Showing posts with label bertekun. Show all posts

la Tidak Menyembunyikan Wajah-Nya

Pembacaan Firman: Mazmur 22:25

Tentunya kita sangat mengetahui dan pernah merasakan atau mengalami apa itu "Kesulitan", "tertekan", "dalam posisi terpuruk". Kadang kala disaat kita mengalami keadaan seperti diatas disaat kita menceritakan kepada orang lain ataupun disaat orang lain mengetahuinya maka mereka seringkali tidak peduli atau bahkan memperburuk masalah. Perlu kita sadari bahwa bisa saja kita merasa bahwa saat ini kita dalam posisi yang nyaman, keadaan yang baik, menyenangkan, akan tetapi perlu kita ingat bahwa Firman Tuhan mengatakan bahwa "Ingatlah hari-hari gelap yang banyak" yang berarti kita bisa saja tiba-tiba berada dalam posisi yang tidak menyenangkan sehingga kita harus menyadarinya.


Tuhan tidak akan menyembunyikan wjah-Nya kepada orang-orang yang mempunyai Firman Tuhan dan Roh Kudus dalam hidupnya dan Tuhan selalu melindungi kemanapun kita pergi dan berada. Cara paling mudah untuk mencari Tuhan adalah melipat lutut kita, mengangkat tangan dan berdoa kepada Tuhan maka Tuhan akan hadir dalam hidup kita, jika Tuhan telah hadir maka la akan mengangkat segala beban dan masalah hidup kita. Tuhan tidak pernah bersembunyi terhadap kehidupan kita, Yesaya 49:14-17 Tuhan berkata " Aku tidak akan melupakan engkau", Ulangan 20:1-4 " Allah tidak pernah menyembunyikan wjah-Nya kepada kita". tetapi perlu di ingat Mikha 3:4 "Kejahatanlah penyebab Tuhan bersembunyi" (Ulangan 31:17-18, Yesaya 54:8). Untuk itu berusahalah agar Tuhan tidak menyembunyikan wajah-Nya kepada kita, amin.

Menikmati Kebaikan Tuhan

Pembacaan Firman: Mazmur 22:26-27

Dalam pembacaan Alkitan yang terdapat dalam Mazmur 22:26-27 dapat dilihat 3 (tiga) hal yang dapat kita perhatikan yaitu : Hidup Bersama, Bayar Nazar, dan Tuhan Puaskan Kita. Saat ini yang akan kita pelajari yaitu "Tuhan Puaskan". Manusia pada dasarnya tidak akan pernah puas dengan sesuatu yang telah kita dapatkan dan hal ini merupakan sifat dasar dari manusia. Mazmur 107:9 "sebab dipuaskan-Nya jiwa yang dahaga, dan jiwa yang lapar dikenyangkan-Nya dengan kebaikan", hanya dari Tuhan maka kita dapat merasakan suatu kepuasan dalam hidup ini. Kita harus menyadari bahwa segala sesuatu yang kita ingini yang bukan dari Tuhan adalah suatu yang sia-sia. Disaat kita menghadapi suatu masalah, adanya beban hidup yang menghimpit kehidupan kita maka kita harus belajar merendahkan diri dan hati kita dihadapan Tuhan sehingga Tuhan akan mengangkat segala beban dan masalah kita, Matius 5:6 "Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan". Jika kita lapar dan haus dalam menialani hidup ini maka carilah makanan dan minuman yang berasal dari Tuhan yaitu Firman Tuhan. Dalam Hagai 1:1-14 dikatakan Firman bahwa Bangsa Israel telah mengabaikan Tugas Panggilan dari Allah. Ini merupakan satu peringatan kepada kita untuk jangan melalaikan tugas dan panggilan Allah dalam hidup kita sehingga Tuhan dapat memberkati kita. satu contoh dari Bangsa Israel seperti di kitab Hagai tersebut yang melalaikan tugas yang diberikan Allah yaitu membangun Bait Allah, mereka hanya sibuk membangun rumah mereka sendiri sehingga Tuhan murka atas Bangsa Israel. Yang akan terjadi jika kita melalaikan tugas yang diberikan Tuhan kepada kita adalah dalam Hagai 2:19-20.

Sebaliknya jika kita peduli dan bertanggung jawab akan tugas tanggung jawab yang diberikan Tuhan kepada kita adalah Tuhan akan memberikan kepuasan kepada kita, Tuhan tidak akan melupakan apa yang telah kita tabur dan Tuhan akan memberkati kita dengan kelimpahan. Matius 6:33 "Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu". Amin

2 Macam Dasar

Pembacaan Firman: Lukas 6:46-49


"Mengapa kamu berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, padahal kamu tidak melakukan apa yang Aku katakan?
Setiap orang yang datang kepada-Ku dan mendengarkan perkataan-Ku serta melakukannya — Aku akan menyatakan kepadamu dengan siapa ia dapat disamakan —,
ia sama dengan seorang yang mendirikan rumah: Orang itu menggali dalam-dalam dan meletakkan dasarnya di atas batu. Ketika datang air bah dan banjir melanda rumah itu, rumah itu tidak dapat digoyahkan, karena rumah itu kokoh dibangun.
Akan tetapi barangsiapa mendengar perkataan-Ku, tetapi tidak melakukannya, ia sama dengan seorang yang mendirikan rumah di atas tanah tanpa dasar. Ketika banjir melandanya, rumah itu segera rubuh dan hebatlah kerusakannya."

Banyak hal yang Tuhan telah ajarkan dalam pasal 6 ini dan yang terakhir tentang dasar dari iman kita kepada Tuhan Yesus. Ada 2 kelompok orang yang sama-sama datang dan mendengar Firman Tuhan tetapi yang membedakan adalah yang satu datang mendengar dan melakukan Firman Tuhan dan yang kedua datang mendengar tetapi tidak melakukan Firman Tuhan. Inilah yang meniadi perbedaannya. Ayat 48, merupakan satu pondasi yang kuat, sama seperti pondasi kerohanian kita yang harus memiliki dasar yang benar dan kokoh. Dasar imam kerohanian kita adalah Tuhan Yesus Kristus. Dengan dasar yang kuat, kokoh maka bangunan kehidupan rohani kita dapat berdiri dengan kokoh. Jika bangunan rohani kita memiliki dasar yang kokoh maka sekalipun datang badai, banjir permasalahan maka kita akan tetap kuat berdiri dan tampil meniadi umat yang lebih dari pemenang. Orang yang mendengar tetapi tidak melakukanya maka ia tidak dapat mampu menghadapi persoalan hidup, ayat 49. karena tidak mempunyai dasar yang kuat maka walaupun persoalan hanya kecil saja maka ia akan menjadi lemah. Matius 7:24-27 perikopnya sama yaitu 2 macam dasar.


Yang dengar dan melakukan Firman Tuhan adalah orang yang bijaksana dan orang yang tidak melakukan firman maka ia adalah orang yang bodoh. Matius 25:113 tetang gadis gadis yang bikaksana dan yang bodoh. Tuhan Yesus mengumpamakan tetang gadis gadis yang bijaksana dan bodoh. Yang 5 memegang pelita tapi tidak mempunyai minyak, sedangkan yang 5 sisanya memiliki pelita dan minyak. Waktu sang mempelai datang maka 5 gadis yang ada persediaan minyak yang menyongsong dan masuk kedalam bersamasama mempelai. Dan 5 gadis yang tidak memiliki minyak tidak dapat masuk lagi. Kita harus berjaga-jaga sehingga kita dikategorikan yang bijaksana dan akan masuk kedalam bersamasama dengan Tuhan Yesus kristus. Yang bodoh pasti tidak akan sukses dan yang bijaksana pasti akan sukses. Orang yang melakukan kehendak Bapa akan masuk dalam keraiaan sorga. Kehendak Bapa yaitu semua Firman Tuhan. Masuk kedalam kelompok yang bijaksana adalah orang yang melakukan kehendak Bapa yaitu melakukan Firman Tuhan. Amin

Semakin Lama Semakin Kuat Didalam Tuhan

Pembacaan Firman: Mazmur 84:8
Mereka berjalan makin lama makin kuat, hendak menghadap Allah di Sion.

