Showing posts with label Iman. Show all posts

Pandang Kepada Yesus

Pembacaan Firman: Mazmur 34:6 & Yoh 1:29-34

Pada saat Yohanes melihat Tuhan Yesus maka Yohanes mengatakan “Lihatlah Anak Domba Allah Yang Menghapus Dosa Manusia” Yoh 1:29. Yohanes memiliki mata seperti Sorga melihat Tuhan Yesus (ay 29,33-34). Jika kita sungguh-sungguh taat kepada Firman maka kita akan melihat Yesus sebagai Penebus Dosa. Yohanes 17:24 “Agar mereka memandang kemuliaan-Ku”. 3 (tiga) Hal
Pandangan Yohanes tentang Tuhan Yesus adalah :
1. Yesus sebagai “domba” yang menghapus Dosa (Yoh. 1:29) Kata menghapus dalam bahasa Yunani berarti “airo (ah’ee-ro)”, dalam bahasa Inggris “Remove, take away” dan dalam bahasa Indonesia berarti “Menghilangkan”. Tuhan Yesus menghilangkan dosa kita seperti sampah yang dicuci bersih yang bertujuan untuk diangkat sebagai anak, Yohanes 1:12 “menerima Yesus maka disebut anak’. Yes 53:7 “seperti domba yang dibawah ke pembantaian”. Hanya orang-orang yang tinggal bersama Tuhan Yesus dan Tuhan Yesus tinggal didalam dia dan memiliki mata seperti sorga melihat Tuhan Yesus.
2. Keselamatan tersedia bagi mereka yang memiliki mata seperti Sorga melihat. Yes 35:3-5 “mata orang buta dicelikan”, 2 Kor 4:3-4”dibutakan oleh ilah zaman ini”.
3. Yesus mati sekali untuk selama-lamanya (Ibrani 9:7, 24-28, Lukas 17:1)


Pandang kepada Yesus sebagaimana Sorga memandang Yesus, Amin.


Tetap Berdoa dan Mengucap Syukur Kepada Tuhan

Pembacaan Firman: Yunus 2:4

Dan aku berkata: telah terusir aku dari hadapan mata-Mu. Mungkinkah aku memandang lagi bait-Mu yang kudus?

Kita sudah mengetahui apa yang terjadi dengan Nabi Yunus. Yunus mencoba melarikan diri dari panggilan Allah yang terjadi dalam dirinya. Ketika Yunus dipanggil oleh Allah ia mencoba melarikan diri dengan pergi ke Tarsis. Ketika Yunus masuk dalam perut ikan ia dalam keadaan utuh sehingga ia menyadari kesalahannya dan Yunus berdoa kepada Allah selama ia berada dalam perut ikan (ayat 1 dan 2).

Suatu pelajaran bagi kita melalui pembacaan Firman Tuhan ini adalah walaupun kita sedang berada dalam lembah kekelaman ada suatu tindakan yang sangat tepat yaitu berdoa kepada Tuhan. dalam Mazmur 23 pemazmur mengatakan ia berjalan dalam lembah kekelaman. Pemazmur menyadari bahwa ia sementara "berjalan" dalam lembah kekelaman dan bukan terus "tinggal" dalam lembah kekelaman, suatu saat ia meyakini akan keluar dalam lembah kekelaman tersebut. Pemazmur disaat berada dalam lembah kekelaman satu hal yang ia lakukan adalah mengarahkan dirinya kepada Tuhan.



Yunus 2:7 dikatakan Ketika jiwaku letih lesu di dalam aku, teringatlah aku kepada TUHAN, dan sampailah doaku kepada-Mu, ke dalam bait-Mu yang kudus. Dalam segala hal kita harus mengucap syukur kepada Tuhan. kita harus menjadikan ucapan syukur sebagai gaya hidup kita sebagai anak Tuhan. Yunus 2:9 Tetapi aku, dengan ucapan syukur akan kupersembahkan korban kepada-Mu; apa yang kunazarkan akan kubayar. Keselamatan adalah dari TUHAN. Ketika Yunus mengucap syukur kepada Tuhan maka ikan itu memuntahkan Yunus keluar, ayat 10 Lalu berfirmanlah TUHAN kepada ikan itu, dan ikan itu pun memuntahkan Yunus ke darat.

