilihan dan situasi yang sangat sulit yaitu diminta untuk menyembah patung/dewa buatan raja nebukadnezar. Situasi yang sangat sulit diantara hidup dan mati. Disinilah dapat kita lihat bahwa iman mereka tetap teguh bertahan untuk tidak menyembah patung sehingga mereka dapat pertolongan dari Allah dan tidak mati terbakar walaupun dimasukan  dalam dapur api. Kita dapat belajar dalam kesaksian ini bahwa untuk tetap bertahan dan tetap kuat dalam  penderitaan, tidak peduli dalam situasi sesulit apapun. Jangan pernah mudah mundur tetapi tetap bertahan dan terus maju dalam tantangan hidup selama kita masih berada di dalam dunia ini. Pada saat kita diperhadapkan dengan tantangan maka yang diperlukan adalah iman yang teguh. Satu hal yang kita imani bahwa segala sesuatu yang terjadi dalam hidup kita sebagai rencana Tuhan adalah selalu ada rencana Tuhan yang indah yang telah disediakan Tuhan bagi kita. 

Daniel 3:24-26 Sadrakh, Mesakh, Abednego tetap melewati proses, tetapi pertolongan Tuhan berlaku atas mereka. Ketika kita tetap bertahan dalam menghadapi keadaan dan situasi yang sangat berat sekalitu, maka Tuhan akan memberikan pertolongan kepada kita tepat pada waktunya. Hal inilah yang harus kita imani sebab tidak ada satupun rencana Tuhan yang gagal dalam kehidupan kita. Kalau kita tetap bertahan maka janji Tuhan akan membuka jalan karena pencobaan-pencobaan yang kita alami saat ini tidak melebihi kekuatan kita (I Korintus 10:13). Saat ini kita diingatkan untuk tetap teguh dalam iman kita dan menyimpan baik-baik Firman Tuhan yang kita telah dengar sehingga tidak timbul keragu-raguan. Jangan mudah mundur dari hadapan Tuhan.

2.    Paulus (Filipi 1:21-22)

Paulus menghadapi tantangan yang begitu berat, akan tetapi Paulus tetap maju di dalam Tuhan. Apabila kita menghadapi tantangan dalam melayani Tuhan, maka kita diingatkan untuk tidak mundur. Kita harus meneladani sikap Paulus yang tidak mundur melayani Tuhan walaupun menghadapi beban persoalan yang begitu berat (II Korintus 23-28)

Apapun yang telah kita lakukan buat Tuhan, maka jerih lelah kita tidak akan sia-sia dan tidak akan dilupakan oleh Tuhan. Ketika kita dipercayakan untuk melayani Tuhan maka bekerjalah dengan sungguh-sungguh (I Korintus 15:10), tetaplah teguh jangan goyah dan tetaplah giat dalam melayani Tuhan sebab jerih payah kita tidak sia-sia dalam melayani Tuhan (I Korintus 15:58)

Tuhan Memberkati

Rebutlah Hidup yang Kekal (Bagian 2)

Pembacaan Firman: I Timotius 6:12
“Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar dan rebutlah hidup yang kekal. Untuk itulah engkau telah dipanggil dan telah engkau ikrarkan ikrar yang benar didepan banyak saksi”

Yohanes 10:28-30 menjelaskan bahwa adanya hubungan antara Yesus dengan domba-dombaNya. Tuhan merupakan gembala dan kita sebagai orang-orang percaya merupakan domba-dombaNya. Dalam Firman Tuhan diatas  Yaitu Yohanes 10:28-30 dapat kita perhatikan bahwa ciri-ciri domba adalah suka mendengar dan dikenal oleh Gembalanya serta domba merupakan pengikut yang baik.
hidup
sumber gambar pixabay.com
Erat hubungannya dengan hidup yang kekal. Kita tidak dapat mengerti kebenaran Firman Tuhan tanpa adanya urapan Roh Kudus, urapan Roh Kudus merupakan syarat mutlak bagi kita untuk dapat menyelami maksud dan kehendak Tuhan atas kehidupan kita sebagai domba-dombaNya. Sesuai dengan ciri-ciri dombaNya Tuhan maka kita harus mengikuti Gembala dengan mengikuti atau taat kepada Gembala, diikuti dengan suka mendengar sehingga kita dapat dikenal oleh Tuhan sebagai Gembala kita.