Biasanya jika kita semakin lama bekerja, beraktifitas, pasti tubuh kita menjadi lemah. Bangsa Israel berjalan makin lama makin kuat. Mengapa dan apa rahasia Bangsa Israel berjalan makin lama makin kuat? Ada 5 bagian rahasia Bangsa Israel yang berjalan makin lama makin kuat yaitu:


1. Mereka memiliki jiwa yang rindu memuliakan nama Tuhan, ayat 2. Bangsa Israel atau bani Korah memuliakan nama Tuhan dengan sunguh-sunguh. Kita dapat merubah gaya hidup kita yang harus memuliakan Tuhan dengan sunguh-sunguh. Muliakan Tuhan sampai hati kita hancur dan hadirat Tuhan turun. Persekutuan dengan Tuhan sangatlah penting bagi kita, inilah yang menjadi kekuatan bagi kita.
2. Melakukan kebenaran Firman Tuhan.
3. Mengandalkan Tuhan. Jangan kita melupakan mengandalkan Tuhan disetiap langkah awal disetiap apapun yang akan kita keriakan. Bangsa Israel selalu mengandalkan Tuhan disetiap apa yang akan mereka kerjakan. Dalam segala sesuatu Tuhan yang menentukan, andalkan Tuhan dalam segala sesuatu karena Tuhan itu baik. Iika kita mengandalkan Tuhan maka Tuhan tidak akan meninggalkan kita.
4. Mereka memiliki cara berpikir secara Rohani. Galatia 6:1, menjadi tugas kita karena kita menjadi contoh, Kisah 1:8.
5. Mereka hidup dalam kesucian dan kekudusan. lnilah kepercayaan Tuhan yang sangat luar biasa. Anak Tuhan dapat dikenal dimanapun ia pergi ialah karena perbuatannya. Tuhan mengangkat kita jika kita berkenan kepada Tuhan. Monyet mau‘ meninggalkan lucunya, gajah mati meninggalkan gadingnya, manusia mati meninggalkan namanya. Iaga kekudusan yang Tuhan berikan kepada kita.

Menjadi contoh bagi kita adalah bani Korah, Bangsa Israel.

Tetap Berdoa dan Mengucap Syukur Kepada Tuhan

Pembacaan Firman: Yunus 2:4

Dan aku berkata: telah terusir aku dari hadapan mata-Mu. Mungkinkah aku memandang lagi bait-Mu yang kudus?

Kita sudah mengetahui apa yang terjadi dengan Nabi Yunus. Yunus mencoba melarikan diri dari panggilan Allah yang terjadi dalam dirinya. Ketika Yunus dipanggil oleh Allah ia mencoba melarikan diri dengan pergi ke Tarsis. Ketika Yunus masuk dalam perut ikan ia dalam keadaan utuh sehingga ia menyadari kesalahannya dan Yunus berdoa kepada Allah selama ia berada dalam perut ikan (ayat 1 dan 2).

Suatu pelajaran bagi kita melalui pembacaan Firman Tuhan ini adalah walaupun kita sedang berada dalam lembah kekelaman ada suatu tindakan yang sangat tepat yaitu berdoa kepada Tuhan. dalam Mazmur 23 pemazmur mengatakan ia berjalan dalam lembah kekelaman. Pemazmur menyadari bahwa ia sementara "berjalan" dalam lembah kekelaman dan bukan terus "tinggal" dalam lembah kekelaman, suatu saat ia meyakini akan keluar dalam lembah kekelaman tersebut. Pemazmur disaat berada dalam lembah kekelaman satu hal yang ia lakukan adalah mengarahkan dirinya kepada Tuhan.



Yunus 2:7 dikatakan Ketika jiwaku letih lesu di dalam aku, teringatlah aku kepada TUHAN, dan sampailah doaku kepada-Mu, ke dalam bait-Mu yang kudus. Dalam segala hal kita harus mengucap syukur kepada Tuhan. kita harus menjadikan ucapan syukur sebagai gaya hidup kita sebagai anak Tuhan. Yunus 2:9 Tetapi aku, dengan ucapan syukur akan kupersembahkan korban kepada-Mu; apa yang kunazarkan akan kubayar. Keselamatan adalah dari TUHAN. Ketika Yunus mengucap syukur kepada Tuhan maka ikan itu memuntahkan Yunus keluar, ayat 10 Lalu berfirmanlah TUHAN kepada ikan itu, dan ikan itu pun memuntahkan Yunus ke darat.

Mari kita menjadikan ucapan syukur sebagai gaya hidup kita sebagai anak-anak Tuhan dan senantiasa tetap berdoa kepada Tuhan disaat kita berjalan dalam lembah kekelaman. Satu janji Tuhan bahwa ketika kita berharap kepada-Nya maka Tuhan akan memberikan jalan keluar kepada kita. Amin.

Datang Pada Tuhan Yesus

Pembacaan Firman: Mazmur 22:25 

Sebab Ia tidak memandang hina ataupun merasa jijik kesengsaraan orang yang tertindas, dan Ia tidak menyembunyikan wajah-Nya kepada orang itu, dan Ia mendengar ketika orang itu berteriak minta tolong kepada-Nya.

Ada 3 [tiga] hal yang menarik untuk disimak melalui pembacaan Alkitab kita saat ini yaitu : Hati Tuhan, la tidak menyembunyikan wajah-Nya, la mendengar.

Yang akan kita bahas saat ini adalah "Hati Tuhan" Tentunya kita sangat mengetahui dan pernah merasakan atau mengalami apa itu "Kesulitan", ”tertekan", "dalam posisi terpuruk". Kadang kala disaat kita mengalami keadaan seperti diatas disaat kita menceritakan kepada orang lain ataupun disaat orang lain mengetahuinya maka mereka beranggapan bahwa kita hanya main-main, berbohong dsb. Perlu kita sadari bahwa bisa saja kita merasa bahwa saat ini kita dalam posisi yang nyaman, keadaan yang baik, menyenangkan, akan tetapi perlu kita ingat bahwa Firman Tuhan mengatakan bahwa “lngatlah hari-hari gelap yang banyak" yang berarti kita bias saja tiba-tiba berada dalam posisi yang tidak menyenangkan sehingga kita harus menyadarinya.


Disaat kita berada dalam posisi yang tidak menyenangkan maka perlu diingat dalam Firman Tuhan Mazmur 34:19 mengatakan "TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan la menyelamatkan orang-orang yang remukjiwanya”. Tuhan mengizinkan kita mengalami masalah dengan satu tujuan yang mulia yaitu untuk melatih kita menjadi kuat dalam menghadapi persoalan hidup dan menjadi kuat dalam mengiring Tuhan. disaat kita mengalami tekanan hidup, masalah, tertekan dalam keadaan terpuruk maka disitulah Tuhan memberikan perhatian kepada kita sehingga la menyiapkan segala sesuatu yang kita butuhkan menghadapi persoalan hidup tersebut. Tuhan tidak akan pernah memandang hina jika hati kita remuk dibawah kaki-Nya. Satu pelajaran yang harus kita ingat bahwa jika kita merasa kosong dalam jiwa kita maka maka perbanyaklah duduk diam dibawah kaki Tuhan dengan menyembah-Nya dan berdoa kepada Tuhan dan merasakan hadirat-Nya hadir dalam hidup kita. siapkan lah waktu khusus untuk dapat berdoa, menyembah dan merasakan hadirat-Nya hadir memenuhi kehidupan kita sehingga kita dapat merasakan perhatian Tuhan atas kehidupan kita dan kita boleh merasakan kekuatan-Nya datang menolong kita atas persoalan yang sementara dihadapi. Amin

Dibuang Untuk membawa Kesejahteraan

Pembacaan Firman: Yeremia 29:7

"Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu."

