Showing posts with label Rencana Tuhan. Show all posts

Carilah Tuhan

Pembacaan Firman: Amos 5:4 

Tuhan memakai Amos untuk menyampaikan pesan Tuhan kepada Bangsa Israel agar mereka dapat hidup. Oleh karena kebejatan moral Bangsa Israel maka Tuhan menyatakan kuasanya untuk menghukum mereka. Akan tetapi walaupun demikian Tuhan begitu mengasihi mereka sehingga Tuhan mengirim Amos untuk menyampaikan pesan Tuhan agar supaya bangsa Israel dapat tetap hidup jika mereka tetap taat kepada Tuhan. begitu juga dengan kita jika kita taat kepada Tuhan maka kita akan hidup dan menyatakan kasih-Nya kepada kita. Marilah kita mencari Tuhan agar kita tetap hidup dan tidak terpengaruh dengan situasi disekitar kita. jika kita hidup dalam Tuhan maka Tuhan juga akan hidup di dalam kita (Amsal 8:35, Yoh 1:4.


2 (dua) kunci untuk mencari Tuhan :
1. Mencari Tuhan dengan segenap hati (Mazmur 119:10)
Mencari Tuhan berarti kita harus berusaha untuk mendapatkan-Nya. Carilah Tuhan dengan hati yang tulus dan sungguh-sungguh, Yeremia 29:13, Matius 15:8-9, 2 Timotius 3:5, Ratapan 3:14. Hampirilah hadirat Tuhan gara kita menerima dan merasakan jamahan Tuhan. carilah Tuhan dengan eribadah dan membangun rumah doa agar Tuhan tidak meninggalkan kita.

2. Selalu ada dalam jalan Tuhan (Ulangan 5:32, Yosua 1:7-9)
Jika kita dalam jalan Tuhan maka Tuhan akan membimbing kita dan menyertai, Mazmur 9:11, lbrani 11:6, Mazmur 34:4-5. Selagi Tuhan memberikan kesempatan maka pergunakanlah waktu itu. Pakailah hidup kita untuk kemuliaan nama Tuhan.

Pandang Kepada Yesus

Pembacaan Firman: Mazmur 34:6

Dalam Ayat Firman Tuhan yang terdapat dalam Mazmur 36:6 adalah merupakan suatu rahasia untuk kita dapat awet muda karena Firman Tuhan mengatakan bahwa jika kita mengarahkan pandangan kita kepada Tuhan maka akan membuat muka kita berseri-seri. Amsal 15:13 dikatakan "Hati yang gembira membuat muka berseri-seri, tetapi kepedihan hati mematahkan semangat". Jika kita hanya memandang pada masalah yang kita hadapi maka kita akan semakin terpuruk.

Dalam mazmur 121:1-8 mengatakan bahwa Tuhan adalah Penjaga Israel walaupun bangsa Israel menghadapi begitu banyak pergumulan. Begitu juga kita sebagai anak-anak Tuhan jika kita memandang kepada Tuhan maka walaupun bayak gunung-gunung persoalan yang kita hadapi maka Tuhan akan selalu menjaga dan menolong kita, Tuhan tidak sekalipun akan tertidur jika mata kita hanya tertuju kepada-Nya. Hal ini merupakan janji Tuhan kepada kita. yang akan kita alami jika memandang kepada Tuhan Yesus adalah :



1. Tuhan Yang Menghapus Dosa Dunia (Yohanes 1:29). Orang yang memandang kepada Tuhan tersedia keselamatan. Roma 8:17 kita berhak menerima janji Allah (Ahli Waris).

2. Doa Hana (1 Sam 1:9-12, 19:20) dengan hati pedih Hana berdoa kepada Tuhan. 5 Hal yang dilakukan hana adalah : 1. Berdoa (ay 9,10) 2. Beribadah (ay 9,10) 3. Berkorban ( Ay 24,25) 4. Bernazar (Ay 26-28) S. Sujud Menyembah (ay 28).

Kejadian 26:12, menaburlah lshak dan ia mendapatkan hasil 100x lipat sebab Tuhan telah memberkati lshak. Jika kita memandang kepada Tuhan maka Tuhan akan memberkati kita, Mazmur 141:8 "Padamulah Tuhan Mataku Tertuju".

Menikmati Kebaikan Tuhan

Pembacaan Firman: Mazmur 22:26-27

Dalam pembacaan Alkitan yang terdapat dalam Mazmur 22:26-27 dapat dilihat 3 (tiga) hal yang dapat kita perhatikan yaitu : Hidup Bersama, Bayar Nazar, dan Tuhan Puaskan Kita. Saat ini yang akan kita pelajari yaitu "Tuhan Puaskan". Manusia pada dasarnya tidak akan pernah puas dengan sesuatu yang telah kita dapatkan dan hal ini merupakan sifat dasar dari manusia. Mazmur 107:9 "sebab dipuaskan-Nya jiwa yang dahaga, dan jiwa yang lapar dikenyangkan-Nya dengan kebaikan", hanya dari Tuhan maka kita dapat merasakan suatu kepuasan dalam hidup ini. Kita harus menyadari bahwa segala sesuatu yang kita ingini yang bukan dari Tuhan adalah suatu yang sia-sia. Disaat kita menghadapi suatu masalah, adanya beban hidup yang menghimpit kehidupan kita maka kita harus belajar merendahkan diri dan hati kita dihadapan Tuhan sehingga Tuhan akan mengangkat segala beban dan masalah kita, Matius 5:6 "Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan". Jika kita lapar dan haus dalam menialani hidup ini maka carilah makanan dan minuman yang berasal dari Tuhan yaitu Firman Tuhan. Dalam Hagai 1:1-14 dikatakan Firman bahwa Bangsa Israel telah mengabaikan Tugas Panggilan dari Allah. Ini merupakan satu peringatan kepada kita untuk jangan melalaikan tugas dan panggilan Allah dalam hidup kita sehingga Tuhan dapat memberkati kita. satu contoh dari Bangsa Israel seperti di kitab Hagai tersebut yang melalaikan tugas yang diberikan Allah yaitu membangun Bait Allah, mereka hanya sibuk membangun rumah mereka sendiri sehingga Tuhan murka atas Bangsa Israel. Yang akan terjadi jika kita melalaikan tugas yang diberikan Tuhan kepada kita adalah dalam Hagai 2:19-20.

Sebaliknya jika kita peduli dan bertanggung jawab akan tugas tanggung jawab yang diberikan Tuhan kepada kita adalah Tuhan akan memberikan kepuasan kepada kita, Tuhan tidak akan melupakan apa yang telah kita tabur dan Tuhan akan memberkati kita dengan kelimpahan. Matius 6:33 "Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu". Amin

Menjadi Sahabat Tuhan

Pembacaan Firman: Yakobus 2:21-23

Banyak hal yang dapat kita nikmati jika kita menjadi sahabat dari orang yang berpengaruh. Jika kita ingin menjadi sahabat Tuhan maka kita harus belajar dari seorang tokoh yaitu Abraham yang fokus hidupnya hanya kepada Tuhan (ayat 21). Apa yang dipikirkan, dilakukan dan dilihat oleh Abraham tertuju kepada Tuhan. Tidak mudah menjadi sahabat Tuhan dan tidak semua orang dapat menjadi sahabat Tuhan. Hanya orang yang melakukan kehendak Tuhan yang dapat menjadi sahabat Tuhan. Abraham adalah orang yang beriman dan Abraham melakukan perbuatan-perbuatan yang sesuai dengan kehendak Tuhan. Abraham dengan rela melakukan firman yaitu menyerahkan anaknya, sebuah perbuatan harus dibarengi dengan ketaatan. Tidak Kebetulan Abraham menjadi sahabat Tuhan. Mengapa Abraham dipilih menjadi sahabat Tuhan, Roma 4:17-21 merupakan konsep hidup Abraham yaitu percaya dari yang tidak ada menjadi ada. Tuhan telah memilih kita untuk menyatakan rahasia kebenaranNya.