Orang yang mendengar suara Tuhan maka ia akan mengikuti dan taat kepada FirmanNya sehingga ia akan dikenal oleh Bapa. Dengan demikian maka janji Tuhan yang akan memberikan hidup yang kekal, tidak binasa akan kita alami dan rasakan dan seorangpun tidak dapat merebut kita dari tangan Tuhan yang merupakan Gembala kita. Yohanes 10:14 Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-dombaKu dan domba-dombaKu mengenal Aku.

Untuk itu Firman Tuhan mengingatkan kepada kita untuk menjadi jemaat Tuhan yang dikenal oleh Bapa dan yang melakukan segala perintahNya sehingga hidup yang kekan dapat kita raih.

Tuhan Memberkati

Rebutlah Hidup yang Kekal (Bagian I)

Pembacaan Firman: I Timotius 6:12

“Bertandinglah dalam pertandingan iman yang bedar dan rebutlah hidup yang kekal. Untuk itulah engkau telah dipanggil dan telah engkau ikrarkan ikrar yang benar di depan banyak saksi”

Sifat dasar dari Allah adalah “Kudus” dan “Kasih” (I Petrus 1:16 dan Yohanes 15:10). Allah menghendaki Gereja Tuhan bertumbuh ke arah Kristus yaitu bertumbuh dalam kekudusan dan dalam kasih sama seperti karakter Allah. Roma 2:7 mengatakan yaitu hidup kekal kepada mereka yang dengan tekun berbuat baik, mencari kemuliaan, kehormatan dan ketidakbinasaan. Tekun berbuat baik pondasinya adalah kudus dan kasih. Untuk kita berbuat baik sesuai dengan kebenaran Firman Allah maka satu kebenaran yang harus kita lalui yaitu tinggal dalam kebenaran.

kehidupan
sumber gambar pixabay.com
Matius 19:16-26 Menceritakan bahwa suatu perumpamaan dari Tuhan Yesus mengenai betapa susahnya seorang muda yang kaya untuk masuk dalam kerajaan Allah. Seorang yang masih muda ini merupakan seorang pemimpin di kalangan Yahudi. Ayat 16 mengatakan ada seorang datang kepada Yesus, dan berkata: “Guru, perbuatan baik apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal ?”, ayat 17 Mengatakan jawab Yesus: “Apakah sebabnya engkau bertanya kepadaKu tentang apa yang baik ? Hanya satu yang baik. Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah Allah”. Tuhan Yesus mengatakan bahwa untuk memperoleh hidup yang kekal maka kita harus menuruti segala perintah Allah. Ketika kita mempunyai Firman maka sebenarnya kita telah memiliki segala sesuatu. Ayat 18-19 Kata orang itu kepadanya: “Perintah yang mana ?” Kata Yesus: “Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, hormatilah ayahmu dan ibumu dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri”. Dalam Keluaran 20:1-17 maka kita akan mendapatkan 10 Hukum, menarik mengapa Tuhan Yesus Cuma mengambil hukum yang ke 6 sampai 10 ? Ternyata 10 hukum Allah membaginya menjadi 2 bagian yaitu Hukum 1-5 berkaitan dengan Hubungan Manusia dengan Allah dan hukum 6-10 merupakan hukum mengenai hubungan antara Manusia dengan sesama. Hubungan dengan sesama menjadi landasan utama dari hidup yang kekal.