Kata "dibuang" tentunya seperti berkonotasi tidak baik dan tidak disukai oleh siapapun. Sesuatu yang "dibuang" tentunya suatu hal yang dianggap tidak berguna dan sudah tidak dibutuhkan lagi. Umat Israel berada dalam pembuangan, namun Firman Tuhan berkata tetap usahakan kesejahteraan dimanapun kamu berada sekalipun dalam "pembuangan", dan menjalani proses ini tentulah tidak mudah. Ada satu contoh sesuatu barang yang dibuang yaitu biji rambutan. Setelah habus dimakan dan dibuang ternyata sebuah biji rambutan dapat bertumbuh dan pada suatu kelak akan menjadi sangat berguna ketika telah menjadi pohon yang besar dan berbuah. Ini salah satu contoh "dibuang membawa kesejahteraan". Dimanapun kita jika kita membawa kesejahteraan di tempat itu maka tempat itu akan menjadi sejahtera dan tentunya akan menjadi kesejahteraan buat kita juga. Mungkin kita merasa "dibuang" di tempat kita berada saat ini, seperti tempat kerja kita, maka kita harus berusaha membawa kesejahteraan ditempat itu, Dimanapun kita berada jika kita membawa kesejahteraan di tempat itu maka Tuhan akan memberkati kita pula. Bagaimana kita membawa kesejahteraan itu, yaitu:

1. Jangan malas dan tetap berusaha. Dimanapun kita telah ditempatkan maka bawalah dan berbuatlah sejahtera di tempat itu dengan tetap berusaha jengan menyerah pada keadaan.
2. Berdoa. Doa akan menjadi kekuatan kita untuk tetap kuat melayani Tuhan. Melalui doa maka iman kita dapat dikuatkan.
3. Pegang Teguh Janji Tuhan. Seperti sebuat biji rambutan yang perlu waktu dan proses untuk bertumbuh, bersabarlah. Janji Tuhan adalah pasti dan akan ditepati. Tuhan akan memberikan apa yang telah dinajikannya kepada kita.
4. Tetap Dalam Rancangan Tuhan. Contoh Yusuf tetap dalam rancangan Tuhan atas dirinya walaupun ia telah dijual dan dipenjarakan. Yusuf tetap setia berjalan dalam rancangan Tuhan sehingga ia dipermuliakan sesuan waktu Tuhan. Yusuf membawa kesejahteraan dimana dia berada sehingga ia diberkati Tuhan.



Jika kita merasa seakan "dibuang" percayalah dan tetaplah dalam rancangan rencana Tuhan. Jika sudah tiba waktunya kita akan dipermuliakan dan tempat dimana kita berada pasti akan diberkati selama kita membawa sejahtera ditempat itu sesuai dengan kehendak Tuhan.

Aman Dalam Lindungan Allah

Pembacaan Firman: Mazmur 27:1-4

27:1  Dari Daud. TUHAN adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? TUHAN adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gemetar?
27:2 Ketika penjahat-penjahat menyerang aku untuk memakan dagingku, yakni semua lawanku dan musuhku, mereka sendirilah yang tergelincir dan jatuh.
27:3 Sekalipun tentara berkemah mengepung aku, tidak takut hatiku; sekalipun timbul peperangan melawan aku, dalam hal itupun aku tetap percaya.
27:4 Satu hal telah kuminta kepada TUHAN, itulah yang kuingini: diam di rumah TUHAN seumur hidupku, menyaksikan kemurahan TUHAN dan menikmati bait-Nya.



Daud adalah seorang yang setia kepada Tuhan dan hidupnya menyenangkan Tuhan karena Daud menyadari bahwa Tuhan selalu menolong hidupnya. Kita harus menyadari bahwa kita perlu senantiasa menyenangkan Tuhan karena Tuhan telah terlebih dahulu berkorban menyelamatkan kita. Ada 2 (dua) fase yang selalu dilewati atau dialami oleh setiap manusia yaitu "Sukacita" dan "Persoalan", berkaitan dengan pembacaan Alkitab saat ini pada ayat 1 menjelaskan adanya pertolongan, mujizat Tuhan dan ayat 2,3 adalah suatu masa adanya persoalan akan tetapi dalam ayat 3 Daud berkata bahwa ia tetap percaya kepada Tuhan. Bagaimana Daud walaupun berada dalam suatu persoalan yang berat ia tetap percaya kepada Tuhan? jawabannya ada di ayat 4 yaitu satu hal yang Daud minta kepada Tuhan adalah Diam di Rumah Tuhan seumur hidupnya dan menyaksikan kemurahan serta kebaikan Tuhan dalam bait-Nya. Ada 4 hal dalam ayat 4 ini, yaitu:

  1. Diam di rumah Tuhan. Berarti menyerahkan seluruh masalah/persoalan kita kepada Tuhan dan percaya akan kuasaNya yang dapat menolong kita.
  2. Seumur hidup. Seumur hidup berarti ada dalam rumah Tuhan secara terus-menerus tanda jeda dan tidak terpengaruh dengan situasi kondisi yang ada disekitar kita dan tetap setia kepada Tuhan.
  3. Menyaksikan Kemurahan Tuhan. Daud ingin mengalami sendiri, melihat sendiri dan mendapatkan sesuatu di Rumah Tuhan yaitu mendengan dan menikmati Firman Tuhan serta memuji kebesaran-Nya, Roma 1:1-3
  4. Menikmati bait-Nya. Yohanes 1:12 semua orang yang menerimanya diberi kuasa untuk menjadi anak-anak Allah dan percaya didalam nama-Nya. Kita menikmati hadirat dan kuasa yang memberi kekuatan kepada kita. Amin

Finishing Well

Pembacaan Firman: Yosua 11:21-23

"Pada waktu itu Yosua datang dan melenyapkan orang Enak dari pegunungan, dari Hebron, Debir dan Anab, dari seluruh pegunungan Yehuda dan dari seluruh pegunungan Israel. Mereka dan kota-kota mereka ditumpas oleh Yosua. Tidak ada lagi orang Enak ditinggalkan hidup di negeri orang Israel; hanya di Gaza, di Gat dan di Asdod masih ada yang tertinggal. Demikianlah Yosua merebut seluruh negeri itu sesuai dengan segala yang difirmankan TUHAN kepada Musa. Dan Yosuapun memberikan negeri itu kepada orang Israel menjadi milik pusaka mereka, menurut pembagian suku mereka. Lalu amanlah negeri itu, berhenti dari berperang."

Ada begitu banyak orang menyelesaikan suatu pekerjaan tetapi tidak dengan sempurna. Yosua orang yang dipersiapkan Tuhan untuk memimpin orang Israel untuk masuk ke tanah Kanaan. Yosua dipersiapkan oleh Tuhan untuk berperang dan untuk mencapai negeri yang dijanjikan itu. Seperti Yosua, Tuhan menginginkan kita untuk meraih tujuan hidup yang baik maka kita harus berperang dalam segala hal untuk mencapai cita-cita kita. Jika kita ingin meraih keberhasilan maka kita harus:

  1. Merencanakan segala sesuatu dengan baik
  2. Melewati proses yang akan membawa kita tetap kuat.
  3. Finishing atau menyelesaikan segala sesuatu yang telah kita rencanakan, kerjakan dengan sempurna.