Mari kita menjadikan ucapan syukur sebagai gaya hidup kita sebagai anak-anak Tuhan dan senantiasa tetap berdoa kepada Tuhan disaat kita berjalan dalam lembah kekelaman. Satu janji Tuhan bahwa ketika kita berharap kepada-Nya maka Tuhan akan memberikan jalan keluar kepada kita. Amin.

Orang Percaya yang Mengalahkan Dunia

Orang Percaya yang Mengalahkan Dunia


Pembacaan Firman 1 Yohanes 5:4

"sebab semua orang yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita."

Ada banyak orang Kristen yang terheran-heran dan kasak-kusuk ketika melihat rekan sesama orang Kristen melakukan pekerjaan dengan sangat baik, rajin, jujur, disiplin, tekun sehingga menjadi orang yang berhasil bukan hanya dalam bidang konvensional saka, namun dalam hal pelayanan pun dipakan Tuhan secara luar biasa. Aneh bukan ?!! Sesungguhnya itu adalah hal yang wajar sebagai orang Kristen. Sebaliknya jika ada orang Kristen yang malas, yang melakukan pekerjaan dengan sangat buruk, pelayanan amburadul dan tidak bisa menjadi kesaksian yang baik, kita menganggapnya sebagai hal yang luymrah dan biasa. Inilah yang seharusnya membuat kita terkejut dah terheran-heran, bukan malah sebaliknya.

Sejak semula Tuhan memiliki rancangan luar biasa bagi setiap orang percaya. "Sebab Aku ini mengatahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan." (Yeremia 29:11). Kita dirancang Tuhan memang untuk menjadi luar biasa dan berbeda dari orang-orang diluar Tuhan. Bukan menjadi loser, tapi winner. Perlu kita sadari bahwa didalam diri setiap orang percaya terdapat potensi ilahi, suatu benih luar biasa yang merupakan modal bagi kita untuk menjadi pribadi luar biasa dan memiliki kehidupan yang luar biasa pula. Benih itu adalah iman kita. Iman inilah yang memampukan kita untuk'mengalahkan' dunia. Tapi ingat, benih tidak akan tumbuh dan menghasilkan buah yang lebat jika ia dibiarkan begitu saja. Jadi benih itu harus ditumbuhkan terlebih dahulu: dirawat, diberi pupuk, diairi, dibersihkan ranting-rantingnya. Karena itulah keberadaan kita di tengah dunia ini harus berdampak positif. Dengan kata lain kita harus menjadi berkat dan kesaksian bagi orang-orang di luar Tuhan, bukan batu sandungan.

Bila sampai saat ini kita belum bisa mengalahkan dunia, melainkan hanya menjadi pribadi yang biasa-biasa saja, bukan menjadi pribadi yang luar biasa, pasti ada yang salah dalam diri kita, artinya masalahnya ada pada diri kita sendiri. Seringkali kita menyalahkan orang lain, menyalahkan keadaan yang ada, bahkan kita complain, dan berani menyalahkan Tuhan.



Ada tertulis: '...iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna." (Yakobus 2:22). Jadi "Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati." (Yakobus 2:17). Ini menunjukan ada harga yang harus kita bayar untuk mengalahkan dunia dan menjadi orang-orang yang berdampak. Pertanyaannya: "Siapakah kita menjadi perhatian dunia?" Kita bisa engalahkan bahkan mengubah dunia dimana pun kita berada, tempat di mana kita berinteraksi langsung. Inilah yang dimaksud "...kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi." (Kisah 1:8). Jadi jika kita tidak harus menjangkau tempat yang jauh-jauh, namum di lingkungan terdekat sudahkan kita menjadi berkat?

Siap atau tidak siap, mau tidak mau, Tuhan ingin kita menjadi berkat supaya melalui perbuatan kita namaNya dipermuliakan. "Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang,supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga." (Matius 5:16). Kalau yang kita lakukan itu tidak baik, lebih jelek atau 'setali tiga uang' dengan orang-orang yang tidak mengenal Tuhan, apakah istimewanya kita ? Pasti orang dunia tidak akan mau melihat kita. Satu-satunya jalan adalah memiliki kehidupan dan kerya yang lebih baik dari orang dunia, barulah mereka akan tertarik membicarakan kita, melihat kita dan akhirnya datang kepada kita.