Kalau hidup kita tidak harmonis dengan sesama maka semua apa yang kita lakukan buat Tuhan sia-sia. Ibrani 13:1 mengatakan Peliharalah kasih persaudaraan!, I Petrus 2:17 Hormatilah semua orang, kasihilah saudara-saudaramu, takutlah akan Allah, hormatilah raja!. Untuk itu peliharalah kasih di antara kita karena dengan kasih inilah maka kita dapat berhasil dalam hubungan dengan Allah. Kita tidak akan dapat mengasihi Allah jika kita tidak memiliki kasih yang baik dengan sesama. Jika kita belum saling mengasihi antara sesama kita dan antara kita dengan keluarga kita maka kita tidak akan meraih janji-janji Tuhan dan kita tidak dapat mengasihi Allah karena kasih dengan sesama merupakan dasar untuk kita dapat mengasihi Allah. Mengevaluasi hubungan dengan sesama merupakan alat uji untuk kita meraih hidup yang kekal dan lakukanlah perintah Tuhan dengan sungguh-sungguh.

Tuhan Memberkati

Menjadi Pembesar Sorga

Pembacaan Firman: I Korintus 6:2a

“Atau tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang kudus akan menghakimi dunia ?”

Keselamatan adalah pintu gerbang pertama untuk kita masuk dalam kerajaan sorga. Tetapi kita jangan berpikir cukuplah kita diselamatkan. Karena Tuhan mempunyai rencana yang lebih besar dari itu. Kepada kita diberikan hak istimewa menjadi hakim yang memerintah bersama Yesus untuk menghakimi dunia. Kita akan menjadi pembesar-pembesar sorga yang diberikan hak yang sama dengan rasul-rasul untuk duduk makan bersama-sama Yesus. Kita diberi otoritas sebagai hakim untuk memerintah bersama Yesus.
sumber gambar pixabay.com
Syarat untuk kita duduk bersama Yesus, menjadi pembesar sorga yang memerintah bersama Dia yaitu:

1.    Tahan Uji (Lukas 22:28-29)

Kita harus menjadi anak Tuhan yang tahan uji, tidak putus asa dan tidak suam-suam kuku. Kita harus lulus ujian untuk tinggal bersama Yesus. Ujian akan mendatangkan kekuatan yang besar untuk kita, karena itu bertahanlah. Ujian akan iman kita akan menghasilkan ketekunan. Sesulit apapun yang kita hadapi, teruslah tinggal bersama Yesus. Jangan kecewa, jangan lari dari tanggung jawab dalam pekerjaan Tuhan. Karena orang yang lari dari tanggung jawab dalam pekerjaan Tuhan mereka tidak akan menikmati keberhasilan dalam hidupnya.

2.    Kerendahan Hati (I Samuel 2:8)

Rahasia untuk bisa diangkat oleh Tuhan yaitu hiduplah dalam kerendahan hati. Semakin kita hidup merendahkan hati, semakin kita diberkati oleh Tuhan. Seperti halnya Hana yang diberkati Tuhan luar biasa. Ia yang mandul datang merendahkan diri kepada Tuhan dan lahirlah seorang Samuel salah seorang pembesar di Israel. Hana mengangkat pujian kepada Tuhan dan doanya didengar oleh Tuhan. Keberhasilan seorang anak tidak terlepas dari peran besar seorang ibu. Karena jasa  ibulah seorang anak dapat meraih keberhasilan dalam hidupnya.

Hiduplah terus dalam kerendahan hati, karena itulah yang menyenangkan hati Tuhan. Dari seorang Maria yang rendah hati, lahirlah seorang raja yaitu Yesus Kristus. Kerajaan Allah ditawarkan Allah kepada orang-orang yang rendah hati bukan kepada orang-orang yang sombong (Lukas 1:52). Menjadi pembesar sorga adalah kerinduan kita sebagai anak-anak Tuhan. Kita rindu duduk bersama Yesus dan memerintah bersama Dia dalam kerajaan sorga. Karena itu bertahanlah, bertekunkah meskipun banyak ujian yang kita hadapi dan hiduplah dalam kerendahan hati.

Tuhan Memberkati

Hak Kesulungan (Keistimewaan Anak Sulung)

Pembacaan Firman: Kejadian 25:29-34

Menjadi anak presiden, atau pejabat merupakan suatu hal yang membanggakan, tetapi hal tersebut ada masanya. Kita bersyukur sebagai anak Bapa, raja yang kekal yang sudah mengangkat kita menjadi anakNya. Ketika kita menjadi anak Bapa maka kita berhak untuk menerima berkat sebagai anak sulung seperti halnya Yakub.