Ayat 21 "...mereka dan kota-kota mereka ditumpas oleh Yosua". bangsa Israel menjadi kuat karena hati Tuhan ada bersama dengan mereka. Bangsa Israel terikat dengan perjanjian Tuhan untuk menyertai mereka. Ayat 22 "Tidak ada lagi orang Enak ditinggalkan hidup di negeri orang Israel, hanya di Gaza, di Gat dan di Asdod masih ada yang tertinggal". Karena hal inilah yang dikemudian hari menjadi masalah bagi Bangsa Israel

Sangat berbahaya jika kita melakukan segala sesuatu akan tetapi tidak menyelesaikan dengan sempurna. Jika melakukan suatu pekerjaan lakukanlah dan selesaikan dengan sempurna, jangan meremehkan hal-hal yang kecil yang kita tinggalkan. Yosua melakukan pekerjaan yang diperintahkan Tuhan akan tetapi tidak "Finishing Well" atau menyelesaikan dengan tidak sempurna. Kota Gaza turunan orang Enak, dahulu Filistin merupakan musuh, hama bagi Bangsa Israel. Jika melakukan segala sesuatu pekerjaan, kerjakanlah sampai selesai, tuntas (Finishing Well) sehingga tidak menimbulkan masalah  dikemudian hari. Pengkhotbah 7:9, Akhir suatu hal lebih baik dari pada awalnya. Yang paling penting kita harus mengakhiri dengan sempurna. Finishing Well, jika kita telah memulai suatu pekerjaan; apakah kita mengakhiri dengan baik atau buruk ?. salah satu tujuan hidup kita adalah serupa dengan Kristus, Filipi 2:5, Efesus 4:15. Yohanes 19:28-30,..."it is finished".

Kunci Mengalami Pemulihan

Pembacaan Firman: Yoel 2:25

"Aku akan memulihkan kepadamu Tahun-tahun yang hasilnya dimakan habis oleh belalang pindahan, belalang pelompat, belalang pelahap dan belalang pengerip, tentara-Ku yang besar yang Kukirim ke antara kamu."


Kita harus percaya bahwa didalam Tuhan ada berkat, pertolongan, kesembuhan dan juga pemulihan disegala aspek kehidupan kita. Tuhan Yesus sendiri berkata, "Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan." (Yohanes 10:10b).  Namun untuk mengalami berkat dan pemulihan Tuhan ada syaratnya, sebagaimana disampaikan Tuhan kepada bangsa Israel, "dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka." (2 Tawarikh 7:14).

Inilah yang Tuhan kehendaku untuk kita perbuat supaya beroleh pemulihan: pertama, kita harus merendahkan diri dihadapan Tuhan dan mengakui dosa-dosa kita. Alkitab menyatakan dengan jelas bahwa "...barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan." (Matius 23:12). Merendahkan diri memiliki arti yang berbeda dari rendah diri atau minder. Merendahkan diri merupakan lawan kata dari meninggikan diri; merendahkan diri berarti membiarkan diri kita berada di tempat yang lebih rendah dari orang lain, dimana kita bersikap apa adanya, terbuka dengan kelemahan kita. Merendahkan diri dihadapan Tuhan berarti menyadari akan kekurangan, keterbatasan dan ketergantungan kita sepenuhnya kepada Tuhan; kita sadar bahwa diluar Tuhan kita tidak dapar berbuat apa-apa (baca Yohanes 15:5). Juga berarti menyadari akan keberadaan kita sebagai orang berdosa dan memohon pengampunanNya. Dan "Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan." (1 Yohanes 1:9). Merendahkan diri dihadapan Tuhan disebut pula sebagai orang yang rendah hati dan "...orang yang rendah hati dikasihanNya." (Amsal 3:34). Oleh karena itu marilah kita berkata jujur kepada Tuhan, mengakui segala dosa dan pelanggaran yang telah kita perbuat, maka Dia akan mengampuni dan memulihkan kita. Merendahkan diri dihadapan Tuhan dan mengakui dosa adalah awal menuju kepada pemulihan!

Alkitab menyatakan bahwa jiwa yang hancur, hati yang patah dan remuk tidak pernah dipandang hina oleh Tuhan (baca Mazmur 51:19). Sebaliknya Tuhan sangat membenci orang yang suka meninggikan diri, angkuh dan sombong seperti yang diperbuat oleh seorang Farisi saat berdoa (baca Lukas 18:9-14). Kesombongan adalah salah satu penyebab Tuhan memalingkan mukaNya terhadap seseorang, padahal disegala aspek kehidupan ini kita sangat membutuhkan Tuhan. Seseorang yang meninggikan diri juga sulit mengakui segala kelemahan dan dosa-dosanya. Jika demikian, sampai kapanpun kita tidak akan pernah menemukan pemulihan. "Manusia yang sombong akan direndahkan, dan orang yang angkuh akan ditundukan;" (Yesaya 2:11). Jadi "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati." (Yakobus 4:6).


Yang kedua, kita harus memiliki hubunganyang karib dengan Tuhan. Banyak orang Kristen yang tekun berdoa ketika dalam masalah saja, namun saat segala sesuatunya berjalan baik dan lancar mereka tidak lagi sungguh-sungguh mencari Tuhan. Tuhan mau kita berdoa dengan tiada putus dan tidak jemu-jemu disegala keadaan. Itulah jawaban mengapa kita jarang beroleh jawaban atas doa-doa kita, yaitu karena kita tidak tekun berdoa. Mencari Tuhan harus menjadi fokus utama dalam kehidupan kita, "...sebab tidak Kau tinggalkan orang yang mencari Engkau, ya Tuhan." (Mazmur 9:11), oleh karena itu "Carilah Tuhan dan kekuatan-Nya, carilah wajah-Nya selalu!" Mazmur 105:4). Jangan hanya menginginkan berkatNya saja, sementara kita tidak mau mencari wajah-Nya. "Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka?" (Lukas 18:7).

Selanjutnya, kita harus bertobat dengan sungguh: meninggalkan kehidupan lama dan hidup sebagai manusia baru (baca 2 Korintus 5:17), artinya tidak lagi hidup menurut keinginan daging, tetapi menurut pimpinan Roh Kudus. Tuhan pasti pulihkan hidup kita asal kita melakukan apa yang Tuhan kehendaki!

Orang Percaya yang Mengalahkan Dunia

Orang Percaya yang Mengalahkan Dunia


Pembacaan Firman 1 Yohanes 5:4

"sebab semua orang yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita."

Ada banyak orang Kristen yang terheran-heran dan kasak-kusuk ketika melihat rekan sesama orang Kristen melakukan pekerjaan dengan sangat baik, rajin, jujur, disiplin, tekun sehingga menjadi orang yang berhasil bukan hanya dalam bidang konvensional saka, namun dalam hal pelayanan pun dipakan Tuhan secara luar biasa. Aneh bukan ?!! Sesungguhnya itu adalah hal yang wajar sebagai orang Kristen. Sebaliknya jika ada orang Kristen yang malas, yang melakukan pekerjaan dengan sangat buruk, pelayanan amburadul dan tidak bisa menjadi kesaksian yang baik, kita menganggapnya sebagai hal yang luymrah dan biasa. Inilah yang seharusnya membuat kita terkejut dah terheran-heran, bukan malah sebaliknya.

Sejak semula Tuhan memiliki rancangan luar biasa bagi setiap orang percaya. "Sebab Aku ini mengatahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan." (Yeremia 29:11). Kita dirancang Tuhan memang untuk menjadi luar biasa dan berbeda dari orang-orang diluar Tuhan. Bukan menjadi loser, tapi winner. Perlu kita sadari bahwa didalam diri setiap orang percaya terdapat potensi ilahi, suatu benih luar biasa yang merupakan modal bagi kita untuk menjadi pribadi luar biasa dan memiliki kehidupan yang luar biasa pula. Benih itu adalah iman kita. Iman inilah yang memampukan kita untuk'mengalahkan' dunia. Tapi ingat, benih tidak akan tumbuh dan menghasilkan buah yang lebat jika ia dibiarkan begitu saja. Jadi benih itu harus ditumbuhkan terlebih dahulu: dirawat, diberi pupuk, diairi, dibersihkan ranting-rantingnya. Karena itulah keberadaan kita di tengah dunia ini harus berdampak positif. Dengan kata lain kita harus menjadi berkat dan kesaksian bagi orang-orang di luar Tuhan, bukan batu sandungan.