Akhirnya, bagaimana kita bersikap dan bertindak akan menentukan 'kualitas dan posisi' kita di mata dunia. Karena itu kita harus mengarahkan iman kita kepada Tuhan, mengisi pikiran dan hal-hal yang positif. "...semua yang benar, semua yang mulia, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu." (Filipi 4:8), dan praktekan iman itu dalam perbuatan nyata.

Orang Kristen yang benar mampu mengalahkan dunia dengan iman dan perbuatannya!

Kain dan Habel, Persembahan yang Berkenan Bagi Tuhan

Pembacaan Firman: Kejadian 4: 1-16

Kain dan Habel, cerita dua orang kakak beradik yang memberikan persembahan kepada Tuhan. Yang satu persembahannya diterima (Habel) yang lain ditolak (Kain) oleh Tuhan. Perbuatan kedua kakak beradik ini sebenarnya adalah baik yaitu sama-sama memberikan persembahan bagi Tuhan namun akhir dari kisah ini begitu tragis sehingga berujung pada pembunuhan pertama. Mengapa korban persembahan Habel diindahkan Tuhan sedangkan Kain tidak ? setidaknya ada beberapa hal yang membedakan persembahan Habel dan persembahan Kain:

persembahan yang terbaik
sumber gambar pixabay.com

1.    Habel memberikan persembahan yang lebih baik (Ibrani 11:4)

Dalam Ibrani 11 ayat 4 ditulis bahwa Habel memberikan persembahan yang lebih baik dari Kain. Bagaimana mengukur persembahan Habel yang lebih baik, tentunya Tuhan memiliki penilaian tersendiri. Tugas kita adalah memberi yang terbaik bagi Tuhan.

2.    Karena Habel hidupnya berkenan bagi Tuhan

Pada Kejadian 4:4 dikatakan bahwa Tuhan mengindahkan Habel dan persembahannya. Jadi yang diindahkan Tuhan pertama adalah Habelnya kemudian persembahannya. Bukan hanya persembahan kita yang terbaik, namun terlebih dari itu Allah melihat pribadi kita yang berkenan bagi Tuhan. Persembahan yang diindahkan Tuhan adalah persembahan yang seimbang, antara kehidupan kita yang baik dan persembahan kita.

3.    Karena Habel memiliki Iman

Karena iman Habel mempersembahkan korban yang lebih baik (Ibrani 11:4).
Satu hal yang perlu diingat bahwa ketika ada orang yang berkenan bagi Tuhan, diberkati Tuhan, janganlah kita menjadi panas hati. Kain membiarkan dirinya dikuasai oleh amarah dan melakukan perbuatan yang tidak berkenan bagi Tuhan, perbuatan yang dilandaskan emosi itu hanya berakibat penyesalan dimasa datang. Ketika hati kain menjadi panas dan mukanya muram, firman Tuhan sudah mengingatkan sebelumnya bahwa jangan sampai panas hati, ketika kita tidak berbuat baik dosa telah mengintip dan tampak begitu menggoda. Sesungguhnya dosa tidak memiliki kuasa atas kita, dia hanya bisa mengintip, menggoda kita, dsb namun sama sekali tidak memiliki kuasa atas orang percaya, kita harus memegang kendali atasnya. Kain membiarkan dirinya termakan amarahnya dan membiarkan dirinya berdosa dihadapan Tuhan.

Ketika kita melihat kemajuan orang lain, jangan kita panas hati melainkan turut bersuka cita, belajar dari keberhasilannya dan tetaplah rendah hati. Memberi bagi Tuhan, bukan berarti sebatas pada materi saja, namun memberi waktu kita, tenaga, pikiran, dsb. Memberi yang terbaik dan jaga hidup kita berkenan bagi Tuhan, maka Tuhan akan mengindahkan hidup kita dan persembahan kita.

Tuhan memberkati

Mendengarkan Firman Tuhan

Pembacaan Firman: Ibrani 2: 1-4

“Karena itu harus lebih teliti kita memperhatikan apa yang telah kita dengar, supaya kita jangan hanyut dibawa arus” Ibrani 2:1

Pembacaan Firman diatas menegaskan kita untuk lebih teliti dalam mendengarkan. Lalu apa yang hendaknya kita dengarkan ? dalam konteks ini adalah mendengarkan Firman Tuhan dengan sungguh-sungguh dan teliti. Mengapa Firman Tuhan itu patut kita dengarkan dengan teliti ?
mendengarkan Firman Tuhan
sumber gambar pixabay.com

1.    Karena Tuhan kita adalah Tuhan yang suka berbicara, sehingga sudah sepantasnyalah kita sebagai Anak Tuhan memiliki kebiasaan senang mendengarkan suara Tuhan. Dalam kehidupan sehari hari ketika seseorang sedang bicara dia menginginkan agar teman bicaranya mendengarkan, pernahkah kita bicara dengan orang lain kemudian tidak didengarkan ? bagaimana perasaan kita ? Tuhan akan senang jika anak-anaknya senang mendengarkan Firman Tuhan.