Kita harus mencontohi Abraham bagaimana ketaatannya. Abraham tidak bimbang, karena bimbang merupakan cara iblis untuk menjatuhkan hidup kita. Kita harus mengimani bahwa segala sesuatu dapat terjadi dalam hidup kita walaupun kelihatannya tidak mungkin. Banyaklah memperkatakan bahasa iman dan diberengi dengan kesetiaan dan ketaatan sehingga semua yang kita kerjakan selaras dengan kemauan Firman Tuhan. Abraham tidak bimbang dengan janji Allah. Belajarlah mulai dari hal-hal yang kecil dengan bermodalkan jangan bimbang. Tetaplah percaya bahwa Yesus adalah Tuhan yang selalu sanggup menolong kita. Contoh orang yang bersahabat dengan Tuhan adalah dalam Daniel 1:1-9, bagaimana 4 orang muda yang dibawa ke istana raja untuk memperoleh fasilitas dari kerajaan. Tetapi Daniel menolak untuk makan dan minum yang sama seperti raja dan ia tidak mau menajiskan diri karena makanan dan minuman raja sudah dipersembahkan kepada berhala. Daniel memilih takut kepada Tuhandari pada memilih kompromi dengan perintah raja. Hasilnya dari komitmen Daniel itu:

1. Setelah 10 hari perawakan mereka lebih baik (ayat 15)
2. Kecakapan mereka lebih dari yang lain (ayat 18-19)
3. 10x lipat menjadi pintar (ayat 20)

Maka bersahabatlah dengan Tuhan sehingga kita bisa menerima perjanjian Allah berlaku dalam kehidupan kita.

Dibuang Untuk membawa Kesejahteraan

Pembacaan Firman: Yeremia 29:7

"Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu."

Kata "dibuang" tentunya seperti berkonotasi tidak baik dan tidak disukai oleh siapapun. Sesuatu yang "dibuang" tentunya suatu hal yang dianggap tidak berguna dan sudah tidak dibutuhkan lagi. Umat Israel berada dalam pembuangan, namun Firman Tuhan berkata tetap usahakan kesejahteraan dimanapun kamu berada sekalipun dalam "pembuangan", dan menjalani proses ini tentulah tidak mudah. Ada satu contoh sesuatu barang yang dibuang yaitu biji rambutan. Setelah habus dimakan dan dibuang ternyata sebuah biji rambutan dapat bertumbuh dan pada suatu kelak akan menjadi sangat berguna ketika telah menjadi pohon yang besar dan berbuah. Ini salah satu contoh "dibuang membawa kesejahteraan". Dimanapun kita jika kita membawa kesejahteraan di tempat itu maka tempat itu akan menjadi sejahtera dan tentunya akan menjadi kesejahteraan buat kita juga. Mungkin kita merasa "dibuang" di tempat kita berada saat ini, seperti tempat kerja kita, maka kita harus berusaha membawa kesejahteraan ditempat itu, Dimanapun kita berada jika kita membawa kesejahteraan di tempat itu maka Tuhan akan memberkati kita pula. Bagaimana kita membawa kesejahteraan itu, yaitu:

1. Jangan malas dan tetap berusaha. Dimanapun kita telah ditempatkan maka bawalah dan berbuatlah sejahtera di tempat itu dengan tetap berusaha jengan menyerah pada keadaan.
2. Berdoa. Doa akan menjadi kekuatan kita untuk tetap kuat melayani Tuhan. Melalui doa maka iman kita dapat dikuatkan.
3. Pegang Teguh Janji Tuhan. Seperti sebuat biji rambutan yang perlu waktu dan proses untuk bertumbuh, bersabarlah. Janji Tuhan adalah pasti dan akan ditepati. Tuhan akan memberikan apa yang telah dinajikannya kepada kita.
4. Tetap Dalam Rancangan Tuhan. Contoh Yusuf tetap dalam rancangan Tuhan atas dirinya walaupun ia telah dijual dan dipenjarakan. Yusuf tetap setia berjalan dalam rancangan Tuhan sehingga ia dipermuliakan sesuan waktu Tuhan. Yusuf membawa kesejahteraan dimana dia berada sehingga ia diberkati Tuhan.



Jika kita merasa seakan "dibuang" percayalah dan tetaplah dalam rancangan rencana Tuhan. Jika sudah tiba waktunya kita akan dipermuliakan dan tempat dimana kita berada pasti akan diberkati selama kita membawa sejahtera ditempat itu sesuai dengan kehendak Tuhan.

Talenta

Pembacaan Firman: Matius 25:14-30


Tuhan menginginkan kita untuk bertumbuh dan berbuah dengan berlipat ganda. Jika kita melayani Tuhan maka kita dituntut untuk dapat berbuah mau tidak mau atau suka tidak suka. Didalam mengiring Tuhan tentunya kita seringkali berada dalam situasi yang tidak menyenangkan ataupun dalam posisi terendah sekalipun dalam hidup kita. jika kita berada dalam situasi demikian dan kita mundur dari Tuhan maka hal ini disebabkan kita tidak berbuah. Keselamatan kita merupakan tanggung jawab kita sendiri sehingga kita harus memperbaiki diri kita sehingga tetap kuat dalam Tuhan.

Berkaitan dengan talenta yang Tuhan telah berikan kepada masing-masing kita maka sudah menjadi kewajiban kita untuk mengembangkannya. Tuhan memberikan talenta kepada kita dengan satu tujuan yaitu agar kita dapat berbuah didalam Tuhan. jika kita mengembangkan talenta kita maka kita telah menabur hal yang baik dalam Tuhan. Tuhan menginginkan kita untuk menabur dengah hati yang penuh sukacita sehingga Tuhan memberkati kita. Menabur dengan hati sebagai hamba berarti kita memiliki hati yang mau merendahkan diri dihadapan Tuhan sehingga kita dapat ditinggikan oleh Tuhan.



Jika kita berada dalam situasi yang terendah sekalipun tetap kita perlu menyadari bahwa Tuhan tidak akan pernah meninggalkan kita sekalipun. Seperti Ayub, disaat dia menghadapi situasi yang sulit ia tetap percaya kepada Tuhan dan ia tidak menjadi lemah sehingga Tuhan memulihkan keadaannya dan memberkatinya. Ayub menyadari bahwa ia percaya kepada Tuhan. Jika kita menghadapi masalah yang sangat sulit sekalipun maka belajarlah seperti burung rajawali yang mampu terbang tinggi dengan mengikuti angin yang membawanya terbang tinggi dengan tidak membutuhkan banyak tenaga karena ia memanfaatkan kuatnya angin untuk terbang tinggi. Kita harus menyadari bahwa kasih Tuhan tidak pernah berkesudahan dan Tuhan tidak pernah meninggalkan kita. Tuhan sangat baik bagi kita sehingga Tuhan akan selalu menolong kita. Jangan mundur dalam melayani Tuhan tetapi tetaplah maju mengiring Tuhan dan berkarya untuk nama Tuhan sehingga kita dapat masuk dalam kategori hamba yang baik yang dapat mengembangkan talenta yang Tuhan percayakan kepada kita. Amin.

Menjadi Dewasa Rohani

Pembacaan Firman: Roma 8:29

Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.