Esau sebagai anak sulung menganggap remeh hak kesulungannya. Ia menjual hak kesulungannya kepada Yakub hanya dengan sepiring kacang merah. Ia tidak mengetahui keistimewaan dari anak sulung, sehingga berkat yang seharusnya ia terima akhirnya menjadi milik Yakub.

1.    Keistimewaan Anak Sulung

Kejadian 27:27-29 ~ ini awal dari sebuah keberhasilan, Kehebatan dimana Yakub menikmati jaminan berkat-berkat Tuhan yaitu:
1)    Keluaran 29:29 ~ Milik Tuhan
Anak sulung harus dipersembahkan bagi Tuhan untuk dipakai menjadi alat kemuliaanNya.
2)    Kejadian 49:3 ~ Dihormati
Anak sulung merupakan kebanggaan orang tua yang terutama dalam keluhuran, terutama dalam kesanggupan. Esau membenci hak kesulungan, dia tidak tahu bahwa anak sulung mendapat kehormatan, dimuliakan.
3)    Ulangan 21:17 ~ Mendapat 2X lipat dari anak yang lain
4)    II Tawarikh 21:3 ~ Putera Mahkota
Yosafat mempunyai banyak anak; Yoram anak sulung menjadi Putera Mahkota
5)    Keluaran 13:1-2 ~ Hak Melayani
Menjadi alat Tuhan, menjadi imam-imam untuk melayani Tuhan.
6)    Yeheskiel 44:27-28 ~ Kuduslah bagiku
7)    Amsal 3:9 ~ Buah sulung milik kepunyaan Allah
saudara
sumber gambar pixabay.com

2.    Gereja Disebut Sebagai Anak Sulung

Ibrani 12:22-23; Yakobus 1:18. Disebut anak sulung bukan lagi urutan kelahiran tetapi status kita sebagai orang-orang percaya.

3.    Gereja Telah Dikuduskan Untuk Melayani Tuhan

I Petrus 2:9; Tidak ada alasan bagi kita berkata bahwa saya tidak bisa melayani Tuhan.
Jadilah pelayan-pelayan di Tabernakelnya Tuhan. Sekecil apapun itu lakukanlah untuk Tuhan dengan kesungguhan, Karena Ia berjanji untuk memberikan upah.  Jangan seperti Esau yang menganggap remeh hak kesulungan, sehingga meskipun Ia meminta kembali dengan mencucurkan air mata, tetapi ia telah kehilangannya.

Secara fisik kita keturunan Esau (Bangsa Edom) yang dikutuk oleh Allah. Tetapi syukur Yesus mengangkat kita menjadi anakNya ketika kita percaya kepadaNya, sehingga kita menerima berkat Yakub.

Beban hidup, persoalan jangan sampai membuat kita menjual hak kesulungan kita. Teruslah percaya, bekerjalah untuk Tuhan, Dia Allah yang setia kepada kita Allah memberikan penghargaan, karena kita adalah milik Allah. Jangan sampai menyerah dengan keadaan karena kita memiliki hak kesulungan. Jika kita tidak menjadi lelah, Allah berjanji “Aku akan datang untuk memberi upah”.

Menjadi Tukang Besi dan Tukang Pedang Tuhan

Pembacaan Firman: I Samuel 13:19-22

Pada suatu waktu Alkitab mencatat dalam 1 Samuel 13:1 dimana orang Israel pergi berperang melawan orang Filistin. Persiapan pasukan Israel ada 3000 orang yang terbagi dalam 2 kelompok yaitu 2000 orang bersama Saul dan 1000 orang bersama Yonatan anaknya. Adapun orang Filistin mempunyai persiapan 6000 orang pasukan berkuda, 3000 pasukan kereta dan pasukan yang berjalan kaki yang tidak terhitung banyaknya. Suatu kondisi yang tidak berimbang, tanpa persiapan sehingga membuat bangsa Israel ketakutan dan kocar kacir padahal belum berperang.

