Showing posts with label Mendengarkan. Show all posts

Menjadi Sahabat Tuhan

Pembacaan Firman: Yakobus 2:21-23

Banyak hal yang dapat kita nikmati jika kita menjadi sahabat dari orang yang berpengaruh. Jika kita ingin menjadi sahabat Tuhan maka kita harus belajar dari seorang tokoh yaitu Abraham yang fokus hidupnya hanya kepada Tuhan (ayat 21). Apa yang dipikirkan, dilakukan dan dilihat oleh Abraham tertuju kepada Tuhan. Tidak mudah menjadi sahabat Tuhan dan tidak semua orang dapat menjadi sahabat Tuhan. Hanya orang yang melakukan kehendak Tuhan yang dapat menjadi sahabat Tuhan. Abraham adalah orang yang beriman dan Abraham melakukan perbuatan-perbuatan yang sesuai dengan kehendak Tuhan. Abraham dengan rela melakukan firman yaitu menyerahkan anaknya, sebuah perbuatan harus dibarengi dengan ketaatan. Tidak Kebetulan Abraham menjadi sahabat Tuhan. Mengapa Abraham dipilih menjadi sahabat Tuhan, Roma 4:17-21 merupakan konsep hidup Abraham yaitu percaya dari yang tidak ada menjadi ada. Tuhan telah memilih kita untuk menyatakan rahasia kebenaranNya.



Kita harus mencontohi Abraham bagaimana ketaatannya. Abraham tidak bimbang, karena bimbang merupakan cara iblis untuk menjatuhkan hidup kita. Kita harus mengimani bahwa segala sesuatu dapat terjadi dalam hidup kita walaupun kelihatannya tidak mungkin. Banyaklah memperkatakan bahasa iman dan diberengi dengan kesetiaan dan ketaatan sehingga semua yang kita kerjakan selaras dengan kemauan Firman Tuhan. Abraham tidak bimbang dengan janji Allah. Belajarlah mulai dari hal-hal yang kecil dengan bermodalkan jangan bimbang. Tetaplah percaya bahwa Yesus adalah Tuhan yang selalu sanggup menolong kita. Contoh orang yang bersahabat dengan Tuhan adalah dalam Daniel 1:1-9, bagaimana 4 orang muda yang dibawa ke istana raja untuk memperoleh fasilitas dari kerajaan. Tetapi Daniel menolak untuk makan dan minum yang sama seperti raja dan ia tidak mau menajiskan diri karena makanan dan minuman raja sudah dipersembahkan kepada berhala. Daniel memilih takut kepada Tuhandari pada memilih kompromi dengan perintah raja. Hasilnya dari komitmen Daniel itu:

1. Setelah 10 hari perawakan mereka lebih baik (ayat 15)
2. Kecakapan mereka lebih dari yang lain (ayat 18-19)
3. 10x lipat menjadi pintar (ayat 20)

Maka bersahabatlah dengan Tuhan sehingga kita bisa menerima perjanjian Allah berlaku dalam kehidupan kita.

Mendengarkan Firman Tuhan

Pembacaan Firman: Ibrani 2: 1-4

“Karena itu harus lebih teliti kita memperhatikan apa yang telah kita dengar, supaya kita jangan hanyut dibawa arus” Ibrani 2:1

Pembacaan Firman diatas menegaskan kita untuk lebih teliti dalam mendengarkan. Lalu apa yang hendaknya kita dengarkan ? dalam konteks ini adalah mendengarkan Firman Tuhan dengan sungguh-sungguh dan teliti. Mengapa Firman Tuhan itu patut kita dengarkan dengan teliti ?
mendengarkan Firman Tuhan
sumber gambar pixabay.com

1.    Karena Tuhan kita adalah Tuhan yang suka berbicara, sehingga sudah sepantasnyalah kita sebagai Anak Tuhan memiliki kebiasaan senang mendengarkan suara Tuhan. Dalam kehidupan sehari hari ketika seseorang sedang bicara dia menginginkan agar teman bicaranya mendengarkan, pernahkah kita bicara dengan orang lain kemudian tidak didengarkan ? bagaimana perasaan kita ? Tuhan akan senang jika anak-anaknya senang mendengarkan Firman Tuhan.

2.    Karena Firman Tuhan memiliki kekuatan yang luar biasa. Dalam Ibrani 4:12 dikatakan Firman Allah hidup dan kuat, menjadikannya penting bagi kita untuk serius terhadapnya. Sebab melalui Firman Tuhan orang percaya dapat dikuatkan.