Status kita adalah anak Tuhan Yesus Kristus sehingga kita bisa berada di Gereja untuk beribadah memuji dan menyembah Tuhan Yesus Kristus. panggilan tertinggi kita sebagai anak Tuhan adalah dalam Roma 8:29 "Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan Kristus yaitu karakter Kristus harus ada dalam kehidupan kita. Kita harus serupa dengan Kristus jika ingin bertumbuh dan berbuah. Kedewasaan rohani merupakan satu dasar untuk menjadi serupa dengan Kristus. Kita dituntut untuk dapat menentukan pilihan untuk menjadi serupa dengan Kristus maka kita harus bisa mengambil suatu keputusan untuk menjadi serupa dengan Kristus maka kita harus bisa mengambil suatu keputusan untuk menjadi serupa dengan Kristus sehingga kita dapat bertumbuh dan berbuah.




1 Korintus 3:1-2 "Dan aku, saudara-saudara, pada waktu itu tidak dapat berbicara dengan kamu seperti dengan manusia rohani, tetapi hanya dengan manusia duniawi, yang belum dewasa dalam Kristus. Susulah yang kuberikan kepadamu, bukanlah makanan keras, sebab kamu belum dapat menerimanya. Dan sekarang pun kamu belum dapat menerimanya". Ini adalah masalah di Korintus yaitu adanya ketidak dewasaan di jemaat tersebut. Diperlukan kedewasaan rohani, karakter kita harus dibentuk dengan Firman sehingga kita bisa dewasa. Dengan Firman kita dapat berubah menjadi dewasa rohani karena dalam Firman ada perintah dan janji. Ciri-ciri dewasa rohani:

  1. Emosi harus diatur/stabil
  2. Merubah cara berpikir kita (Roma 12:2)
  3. Haus dan lapar akan kebenaran Firman Tuhan
  4. Mempraktekan Firman Tuhan

Finishing Well

Pembacaan Firman: Yosua 11:21-23

"Pada waktu itu Yosua datang dan melenyapkan orang Enak dari pegunungan, dari Hebron, Debir dan Anab, dari seluruh pegunungan Yehuda dan dari seluruh pegunungan Israel. Mereka dan kota-kota mereka ditumpas oleh Yosua. Tidak ada lagi orang Enak ditinggalkan hidup di negeri orang Israel; hanya di Gaza, di Gat dan di Asdod masih ada yang tertinggal. Demikianlah Yosua merebut seluruh negeri itu sesuai dengan segala yang difirmankan TUHAN kepada Musa. Dan Yosuapun memberikan negeri itu kepada orang Israel menjadi milik pusaka mereka, menurut pembagian suku mereka. Lalu amanlah negeri itu, berhenti dari berperang."

Ada begitu banyak orang menyelesaikan suatu pekerjaan tetapi tidak dengan sempurna. Yosua orang yang dipersiapkan Tuhan untuk memimpin orang Israel untuk masuk ke tanah Kanaan. Yosua dipersiapkan oleh Tuhan untuk berperang dan untuk mencapai negeri yang dijanjikan itu. Seperti Yosua, Tuhan menginginkan kita untuk meraih tujuan hidup yang baik maka kita harus berperang dalam segala hal untuk mencapai cita-cita kita. Jika kita ingin meraih keberhasilan maka kita harus:

  1. Merencanakan segala sesuatu dengan baik
  2. Melewati proses yang akan membawa kita tetap kuat.
  3. Finishing atau menyelesaikan segala sesuatu yang telah kita rencanakan, kerjakan dengan sempurna.



Ayat 21 "...mereka dan kota-kota mereka ditumpas oleh Yosua". bangsa Israel menjadi kuat karena hati Tuhan ada bersama dengan mereka. Bangsa Israel terikat dengan perjanjian Tuhan untuk menyertai mereka. Ayat 22 "Tidak ada lagi orang Enak ditinggalkan hidup di negeri orang Israel, hanya di Gaza, di Gat dan di Asdod masih ada yang tertinggal". Karena hal inilah yang dikemudian hari menjadi masalah bagi Bangsa Israel

Sangat berbahaya jika kita melakukan segala sesuatu akan tetapi tidak menyelesaikan dengan sempurna. Jika melakukan suatu pekerjaan lakukanlah dan selesaikan dengan sempurna, jangan meremehkan hal-hal yang kecil yang kita tinggalkan. Yosua melakukan pekerjaan yang diperintahkan Tuhan akan tetapi tidak "Finishing Well" atau menyelesaikan dengan tidak sempurna. Kota Gaza turunan orang Enak, dahulu Filistin merupakan musuh, hama bagi Bangsa Israel. Jika melakukan segala sesuatu pekerjaan, kerjakanlah sampai selesai, tuntas (Finishing Well) sehingga tidak menimbulkan masalah  dikemudian hari. Pengkhotbah 7:9, Akhir suatu hal lebih baik dari pada awalnya. Yang paling penting kita harus mengakhiri dengan sempurna. Finishing Well, jika kita telah memulai suatu pekerjaan; apakah kita mengakhiri dengan baik atau buruk ?. salah satu tujuan hidup kita adalah serupa dengan Kristus, Filipi 2:5, Efesus 4:15. Yohanes 19:28-30,..."it is finished".

Rancangan Tuhan Bagi Kita

Pembacaan Firman Kejadian 1:26


"Baiklah kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan dilaut dan burung-burung diudara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap dibumi."


Keberadaan kita dibumi ini bukanlah hasil evolusi, melainkan dirancang dan diciptakan oleh Tuhan. Bahkan kita adalah makhluk ciptaan Tuhan yang paling mulia melebihi ciptaan-ciptaan Tuhan lainnya, karena kita diciptakan serupa dan segambar dengan Dia. Jadi kita ada bukan karena kebetulan, dibalik itu semua Tuhan memiliki rancangan yang indah dan luar biasa atas hidup kita.

Adapun rancangan Tuhan dalam hidup kita adalah: Pertama untuk memperoleh berkat Tuhan. Tertulis: "Allah memberkati mereka" (Ayat 28). Jika keadaan kita sepertinya belum berubah dan belum mengalami berkat-berkat Tuhan, jangan kecewa. Kita harus dengan iman berkata bahwa hidup kita pasti diberkati Tuhan. Memang, akibat dosa, manusia hidup dibawah kutuk, tapi Tuhan Yesus datang ke dunia untuk mengubah kutuk itu menjadi berkat. Ia datang untuk memulihkan segala sesuatau yang telah rusak. "Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: 'Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!'" (Galatia 3:13). Tuhan Yesus sendiri menegaskan. "Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan." (Yohanes 10:10b).

Kedua, untuk beranak cucu dan hidup produktif. "Beranak cuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi..." (ayat 28). Kata 'produktif' di sini bukan hanya dalam hal keturunan, tetapi juga menghasilkan hal-hal yang baik bagi Tuhan sesuai dengan talenta dan karunia yang Dia berikan. "Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup didalamnya." (Efesus 2:10). Tuhan menghendaki kita menghasilkan keturunan-keturunan yang berkarakter ilahi; dan melalui pekerjaan baik yang kita lakukan, kehidupan kita akan menjadi berkat dan kesaksian bagi dunia. Inilah kehendak Tuhan bagi kita, karena keberadaan kita di tengah-tengah dunia adalah sebagai terang dunia dan garam dunia (baca Matius 5:13-16). Kalau garam itu menjadi tawar, bukankah kita tidak bergina lagi selain dibuang ?