Terkadang Tuhan membawa kita di medan pertempuran, medan persoalan yang berat dan kita tidak punya persiapan apa-apa. Tetapi ada suatu kebenaran Friman Allah dalam Ulangan 3:22 yaitu Tuhan Allahmu yang berperang untukmu, menjadi jaminan kita supaya tidak menjadi putus asa menghadapi persoalan hidup. Hal ini menjadi kekuatan bagi Yonatan untuk melumpuhkan kekuatan orang Filistin hanya bersama dengan bujang pembawa senjatanya (I Samuel 14:6) Entah banyak orang atau sedikit, kalau Tuhan bersama kita siapakah lawan kita ?

Orang dunia seringkali menghambat kita untuk maju, tetapi untungnya kita punya Tuhan yang selalu bersama kita. Kepasrahan kita kepada Tuhanlah yang akan membuat kita dapat melihat kebaikan Tuhan. Karena itu tetaplah setia didalam melayani Tuhan, menjadi pilar-pilar untuk menopang pekerjaan Tuhan. Allah ingin kita menjadi tukang besi, tukang pedang tetapi bukan untuk menghancurkan orang lain. Jadilah tukang besi, tukang pedang untuk menyampaikan injil kerajaan Allah. Kepada kita dikaruniakan talenta oleh Tuhan dan Ia ingin kita pakai itu untuk kemuliaanNya. Setiap bakat yang dikaruniakanNya Ia ingin kita gunakan itu untukNya.
tukang besi
sumber gambar pixabay.com
Tuhan memberi kemenangan kepada bangsa Israel melawan Bangsa Filistin. Tahun ini kita percaya akan meraih kemenangan, apapun perangan yang kita akan hadapi. Ia adalah kekuatan kita, benteng hidup kita. Tetaplah percaya akan janji-janji Tuhan sampai seberapa lama kita ada dibumi ini. Karena kemenangan ada ditangan Tuhan.

Ayub adalah orang yang kaya namun suatu waktu Allah mengijinkan ia mengalami pergumulan hidup yang berat. Kekayaannya habis, anaknya meninggal, teman-temannya meninggalkannya dan isterinya menghina dia. Tetapi ia mempunyai daya tahan iman yang kuat. Ia tetap percaya kepada Tuhan dan doa Ayub didengar oleh Tuhan. Hidup Ayub dipulihkan Tuhan, dia diberkati Tuhan luar biasa.

Peperangan kita semakin hari semakin kompleks, semakin berat, karena itu banyaklah berdiam diri di kaki Tuhan, banyaklah berdoa dan Tuhan akan berperang untuk kita (Keluaran 14:14). Dibutuhkan kepasrahan diri untuk tetap bergantung sepenuhnya kepada Tuhan.

 Yesus bertanya sampai 3 kali kepada Simon Petrus apakah engkau mengasihi aku ? (Yohanes 21:15-19) Dengan sedih hati Petrus berkata kepadaNya: “Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Kata Yesus kepadanya: Gembalakanlah Domba-dombaKu.” Tuhan tahu kedalaman hati kita. Ia ingin kita melayaniNya dengan hati yang tulus. Ia tahu kelemahan kita, Ia ingin kita menjadi tukang besi, tukang pedang yang terasah, yang siap dipakai dalam pekerjaan Tuhan. 

Kita adalah orang-orang yang menang bahkan lebih dari pemenang (Roma 8:37). Karena itu jangan takut menghadapi hidup ini. Meskipun kita dalam peperangan, beban yang berat, tetapi kita percaya ada Tuhan yang akan memberikan kekuatan dan kemenangan bagi kita yang percaya kepadaNya. Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu mereka yang terpanggil sesuai rencana Allah.