3.    Karena Iman timbul dari pendengaran (Roma 10:17). Jelas dikatakan bahwa melalui kita mendengarlah iman akan timbul. Apa yang kita dengarkan ? Firman Kristus. Sering-seringlah kita mendengarkan Firman, sebab melalui Firmanlah iman kita dapat dibangun.

Terakhir, mengapa kita harus sungguh-sungguh mendengarkan Firman Tuhan dengan teliti, adalah karena melalui Firman Tuhanlah kita dapat melawan arus dunia (supaya kita jangan hanyut dibawa arus). Kehidupan dalam dunia semakin hari semakin jahat, orang-orang seakan tidak takut lagi dengan dosa. Hidup dengan segala kefanaannya, menyeret begitu banyak Anak Tuhan kedalam arus dunia. Melawan arus dunia tidaklah mudah, godaan-godaan dunia berusaha membuat Anak Tuhan jauh dari Tuhan. 

Bagaimana kita sebagai orang Kristen dapat bertahan ditengah ajakan teman-teman disekitar, ditengah masalah hidup yang begitu berat ? bagaimana mempertahankan hidup kita berkenan bagi Tuhan sementara dunia sudah semakin jahat ? bukan dengan kemampuan kita, bukan dengan kekuatan kita sendiri, namun adalah dengan kita “Mendengarkan Firman Tuhan”. Melalui Firman Tuhan kita dapat melawan arus dunia. Hanya ikan yang mati yang akan terbawa arus, kita adalah ikan yang hidup oleh pendengaran dan pemahaman akan Firman Tuhan. Kita dapat mengalahkan arus dunia dan menjadi terang Tuhan dimanapun kita berada asalkan kita dengan Teliti dan sungguh-sungguh mendengarkan Firman Tuhan.

Tuhan Memberkati

Pilihan yang Terbaik

Pembacaan Firman: Lukas 10:38-42

Maria dalam pembacaan Alkitab ini mengambil posisi dekat dengan Tuhan sedangkan Marta memilih jauh dari Tuhan. Pilihan apa yang kita akan ambil ? pilihan hari ini akan menjadi penentu dari hasil yang akan kita raih di kemudian hari. Masa-masa ini tentu saja kita memasuki pertandingan yang sangat berat membuat pilhan kita saat ini begitu menentukan. Pilihanan Maria sekali lagi adalah duduk dekat di kaki Tuhan.

berdoa
sumber gambar pixabay.com
Kata “duduk” pada pembacaan ini dalam bahasa Yunani ditulis dengan kata “parakathizo”, Ibrani “takah”, Inggris “To sit down near” yang artinya duduk dekat dan mendengar. Dalam ayat 42 “tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya. “ Maria memilih bagian yang terbaik yaitu duduk di dekat kaki Tuhan, ini adalah pilihan terbaik. Bagi Pandangan Yuhan Yesus, duduk dekat Tuhan adalah pilihan yang terbaik. Pilihlah seperti apa yang dilakukan Maria yaitu duduk dekat dengan Tuhan dan mendengarkanNya. Pertanyaan sekarang maukah kita melakukan seperti yang dilakukan Maria ? Pilihan ada di tangan kita saat ini. Yosua 24:15 “Tetapi jika kamu anggap tidak baik beribadah kepada Tuhan, pilihlah pada hari ini kepada siapa engkau akan beribadah; allah yang kepadanya nenek moyangmu beribadah di seberang sungai Efrat, atau allah orang Amori yang negerinya kamu diami ini. Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada Tuhan!” Ini adalah pilihan dari Yosua yang menurut Tuhan memilih bagian yang tidak akan diambil darinya. Dalam Ulangan 33:3 “Sungguh Ia mengasihi umatNya; semua orangNya yang kudus didalam tanganMulah mereka, pada kaki Mulah mereka duduk, menangkap sesuatu dari FirmanMu.