Rancangan Tuhan bagi kita selanjutnya adalah untuk berkuasa. "...berkuasalah atas ikan-ikan dilaut dan burung-burung diudara dan atas segala binatang yang merayap dibumi." (Kejadian 1:28). Kuasa untuk menaklukan segala kedagingan; menaklukan segala rintangan yang menghalangi langkah kita untuk meraih kemendangan. Firman Tuhan menegaskan bahwa kita ini dirancang untuk menjadi pemenang dan bukan pecundang. "Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita." (Roma 8:37), karena Roh yang ada didalam kita itu lebih besar daripada Roh yang ada didalam dunia ini (baca 1 Yohanes 4:4), yaitu "...roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban." (2 Timotius 1:7).

Disamping itu Tuhan merancang kita untuk bekerja dan melayani Dia. Dikatakan, "Tuhan Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu." (Kejadian 2:15). Ketika Adam diciptakan, Tuhan menempatkan dia di taman Eden. Tuhan memberikan tugas kepadanya untuk mengusahakan dan merawat taman itu. Kata 'mengusahakan dan memelihara' memiliki arti melakukan pekerjaan. Jadi Tuhan menghendaki Adam bekerja, bukan bermalas-malasan atau berpangku tangan saja. Demikian pula kita ini dirancang Tuhan untuk bekerja bagi Dia. Bahkan rasul Paulus dengan keras mengatakan, "...jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan." (2 Tesalonika 3:10). Yakobus pun menambahkan bahwa, "jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati." (Yakobus 2:17).

Tidak ada alasan bagi kita untuktidak bekerja bagi Tuhan, karena Tuhan telah memberikan kepada kita talenta dan karunia yang berbeda-beda. Jadi "Kita harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku, selama masih siang; akan datang malam dimana tidak ada seorang pun yang dapat bekerja." (Yohanes 9:4). Rancangan Tuhan bagi kita sungguh luar biasa, jangan sia-siakan waktu yang ada!

Belajar Dari Rahasia Keberhasilan Hidup Daniel

Pembacaan Firman Daniel 2:48


"Lalu raja memuliakan Daniel: dianugerahinyalah dengan banyak pemberian yang besar, dan dibuatnya dia menjadi penguasa atas seluruh wilayah Babel dan menjadi kepala semua orang bijaksana di Babel."


Hari ini kita belajar dari seorang pemuda yang mampu 'mengalahkan' dunia. Daniel adalah orang muda yang memiliki roh luar biasa dan memiliki kualitas hidup diatas rata-rata. Dalam bahasa Ibrani nama 'Daniel' memiliki arti 'Tuhanlah hakimku'. Kata 'hakim' sendiri memiliki makna yang sangat luar biasa, suatu gambaran tentang kebijaksanaan yang didalamnya terkandung hikmat, kekudusan, intelektual dan juga integritas. Daniel adalah seorang dari orang-orang muda pilihan yang ditangkap dan dibawa oleh Nebukadnezar, raja Babel, pada waktu Yerusalem runtuh. "...orang-orang muda yang tidak ada sesuatu cela, berperawakan baik, yang memahami berbagai-bagai hikmat, berpengetahuan banyak dan yang mempunyai pengertian tentang ilmu, yakni orang-orang yang cakap untuk bekerja dalam istana raja, supaya mereka diajarkan tulisan dan bahasa orang Kasdim." (Daniel 1:4). Di begeri Babel, oleh pemimpin pegawai istana, nama Daniel diganti menjadi Beltsazar.

Meski berada di negeri pembuangan, grafik kehidupan Daniel bukannya menjadi merosot, justru sebaliknya makin hari makin naik seperti janji firmanNya, "Tuhan akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun," (Ulangan 28:13). Keberhasilan Daniel didapat bukan karena malakukan kecurangan, suap atau kompromi, tapi karena ia memiliki kualitas hidup yang 'berbeda' dari orang lain. Inilah yang dilakukan Daniel: pertama, ia berkomitmen untuk hidup kudus. Bukanlah perkara yang mudah bagi anak muda untuk tidak menajiskan diri dari perkara-perkara duniawi. "Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya dengan santapan raja dan dengan anggur yang biasa diminum raja; dimintanyalah kepada pemimpin pegawai istana itu, supaya ia tak usah menajiskan dirinya." (Daniel 1:8).

Daniel bersikap tegas dan tidak mau berkompromi sedikitpun dengan dosa dan tetap berkomitmen untuk menjaga kekudusan hidupnya. Apa kuncinya ? "Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih ? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu." (Mazmur 119:9).



Rahasia hidup Daniel kedua  adalah menjaga pergaulannya. Ia tidak sembarangan bergaul dan sangat selektif memilih teman, sebab ia sadar bahwa "Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik." (1 Korintus 15:33). Karena itulah Daniel membangun hubungan dengan teman-teman yang sama-sama takut akan Tuhan dan memiliki kerohanian yang baik pula, sehingga mereka dapat saling mendukung, menasihati, mengingatkan dan menguatkan. "Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya." (Amsal 27:17). Berhati-hatilah dalam bergaul! dengan siapa kita bergaul dan siapa teman-teman di sekitar kita sangat mempengaruhi pola pikir dan juga menentukan perjalanan hidup kita, akan seperti apa dikemudian hari, sebab "Siapa bergaul dengan orang bijak menjadi bijak, tetapi siapa berteman dengan orang bebal menjadi malang." (Amsal 13:20). Daniel pun memilih Hananya, Misael dan Azarya sebagai sahabat-sahabatnya.

Hal ketiga adalah Daniel berkomitmen untuk memelihara kehidupan doanya setiap hari. Ia senantiasa menyediakan waktu khusus untuk Tuhan tiga kali sehari berlutut, berdoa dan memuji-muji Tuhan. Tertulis: "Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya." (Daniel 6:11). Sebagai pejabat pemerintahan tentunya Daniel punya banyak aktivitas dan kesiukan; meski demikian ia tidak pernah lalai menyediakan waktu untuk bersekutu dengan Tuhan. Di segala keadaan Daniel tetap tekun berdoa. Hal ini menunjukan bahwa ia senantiasa mengandalkan Tuhan dan melibatkan Dia di segala aspek hidupnya.

"Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka ?" (Lukas 18:17). Itulah sebabnya apa saja yang dikerjakan Daniel senantiasa berhasil dan beruntung, karena tangan Tuhan selalu campur tangan.

"Dan Daniel ini mempunyai kedudukan tinggi pada zaman pemerintahan Darius dan pada zaman pemerintahan Koresh, orang Persia itu." (Daniel 6:29)

Ajarlah Kami Tuhan

Pembacaan Firman: Mazmur 90:12


“Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.”

Dalam Firman Tuhan kata “ajarlah kami” memiliki makna bahwa sebagai anak Tuhan yang percaya sungguh kepadaNya, kita senantiasa berusaha untuk mendapatkan pangajaran. Selama kita hidup di dunia maka kita melewati proses belajar dalam kehidupan kita sehari-hari. Dalam hal ini proses belajar berarti kita berusaha mendapatkan ilmu, kemampuan (skill) dan yang penting adalah berusaha untuk ada perubahan dalam kehidupan berkaitan dengan pengenalan kita akan Tuhan. Perubahan dalam kehidupan dalam proses kita belajar hendaklah semakin memperdalam pengenalan kita kepada Tuhan.

belajar alkitab
sumber gambar pixabay.com

Dalam Mazmur 94:12 pemazmur mengatakan bahwa berbahagialah orang yang Tuhan ajar dari Taurat Tuhan. Seringkali ditemui dalam kehidupan sehari-hari bahwa pada saat kita menghadapi persoalan atau masalah yang begitu berat maka kita seringkali menyalahkan orang lain, kita tidak menyadaari bahwa kadangkala persoalan yang kita hadapi tersebut merupakan satu proses yang Tuhan izinkan untuk kita lalui dengan satu tujuan agar kita dilatih untuk tetap kuat di dalam Tuhan dan tetap berharap dan bersandar kepada kuasa Tuhan. Persoalan yang kita hadapi merupakan suatu proses agar kita menjadi anak-anak Tuhan yang tahan uji dan bukan anak Tuhan yang gampangan, akan tetapi anak Tuhan yang telah melewati suatu proses. Jika kita menghadapi persoalan hidup seberat apapun juga dan kita menyadari bahwa hal ini merupakan suatu proses dan kita tetap bertahan, maka kita akan melihat kebesaran dan kemuliaan Tuhan pada akhirnya. Satu hal yang harus kita sadari adalah kita harus belajar untuk mengerti kehendak Tuhan karena dengan kita mengerti kehendak Tuhan maka kita akan diajarkan bagaimana cara kita untuk berserah pada kehendaknya.