Bila sampai saat ini kita belum bisa mengalahkan dunia, melainkan hanya menjadi pribadi yang biasa-biasa saja, bukan menjadi pribadi yang luar biasa, pasti ada yang salah dalam diri kita, artinya masalahnya ada pada diri kita sendiri. Seringkali kita menyalahkan orang lain, menyalahkan keadaan yang ada, bahkan kita complain, dan berani menyalahkan Tuhan.



Ada tertulis: '...iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna." (Yakobus 2:22). Jadi "Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati." (Yakobus 2:17). Ini menunjukan ada harga yang harus kita bayar untuk mengalahkan dunia dan menjadi orang-orang yang berdampak. Pertanyaannya: "Siapakah kita menjadi perhatian dunia?" Kita bisa engalahkan bahkan mengubah dunia dimana pun kita berada, tempat di mana kita berinteraksi langsung. Inilah yang dimaksud "...kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi." (Kisah 1:8). Jadi jika kita tidak harus menjangkau tempat yang jauh-jauh, namum di lingkungan terdekat sudahkan kita menjadi berkat?

Siap atau tidak siap, mau tidak mau, Tuhan ingin kita menjadi berkat supaya melalui perbuatan kita namaNya dipermuliakan. "Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang,supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga." (Matius 5:16). Kalau yang kita lakukan itu tidak baik, lebih jelek atau 'setali tiga uang' dengan orang-orang yang tidak mengenal Tuhan, apakah istimewanya kita ? Pasti orang dunia tidak akan mau melihat kita. Satu-satunya jalan adalah memiliki kehidupan dan kerya yang lebih baik dari orang dunia, barulah mereka akan tertarik membicarakan kita, melihat kita dan akhirnya datang kepada kita.

Akhirnya, bagaimana kita bersikap dan bertindak akan menentukan 'kualitas dan posisi' kita di mata dunia. Karena itu kita harus mengarahkan iman kita kepada Tuhan, mengisi pikiran dan hal-hal yang positif. "...semua yang benar, semua yang mulia, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu." (Filipi 4:8), dan praktekan iman itu dalam perbuatan nyata.

Orang Kristen yang benar mampu mengalahkan dunia dengan iman dan perbuatannya!

Waspadalah Supaya Jangan Ada Orang Yang Menyesatkan Kamu

Pembacaan Firman Matius 24:4


"Jawab Yesus kepada mereka: "Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu!"


Dalam pembacaan diatas satu hal yang dapat diambil adalah jangan pernah mengizinkan siapapun untuk:
  1. Menipu kita
  2. Menyesatkan kita
  3. Membelokan kearah yang lain, melainkan seharusnya kita haruslah tetap fokus pada tujuan yang benar.



Pada Matius 24:4 Tuhan Yesus bertindak sebagai pembicara tunggal dalam seminar tentang eskatologi (akhir zaman) apa yang sudah, sedang dan akan terjadi, khususnya dihari-hari terakhir dari zaman akhir. Pada pembacaan kali ini intinya adalah:

Terjemahan Lama menulis: "ingatlah jangan barang SEORANG menyesatkan kamu"
Terjemahan Baru: "waspadalah supaya jangan ada ORANG yang menyesatkan kamu"
Bahasa Inggris: "don't let ANYONE mislead you"

Bahwa dalam konteks ini yang dapat menyesatkan kita tidak ditulis iblis atau setan melainkan kata Yesus adalah "Orang". Kira-kira orang yang seperti apa yang dimaksud ? dalam ayat 5 dan 11, orang-orang akan menyesatkan bahkan dalam nama Yesus ataupun nabi-nabi paslu akan muncul. Namun salah satu poin yang dapat kita perhatikan terdapat pada ayat 12 "Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin."

Pada terjemahan lama menggunakan istilah "Kasihnya sudah TAWAR" atau ada pula yang menggunakan istilah "kasihnya sudah LUNTUR", dalam terjemahan bahasa inggris "Live of many grow COLD (dingin)".

Yesus mengatakan bahwa kita adalah garam dunia, pada Matius 5:13b disebutkan jika garam itu menjadi tawar, tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang. Sangat berbahaya sekali dampaknya ketika kasih orang menjadi tawar, dang orang-orang tersebut mungkin ada di sekitar kita atau bahkan kita sendiri). Indikasi kasih yang menjadi tawar diantaranya adalah ujaran kebencian, fitnah, kata-kata teror-isme, radikal-isme, cara-cara dunia yang dibawa ke gereja, dan lain sebagainya.

Apa sikap dan kewaspadaan kita ?
Tentunya sebagai orang percaya jangan saling marah, membeci atau emosi. Salah satu sikap yang dapat kita renungkan adalah sikap pemungut cukai dalam Lukas 18:9-14. Pemungut cukai mengambil posisi jauh-jauh, ia menjaga jarak dari sikap orang farisi yang arogan dan menabur ujaran kebencian dan fitnah. Ia mendengar orang farisi mengatai saat berdoa dirumah Tuhan. Namun pemungut cukai ini tidak marah. Justru pemungut cukai ini memukul dirinya sendiri. Ia mengintrospeksi diri tidak menyalahkan siapapun. Memungut cukai berlutut kepada Tuhan untuk meminta pengampunan dari Tuhan dan dia dibenarkan olah Tuhan. Rendahkan hati dihadapan Tuhan karena Tuhan senang dengan orang yang rendah hati. Ketika kasih kebanyakan orang menjadi dingin, pemungut cukai memilih untuk menjaga jarak dan fokus kepada Tuhan.

Mengasihi Tuhan Allahmu: Melakukan KekendakNya!

Pembacaan Firman Matius 22:37 

"Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu."



Melakukan KehendakNya


Adalah mudah bagi setiap orang Kristen untuk mengatakan bahwa dirinya mengasihi Tuhan. Namun dalam prakteknya tidaklah semudah yang dikatakan. Mengasihi Tuhan harus diwujudkan dengan perbuatan atau tindakan nyata. Tuhan berkata "barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Akupun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya." (Tohanes 14:21). Tanda utama yang membuktikan bahwa seseorang mengasihi Tuhan adalah ketika ia hidup dalam ketaatan. Karena itu setiap anak Tuhan harus giat mengembangkan hubungan secara pribadi dengan Tuhan. Membangun keintiman dengan Tuhan adalah langkah awal untuk mengasihi Tuhan. Semakin kita intim dengan Tuhan semakin kita mengenal pribadiNya dan semakin kita dikenal oleh Tuhan seperti tertulis, "Tetap orang yang mengasihi Allah, ia dikenal oleh Allah." (1 Korintus 8:3). Namun ada tercatat demikian: "Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan asuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kamu bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!" (Matius 7:21-23) Orang yang bernubuat, mengusir setan dan mengadakan mujizat bukanlah orang Kristen biasa atau jemaat awam, tapi sudah terlibat dalam pelayanan atau hamba Tuhan yang memiliki jam terbang pelayanan sangat tinggi. Tapi Tuhan menegaskan bahwa Ia tidak mengenal mereka.

Ternyata keaktifan seseorang dalam melayani pekerjaan Tuhan tidak menjamin bahwa ia dikenal oleh Tuhan secara pribadi, bila ia sendiri tidak hidup dalam ketaatan dan melakukan kehendakNya.

Pengharapan Tidak Mengecewakan

Pembacaan Firman : Roma 5: 2-5

“Oleh Dia kita juga beroleh jalan masuk oleh iman kepada kasih karunia ini. Di dalam kasih karunia ini kita berdiri dan kita bermegah dalam pengharapan akan menerima kemuliaan Allah. Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan. Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.”

pengharapan tidak mengecewakan
sumber gambar pixabay.com

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia perharapan berarti (1) sesuatu yang (dapat) diharapkan, (2) keinginan supaya menjadi kenyataan, (3) orang yang diharapkan atau dipercaya. Setiap kita pastilah selalu mengharapkan yang terbaik dalam hidup kita, bahagia, diberkati, panjang umur dan banyak harapan lain yang kita inginkan. Namun kenyataannya tidaklah selalu demikian, karena seringkali apa yang terjadi tidak seperti yang kita kehendaki, tidak seperti yang kita harapkan. Bagaimana pengharapan yang tidak mengecewakan itu dapat kita miliki ?