2.    Karena Firman Tuhan memiliki kekuatan yang luar biasa. Dalam Ibrani 4:12 dikatakan Firman Allah hidup dan kuat, menjadikannya penting bagi kita untuk serius terhadapnya. Sebab melalui Firman Tuhan orang percaya dapat dikuatkan.

3.    Karena Iman timbul dari pendengaran (Roma 10:17). Jelas dikatakan bahwa melalui kita mendengarlah iman akan timbul. Apa yang kita dengarkan ? Firman Kristus. Sering-seringlah kita mendengarkan Firman, sebab melalui Firmanlah iman kita dapat dibangun.

Terakhir, mengapa kita harus sungguh-sungguh mendengarkan Firman Tuhan dengan teliti, adalah karena melalui Firman Tuhanlah kita dapat melawan arus dunia (supaya kita jangan hanyut dibawa arus). Kehidupan dalam dunia semakin hari semakin jahat, orang-orang seakan tidak takut lagi dengan dosa. Hidup dengan segala kefanaannya, menyeret begitu banyak Anak Tuhan kedalam arus dunia. Melawan arus dunia tidaklah mudah, godaan-godaan dunia berusaha membuat Anak Tuhan jauh dari Tuhan. 

Bagaimana kita sebagai orang Kristen dapat bertahan ditengah ajakan teman-teman disekitar, ditengah masalah hidup yang begitu berat ? bagaimana mempertahankan hidup kita berkenan bagi Tuhan sementara dunia sudah semakin jahat ? bukan dengan kemampuan kita, bukan dengan kekuatan kita sendiri, namun adalah dengan kita “Mendengarkan Firman Tuhan”. Melalui Firman Tuhan kita dapat melawan arus dunia. Hanya ikan yang mati yang akan terbawa arus, kita adalah ikan yang hidup oleh pendengaran dan pemahaman akan Firman Tuhan. Kita dapat mengalahkan arus dunia dan menjadi terang Tuhan dimanapun kita berada asalkan kita dengan Teliti dan sungguh-sungguh mendengarkan Firman Tuhan.

Tuhan Memberkati

Daud Melawan Goliat, Kemampuan Mengalahkan Raksasa

Pembacaan Firman: I Samuel 17: 40-58

Kita sebelumnya pasti pernah mendengar kisah ini, kisah kepahlawanan seorang muda bernama Daud, seseorang yang dianggap lemah dapat mengalahkan musuhnya yang jauh lebih besar dan kuat. Kisah ini adalah suatu pembuktian nyata bahwa yang kecil bisa mengalahkan yang besar, yang dianggap lemah bisa mengalahkan yang kuat. Sesungguhnya setiap kita sebagai Anak Tuhan memiliki potensi yang besar, memiliki kemampuan yang bahkan dapat menumbangkan raksasa sekalipun. Bagaimanakah seorang Daud bisa mengalahkan Goliat yang begitu besar ? Apa yang kelebihan Daud dapat mengalahkan Goliat ? Setidaknya terdapat beberapa hal yang dimiliki Daud sehingga dapat mengalahkan Goliat yang besar:

Daud
sumber gambar pixabay.com

1.    Daud memiliki keberanian

Pada peperangan masa lalu sering dikenal istilah duel, pertarungan antara 2 orang yang mewakili pihak yang berperang. Tentunya muncul di benak kita, mengapa Daud yang maju yang mewakili bangsa Israel ? Mengapa tidak ada orang lain yang maju ? Karena dari seluruh pasukan Israel hanya Daud yang memiliki keberanian melawan Goliat. Selama 40 hari Goliat menantang tentara Israel untuk melawannya namun tidak ada seorangpun yang berani, hanya Daud seorang diri yang ketika itu berada disana yang punya keberanian untuk maju melawan Goliat.