Dalam Yohanes 3:34 dikatakan bahwa kita dikaruniakan Roh-Nya dengan tidak terbatas untuk menyampaikan Firman Tuhan sebab kita merupakan utusan Tuhan. Hal ini mengandung arti bahwa kita sebagai utusan Tuhan diberikan kekuatan untuk menghadapi persoalan hidup sebesar apapun juga karena Tuhan telah memperlengkapi kita dengan kekuatan yang berasal dari padaNya. Jika kita tetap berjalan bersama Tuhan, maka Tuhan akan selalu menolong kita dan Ia tidak akan pernah meninggalkan kita. Tuhan tidak pernah kehabisan cara untuk menolong kita karena Tuhan yang kita sembah adalah Tuhan yang tahu kemampuan kita sehingga Ia akan selalu memberikan kekuatan (Filipi 4:13 “segala perkara dapat kutanggung didalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku”). II Korintus 2:14a “syukur bagi Allah yang dalam Kristus selalu membawa kami di jalan kemenanganNya”. Setiap saat kita berjalan dengan Tuhan Yesus maka Ia memberikan kemenangan atas persoalan dan permasalahan kita.

Tuhan Memberkati

Hari Depan Yang Penuh Harapan

Pembacaan Firman: Yeremia 29:11

“Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada padaKu mengenai kamu, demikianlah Firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan”

Setuasi dunia akhir-akhir ini seakan-akan membawa kita kepada perasaan kuatir. Banyak peristiwa yang terjadi membuat kita takut, diantaranya bencana alam, banjir, tanah longsor, tindak kejahatan yang meningkat sampai pada kecelakaan pesawat yang memakan korban yang banyak. Jika kita membaca Firman Tuhan dalam ayat pokok diatas sangat bertolak belakang dengan apa yang terjadi tersebut. Kita harus mengakui bahwa apa yang terjadi dalam kehidupan ini kita harus mengakui bahwa “Tuhan itu baik” karena Tuhan telah merancangkan kepada kita masa depan yang terbaik. Biarlah kita menghargai kasih dan kemurahan Tuhan karena keberadaan hidup kita hanya berkat kemurahan dan kebaikan Tuhan.

harapan
sumber gambar pixabay.com
Banyak hal yang mungkin terjadi dalam perjalanan hidup kita, walaupun terkadang tidak mengenakan akan tetapi kita harus mengakui bahwa bagi setiap orang yang percaya kepada Tuhan selalu ada rencana Tuhan yang indah. Sehingga kita selalu mempunyai pengharapan, beriman bahwa Tuhan pasti memberkati kehidupan kita dan kita juga menyadari bahwa kita juga akan menghadapi berbagai macam pergumulan yang berat.

Hal yang harus kita kerjakan untuk meraih hari depan yang penuh harapan:
1.    Tuguh dalam Tuhan dan jangan tawar hati. Yosua 1:29 “Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu, jangan kecut dan tawar hati, sebab Tuhan, Allahmu, menyertai engkau kemanapun engkau pergi.”
2.    Tetaplah berdoa. Yeremia 33:3 Berserulah kepadaKu, maka aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kau ketahui.
3.    Hiduplah dalam kerendahan hati. Ulangan 8:17-18 Maka janganlah kau katakan dalam hatimu: Kekuasaanku dan kekuatan tangankulah yang membuat aku memperoleh kekayaan ini. Tetapi haruslah engau ingat kepada Tuhan, Allahmu, sebab Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan, dengan maksud meneguhkan perjanjian yang diikrarkanNya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, seperti sekarang ini.

Marilah kita tetap kokoh, tetap maju serta hiduplah dalam kerendahan hati di hadapan Tuhan maka kita akan meraih hari depan yang penuh harapan.

Rebutlah Hidup yang Kekal (Bagian 2)

Pembacaan Firman: I Timotius 6:12
“Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar dan rebutlah hidup yang kekal. Untuk itulah engkau telah dipanggil dan telah engkau ikrarkan ikrar yang benar didepan banyak saksi”

Yohanes 10:28-30 menjelaskan bahwa adanya hubungan antara Yesus dengan domba-dombaNya. Tuhan merupakan gembala dan kita sebagai orang-orang percaya merupakan domba-dombaNya. Dalam Firman Tuhan diatas  Yaitu Yohanes 10:28-30 dapat kita perhatikan bahwa ciri-ciri domba adalah suka mendengar dan dikenal oleh Gembalanya serta domba merupakan pengikut yang baik.
hidup
sumber gambar pixabay.com
Erat hubungannya dengan hidup yang kekal. Kita tidak dapat mengerti kebenaran Firman Tuhan tanpa adanya urapan Roh Kudus, urapan Roh Kudus merupakan syarat mutlak bagi kita untuk dapat menyelami maksud dan kehendak Tuhan atas kehidupan kita sebagai domba-dombaNya. Sesuai dengan ciri-ciri dombaNya Tuhan maka kita harus mengikuti Gembala dengan mengikuti atau taat kepada Gembala, diikuti dengan suka mendengar sehingga kita dapat dikenal oleh Tuhan sebagai Gembala kita.

Orang yang mendengar suara Tuhan maka ia akan mengikuti dan taat kepada FirmanNya sehingga ia akan dikenal oleh Bapa. Dengan demikian maka janji Tuhan yang akan memberikan hidup yang kekal, tidak binasa akan kita alami dan rasakan dan seorangpun tidak dapat merebut kita dari tangan Tuhan yang merupakan Gembala kita. Yohanes 10:14 Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-dombaKu dan domba-dombaKu mengenal Aku.

Untuk itu Firman Tuhan mengingatkan kepada kita untuk menjadi jemaat Tuhan yang dikenal oleh Bapa dan yang melakukan segala perintahNya sehingga hidup yang kekan dapat kita raih.

Tuhan Memberkati

Perintah Tuhan Bagi Kita

Pembacaan Firman: I Yohanes 3:23

“Dan inilah perintahNya itu: supaya kita percaya akan nama Yesus Kristus, AnakNya, dan supaya kita saling mengasihi sesuai dengan perintah yang diberikan Kristus kepada kita.”