Menjaga Keselamatan, Menjadi Orang-Orang yang Menang

Menjaga Keselamatan, Menjadi Orang-Orang yang Menang

Pembacaan Alkitab: Wahyu 2:17

Jemaat Efesus pertama kali di rintis oleh Apolos dan pada tahun 52 Paulus datang mengunjungi Efesus. Kemudian tahun 54 untuk kedua kalinya ia mengunjungi Efesus serta membentuk jemaat Efesus yang merupakan Jemaat Pertama di Asia. Mereka adalah jemaat yang antusias tinggi terhadap pelayanan, jemaat yang senang beribadah, tidak gampang dipengaruhi oleh ajaran lain, karena sudah tertanam kebenaran-kebenaran Firman Allah dalam hidup mereka. Mereka adalah jemaat yang hebat karena rela menderita untuk pelayanan. Meskipun mereka adalah jemaat yang hebat, namun Tuhan mencela mereka karena telah meninggalkan kasih yang mula-mula. Mereka tinggalkan yang namanya pelayanan meja yaitu menolong orang yang membutuhkan, memberi tanpa mengharapkan imbalan dan Tuhan berfirman: Jika mereka tidak bertobat, Ia akan mengambil kaki dian dari tempatnya.
Kaki Dian adalah berkat-berkat, karunia-karunia surgawi yang diberikan Allah kepada kita. Jangan sampai Kaki Dian kita dipindahkan kepada orang lain. Kita harus mendengarkan apa yang dikatakan Roh sehingga kita menjadi peka terhadap pekerjaan Roh. Setiap hari manusia bergumul dengan berbagai persoalan hidup dan harus bekerja untuk mendapatkan upah. Hidup itu berat karena itu kita harus bertanding, berperang untuk memperoleh kemenangan (Ayub 7:1). Hanya orang-orang yang menang yang akan diberi makanan dari pohon kehidupan yang ada di Taman Firdaus Allah. Ada 3 kelompok pohon (Kej 2:8,9) yaitu:
- Pohon yang menarik dan buahnya dimakan dengan bebas.
- Pohon kehidupan di tengah-tengah taman
- Pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat
pemenang
sumber gambar pixabay.com
Tuhan Allah mengarahkan manusia untuk tidak memakan buah dari pohon kehidupan. Ketika manusia menjamah pohon kehidupan maka manusia tidak mengenal yang namanya kematian, itu merupakan pohon ujian. Dimana Allah mengetahui bahwa kecenderungan manusia yaitu apa yang dilarang, itu yang dilakukan (Kej 3:22). Pohon kehidupan ada di surga dan berisi makanan rohani yang tidak akan membuat kita lapar, sakit dan disiapkan untuk kita yang menang dari pertandingan peperangan dan pergumulan. Allah berjanji akan menyertai kita dan memberi makanan kepada kita dari pohon kehidupan.

Untuk orang-orang yang menang Allah turunkan dari surga Yerusalem yang baru, kota yang kudus, langit yang baru dan bumi yang baru (Wahyu 21:1,2). Karena langit dan bumi tempat kita berpijak satu kali akan berlalu. Orang-orang yang menang yaitu orang yang mendengar apa kata Roh dan apa kata Allah dalam FirmanNya. Di Yerusalem yang baru tidak ada tangisan perkabungan atau dukacita, tidak ada matahari dan kesusahan. Ia akan menghapus segala air mata kita (Wahyu 21:4). Pada penghakiman terakhir Tuhan Yesus akan memisahkan golongan domba dan golongan kambing (Matius 25:31-46). Dimana Ia akan menempatkan domba yaitu orang-orang yang menang, yang tidak meninggalkan kasih yang mula-mula, yang melakukan sesuatu untuk orang yang paling hina seperti mereka melakukannya untuk Tuhan. Keselamatan bisa terhambat ketika kita tidak belajar mempedulikan orang lain, tidak belajar untuk melayani orang lain. Apa yang kita lakukan untuk orang yang hina kita melakukannya untuk Tuhan. Ia berjanji akan memberi upah, memberikan apa yang kita butuhkan, diberi makan dari pohon kehidupan. Jangan berhenti melayani Tuhan dengan membuka tangan untuk orang-orang yang membutuhkan pertolongan kita. Semoga kita semua dapat lebih bertumbuh, menjadi orang-orang yang menang. Tuhan Yesus Memberkati.