1.    Pengharapan Sebagai Proses
Pada ayat 3-4, disebutkan bahwa pengharapan adalah hasil akhir dari sebuah proses. Urutannya adalah Kesengsaraan – ketekunan – tahan uji – pengharapan. Pengharapan bukanlah sesuatu yang diletakan di depan, bukan terjadi seketika namun melalui sebuah proses. Untuk dapat memiliki perngharapan yang tidak mengecewakan seseorang sebelumnya telah melalui kesengsaraan, kemampuan bertahan dari berbagai pergumulan hidup menimbulkan ketekunan, ketekunan tersebut masih akan diuji sehingga berbuah pengharapan.

Kenapa kenyataannya banyak orang yang nyatanya kecewa akan pengharapannya ? karena dia meletakan pengharapannya di depan proses yang lain. Ketika seseorang meletakan perngharapan terlebih dahulu, pengharapan tersebut dapat mengecewakan, ketika kesengsaraan datang dan belum tahan uji, pengharapan membuahkan kekecewaan. Pengharapan sejati yang tidak mengecewakan adalah pengharapan yang tahan uji bahkan terhadap kesengsaraan. Sehingga apapun yang terjadi, pengharapan kita tidak pernah mengecewakan.

 
2.    Meletakan Pengharapan Kita Kepada Tuhan
Mazmur 147:11 “Tuhan senang kepada orang-orang yang takut akan Dia, kepada orang-orang yang berharap akan kasih setiaNya.” Ketika kita berharap pada manusia, kekayaan, kekuatan, jabatan, dan sebagainya pengharapan kita dapat mengecewakan. Bahkan terkadang orang yang begitu kita percayai sekalipun dapat mengecewakan kita. Satu-satunya pengharapan yang tidak pernah mengecewakan adalah pengharapan kepada Tuhan. Sebab apapun yang terjadi, rancangan Tuhan bagi kita adalah rancangan damai sejahtera.

Berharaplah kepada Tuhan, tekun dan tahan uji maka pengharapan kita tidak akan mengecewakan.

Tuhan Memberkati

Hidup Adalah Perjuangan

Pembacaan Firman: Ibrani 10:32-38

Hidup adalah perjungan, jika kita boleh ada sebagaimana kita saat ini tentunya kita telah banyak melalui persoalan, tantangan yang begitu berat pada masa yang lalu. Pada saat kita telah melewati tantangan-tantangan hidup ini, kita sadari ada pengorbanan yang besar sehingga kita melewatinya. Janji Tuhan bahwa Tuhan tidak akan meninggalkan kita. Bukti nyata bahwa Tuhan tidak pernah sekalipun meninggalkan kita adalah kita boleh ada sampai saat ini karena anugerahNya. Dalam mempertahankan iman kita untuk tetap di dalam Tuhan tidaklah mudah jika kita mengandalkan kekuatan kita sendiri tanpa campur tangan Tuhan, karena kita sebagai manusia begitu banyak keterbatasan. Tuhan mengetahui sampai dimana batas kemampuan kita sehingga Ia mengirimkan penolong bagi kita yaitu Roh Kudus yang akan menguatkan kita. Dalam Efesus 6:12 ditulis bahwa Paulus mengatakan perjuangan kita adalah melawan kuasa kegelapan dan tipu daya iblis. Iblis datang bagaikan singa yang meraung-raung dan juga menyamar sebagai malaikat terang sehingga tanpa kita menyadari kita dapat saja jauh dari Tuhan walaupun menurut pandangan kita baik.

sumber gambar pixabay.com

Banyak sekali tantangan yang dihadapi anak-anak Tuhan saat ini sehingga perjuangan yang sangat berat untuk dapat mempertahankan iman percaya kita kepada Tuhan Yesus. Ada satu contoh dalam alkitab dimana seorang hamba Tuhan dapat mempertahankan imannya kepada Tuhan walaupun tantangan yang dihadapinya tidaklah mudah yaitu Ayub. Kita dapat mencontohi sikap keteladanan dari Ayub. Ayub mampu bertahan dalam situasi yang sangat sulit sekalipun. Ayub mampu berpegang teguh pada janji Tuhan bahwa Tuhan tidak akan pernah meninggalkan anak-anakNya. Dengan iman yang teguh dari Ayub suatu kesaksian dapat kita lihat bahwa kehidupan Ayub setelah dipulihkan Tuhan dipermuliakan. Ayub menjadi satu contoh bagaimana kita dituntut untuk tetap bertahan di tengah persoalan sesulit apapun karena ada tangan Tuhan yang sedang menopang kehidupan kita sehingga kita dapat mampu bertahan dan keluar dari masa sulit tersebut sehingga upah yang Tuhan sediakan dapat kita raih yaitu mahkota kehidupan.

Mazmur 37 dikatakan bahwa dengan kita percaya kepada Tuhan, diam dan berlakulah setia kepada Tuhan dan bergembiralah sehingga apa yang kita inginkan akan diberikan Tuhan kepada kita. Tuhan telah memberikan keselamatan kepada kita untuk itu janganlah kita mengundurkan diri dari Tuhan karena Tuhan tidak pernah menginginkan kita untuk mundur dariNya. Tuhan menginginkan kita meraih upah yang telah disediakanNya dengan satu syarat bahwa kita tetap di dalam pengharapan di dalam Tuhan. Ada tiga hal (sesuai pembacaan Firman) yang harus dilakukan untuk menerima upah yang kekal adalah:
1.    Hiduplah dengan iman
2.    Jangan kita melepaskan keyakinan kita
3.    Jangan kita mengundurkan diri.

Tuhan Memberkati

Jemaat yang Bertahan dan Tidak Tergoncangkan

Pembacaan Firman: I Petrus 4:14-16

Banyak ditemui orang-orang yang percaya kepada Tuhan Yesus, namun ketika datang persoalan yang berat untuk diselesaikan seringkali ada yang mundur dari pengiringan kepada Tuhan. Pembacaan Alkitab ini mengatakan bahwa jika kita menderita maka kita harus berbahagia di hadapan Yesus. Apabila kita diperhadapkan dengan situasi yang sulit (dalam hal ini penderitaan) maka kita diingatkan untuk tetap bertahan dan tidak tergoyahkan dalam mengiring Tuhan.

benteng
sumber gambar pixabay.com
Ada 2 (dua) contoh tokoh dalam Alkitab yang tidak tergoncangkan imannya walaupun menghadapi tantangan yang berat, yaitu:

1.    Sadrakh, Mesakh, dan Abednego (Daniel 3:18)

Mereka diperhadapkan dengan pilihan dan situasi yang sangat sulit yaitu diminta untuk menyembah patung/dewa buatan raja nebukadnezar. Situasi yang sangat sulit diantara hidup dan mati. Disinilah dapat kita lihat bahwa iman mereka tetap teguh bertahan untuk tidak menyembah patung sehingga mereka dapat pertolongan dari Allah dan tidak mati terbakar walaupun dimasukan  dalam dapur api. Kita dapat belajar dalam kesaksian ini bahwa untuk tetap bertahan dan tetap kuat dalam  penderitaan, tidak peduli dalam situasi sesulit apapun. Jangan pernah mudah mundur tetapi tetap bertahan dan terus maju dalam tantangan hidup selama kita masih berada di dalam dunia ini. Pada saat kita diperhadapkan dengan tantangan maka yang diperlukan adalah iman yang teguh. Satu hal yang kita imani bahwa segala sesuatu yang terjadi dalam hidup kita sebagai rencana Tuhan adalah selalu ada rencana Tuhan yang indah yang telah disediakan Tuhan bagi kita. 