Setiap perintah yang diperintahkan Tuhan kepada kita hendaknya kita lakukan dengan sesungguhan dan sukacita, apabila ternyata kita tidak melakukan perintahNya, kita hanya akan mengecewakan Tuhan. Ada 2 perintah Tuhan Yesus bagi kita yang merupakan perintah yang utama, yaitu:

sumber gambar pixabay.com

1.    Tugas Internal Gereja

I Yohanes 4:11 “Saudara-saudaraku kang kekasih, jikalau Allah sedemikian mengasihi kita, maka haruslah kita juga saling mengasihi”. Begitu jelas rasul Yohanes menulis betapa pentingnya kita saling mengasihi. Ini merupakan tugas kita dalam lingkup sesama jemaat. Pada saat kita saling mengasihi, maka kita telah melakukan perintah Tuhan. Ini merupakan pondasi awal bagaimana kita akan membangun rohani kita yang mengikuti perintah Tuhan. Yohanes 13:34 “Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi”. Yohanes menulis hal ini sebagai perintah baru karena Yohanes menyadari hal saling mengasihi merupakan pondasi awal bagaimana kita dapat membangun hubungan yang baik dengan Tuhan karena kita sebagai anak-anak Tuhan. Yohanes adalah seorang rasul yang sangat dekat dengan Tuhan dibuktikan dengan banyaknya tulisan yang rasul Yohanes tulis mengenai hubungan kasih antara kita dengan Tuhan dan antara sesama jemaat. Roma 14:19 “Sebab itu marilah kita mengejar apa yang mendatangkan damai sejahtera dan yang berguna untuk saling membangun”. Ada upaya kita untuk mengerjakan sesuatu yang bukan hanya kepentingan diri sendiri melainkan untuk kepentingan kita semua. Kalau ini telah dilakukan oleh gereja maka kita akan semakin dekat dengan Tuhan. Kejarlah damai sejahtera dan sukacita yang dari Tuhan. Kalau kita telah dekat dengan Tuhan maka apa saja yang kita minta kepadaNya maka Tuhan akan memberikannya.

2.    Tugas Eksternal Gereja

Kita tidak bisa mengerjakan tugas eksternal jika kita belum melakukan tugas internal gereja. Markus 16:15,20 “Lalu Ia berkata kepada mereka:”Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan Firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya”. Pada murid pada saat menerima perintah maka mereka langsung bergerak dan pergi memberitakan injil karena mereka tahu bahwa Tuhan akan menyertai mereka. Goal setting Allah (Tujuan Allah) dalam I Petris 3:9 “Tuhan tidak lalai menepati janjiNya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat”.
Maukah kita melakukan perintah ini ? Yesaya 6:8: “Lalu aku mendengan suara Tuhan berkata: “Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku ?” Maka sahutku: “ini aku, utuslah aku!”. Jangan kita hitung-hitungan dengan Tuhan, dalam Wahyu 22:12 Sesungguhnya Aku datang segera dan aku membawa upahKu untuk membalaskan kepada setiap orang menurut perbuatannya. Tuhan telah menyiapkan upah kita masing-masih, layanilah Tuhan dan kerjakanlah semuanya itu. Jangan lalaikan Tugas dan Panggilan Allah sebab upah telah tersedia bagi kita dan kerjakanlah semuanya itu dengan setia karena tidak semua orang padat dipercayakan tugas dari Allah.

Tuhan Memberkati

Kelimpahan Didalam Tuhan

Pembacaan Firman: Yohanes 15:1,2,5

Dizaman sekarang ini ada banyak model kelimpahan atau kemewahan tetapi semu. Ada banyak pejabat, aparat penegak hukum dan tokoh masyarakat di negara kita, yang hidupnya kelihatan berkelebihan tetapi diliputi dengan berbagai permasalahan akibat dari tidak benarnya sumber kelimpahan itu. Dalam bahasa sehari-hari kitab Yohanes 15:1-8 dinyatakan bahwa Tuhan yesus adalah sebagai pohon anggur yang sejati dan Allah Bapa adalah tukang kebunnya. Hal ini menunjukan bahwa sumber segala kelimpahan bukan dari hasil kerja keras manusia namun semuanya berasal dari Allah.

Anggur sifatnya merambat bukan seperti pohon lain yang tumbuh vertikal. Untuk tumbuhnya pohon anggur diperlukan tempat merambatnya pohon anggur tersebut. Ranting-ranting dari pohon anggur adalah orang-orang yang mengaku pengikut Yesus dan yang sudah menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat.
kebun anggur
sumber gambar pixabay.com
Ayat 2 bebicara tentang ranting yang gagal berbuah. Sesuai dengan terjemahan aslinya dalam ayat ini dikatakan bahwa bagi ranting-ranting yang seperti ini memiliki kecenderungan kearah bawah/tidak merambat mengikuti tempatnya dan disatukan dengan pohonnya. Ranting itu menunjukan hidup manusia yang berada pada posisi yang keliru karena mengarah ke bumi/dunia dan tidak bergantung pada pokok yang benar (Kolose 3:1; II Timotius 3:16).

Untuk ranting yang berbuah tapi tidak maksimal atau belum seperti yang Tuhan mau (Yohanes 15:26), menurut terjemahan asli dari alkitab dikatakan bahwa ranting yang seperti ini akan disentuh dengan alat pemotong. Mengapa ranting tersebut dipotong/dibersihkan ? karena terlalu banyak daun akan menghambat buah.

Hal yang harus kita renungkan, apa saja yang menjadi “daun yang berlebihan” dalam hidup kita yang tidak perlu akan dibersihkan agar hidup kita berbuah. Kalau hidup kita sudah terlalu banyak “daun”, mari relakan dan buka hati untuk digunting apa yang harus dibersihkan dari hidup kita. Daun-daun kecongkakan yang harus dipotong oleh Bapa, dan daun-daun lainnya. Itu merupakan proses yang kita lalui untuk dibentuk oleh Tuhan. (Mazmur 37:35, Amsal 21:4, Matius 23:12, Yeremia 17). Relakan hidup kita digunting dengan nasihat-nasihat Firman Tuhan. Jika kita rela dan membuka hati untuk kembali (ke tempatnya), maka kita akan berbuah melimpah dan inilah kelimpahan yang sesungguhnya.

Tuhan memberkati

Mengikuti Jalan Tuhan

Pembacaan Firman: Mazmur 37:5-6

“Serahkanlah hidupmu kepada Tuhan dan percayalah kepadaNya, dan Ia akan bertindak; Ia akan memunculkan kebenaranmu seperti terang, dan hakmu seperti siang.”

Daud adalah seorang raja yang mempunyai segala-galanya, tetapi Ia menyadari bahwa apa yang dimilikinya terbatan, karena itu Ia menyerahkan jalannya kepada Tuhan. Kita pun manusia yang lemah dan terbatas seperti Daud, seringkali tersesat seperti domba yang mengambil jalannya sendiri (Yesaya 53:6). Karena itu serahkanlah jalan kita kepada Tuhan agar kita tidak tersesat. Ia akan bertindak, Ia akan mengambil alih seluruh beban kita.

Siapapun dari kita tidak bebas dari pergumulan hidup. Karena kepada kita, dikaruniakan bukan hanya percaya saja, tetapi juga menderita untuk dia. Seperti halnya pemazmur, seringkali kita berada dalam lembah kekelaman, lembah penderitaan, tetapi disitulah kemuliaan Tuhan akan dinyatakan.
jalan
sumber gambar pixabay.com
Yunus adalah orang yang dipilih Tuhan untuk memberitakan injil kepada Niniwe (Yunus 1:1-17). Tetapi Yunus menolak jalan Tuhan, ia melarikan diri ke Tarsis, jauh dari hadapan Tuhan, ia tidak dengar-dengaran kepada Tuhan, ia tidak menyerahkan diri kepada Tuhan dan akibatnya datang angin ribut.

Kalau tidak mau menghadapi angina ribut, serahkanlah jalan kita kepada Tuhan, berjalanlah bersama Tuhan. Kalaupun ada angina ribut, Tuhan akan memproteksi kita, berjalan saja terus karena ada Dia besarta kita. Ikut jalan Tuhan akan membuat kita sejahtera.