Orang yang mengasihi Tuhan adalah mereka yang duduk di kaki Tuhan untuk menangkap sesuatu, yaitu Firman Tuhan. Orang yang mengasihi Tuhan senang untuk sujud dan merendahkan diri dihadapan Tuhan. Contoh yang dapat kita lihat jika kita memilih yang baik yaitu dalam Yosua 6:6-7 Yosua sujud dan berdoa dihadapan Alla dan pada ayat 10 dikatakan Tuhan datang dengan lawatan yang luar biasa. Doa adalah suatu tindakan untuk menyelesaikan sesuatu yang tidak beres. Doa merupakan penyelesaian dari segala permasalahan dan persoalan orang percaya, ketika kita datang duduk dikaki Tuhan dan berdoa dengan kesungguhan hati, maka jawaban akan kita terima. Hasil dari doa dapat kita lihat dalam Yosua 8, yaitu Yosua meraih kemenangan. Selalu saja ada pergumulan dan persoalan yang akan kita hadapi, akan tetapi kita harus mengambil sikap seperti Yosua yaitu memilih duduk diam di kaki Tuhan dengan merendahkan diri dan berdoa sehingga meraih kemenangan. Mazmur 60:12 “Dengan Allah kita lakukan perbuatan yang gagah perkasa, sebab Ia sendiri akan menginjak-injak para lawan kita. Yosua pernah merasakan kekecewaan akan tetapi Yosua memilih hal yang terbaik yaitu datang kepada Tuhan dengan menyelesaikan apa yang tidak beres sehingga Yosua mengalami pemulihan. II Raja-raja 6:17-18 Doa Elisa, Elisa tidak melihat apa yang disampaikan bujangnya tetapi Elisa memilih mendengarkan Tuhan dengan Elisa berdoa kepada Tuhan sehingga Elisa meraih keberhasilan.

Doa biarlah menjadi bagian hidup kita sehingga kita dapat mengalamu pengalaman seperti Yosua dan Elisa. Doa adalah pilihan terbaik untuk menyelesaikan persoalan kita. Doa adalah kunci untuk meraih kemenangan yang gilang gemilang asalkan kita memilih bagian yang terbaik yaitu duduk di kaki Tuhan.

Tuhan Memberkati

Panggilan dan Pilihan Allah

Pembacaan Firman: I Petrus 2:9-10

“Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terangNya yang ajaib: kamu, yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umatNya, yang dahulu tidak dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan.”

Apa yang harus dilakukan supaya panggilan dan pilihan Allah tidak hilang ? 1) Menyangkal Diri 2) Memikul salib

Memikul salib bukan merupakan pekerjaan yang biasa-biasa saja melainkan suatu pekerjaan yang besar sekaligus merupakan kepercayaan yang diberikan Allah kepada kita. Tidak semua orang dapat dipercaya oleh Allah untuk memikul salib melainkan hanya orang-orang tertentu saja sesuai dengan penilaian Allah untuk memberikan kepercayaan ini. Orang-orang faarisi dan ahli taurat kalau kita melihat mereka memberi diri mereka sepanjang hari tanpa ada pekerjaan lain untuk menyelidiki Taurat Tuhan dan bahkan kita juga dapat menjumpai di Yerusalem ada orang-orang yang dengan sukarela memberi diri mereka untuk memikul salib. Suatu pelajaran yang baru yang boleh kita dapati dalam hal ini yaitu kita dituntut oleh Tuhan untuk menjadi jemaat Tuhan yang bangga untuk memikul salib walaupun tidak menyenangkan karena begitu berat akan tetapi ini merupakan suatu kepercayaan yang Tuhan berikan kepada kita sebagai jemaatNya karena pada saat kita memikul salib maka kita akan menjadi anak-anak Tuhan yang kuat dalam menghadapi segala badai hidup melalui pergumulan, kesesakan, kesusahan yang kita hadapi saat ini. Matius 11:29-30 mengatakan “Pikullah kuk yang kupasang dan belajarlah padaKu, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang kupasang itu enak dan bebanKu pun ringan”.
salib
sumber gambar pixabay.com
Memikul salib Tuhan berarti kita dipercayakan oleh Tuhan dan dengan memikul salib membuat kita tenang. Memikul salib bukan sama seperti jalan tol yang kita lewati dengan nyaman dan tiada hambatan, akan tetapi pada saat kita memikul salib disana ada tangisan dan tetesan air mata. Ini menjadi tantangan buat kita sebagai Anak Tuhan apakah kita masih meneteskan air mata pada saat kita dalam penyembahan kepada Tuhan sebagai ungkapan syukur kita bagaimana pimpinan, berkat Tuhan dalam hidup kita ?

Roma 8:35-37 menegaskan bahwa Tuhan menghendaki kita untuk menjadi orang-orang yang menang bukan kalah sama seperti Sadrak, Mesak dan Abednego yang tampil sebagai pemenang walaupun melawan perintah Nebukadnezar. Kita telah dipersiapkan Tuhan untuk menjadi umat yang lebih dari pemenang sehingga pada saat kita memikul salib/melewati penderitaan itu sebenarnya merupakan suatu kesuksesan yang tertunda.