Daniel 3:24-26 Sadrakh, Mesakh, Abednego tetap melewati proses, tetapi pertolongan Tuhan berlaku atas mereka. Ketika kita tetap bertahan dalam menghadapi keadaan dan situasi yang sangat berat sekalitu, maka Tuhan akan memberikan pertolongan kepada kita tepat pada waktunya. Hal inilah yang harus kita imani sebab tidak ada satupun rencana Tuhan yang gagal dalam kehidupan kita. Kalau kita tetap bertahan maka janji Tuhan akan membuka jalan karena pencobaan-pencobaan yang kita alami saat ini tidak melebihi kekuatan kita (I Korintus 10:13). Saat ini kita diingatkan untuk tetap teguh dalam iman kita dan menyimpan baik-baik Firman Tuhan yang kita telah dengar sehingga tidak timbul keragu-raguan. Jangan mudah mundur dari hadapan Tuhan.

2.    Paulus (Filipi 1:21-22)

Paulus menghadapi tantangan yang begitu berat, akan tetapi Paulus tetap maju di dalam Tuhan. Apabila kita menghadapi tantangan dalam melayani Tuhan, maka kita diingatkan untuk tidak mundur. Kita harus meneladani sikap Paulus yang tidak mundur melayani Tuhan walaupun menghadapi beban persoalan yang begitu berat (II Korintus 23-28)

Apapun yang telah kita lakukan buat Tuhan, maka jerih lelah kita tidak akan sia-sia dan tidak akan dilupakan oleh Tuhan. Ketika kita dipercayakan untuk melayani Tuhan maka bekerjalah dengan sungguh-sungguh (I Korintus 15:10), tetaplah teguh jangan goyah dan tetaplah giat dalam melayani Tuhan sebab jerih payah kita tidak sia-sia dalam melayani Tuhan (I Korintus 15:58)

Tuhan Memberkati

Menikmati Kebaikan Tuhan

Pembacaan Firman: Ratapan 3:22-24

“Tak berkesudaan kasih setia Tuhan, tak habis-habisnya rahmatNya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaanMu! ‘Tuhan adalah bagianku’, kata jiwaku, oleh sebab itu aku berharap kepadaNya”

Berbicara tentang kasih setia dan rahmat Tuhan adalah selalu baru setiap pagi artinya kasih setia dan rahmat Tuhan adalah baru setiap saat tiada berkesudahan (ayat 23).

menikmati
sumber gambar pixabay.com

Hal penting yang perlu kita miliki untuk dapat menikmati kebaikan Tuhan:
1.    Jadilah sahabat Tuhan (Amsal 22:11, Yohanes 15:14-15). Amsal 22:11 Orang mencintai kesucian hati dan yang manis bicaranya menjadi sahabat raja. Menjadi sahabat Allah, maka syarat utamanya adalah perbuatlah apa yang Tuhan mau.
2.    Belajar untuk mengukur diri sendiri. Matius 7:1 (Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi). Maksudnya agar supaya kita bisa dilatih oleh Tuhan untuk dapat mengintrospeksi diri kita, bukannya memeriksa keberadaan orang lain. Kalau Tuhan yang mengatur hidup kita maka Ia akan menuntun kita meraih kemenangan dalam hidup kita.
3.    Buka tangan untuk Tuhan. Lukas 6:38 “Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah keluar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu”. Apa yang kita berikan, Tuhan akan gantikan dengan takaran yang sama kepada kita artinya Tuhan akan menggantikan dengan jumlah yang lebih sesuai dengan ayat tersebut diatas.
4.    Peduli tentang pembangunan Tubuh Kristus (Galatia 6:10 Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman). Pembangunan Tubuh Kristus pertama-tama dimulai dari lingkungan gereja lokal yaitu membangun di dalam jemaat kita. (Amsal 19:17, Mazmur 41:1-4)
5.    Jalin hubungan yang intim dengan Tuhan. (Lukas 10:38-42) Dalam ayat tersebut menegaskan bahwa Maria telah memberikan diri untuk duduk di bawah kaki Tuhan. Hal ini yang terpenting yaitu kita harus menjalin hubungan yang intim dengan Tuhan karena hal inilah yang diinginkan Tuhan. Maria memilih duduk di kaki Tuhan menjalin hubungan yang erat dengan Tuhan, inilah yang Tuhan inginkan dalam hidup kita untuk selalu dekat dengan Tuhan.
Jadilah sahabat Tuhan dan jangan kehilangan semangat dalam melayani Tuhan serta jadikan Tuhan Yesus sebagai tempat kita berharap.

Tuhan memberkati

Hari Depan Yang Penuh Harapan

Pembacaan Firman: Yeremia 29:11

“Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada padaKu mengenai kamu, demikianlah Firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan”

Setuasi dunia akhir-akhir ini seakan-akan membawa kita kepada perasaan kuatir. Banyak peristiwa yang terjadi membuat kita takut, diantaranya bencana alam, banjir, tanah longsor, tindak kejahatan yang meningkat sampai pada kecelakaan pesawat yang memakan korban yang banyak. Jika kita membaca Firman Tuhan dalam ayat pokok diatas sangat bertolak belakang dengan apa yang terjadi tersebut. Kita harus mengakui bahwa apa yang terjadi dalam kehidupan ini kita harus mengakui bahwa “Tuhan itu baik” karena Tuhan telah merancangkan kepada kita masa depan yang terbaik. Biarlah kita menghargai kasih dan kemurahan Tuhan karena keberadaan hidup kita hanya berkat kemurahan dan kebaikan Tuhan.

harapan
sumber gambar pixabay.com
Banyak hal yang mungkin terjadi dalam perjalanan hidup kita, walaupun terkadang tidak mengenakan akan tetapi kita harus mengakui bahwa bagi setiap orang yang percaya kepada Tuhan selalu ada rencana Tuhan yang indah. Sehingga kita selalu mempunyai pengharapan, beriman bahwa Tuhan pasti memberkati kehidupan kita dan kita juga menyadari bahwa kita juga akan menghadapi berbagai macam pergumulan yang berat.

Hal yang harus kita kerjakan untuk meraih hari depan yang penuh harapan:
1.    Tuguh dalam Tuhan dan jangan tawar hati. Yosua 1:29 “Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu, jangan kecut dan tawar hati, sebab Tuhan, Allahmu, menyertai engkau kemanapun engkau pergi.”
2.    Tetaplah berdoa. Yeremia 33:3 Berserulah kepadaKu, maka aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kau ketahui.
3.    Hiduplah dalam kerendahan hati. Ulangan 8:17-18 Maka janganlah kau katakan dalam hatimu: Kekuasaanku dan kekuatan tangankulah yang membuat aku memperoleh kekayaan ini. Tetapi haruslah engau ingat kepada Tuhan, Allahmu, sebab Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan, dengan maksud meneguhkan perjanjian yang diikrarkanNya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, seperti sekarang ini.

Marilah kita tetap kokoh, tetap maju serta hiduplah dalam kerendahan hati di hadapan Tuhan maka kita akan meraih hari depan yang penuh harapan.