Kalau kita ada dijalan Tuhan maka dalam sekejap, Ia bisa memberikan kelimpahan kepada kita, tetapi sebaliknya kalau kita tidak mengikuti jalan Tuhan maka dalam sekejap Ia dapat mengambil semua yang kita miliki. Selama kita ada dijalan Tuhan, selama itulah kita akan dipelihara oleh Tuhan. Jadilah seperti Yosua, kalau kita ingin berhasil, dalam perjalanan hidup kita (Yosua 1:8). Serahkanlah pergumulan kita kepada Tuhan, komitlah dengan Tuhan, jangan meragukan Dia, percayalah Tuhan tidak akan mengecewakan kita.

Unsur mempercayakan diri sepenuhnya kepada Tuhan yang akan membuat Ia bertindak. Pergumulan kita besar, tetapi ada Tuhan yang lebih besar dari pergumulan kita. Ia akan memunculkan kebenaranmu seperti terang dan hakmu seperti siang. Tuhan akan memunculkan keberhasilan, kesuksesanm keuntungan dan hal-hal yang besar bagi kita. Karena itu bertahanlah, tetaplah kuat di dalam Tuhan, jangan mundur, jangan kecewa, Dia sudah menyiapkan berkat-berkat untuk kita. Bersama Tuhan kita akan cakap menanggung segala perkara dan bersama dia kita akan melakukan perkara-perkara yang besar.

Tuhan memberkati.

Menjadi Pembesar Sorga

Pembacaan Firman: I Korintus 6:2a

“Atau tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang kudus akan menghakimi dunia ?”

Keselamatan adalah pintu gerbang pertama untuk kita masuk dalam kerajaan sorga. Tetapi kita jangan berpikir cukuplah kita diselamatkan. Karena Tuhan mempunyai rencana yang lebih besar dari itu. Kepada kita diberikan hak istimewa menjadi hakim yang memerintah bersama Yesus untuk menghakimi dunia. Kita akan menjadi pembesar-pembesar sorga yang diberikan hak yang sama dengan rasul-rasul untuk duduk makan bersama-sama Yesus. Kita diberi otoritas sebagai hakim untuk memerintah bersama Yesus.
sumber gambar pixabay.com
Syarat untuk kita duduk bersama Yesus, menjadi pembesar sorga yang memerintah bersama Dia yaitu:

1.    Tahan Uji (Lukas 22:28-29)

Kita harus menjadi anak Tuhan yang tahan uji, tidak putus asa dan tidak suam-suam kuku. Kita harus lulus ujian untuk tinggal bersama Yesus. Ujian akan mendatangkan kekuatan yang besar untuk kita, karena itu bertahanlah. Ujian akan iman kita akan menghasilkan ketekunan. Sesulit apapun yang kita hadapi, teruslah tinggal bersama Yesus. Jangan kecewa, jangan lari dari tanggung jawab dalam pekerjaan Tuhan. Karena orang yang lari dari tanggung jawab dalam pekerjaan Tuhan mereka tidak akan menikmati keberhasilan dalam hidupnya.

2.    Kerendahan Hati (I Samuel 2:8)

Rahasia untuk bisa diangkat oleh Tuhan yaitu hiduplah dalam kerendahan hati. Semakin kita hidup merendahkan hati, semakin kita diberkati oleh Tuhan. Seperti halnya Hana yang diberkati Tuhan luar biasa. Ia yang mandul datang merendahkan diri kepada Tuhan dan lahirlah seorang Samuel salah seorang pembesar di Israel. Hana mengangkat pujian kepada Tuhan dan doanya didengar oleh Tuhan. Keberhasilan seorang anak tidak terlepas dari peran besar seorang ibu. Karena jasa  ibulah seorang anak dapat meraih keberhasilan dalam hidupnya.

Hiduplah terus dalam kerendahan hati, karena itulah yang menyenangkan hati Tuhan. Dari seorang Maria yang rendah hati, lahirlah seorang raja yaitu Yesus Kristus. Kerajaan Allah ditawarkan Allah kepada orang-orang yang rendah hati bukan kepada orang-orang yang sombong (Lukas 1:52). Menjadi pembesar sorga adalah kerinduan kita sebagai anak-anak Tuhan. Kita rindu duduk bersama Yesus dan memerintah bersama Dia dalam kerajaan sorga. Karena itu bertahanlah, bertekunkah meskipun banyak ujian yang kita hadapi dan hiduplah dalam kerendahan hati.

Tuhan Memberkati

Hidup Untuk Tuhan

Pembacaan Firman: Kolose 1:15-16

Allah menciptakan segala sesuatu, yang ada di Sorga dan yang ada di Bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana maupun kerajaan, baik pemerintah maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia. Kita ada di bumi ini, semua karena anugerah Allah, karena itu tidak ada yang bisa kita banggakan dalam hidup ini.
sumber gambar pixabay.com
Tujuan Allah menciptakan kita manusia adalah:

1.    Menyenangkan Dia

Allah menciptakan kita untuk kesenangan bangiNya. Ia menciptakan kita supaya kita selalu menyenangkan hatiNya lewat pikiran, perkataan dan tingkahlaku kita.

2.    Bersekutu Dengan Dia

Allah ingin kita sebagai ciptaanNya, selalu bersekutu dengan Dia. Lewat ibadah kita dapat bersekutu dengan Allah senantiasa (Mazmur 150:1-6) menyanyikan mazmur bagiNya (Efesus 5:19).Ketika kita bersekutu dengan Dia, menyenangkan hatiNya dan sebaliknya, maka kita tidak mencari Tuhan yang mati. Artinya lewat pujian kita, maka Allah bertahta diatas pujian kita. Jadi beribadah bukan persoalan diberkati atau tidak, tetapi itu tujuan Allah menciptakan kita. Akibat dari kita beribadah kepada Tuhan, maka janji berkatNya menjadi milik kita yaitu: Ia akan memberkati roti makananmu dan air minumanmu dan akan menjauhkan penyakit dari tengah-tengahmu (Keluaran 23:25).

Ibadah itu mutlak dilakukan oleh kita sebagai anak-anakNya. Dengan kita mencari Tuhan lewat ibadah maka kita akan hidup (Amos 5:4). Kalau kita mencari kerajaannya dan kebenarannya terlebih dahulu, maka semuanya akan ditambahkan (Matius 6:33). Dalam persekutuan kasih Allah mengalir dan janji berkatNya menjadi milik kita. Kasih persaudaraan dalam Tuhan, berkatNya besar (Mazmur 133:1-3). Rukun cinta satu sama lain itu yang Tuhan inginkan dalam hidup kita.

3.    Hidup Kudus dan Tidak Bercela

Allah menciptakan kita tujuannya agar kita hidup kudus dan tak bercela dihadapanNya (Efesus 1:4) karena yang bisa membuat kita sampai kepada Bapa di sorga adalah kekudusan. Sebab tanpa kekudusan kita tidak akan memandang wajah Allah.

4.    Menjadi Mitra Kerja Allah

Allah menciptakan kita, karena Ia ingin kita menjadi kawan sekerja Allah dalam melaksanakan Amanat Agung Yesus Kristus (Matius 28:19-20). Menjadi mitra kerja Allah, apapun yang menjadi profesi kita, dimanapun kita berada dapat menjadi berkat, saksi dan terang bagi orang lain. Kita dapat membuat orang tertarik dengan Yesus yaitu saat mereka melihat kehidupan kita boleh menjadi berkat bagi orang lain. Mitra kerja Allah selalu dilandasi dengan kasih dan berdoa bagi orang lain. Jangan jemu-jemu berbuat baik karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai kija kita tidak menjadi lemah (Galatia 6:9). Hiduplah untuk Tuhan dan janji-janjiNya menjadi milik kita.