Yohanes 6:27-29 menekankan hal bekerja. Bekerja dalam pekerjaan Tuhan itu identik dengan memikul salib. Kita harus memberi diri kita untuk pekerjaan Tuhan sesuai dengan kemampuan yang kita miliki. Sama dengan Yohanes 5:17, Yohanes 6:27 dan Yohanes 10:10 menekankan bagaimana Tuhan memunta kita untuk bekerja, terlebih bekerja untuk Tuhan.

Jangan kita kehilangan kesempatan untuk melakukan pekerjaan Tuhan, pikulah kuk yang dipercayakan oleh Tuhan kepada kita karena hal ini untuk kemuliaan Tuhan. Tuhan tahu kerih lelah kita akan tetapi Tuhan akan mengembalikan semuanya itu. Akhirnya tetap semangat, bekerjalah terus sampai Tuhan datang untuk kedua kalinya dengan penuh sukacita.

Tuhan Yesus Memberkati

Mendengarkan Dengan Kedua Telinga

Pembacaan Firman: Keluaran 15:26

“Firmannya: ‘Jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan suara Tuhan, Allahmu, dan melakukan apa yang benar dimataNya, dan memasang telingamu kepada perintah-perintahNya dan tetap mengikuti segala ketetapanNya, maka Aku tidak akan menimpakan kepadamu penyakit manapun, yang telah Kutimpakan kepada orang Mesir; sebab Akulah Tuhanlah yang menyembuhkan engkau.”

Mendengar merupakan permulaan dari pengenalan kita akan Tuhan. Pada banyak ayat Alkitab, disebutkan betapa pentingnya seseorang yang mendengarkan Firman Tuhan, sebab sebelum seseorang melakukan Firman, terlebih dahulu Firman itu didengarkan. Bagaimana cara kita mendengar mengambil peranan penting dalam kehidupan kekristenan.
mendengarkan
sumber gambar pixabay.com
Apa yang kita dengar, akan menentukan hasil yang akan kita raih dimasa depan. Kalau kita mendengar berita hanya sepotong-sepotong maka hal itu akan menghasilkan persoalan. Demikian juga dalam kita mendengar Firman Allah harus dengan menggunakan kedua telinga kita (dengan utuh). Karena, banyak kegagalan terjadi di jemaat karena tidak mendengar Firman Allah dengan sungguh-sungguh.

Kata sungguh-sungguh mendengar dalam Friman Allah dalam bahasa Ibrani yaitu: Sha’Mah yang artinya mendengar dengan menggunakan telinga kanan dan kiri dan yang terdengar itu adalah Firman Allah. Kalau kita rindu menerima berkat-berkat Tuhan mari kita mendengar sungguh-sungguh Firman Allah.

Syarat untuk menerima janji Tuhan lewat mendengar:
-   Apa yang kita dengar, perhatikan baik-baik. Sehingga Firman Allah menjadi rhema bagi kita.
-  Sungguh-sungguh mendengar Firman Allah. (Amsal 4:20) arahkan telinga artinya mencondongkan atau memiringkan telinga sebagai tanda kita menghormati Firman Allah.

Hidup kita tergantung Firman Allah, keberhasilan kita tergantung kepada Firman Allah, dan mujizat terjadi ditentukan oleh Firman Allah. Kalau kita memberi perhatian secara khusus terhadap Firman Allah, maka kita akan beria-ria didalamnya. Lewat Firman Allah iman percaya kita akan diteguhkan (Roma 10:17).

Dalam keadaan apapun, mari kita belajar mendengar dengan menggunakan kedua telinga kita dan berita yang kita dengar jangan hanya sekedar lewat saja, Semakin kita mendengarkan Friman Allah, semakin kita dikayakan, semakin kemuliaan Allah dinyatakan bagi kita.

Mendengar dan memperhatikan Friman Allah dapat membuat kita disebut:
-    Orang yang mengasihi Allah
-    Orang yang memiliki iman

Dengar Firman Allah sungguh-sungguh, masukan didalam hati serta lakukan, maka Allah akan memberikan hujan untuk tanahmu pada masanya, hujan awal dan hujan akhir sehingga kita hidup dalam kelimpahan dan usaha, profesi, pekerjaan atau apapun yang kita lakukan akan diberkati.

Tuhan Memberkati