Berserah dan Merendahkan Diri Dihadapan Tuhan

Pembacaan Firman: Ulangan 8:11-18

Memperlihatkan Firman Tuhan ini dari ayat 11 mengatakan Hati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan Tuhan, Allahmu, dengan tidak berpegang pada perintah, peraturan dan ketetapanNya, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini; dan kemudian di ayat 18 lebih memperkokoh atau diperjelas mengatakan bahwa tetapi haruslah engkau ingat kepada Tuhan, Allahmu, sebab Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan, dengan maksud meneguhkan perjanjian yang diikrarkanNya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, seperti sekarang ini. Orang Israel pada saat itu menggambarkan kehidupan orang percaya di akhir zaman ini. Kalau orang Israel diprioritaskan oleh Allah sama seperti kita juga saat ini sangat diperhatikan oleh Tuhan. Ada hal-hal yang harus kita percaya kepada Tuhan supaya pada saat kita menghadapi persoalan, kita dapat mengingat hal-hal tersebut. Dalam kejadian 15:13 Firman Tuhan kepada Abram: “Ketahuilah dengan sesungguhnya bahwa keturunanmu akan menjadi orang asing dalam suatu negerti, yang bukan kepunyaan mereka, dan bahwa mereka akan dperbudak dan dianiaya, empat ratus tahun lamanya. Kita telah diselamatkan oleh Tuhan dan Tuhan telah berbicara tentang keberadaan orang Israel yang diperbudak di Mesir.
berdoa
sumber gambar pixabay.com

Ibrani 2:3-4 dikatakan bahwa nilai keselamatan itu mahal, untuk itu kita harus menghargai hal itu dan menjunjung tinggi keselamatan yang Tuhan telah berikan kepada kita. Mujizat yang terbesar dalam kehiduan kita adalah meraih keselamatan yang Tuhan telah berikan kepada kita. Mujizat yang terbesar dalam kehidupan kita adalah meraih keselamatan dalam kehidupan kita. Menjadi anak Tuhan jangan jadi penakut dan menjadi pengecut. Banyak sekarang jemaat yang mundur sama seperti zaman Tuhan Yesus banyak murid-muridnya mengundurkan diri dikarenakan pada saat Yesus ada mereka diikat oleh persatuan tetapi pada saat Tuhan Yesus mulai disesah mereka mulai meninggalkan Tuhan Yesus. Ketika orang atau hamba Tuhan yang tidak lagi mengandalkan Roh Kudus maka orang tersebut akan terhilang. Setiap pergumulan yang kita alami berbeda satu sama lain akan tetapi untuk menyelesaikannya hanya satu yaitu hanya kita lari kepada Tuhan. Walaupun ada persoalan yang berat yang penting bukan persoalannya melainkan ada Tuhan yang selalu memimpin dan menolong kita walaupun jalan itu berat. Tuhan yang selalu memimpin kita maka Ia juga yang akan menolong kita sama seperti kondisi yang dialami bangsa Israel.

Allah berdiam di tempat tinggi akan tetapi dia ada dalam hati kita sebagai orang percaya. Tuhan mengajarkan kepada kita untuk belajar hidup dengan kerendahan hati, bukan menjadi orang yang sombong dan tinggi hati. Tuhan tidak menginginkan kita untuk tetap selalu berada dalam zona nyaman akan tetapi kadang Tuhan menginginkan kita untuk melewati badai hidup. Yakobus 1:17-18 Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; padaNya tidak ada perubahan atau banyangan karena pertukaran. Atas kehendakNya sendiri Ia telah menjadikan kita oleh Firman kebenaran, supaya kita pada tingkat yang tertentu menjadi anak sulung diantara semua ciptaanNya. Ketika dijadikan prioritas oleh Tuhan sehingga kita dapat naik ke tingkat yang lebih tinggi dan Ia mengajarkan kita untuk tetap merendahkan diri.

Perhatikanlah jika engkau telah diberkati, jangan melupakan Tuhan, ini selalu Tuhan ingatkan kepada kita sesuai dengan Firman Tuhan. Salah satu kehendak Tuhan mengajarkan kepada kita sesuai dengan Firman Tuhan. Salah satu kehendak Tuhan mengajarkan kepada kita untuk merendahkan diri menghadapi persoalan sehingga kita tetap tenang dan tidak takut. Mazmur 34:20 “Kemalangan orang benar banyak, tetapi Tuhan melepaskan dia dari semuanya itu; Untuk itu kita jangan takut karena menjadi keberuntungan bagi kita memiliki Tuhan Yesus yang selalu menolong dan memberikan berkat-berkatNya kepada kita. Janganlah kita menjadi tinggi hati agar supaya kita tetap diberkati oleh Tuhan. 

Tuhan Memberkati

Berseru Kepada Tuhan

Pembacaan Firman: I Yohanes 5:13-15

Ayat 13: Semua itu kutuliskan kepada kamu, supaya kamu yang percaya kepada anak Allah, tahu bahwa kamu memiliki hidup yang kekal. Ayat 14: Dan inilah keberanian percaya kita kepadaNya yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepadaNya menurut kehendakNya. Ayat 15: dan jikalau kita tahu, bahwa Ia mengabulkan apa saja yang kita minta, maka kita juga tahu, bahwa kita telah memperoleh segala sesuatu yang telah kita minta kepadaNya.

Yesus mengajarkan doa yang benar yaitu:
-    Berdoa jangan seperti orang munafik, suka dipuji orang, mereka berdoa merasa tidak seperti orang lain (orang Farisi)
-    Sebagaimana pemungut cukai ia jauh berdoa sambil memukul dirinya merasa orang berdosa dan tidak layan dan Tuhan mengindahkannya.
-    Belajar berdoa/puasa secara pribadi sebagaimana teladan Yesus doa semalam suntuk Ia menyampaikan kepada murid-murindnya tidak sanggupkah kamu berdoa 1 jam saja ?
-    Berdoa menurut kehendak Allah

Ketika kehidupan Allah ada pada kita, terkadang mulai berpikir kita lebih hebat dari orang lain. Lihat kehancuran jemaat Korintus ketika mulai muncul kelompok-kelompok. Kami dari kelompok Paulus, kami dari kelompok Apolos, kami dari kelompok Yesus. Allah kecewa melihat jemaat mulai terpecah-pecah. Bukankah Firman sampaikan bahwa dimana ada persatuan disitulah berkat Allah akan tercurah ? Berdoalah menurut kehendak Allah, meminta dan saling mendoakan satu dengan yang lain, saling meneguhkan, saling membangkitkan dan merasa kita tidak lebih dari orang lain.
 
berdoa
sumber gambar pixabay.com
Contoh bagaimana doa yang dikehendakioleh Allah, Yosua pasal 1, berjalan di rencana Tuhan.
Ayat 1 sesudah Musa, Tokoh yang memimpin bangsa Israel sebagai hamba Tuhan itu mati dilanjutkan oleh Yosua.
Ayat 2 dan seterusnya….bersiaplah seberangi sungai Yordan ketika Allah memberikan perintah Tosua melakukannya. Yosua melewati beberapa daerah yang diminta Allah duduki.
Ayat 3, setiap tempat yang akan diinjak kakimu akan diberkati oleh Allah. Kepasrahan Yosua atas perintah Tuhan membuat dia berhasil. Sekuat-kuatnya kita berusaha menolong diri sendiri semakin pertolongan Tuhan jauh, namun sekuatnya kita sambil berseru kepada Tuhan sesuai kehendakNya yakinlah pertolongan itu sudah ada.

Perkawinan di Kana, Yesus juga diundang di sana, ketika mereka mulai kekurangan/kehabisan air anggur, dimana Yesus melalui kehadiran dan kuasaNya ~ isi tempayan itu dengan air sampai penuh dan merekapun mengisinya sampai penuh kemudian cedoklah ~ lihat pemimpin pesta itu menyiapkan anggur yang sudah bagus tetapi Yesus membuat anggur itu lebih bagus lagi anggur yang manis. Hadirkan anggur itu disetiap rumah tangga orang percaya. Berilah tempat untuk Yesus sebagaimana Yosua berjalan di rencana Tuhan, maka doa kita pasti dijawab oleh Tuhan. Inilah keberanian percaya, pasrah Ia akan mengabulkan doa kita ~ minta sesuai dengan kehendak Tuhan. Ketika kita membuat sesuatu perencanaan mulailah berkata kalau Tuhan berkenan. Jawaban doa yang luar biasa, doa menurut kehendak Tuhan. Ambilah waktu untuk Tuhan, Yesus jauh lebih mengerti. Andalkan Tuhan karena diberkatilah orang-orang yang mengandalkan Tuhan.