Tuhan Memberkati

Hak Kesulungan (Keistimewaan Anak Sulung)

Pembacaan Firman: Kejadian 25:29-34

Menjadi anak presiden, atau pejabat merupakan suatu hal yang membanggakan, tetapi hal tersebut ada masanya. Kita bersyukur sebagai anak Bapa, raja yang kekal yang sudah mengangkat kita menjadi anakNya. Ketika kita menjadi anak Bapa maka kita berhak untuk menerima berkat sebagai anak sulung seperti halnya Yakub.

Esau sebagai anak sulung menganggap remeh hak kesulungannya. Ia menjual hak kesulungannya kepada Yakub hanya dengan sepiring kacang merah. Ia tidak mengetahui keistimewaan dari anak sulung, sehingga berkat yang seharusnya ia terima akhirnya menjadi milik Yakub.

1.    Keistimewaan Anak Sulung

Kejadian 27:27-29 ~ ini awal dari sebuah keberhasilan, Kehebatan dimana Yakub menikmati jaminan berkat-berkat Tuhan yaitu:
1)    Keluaran 29:29 ~ Milik Tuhan
Anak sulung harus dipersembahkan bagi Tuhan untuk dipakai menjadi alat kemuliaanNya.
2)    Kejadian 49:3 ~ Dihormati
Anak sulung merupakan kebanggaan orang tua yang terutama dalam keluhuran, terutama dalam kesanggupan. Esau membenci hak kesulungan, dia tidak tahu bahwa anak sulung mendapat kehormatan, dimuliakan.
3)    Ulangan 21:17 ~ Mendapat 2X lipat dari anak yang lain
4)    II Tawarikh 21:3 ~ Putera Mahkota
Yosafat mempunyai banyak anak; Yoram anak sulung menjadi Putera Mahkota
5)    Keluaran 13:1-2 ~ Hak Melayani
Menjadi alat Tuhan, menjadi imam-imam untuk melayani Tuhan.
6)    Yeheskiel 44:27-28 ~ Kuduslah bagiku
7)    Amsal 3:9 ~ Buah sulung milik kepunyaan Allah
saudara
sumber gambar pixabay.com

2.    Gereja Disebut Sebagai Anak Sulung

Ibrani 12:22-23; Yakobus 1:18. Disebut anak sulung bukan lagi urutan kelahiran tetapi status kita sebagai orang-orang percaya.

3.    Gereja Telah Dikuduskan Untuk Melayani Tuhan

I Petrus 2:9; Tidak ada alasan bagi kita berkata bahwa saya tidak bisa melayani Tuhan.
Jadilah pelayan-pelayan di Tabernakelnya Tuhan. Sekecil apapun itu lakukanlah untuk Tuhan dengan kesungguhan, Karena Ia berjanji untuk memberikan upah.  Jangan seperti Esau yang menganggap remeh hak kesulungan, sehingga meskipun Ia meminta kembali dengan mencucurkan air mata, tetapi ia telah kehilangannya.

Secara fisik kita keturunan Esau (Bangsa Edom) yang dikutuk oleh Allah. Tetapi syukur Yesus mengangkat kita menjadi anakNya ketika kita percaya kepadaNya, sehingga kita menerima berkat Yakub.

Beban hidup, persoalan jangan sampai membuat kita menjual hak kesulungan kita. Teruslah percaya, bekerjalah untuk Tuhan, Dia Allah yang setia kepada kita Allah memberikan penghargaan, karena kita adalah milik Allah. Jangan sampai menyerah dengan keadaan karena kita memiliki hak kesulungan. Jika kita tidak menjadi lelah, Allah berjanji “Aku akan datang untuk memberi upah”.

Menghadapi Masa Yang Sukar

Pembacaan Firman II Timotius 3:1

“Ketahuilah pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar”
Yesus memperingatkan bahwa pada persitiwa akhir zaman akan terjadi hal-hal yang mengerikan (Matius 24:15-28). Mau tidak mau kita harus menghadapinya, pergumulan hidup harus terjadi. Tetapi semua tergantung dari sikap kita. Kita harus pegeng kebenaran Firman Allah dalam menghadapi masa yang sukar dan tetap kuat dalam Tuhan (Efesus 6:10). Dia tidak akan meninggalkan kita. Karena itu jangan menyerah dengan keadaan yang ada. Mungkin ada orang lain yang mencoba menutup jalan kita, ada pintu yang tertutup bagi kita, tetapi selalu ada jalan yang bisa dibuka oleh Tuhan. Ada begitu banyak cara Tuhan untuk menolong orang-orang yang percara kepada-Nya.
Ada 5 hal yang bisa kita kerjakan untuk bisa menghadapi masa-masa yang sukar, yaitu:

1.    Berdoa (Yakobus 5:16b-18)

Kita harus berdoa dengan keyakinan yang sungguh bahwa apa yang kita doakan dijawab Tuhan. Elia adalah manusia biasa seperti kita tetapi ia bersungguh-sungguh berdoa, supaya hujan jangan turun dan hujanpun tidak turun di bumi selama 3 tahun dan 6 bulan. Berdoa, berdoa dan berdoa akan membuat kita kuat dalam menghadapi masalah yang sukar. Karena yang menghubungkan orang percaya dengan Tuhan adalah DOA. Teruslah berdoa dan jangan menyerah. Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil (Lukas 1:37).

2.    Jangan Ragu Akan Pertolongan Tuhan (Yakobus 1:6)

Yang menghambat doa kita dijawab oleh Tuhan adalah ragu-ragu. Karena itu, jangan pernah bimbang atau ragu akan pertolongan Tuhan. Pemazmur bisa melihat gunung-gunung persoalan didepannya, tetapi ia tidak pernah ragu akan pertolongan Tuhan (Mazmur 121:1-2). Jangan pernah gentar dan putus asa dengan janji Allah. Sekali Ia berjanji akan menolong kita, maka Ia pasti akan menolong kita.
masa sukar
sumber gambar pixabay.com

3.    Teruslah Membuka Tangan Untuk Melayani Tuhan (Lukas 6:38)

Ketika kita memberi, Allah akan membuka jalan dan mendatangkan kelimpahan bagi kita. Jangan tutup tangan bagi orang-orang yang membutuhkan kita apalagi untuk pekerjaan Tuhan. Tuhan akan mencurahkan berkat bagi kita dengan kelimpahan.

4.    Teruslah Memuliakan Tuhan (Habakuk 3:17-19)

Paulus dan Silas sedang berada di penjara dalam keadaan tidak berdaya, kaki dan tangan dipasung tetapi mereka terus memuji Tuhan dan memuliakan Dia. Tiba-tiba Allah datang melawat mereka dan pintu-pintu penjara terbuka sehingga kaki dan tangan yang dipasung terlepas. Begitu dahsyatnya pujian orang percaya. Bahkan tembok Yerikho bisa hancur karena pujian. Pujian penyembahan kita mengandung kuasa, mampu menghadapi setiap persoalan kita.

5.    Tetaplah Tenang Didalam Tuhan (Amsal 14:30

Ketenangan hanya bisa kita raih jika kita tetap didalam Tuhan. Ketika kita tenang, tidak tawar hati, akan membuat kita mempu menerobos persoalan hidup. Masa sukar akan terus terjadi, tetapi tetaplah tenang didalam Tuhan dan jangan tawar hati. Karena jika kita tawar hati akan membuat kekuatan kita menjadi kecil (Amsal 24:10). Maju terus jangan putus asa karena ada Tuhan yang mampu menolong kita.