2.    Daud memiliki keyakinan yang tidak tergoyahkan.

Sebelum bertarung Daud diremehkan oleh banyak orang. Dia diremehkan saudaranya, diremehkan raja, diremehkan lawannya (Goliat), bahkan dapat dikatakan Daud diremehkan oleh semua orang yang ada disana. Namun Daud memiliki keyakinan yang tak tergoyahkan, Daud tidak serta merta merasa minder dan menjadi lemah namun tetap pada pendiriannya.

3.    Daud punya kemampuan, berlatih dan mempersiapkan diri.

Daud yang maju ke medan pertempuran bukanlah orang yang tidak bisa apa-apa, Daud yang dipakai Tuhan bukanlah orang yang hanya bermalas-malasan kemudian dilawat Tuhan, melainkan Daud mempunyai kemampuan dan mengembangkannya. Daud bekerja keras dan mempersiapkan dirinya dengan baik. Ketika dirinya diragukan Saul, Daud berkata dia biasa menghadapi beruang dan singa.

4.    Daud mengandalkan Tuhan dan Tuhan menyertai Daud

Ini adalah faktor terpenting dan terutama atas kemenangan Daud sebab percuma kita memiliki keberanian, keyakinan yang kokoh dan kemampuan namun kita tidak mengandalkan Tuhan. Daud sadar betul Tuhanlah satu-satunya tempatnya berharap dan memberikan kemenangan. Sehingga berulang kali Daud menegaskan bahwa Dia sepenuhnya mengandalkan Tuhan. Ketahuilah keberhasilan yang kita raih berasal dari pada Tuhan, sebelum berperang, selama berperang bahkan setelah kemenangan pun nama Tuhan saja yang ditinggikan, segalanya dikembalikan untuk hormat kemuliaan Tuhan. 

Jangan bangga dengan kemampuan diri sendiri, sebab terkutuklah orang yang mengandalkan manusia dan kekuatannya sendiri (Yeremia 17:5). Andalkan Tuhan dalam segala perkara, milikilah keberanian yang dari Tuhan, berpegang pada keyakinan dan tak tergoyahkan dan melatih diri, kembangkan kemampuan yang kita miliki maka kita akan memperoleh kemenangan, melakukan perkara-perkara besar bersama dengan Tuhan.

Tuhan Memberkati

Tetapi Daud berkata kepada orang Filistin itu: "Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama TUHAN semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kautantang itu" - I Samuel 17:45

Sebuah Perubahan Untuk Mencapai Tujuan Iman

Pembacaan Firman: Roma 12:1-2

Setiap manusa butuh perubahan dalam hidup; baik dalam keluarga, pekerjaan maupun dalam pelayanan. Tetapi yang terutama adalah perubahan oleh pemaruan budimu sehingga kita dapat membedakan manakah kehendak Allah; apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna. Pertanyaan sekarang sudah berapa lama kita menjadi Anak Tuhan ? Sudahkah kita menyenangkan hatiNya ? Sudahkan kita mempersembahkan tubuh kita sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah ?
jalan
sumber gambar pixabay.com
Harus ada perubahan dalam hidup kita. Hawa nafsu kita harus disalibkan, kita harus mengejar kekudusan. Sebab tanpa kekudusan kita tidak akan memandang wajah Tuhan (Ibrani 12:14). Tidak gampang untuk masuk sorga (I Korintus 6:8-10). Karena itu Tuhan ingin kita hidup dalam kekudusan dan kebenaran Firman Allah. Hiduplah benar, lakukanlah Firman Allah dengan sungguh-sungguh sehingga kita dapat menikmati berkat-berkat Tuhan. Hal-hal yang merintangi kita untuk masuk sorga harus ditanggalkan. Kita harus berubah dan mematikan segala keinginan daging, keinginan mata dan keangkuhan hidup (I Yohanes 2:16). Jangan sampai sia-sia pengiringan kita kepada Tuhan. Kita rindu untuk berjumpa dengan Tuhan, karena itu jangan rusakan Bait Allah yakni tubuh kita. Persembahkanlah tubuh kita sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.

Saat ini kita masih diberikan kesempatan untuk berubah. Karena itu gunakanlah kesempatan dari Allah untuk memperbaiki hidup kita. Jangan permalukan nama Tuhan lewat hidup kita. Sebaliknya kita harus mempermuliakan namaNya lewat hidup kita, sehingga janji dan berkat Tuhan menjadi milik kita.

Tuhan Yesus Memberkati.